Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Teknik untuk Mencegah Pemalsuan Uang dan Fitur yang Tidak Ada di Uang Palsu

Uang merupakan alat pembayaran yang dapat menggerakkan roda perekonomian. Dengan uang, tak hanya kebutuhan pokok saja yang dipenuhi, tetapi barang-barang yang diinginkan pun bisa dibeli.

Pentingnya peranan uang mendorong setiap negara melalui pemerintahnya untuk mengendalikan jumlah uang yang beredar di masyarakat.

Umumnya jumlah uang beredar di masyarakat mengalami peningkatan seiring dengan tingginya tingkat konsumsi masyarakat.

Disadari atau tidak, kondisi tersebut justru memunculkan celah bagi tindak kriminal peredaran uang palsu. Tindak kejahatan pemalsuan uang jelas meresahkan dan merugikan masyarakat.

Bagaimana uang bisa dipalsukan? Bagaimana pula cara mendeteksi untuk mengetahui uang tersebut asli atau palsu? Teknologi yang serba canggih seperti sekarang ini memungkinkan bagi orang yang memiliki keahlian tertentu menyalahgunakannya melakukan tindakan tidak terpuji dan merugikan publik, yaitu mencetak uang palsu.

Bahkan dari sebagian kasus pemalsuan uang yang terjadi hanya menggunakan peralatan sederhana. Hal ini mengindikasikan bahwa fitur pengaman yang ditanam pada uang masih lemah.

Untuk menghindari dan mencegah terjadinya pemalsuan uang, bank sentral di seluruh dunia menambah fitur pengaman pada uang.

Khusus di Indonesia, Bank Indonesia (BI) telah merilis fitur pengaman tersebut pada cetakan uang kertas tahun emisi 2016. Berikut fitur pengaman pada uang untuk mencegah pemalsuan.

  • Perubahan warna (color shifting)

Fitur perubahan warna atau color shifting sebenarnya bukan fitur pengaman baru yang ditanam pada uang cetakan dan desain terbaru. Fitur ini telah diaplikasikan pada uang kertas desain lama, hanya saja perubahan jenis warnanya berbeda.

Di mana fitur ini ditanam? Gambar perisai yang di dalamnya terdapat logo Bank Indonesia. Jika diperhatikan, gambar perisai tersebut akan mengalami perubahan warna apabila dilihat dari sudut pandang berbeda.

Apakah fitur pengaman perubahan warna ini terdapat pada semua pecahan? Tidak. Fitur pengaman ini hanya disematkan pada uang kertas pecahan Rp 100.000,-, Rp 50.000,-, dan Rp 20.000,-.

Pada uang kertas pecahan Rp 100.000,- dan Rp 50.000,- cetakan tahun emisi 2016, gambar perisai yang berwarna merah keemasan akan berubah menjadi hijau saat dilihat dari sudut pandang yang berbeda. Sementara untuk pecahan Rp 20.000,- warnanya akan berubah dari hijau menjadi ungu.

  • Gambar tersembunyi (latent image)

Gambar tersembunyi merupakan fitur pengaman baru yang tidak terdapat pada uang kertas desain lama. Tak tanggung-tanggung, fitur ini ditanam dua jenis sekaligus, yaitu multiwarna (multicolor) dan satu warna (monocolor). Fitur gambar tersembunyi multiwarna ini dikenal pula dengan fitur pelangi (rainbow feature).

Apakah gambar yang tersebunyi? Gambar tersembunyi berupa angka yang terdapat pada sisi gambar pahlawan tepatnya di bagian blok warna sebelah kanan samping gambar burung garuda.

Anda bisa melihat fitur gambar tersembunyi multiwarna ini pada uang kertas pecahan Rp 100.000,-, Rp 50.000,-, Rp 20.000,-, dan Rp 10.000,-. Gambar tersembunyi multiwarna berupa angka tersebut akan kelihatan jika dilihat dari sudut pandang tertentu.

