Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Stop Boros! Tanyakan Hal Ini Sebelum Anda Membeli Suatu!

Kebiasaan orang dengan mudahnya menghabiskan uang demi kebutuhan sesaat yang tidak jelas manfaatnya. Mulai saat ini sebelum Anda memutuskan untuk membeli suatu hal, maka sebaiknya tanyakan kepada diri Anda sendiri, apakah barang atau benda tersebut benar dibutuhkan.

Karena pada akhirnya akan membuat Anda menyesal, dengan banyaknya barang yang tidak terpakai. Pentingnya membuat daftar utama setiap Anda memutuskan untuk berbelanja, hal ini meminimalisir pemborosan anggaran belanja Anda, dan mulailah untuk belajar menabung sedari sekarang.

  1. Berapa lama Waktu Penggunaannya?
    Tanyakan kepada diri Anda sendiri, sebetulnya berapa lama waktu penggunaan barang yang Anda beli terpakai. Apakah hanya dalam waktu singkat, beberapa jam atau beberapa hari saja. Jika tidak kemungkinan besar barang dan benda tersebut akan tersimpan di lemari Anda selama berbulan bahkan bertahun.
     
  2. Apakah masih ada stok lama?
    Kalau memang masih ada stok barang lama yang masih bisa Anda gunakan, kenapa tidak dimanfaatkan saja. Karena hal ini tentu lebih mudah dan menghemat anggaran Anda, bahkan Anda bisa menyimpan uang belanja tersebut.
     
  3. Apa barangnya nanti benar-benar berguna?
    Selanjutnya pikirkan apakah barang dan benda yang akan Anda beli nanti benar-benar memiliki nilai guna yang baik. Karena belum tentu apa yang Anda harapkan sesuai dengan kebutuhan untuk menyelesaikan kondisi Anda.Jadi jangan terpaku kepada keinginan palsu atau sesaat, namun kenyataannya justru membuat hidup Anda semakin terpuruk atau terbebani. Kalau Anda sudah yakin barang dan benda tersebut belum layak secara manfaatnya, maka ubah daftar tersebut menjadi keinginan Anda saja.
     
  4. Apa  bisa ditunda?
    Jika Anda mampu untuk menunda membeli barang dan benda tersebut, kenapa tidak. Mungkin bisa ditunda dalam waktu pendek, menengah, atau bahkan dalam waktu jangka panjang. Sehingga barang dan benda tersebut tidak lagi menjadi anggaran belanja Anda dalam waktu dekat. Hal ini jauh lebih hemat bukan?
     
  5. Apakah ada diskonnya?
    Cobalah untuk mencari harga barang dan benda yang banyak potongan harga atau diskon. Hal ini tentu saja jauh lebih menguntungkan untuk Anda, selain menghindari dari kebiasaan boros, juga kebiasaan atas keinginan sesaat.
     
  6. Apa barang lama masih bisa digunakan?
    Pertimbangkan kalau barang dan benda tersebut bisa digunakan dengan layak, sehingga tidak mengganggu saldo Anda di rekening dan juga lingkungan Anda.
     
  7. Apakah anda jujur?
    Kebiasaan buruk dalam berbelanja tentu dapat berdampak tidak baik bagi hubungan Anda dengan pasangan, keluarga dan diri Anda sendiri. Apakah sejauh ini Anda sudah berkata jujur kepada mereka, mengenai hobi belanja Anda yang tidak jelas. Belum lagi Anda harus mencari cara dan alasan, dan berpikir apakah Anda merasa bersalah atas apa yang telah dilakukan.
     
    Sebaiknya, belajarlah untuk bertanggung jawab terhadap apa yang sudah Anda belanjakan kepada pasangan, keluarga agar Anda bisa mengerem dan belajar untuk menahan keinginan berbelanja. Terkecuali untuk momen spesial atau kondisi darurat, hal tersebut dapat dimaklumi.
     
  8. Apakah utang kartu kredit sudah lunas?
    Pertimbangkan untuk tidak berbelanja dengan menggunakan kartu kredit, apapun alasannya atau bahkan karena hadiah atau bonus loyalitas. Hal ini tentu sangat berdampak kepada jebolnya anggaran Anda setiap bulan, karena biasanya bunga kartu kredit lebih besar dibanding dengan harga barang dan benda yang Anda beli. Jadi usahakan untuk membayar saldo kartu kredit, dan jangan tergiur untuk membelanjakannya, walau dalam jumlah sedikit.
     
