Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Pertimbangan Sebelum Meminjam Uang dengan Jaminan Sertifikat Rumah

Setiap manusia memiliki keinginan dan kebutuhan sepanjang masa hidupnya. Tidak jarang kedua hal ini tidak sejalan dengan situasi finansial sehingga sumber dana lain dibutuhkan. Salah satu cara memenuhi situasi finansial ini adalah dengan meminjam uang dari bank. Ada banyak program kredit dan pinjaman yang ditawarkan oleh bank dan salah satu yang paling sering dimanfaatkan adalah pengajuan kredit multiguna dengan jaminan sertifikat rumah atau properti lainnya.

Namun sebelum mengambil keputusan untuk mengajukan kredit ini, ada banyak hal yang harus dipertimbangkan masak-masak. Bagaimanapun juga jika terjadi kredit macet, pihak bank tidak akan segan-segan menyita properti dijadikan jaminan. Tentunya hal ini akan sangat merugikan karena tidak ada bank yang memberikan pinjaman lebih tinggi dari kisaran harga rumah atau properti tersebut. Selain itu, Anda juga masih harus menanggung bunga pinjaman yang tentu saja lebih besar dari dana yang telah dicairkan. Berikut ini kondisi yang dianjurkan untuk mengambil pinjaman dengan menjaminkan rumah.

1. Memiliki tujuan yang jelas

Mengambil pinjaman dengan sertifikat rumah berarti pemohon membutuhkan dana dalam jumlah yang cukup besar. Sangat tidak bijaksana jika dana ini tidak dimanfaatkan untuk hal-hal yang berguna, misalnya membuka usaha, berinvestasi, masalah kesehatan, atau pendidikan. Sebaiknya rancanglah baik-baik bagaimana dana akan disalurkan agar pinjaman tersebut tidak sia-sia. Terlalu banyak kasus pinjaman multiguna yang tidak menghasilkan apa-apa selain lilitan hutang karena peminjam kurang cermat dalam mengatur keuangan.

2. Bukan sebagai uang muka cicilan yang lain

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah menggunakan dana pinjaman tersebut sebagai uang muka membeli sebuah barang, misal kendaraan, properti atau membayar kebutuhan yang berjangka panjang, misal biaya pendaftaran kuliah, cicilan hutang lainnya. Ingatlah bahwa jika Anda menggunakan uang pinjaman sebagai DP maka cicilan yang harus Anda bayar setiap bulan juga semakin banyak. Sebaiknya gunakan dana pinjaman untuk melunasi atau membeli kontan sehingga hanya ada satu pinjaman saja yang harus dicicil setiap bulannya.

3. Mempertimbangkan kondisi keuangan pribadi

Tidak perlu membohongi diri sendiri dan mengambil pinjaman dengan jumlah besar jika Anda tidak memiliki cukup pemasukan untuk melunasinya. Rumah tinggal yang akan Anda jaminkan adalah aset yang sangat berharga sehingga akan sayang jika harus kehilangan aset tersebut hanya karena kecerobohan dalam mengajukan pinjaman. Keuntungan kredit dengan jaminan rumah adalah peminjam dapat menentukan sendiri jumlah pinjaman, selama tidak melebihi harga appraisal dari jaminan. Karena itu, bijaksana saat menentukan jumlah dana yang dibutuhkan akan lebih baik bagi kondisi keuangan.

4. Mengatur asuransi pinjaman

Tidak ada yang tahu kapan musibah akan terjadi. Jika hal yang tidak diinginkan terjadi saat rumah anda masih menjadi jaminan di bank, belum tentu ahli waris siap menanggung sisa pembayarannya. Banyak kejadian ahli waris harus rela kehilangan rumah karena tidak bisa melanjutkan angsuran pinjaman di bank. Mengatur asuransi kredit merupakan salah satu cara menghindarkan diri dari kemungkinan ini. Memang premi yang harus dibayar akan menambah jumlah pengeluaran bulanan, namun manfaat jangka panjangnya bisa dinikmati oleh orang yang anda sayangi.

Jika memang kondisi keuangan yang dihadapi sesuai dengan penjelasan di atas, maka mengambil pinjaman dengan menjaminkan rumah merupakan pilihan yang bijak. Selanjutnya, Anda tinggal meyakinkan pihak bank untuk menyetujui pengajuan pinjaman tersebut. Walaupun sudah memiliki sertifikat rumah, bukan berarti pengajuan pinjaman di bank akan selalu berhasil. Banyak hal yang harus dipersiapkan agar pinjaman disetujui dan dana segera cair. Berikut hal-hal yang harus diperhatikan agar bank menyetujui permintaan pinjaman dengan jaminan rumah.

  • Pastikan tidak ada sejarah kredit macet dan tidak termasuk dalam daftar hitam BI. Jika masih ada kredit yang belum diselesaikan, sangat kecil kemungkinan bank akan menyetujui pinjaman baru.
  • Berkas-berkas rumah/properti yang dijaminkan harus lengkap, asli, taat pajak dan tidak dalam kondisi sengketa atau negosiasi jual beli. Pengajuan jaminan menggunakan properti yang bukan hak dan kewenangan peminjam bisa mengakibatkan tuntutan hukum dari pihak bank maupun pemilik properti sah
  • Katakan alasan sejujurnya dari pengajuan pinjaman tersebut. Pihak bank akan menggunakannya sebagai bahan pertimbangan dan analisis resiko pinjaman akan dikembalikan.
  • Memperhitungkan besarnya dana yang dibutuhkan dengan nilai properti sebagai jaminan. Untuk meminjam dana menggunakan sertifikat rumah, biasanya bank akan melakukan appraisal nilai rumah tersebut dan memberikan dana maksimal sekitar 70%-80% dari harga tafsiran. Misalkan dana yang dicairkan tidak mencukupi, meminjam dana dari sumber lain bisa beresiko penumpukan hutang yang berakhir dengan penyitaan jaminan.
  • Mempertimbangkan besarnya cicilan bulanan yang diajukan dengan pendapatan bersih per bulan. Seperti pinjaman lainnya, kredit multiguna dengan jaminan rumah juga memilikibatas jangka waktu kredit yang nantinya akan berpengaruh pada besar cicilian perbulan. Umumnya, kredit harus selesai sebelum peminjam mencapai usia 50 tahun untuk karyawan dan 60 tahun untuk wiraswasta dan profesional. Hal ini akan berpengaruh pada jumlah cicilan yang harus dibayarkan per bulan. Jika jumlah cicilan dianggap terlalu banyak dibandingkan pendapatan, pengajuan Anda tidak akan disetujui oleh pihak bank.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang pertimbangan sebelum meminjam uang dengan jaminan sertifikat rumah, semoga bermanfaat.



Apa yang Dilakukan Ketika Saudara Meminjam Uang?
13 Tips Travelling Ke Luar Negeri untuk Pemula
10 Pelajaran Hidup yang Sering Datang Terlambat
10 Tip Keuangan untuk Kamu Usia 20-an
Hindari Pemborosan Berikut Ini Ketika Mempersiapkan Pensiun
Apa Itu Wealth Management di Bank?
10 Negara dengan Inflasi Tertinggi di Dunia
Apa itu Money Supply?
Apa itu Devisa?
Bagaimana Modus Rekrutmen Perusahaan Palsu?


Bagikan Ke Teman Anda