Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Sering Diajarkan Pada Anak, Tetapi Sebenarnya Kurang Bagus

Pola pengasuhan orang tua adalah hal yang krusial untuk tumbuh kembang anak. Apa yang diajarkan orang tua saat mereka kecil, bagaimana orang tua membesarkan mereka, hingga bagaimana orang tua bersikap akan dibawa anak sampai mereka besar nanti.

Dalam mengasuh anak, baik disadari atau tidak, ada hal-hal yang terus menerus kita ajarkan namun sebenarnya memiliki dampak yang kurang baik bagi anak.

Apakah hal-hal tersebut?

  • Kekerasan

Dunia yang damai tanpa kekerasan adalah dambaan setiap orang. Sayangnya kita tidak bisa mengatakan hal ini pada anak. Mereka harus belajar membela diri dari kekerasan yang mungkin mereka alami. Ajari anak untuk tidak melakukan kekerasan, namun selalu persiapkan mereka untuk membela diri apabila mereka ditindas atau diserang.

Pertahanan diri adalah hal yang sangat penting karena orang yang lemah menjadi target penindasan. Tekankan pada anak untuk tidak bersikap kasar dan melakukan kekerasan pada orang lain, namun ajari mereka untuk melawan saat mengalami kekerasan.

  • Kebiasaan Sederhana yang Berbahaya

Di era teknologi canggih seperti sekarang ini, anak-anak sudah dibiasakan dengan teknologi sejak kecil. Pemandangan seorang anak yang memegang smartphone atau tablet di depan umum adalah hal yang biasa.

Membiasakan anak untuk makan sambil menonton YouTube hanya agar anak tidak rewel, misalnya, adalah kebiasaan yang sangat baik. Saat tidak ada YouTube, anak akan merengek, menangis, hingga mogok makan.

Anak yang terpaku dengan gadget tidak akan menghiraukan keadaan sekitarnya. Kemampuan bersosialisasi anak menjadi buruk. Ia tidak akan merespon kejadian apapun yang berlangsung selama ia memiliki gadget di tangannya.

Jangan mengajarkan anak kebiasaan buruk meski hal tersebut membuatnya berhenti menangis dan menjadi tenang. Dan yang lebih penting lagi, jangan melakukan hal tersebut demi ketenangan Anda.

  • Kamu Sangat Istimewa

Di mata orang tua, setiap anak adalah istimewa. Menanamkan hal ini sedari kecil untuk membangkitkan rasa percaya diri mereke memang baik, namun pada kenyataannya 90% anak bukanlah anak spesial. Mereka anak yang biasa.

Jika Anda terlalu sering mengatakan hal tersebut pada anak, alih-alih menjadi percaya diri, Anda secara perlahan menanamkan kesombongan pada diri anak. Perkataan Anda menciptakan rasa keistimewaan pada anak, membuatnya percaya bahwa ia lebih baik dari teman-temannya serta memiliki keistimewaan yang tidak dapat dibantah.

  • Kamu Bisa Menjadi Apapun yang Kamu Inginkan

Dengan berkata demikian Anda berharap memberikan kebebasan kepada anak dengan tidak menuntut mereka menjadi sesuatu yang mungkin tidak mereka inginkan. Namun hal ini salah, dan Anda tahu itu.

Anak Anda tidak bisa menjadi apapun yang ia inginkan.

Jelaskan pada anak bahwa yang terpenting adalah menemukan bakatnya. Cari tahu hal aoa yang bisa ia lakukan dengan baik, kemudian ia harus berusaha keras. Tunjukkan pada semua orang bahwa ia memang yang terbaik di bidang yang ia tekuni.

Anak akan menjadi spesial saat ia dapat menjadi yang terbaik setelah berlatih dengan keras.

  • Fokuslah Belajar

Menempuh pendidikan sangat penting untuk anak sebagai persiapan untuk hidup bermasyarakat dan hidup di masa depan. Sayangnya, orang tua pada umumnya terlalu fokus pada sekolah sehingga menekan anaknya untuk terus belajar. Mereka selalu berkata hidupmu tidak akan sukses jika kamu malas belajar.

Menekankan pentingnya belajar dan sekolah pada anak bukanlah hal yang buruk, namun memaksa mereka untuk terus belajar hingga menghubungkan hal ini dengan keberhasilan di masa depan dapat menanamkan pemahaman yang salah pada anak.

Anak dapat menemukan kesuksesannya sendiri di masa depan. Biarkan mereka melakukan apa yang mereka sukai dan dimana bakat mereka selama mereka tidak menimbulkan kekacauan dan kerusakan di masyarakat.

  • Hormati Orang Tua

Menghormati orang tua adalah hal yang diajarkan oleh semua orang tua pada anak. Apakah etika dasar ini selalu benar?

Jika Anda membaca kasus kekerasan anak yang dilakukan oleh orang dewasa, Anda akan tahu bahwa tidak ada satu pun dari mereka yang melakukan perlawanan. Mengapa? Karena mereka diajarkan untuk tidka melawan orang tua. Padahal tidak semua orang tua layak untuk dihormati.

Berkaitan dengan poin yang pertama, seorang anak harus diajarkan cara membedakan orang tua yang baik dan orang tua yang buruk. Mereka harus tahu bahwa orang tua yang melakukan kekerasan adalah orang tua yang patut untuk dilawan. Jangan pernah menanamkan pada anak bahwa orang tua adalah seseorang yang harus dibenarkan dalam segala hal.

Hal yang Sudah Diketahui Namun Tetap Dilakukan

Kebiasaan buruk yang terus menerus kita terapkan pada anak seringkali bukanlah sesuatu hal yang tidak kita sadari. Sebagian besar justru hal yang sudah kita ketahui tidak baik, namun masih saja kita lakukan.

  1. Terlalu sering makan makanan yang tidak sehat seperti makanan cepat saji, pizza, dsb.
  2. Minum minuman bersoda. Jangankan bagi anak-anak, minuman tersebut sangat buruk bahkan bagi orang dewasa.
  3. Membanggakan uang dan memanjakan mereka dengan uang. Anak-anak tidak boleh diajarkan tenatng nilai uang secara negatif sejak ia kecil.
  4. Memandang rendah kelas sosial di bawahnya. Anak harus bisa memahami kesetaraan manusia, bahwa tidak ada yang lebih rendah atau lebih tinggi karena uang.
  5. Mengajarkan budaya asing pada anak dan tidak menghiraukan kearifan lokal. Jika Anda mengajarkan bahasa asing pada anak sedari kecil, imbangi hal tersebut dengan pendidikan tentang budaya lokal sendiri.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang sering diajarkan pada anak, tetapi sebenarnya kurang bagus, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Mengapa Financial Management (Manajemen Keuangan) Harus Diajarkan di Sekolah
7 Cara untuk Memulai Mengajari Anak Mengelola Keuangan
15 Cara Terbaik Mengajari Anak tentang Uang
Kiat-kiat Menyiapkan Anak Menjadi Seorang Kaya
Panduan Menabung untuk Pendidikan Anak di Masa Depan
Cara Mengajari Anak Mengatur Uang
Cara Membesarkan Anak agar Memiliki Mental Entrepreneur
Kesalahan Pola Asuh Anak Mengenai Keuangan yang Mungkin Anda Lakukan
7 Tip Parenting untuk Mencetak Anak Menjadi Pengusaha Muda
Apa Akibat Jika Anak Terlalu Dimanja Sewaktu Kecil?


Bagikan Ke Teman Anda