Pada pecahan Rp 100.000,-, gambar tersembunyi berupa anga 100 dengan kombinasi warna merah, kuning, dan hijau. Pada pecahan Rp 50.000,- terdapat angka 50 dengan perpaduan warna merah, kuning, dan biru. Pada pecahan Rp 20.000,- terdapat kombinasi warna merah, kuning, dan hijau pada angka 20. Sementara pada pecahan Rp 10.000, angka yang tersembunyi adalah 10 dengan kombinasi warna ungu, biru, dan kuning.

Sementara fitur gambar tersembunyi satu warna terdapat di semua pecahan uang kertas. Gambar yang tersembunyi berupa tulisan BI yang diletakkan pada bingkai persegi panjang di cetakan sisi gambar pahlawan. Tulisan tersembunyi tersebut akan muncul ketika dilihat dari sudut pandang tertentu.

  • Ultra violet

Sebenarnya sinar ultra violet ini sebagai alat bantu untuk mendeteksi keaslian dari uang kertas. Uang kertas yang asli, hasil cetakannya akan memendar dalam satu atau beberapa warna ketika dilihat di bawah sinar ultra violet. Pendaran warna pada setiap pecahan uang berbeda-beda, namun sama-sama indahnya.

  • Teknik cetak khusus

Uang kertas memang dibuat dengan bahan kertas khusus, cenderung cukup tebal agar tidak mudah koyak dan rusak. Pada uang desain terbaru, terdapat teknik cetak khusus yang tidak terdapat pada uang kertas desain lama.

Teknik cetak khusus yang dimaksudkan di sini adalah cetakan kasar saat diraba pada gambar-gambar utama dalam uang kertas tersebut, seperti gambar tokoh pahlawan, lambang negara Garuda Pancasila, angka nominal, huruf terbilang, frasa Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan tulisan Bank Indonesia.

  • Rectoverso

Fitur rectoverso atau gambar saling isi merupakan desain logo Bank Indonesia yang saling mengkait.

Secara kasat mata, fitur rectoverso ini memang tak menampilkan logo Bank Indonesia secara utuh, hanya sebagian saja. Namun, apabila diterawang ke arah cahaya, maka logo tersebut akan terlihat utuh. Fitur ini terdapat di semua pecahan mata uang, baik desain baru maupun lama.

  • Tanda air (watermark) dan ornamen (electrotype)

Fitur tanda air atau watermark telah ada pada desain uang kertas sebelum-sebelumnya. Tanda air berupa gambar pahlawan terdapat di seluruh pecahan uang kertas. Setiap pecahan uang kertas memiliki tanda air gambar pahlawan yang berbeda-beda.

Selain tanda air terdapat pula fitur ornamen berupa logo Bank Indonesia dalam ornamen tertentu. Fitur ornamen ini hanya terdapat pada uang kertas pecahan Rp 100.000,-, Rp 50.000,-, Rp 20.000,- dan Rp 10.000,-.

Sama halnya dengan tanda air, fitur ornamen sebenarnya merupakan fitur lama. Artinya kedua fitur ini terdapat pula pada uang kertas terdahulu. Baik fitur tanda air maupun ornamen dapat dilihat apabila uang kertas diterawang ke arah cahaya.

  • Efek raba (tactile effect) atau kode tuna netra (blind code)

Jika diperhatikan pada uang kertas desain baru keluaran tahun emisi 2016 terdapat pasangan garis di sisi kanan dan kiri uang. Pasangan garis tersebut akan terasa kasar saat diraba. Itulah fitur pengaman efek raba (tactile) atau kode tuna netra.

Keberadaan pasangan garis tersebut memungkinkan kaum difabel khususnya tuna netra dapat mengetahui nominal uang hanya dengan merabanya. Fitur pengaman ini ditanamkan pada uang sebagai upaya agar masyarakat tuna netra tidak menjadi sasaran dari tindak kejahatan pemalsuan uang.

