Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Startup Seharusnya Jangan Menghabiskan Waktu untuk Hal-hal Berikut

#startup #waktu

Waktu adalah variabel yang sangat berharga, terutama bagi seorang founder startup. Betapa tidak, kompetisi di dunia startup lebih sengit dan memakan modal ketimbang praktik bisnis konvensional. Terlebih lagi, startup menghadapi persoalan yang cukup unik di berbagai sektor, mulai dari pemasaran hingga perekrutan tenaga kerja.

Di tengah iklim yang seperti itu, pelaku bisnis startup, terutama sang founder, harus berpikir keras dan cerdas agar semua persoalan mendapatkan solusi yang pas dan tepat. Tidak ada waktu untuk coba-coba dan atau iseng. Meski demikian, founder startup masih tetap saja berpeluang terjebak melakukan hal-hal yang kurang produktif dan tidak relevan untuk bisnis mereka di tengah waktu yang begitu mepet.

Apa saja hal tersebut? Berikut adalah di antaranya:

1. Periklanan yang buruk

Pengeluaran untuk iklan menyumbang persentase besar suatu perusahaan. Lebih dari setengah pendapatan perusahaan habis untuk iklan. Hal ini lebih berat lagi bagi perusahaan kelas startup dimana mereka cenderung memiliki kanal iklan yang lebih unik dibanding perusahaan konvensional – dengan pengeluaran lebih besar. Godaan untuk memasang iklan di banyak tempat, terutama iklan elektronik, sangat tinggi bagi pemula di dunia bisnis.

Padahal, tidak semua perusahaan periklanan atau media iklan pas untuk sebuah startup. Agar terhindar dari pengeluaran iklan yang sia-sia, lakukan riset dengan seksama dan pastikan profil perusahaan iklan dan medium yang ditawarkan pas. Satu hal yang pasti, jangan melakukan komitmen jangka panjang dengan pihak periklanan manapun.

2. Menyewa ruang kantor yang mahal

Satu hal yang identik dan melekat dengan seorang pelaku startup adalah kenyamanan – jika tidak dibilang kemewahan. Hal ini mendorong founder startup untuk mencari ruang kantor yang mahal dengan dalih untuk meyakinkan klien bahwa berbisnis dengan startup ini membawa kenyamanan tersendiri. Tak hanya itu, kenyamanan itu, menurut founder startup seperti ini, penting bagi para pekerja atau tim.

Malangnya, ongkos penyediaan ruang kantor sejenis sangat lah mahal. Hal ini sangat kontraproduktif bagi seorang founder startup, yang seharusnya fokus pada aliran keuntungan perusahaan dan pertumbuhan bisnis; bukan kenyamanan atau tampilan mewah. Akan lebih baik bagi founder startup untuk bekerja di shared office atau mengontrak rumah atau memanfaatkan bagian tertentu dari rumah seperti garasi atau kamar kosong.

3. Mempekerjakan terlampau banyak tenaga

Salah satu keuntungan menjadi seorang pengusaha adalah terdongkraknya ego karena berhasil membuka lapangan kerja. Memang menyenangkan sekali melihat bisnis pribadi tumbuh dan mempekerjakan orang lain. Tapi, apakah ini cocok untuk perusahaan startup? Belum tentu. Terlalu banyak tenaga berarti biaya operasional yang dikeluarkan jauh lebih banyak, apapun posisinya. Maka dari itu, untuk menghindari praktik serupa, akan lebih baik selaku founder startup Anda memberlakukan outsource untuk jenis pekerjaan tertentu.

Manfaatkan jasa penyedia pekerja lepas alias freelance atau, jika ingin lebih praktis, kontrak saja tenaga per proyek. Jangan terburu mempekerjakan asisten pribadi atau tenaga administrasi. Bekerja sedikit lebih keras tidak ada salahnya, bukan?

4. Membeli peralatan kantor yang terlampau mahal

Mana yang lebih penting antara performa perusahaan ketimbang tampilan bonafid? Pebisnis ulung dan pelaku startup yang serius tentu berpendapat bahwa performa perusahaan dan keuntungan yang menyertainya jelas lebih penting dari (pura-pura) bonafid dan meyakinkan. Salah satu hal yang menjebak dari godaan tampil bonafid adalah menggunakan peralatan kantor atau furnitur yang mewah. Padahal, tidak ada salahnya menggunakan peralatan dengan harga biasa atau rata-rata. Toh, semuanya memberikan fungsi yang sama.

5. Terburu-buru mencari modal tambahan

Melihat bisnis tumbuh dan berkembang adalah dambaan semua pelaku startup. Hanya saja, kebanyakan founder startup fokus pada penyediaan modal tambahan dengan dalih bahwa hanya itu solusi atas profil bisnis yang stagnan.

6. Sikap one-man show

Salah satu godaan terbesar dari seorang founder startup adalah memelihara sikap one-man show alias ingin tampil sendiri sebagai yang nomor satu. Kenyataannya, tidak semua hal bisa diurus sendiri meski sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa ada banyak startup yang berkembang hanya dengan intervensi dan kiprah satu orang tunggal. Tak berlebihan kiranya jika mulai mempertimbangkan mencari co-founder mengingat profil usaha yang meningkat meniscayakan beban lebih tinggi dan lebih berat.

Hanya saja, pastikan Anda selaku founder benar-benar mengetahui dan menyeleksi calon partner tersebut. Teman dekat atau kenal sejak lama tidak menjadi alasan kuat bahwa orang tersebut layak dipercaya atau tidak akan menjatuhkan Anda. Itu yang harus Anda ingat.

7. Tidak punya ide orisinil

Bukan hal yang nyaman untuk menjalani ide turunan alias ide orang lain. Ada kalanya seorang founder startup bersikeras menggarap sektor bisnis tertentu karena melihat kesuksesan orang lain di bidang tersebut. Sedikit yang menyadari bahwa berbagai kesuksesan tersebut tidaklah sama; semuanya berasal dari kasus yang unik dan memiliki solusi yang unik pula. Jadi, jika Anda selaku founder startup berpikir bahwa mengikuti solusi yang sama atau bergerak di bidang yang sama – dengan cara yang sama pula – bakal menjamin kesuksesan, maka sudah waktunya Anda melupakan dan meninggalkan itu. Milikilah ide orisinil. Hanya itu sumber kesuksesan Anda.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang Startup, semoga bermanfaat bagi Anda semua.

Artikel Populer

anak, asuransi, ATM, bank, bisnis, fraud, hidup, investasi, kartu kredit mandiri, kaya, kredit konsumsi, kredit mobil, kredit tanpa agunan, menabung, modus penipuan, orang kaya, pengetahuan umum, Redenominasi, startup, sukses, tabungan, tanpa kartu kredit, tidak bisa bayar, tip kartu debit, tip kartu kredit, tip keuangan, tip KPR, tip kredit, tip KTA, uang,

Bagikan Ke Teman Anda


 





SimulasiKredit.com is a simulation loan estimation tool. You can simulate your monthly loan payments. This tool supports your car or motorbike loan and your house loan.

You can estimate how many period you should pay monthly or yearly. You will know total interest paid and total paid, just input your mortgage amount, interest rate, term and loan start date.

This simulations predict how given payments and interest rate will affect the balance over time. Please note that this simulation is just a simulation. This simulation is intended as a free community service to teach personal finance and the dynamics of compound interest.