  9. Apa beli cuma untuk prestise?
    Tanyakan kepada diri Anda, apakah Anda membelanjakan semua uang Anda untuk prestise semata atau keinginan lainnya?. Contoh pada saat Anda memiliki sejumlah kegiatan seperti sosialita, tentu Anda membutuhkan anggaran lebih, sekedar memberikan hadiah atau cinderamata.
     
    Pikirkan kembali apakah hal tersebut merupakan keinginan atau gengsi semata, sebaiknya hindari hal tersebut.Bagi Anda yang memang sibuk bekerja sebaiknya lebih belajar hidup hemat, dengan mencoba membuat menu yang bisa dihangatkan serta hilangkan kebiasaan gengsi dari gaya hidup Anda. Jadilah apa adanya, dan kalaupun ingin berbuat baik, buat anggaran cadangan agar Anda tidak mengeluarkan dana dari anggaran tetap atau utama.
     
  10. Apakah barang tersebut legal?
    Pada saat Anda membeli barang dan benda, coba pikirkan apakah barang dan benda tersebut memiliki sejarah yang buruk atau dibuat dengan jalan tidak halal dan bertanggung jawab. Tentu untuk sebagian orang yang mengetahui etika belanja, apabila menemukan produk tersebut ilegal atau tidak memiliki nilai positif untuk apa dibeli.
     
    Hal ini tentu saja melanggar hukum, berdampak kepada lingkungan dan Anda pun akan tidak puas dengan produk tersebut. Jadi, cari tahu sebelumnya untuk memutuskan membeli produk tersebut, jangan sampai Anda menyesal di kemudian hari, serta produk yang berbau kekejaman, kekerasan dan mengekploitasi sesuatu hal tentu sangat buruk akibatnya.
     
  11. Bagaimana harga purna jualnya nanti?
    Apabila Anda memiliki barang dan benda, kemudian barang tersebut ingin Anda jual, pertimbangkan apakah harganya masih bisa sebagus dulu pada saat Anda membeli ataukah memang sudah mengalami penyusutan.
     
    Apabila penyusutannya tidak lebih dari apa yang Anda harapkan, maka barang tersebut tidak bisa dibilang barang berkualitas baik.Karena hal ini menimbulkan penyesalan pada akhirnya, karena itu sebelum Anda membeli barang dan benda pastikan harga jualnya masih dalam kondisi baik, paling tidak bisa mencapai 50% atau lebih. Sehingga Anda tidak merasa rugi jauh dari harga belinya.
     
  12. Setelah tidak terpakai, mau dikemanakan?
    Pertanyaan terakhir yaitu bagaimana Anda bisa mempertimbangkan mengenai masa akhir dari barang dan benda Anda. Apakah benda dan barang tersebut setelah selesai pakai akan Anda buang, sumbangkan, jual kembali, berakhir di pembuangan sampah dan sebagainya.
     Anda harus pintar mengatur agar barang dan benda tersebut tidak sampai kepada hal tersebut, hindari membeli barang dengan kualitas buruk, habis pakai dan berdampak kepada lingkungan sekitar Anda. Lebih baik Anda cari tahu sebelum memutuskan untuk membeli dan melemparkannya kepada barang rongsok.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang hal-hal sebelum membeli sesuatu, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Kesalahan dalam Membeli Mobil
Kebiasaan-kebiasaan Ini Tanpa Disadari Termasuk Pemborosan
Ini Pentingnya Personal Finance! Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi
Apa itu Tabungan Jenius? Review Tabungan Jenius
Kenali Ciri-ciri Investasi Bodong!
Mulai Meninggalkan Masa Remaja? Berikut Tip Mengelola Keuangan dengan Baik untuk Usia 20-an
Tip Menyiapkan Pendidikan Anak
Belajar Sistem Penganggaran Metode Amplop
Inilah 6 Cara Mengatur Keuangan Ala Orang Cina
Cara Mengajari Anak Menabung


Bagikan Ke Teman Anda