  • Benang pengaman (security thread)

Dulu keberadaan benang pengaman pada uang kertas dianggap sebagai fitur pengaman yang kuat. Untuk mendeteksi asli tidaknya uang kertas dapat dilihat dari ada tidaknya benang pengaman pada uang tersebut. Faktanya, fitur ini masih bisa dipalsukan.

Meski demikian, fitur pengaman benang pengaman ini tidaklah dihilangkan, tetapi ditingkatkan keamanannya. Fitur ini ditanamkan pada semua pecahan uang kertas, mulai dari nilai terendah yakni Rp 1.000,- hingga tertinggi yaitu Rp 100.000,-.

Bagaimana peningkatan keamanan pada fitur benang pengaman? Pada uang kertas desain baru, benang pengaman diposisikan timbul tenggelam atau seperti anyaman. Mengingat pecahan Rp 100.000,- dan Rp 50.000,- yang rawan dipalsukan, maka pada kedua pecahan tersebut fitur benang pengaman dibuat khusus. Benang pengaman pada kedua pecahan uang kertas tersebut akan mengalami perubahan warna jika dilihat dari sudut pandang yang berbeda.

  • Rasi Eurion (Eurion constellation)

Jika diperhatikan secara seksama, pada uang kertas terdapat lingkaran-lingkaran kecil berbentuk yang tersusun secara random atau acak. Lingkaran-lingkaran kecil tersebut adalah fitur pengaman yang disebut dengan rasi eurion (eurion constellation). Fitur ini menjadikan uang kertas sulit untuk dipalsukan.

Lingkaran-lingkaran kecil yang membentuk rasi pada fitur ini memungkinkan terjadinya ‘pemblokiran’ atau ketidakmampuan program komputer untuk menanggapinya.

Bahkan mesin fotokopi warna yang notabene dilengkapi dengan teknologi lebih canggih pun tak bisa menyalin uang kertas yang di dalamnya telah ditanam fitur rasi eurion ini. Sebab itulah, fitur ini mampu meminimalisir tindak pemalsuan uang kertas.

Fitur pengaman pada uang sangatlah penting agar tidak mudah dipalsukan. Dari banyaknya kasus pemalsuan uang yang terjadi menunjukkan bahwa fitur pengaman yang ditanam belum sepenuhnya aman. Sebab itu, bank sentral dalam hal ini Bank Indonesia sebagai pemegang otoritas tertinggi dalam peredaran uang menyematkan fitur pengaman yang lebih beragam.

Tak hanya sebatas benang pengaman, tanda air dan ornamen saja, tetapi juga fitur-fitur canggih lainnya. Dari ragam uang kertas, pecahan Rp 100.000,- memiliki fitur pengaman yang paling lengkap dibandingkan pecahan lainnya. Maklum saja, mengingat pecahan Rp 100.000,- merupakan pecahan dengan nilai tertinggi dan sering dipalsukan. Kini, dengan fitur pengaman yang lebih lengkap, uang kertas akan sulit dipalsukan.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang teknik untuk mencegah pemalsuan uang dan fitur yang tidak ada di uang palsu, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Begini Cara Membedakan Uang Palsu dan Uang Asli
Hidup Pengen Berkembang, Ikuti Teknik Berikut
Waspada Uang Palsu! Ini Dia Modus dan Cara Mengedarkan Uang Palsu!
Dampak Negatif Uang Palsu Bagi Perekonomian
Mendapat Uang Palsu di ATM? Apa yang Harus Dilakukan?
Tipe Orang yang Akan Gagal Mengelola Uang
Skill Keuangan yang Harus Diajarkan Ke Anak
Contoh Keputusan Finansial yang Buruk
Mengapa Orang Yahudi Sukses?
Jangan Beli Mainan Anak-anak Seperti Ini


Bagikan Ke Teman Anda