Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Tip Menghindari Perangkap Turis ketika Liburan!

Istilah tourist trap sering terdengar. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan tourist trap? Singkatnya, yang dimaksud dengan tourist trap adalah tempat tujuan wisata yang kerap didengungkan atau dipromosikan sedemikian rupa sehingga banyak turis atau wisatawan yang tergoda untuk mengunjunginya – menguras waktu dan uang dalam jumlah banyak – tapi pada dasarnya tidak menawarkan apapun yang berharga dan otentik selain waktu yang terbuang sia-sia.

Tentu, keberadaan tourist trap di suatu kota wisata tidak meniscayakan ketiadaan landmark dan berbagai atraksi wisata yang seharusnya dikunjungi wisatawan. Namun, harus disadari bahwa ada kalanya benar-benar ada tempat tujuan wisata yang ‘diciptakan’ sedemikian rupa agar wisatawan terkuras uang mereka dalam jumlah banyak.

Tidak ada satupun yang menginginkan hal seperti itu. Bagaimanapun jua, dengan menjadi seorang wisatawan tidak berarti seseorang memiliki uang banyak untuk dihabiskan dan waktunya tidak berharga. Lalu, bagaimana mengatasi keberadaan tourist trap? Berikut ini adalah caranya.

1. Lakukan riset

Cara termudah untuk menghindari tourist trap adalah dengan melakukan riset dan kajian atas tempat wisata yang hendak Anda kunjungi. Akan lebih baik jika Anda memiliki buku panduan tentang kota atau tempat yang bakal Anda kunjungi. Di dalam buku semacam itu biasanya ada petunjuk tentang sejumlah hal yang sifat informasinya sudah dalam kategori ‘pasti’ dan teruji. Hanya saja, jangan mudah tergoda untuk mencoba restoran yang terpampang di dalam buku tersebut. Biasanya harganya tidak wajar alias terlampau mahal bahkan untuk ukuran orang local sekalipun.

Caranya gampang, sebenarnya. Begitu Anda tiba di kota tujuan, tanya saja pada orang sekitar atau kenalan dan teman Anda akan hal-hal yang sifatnya spesifik. Alih-alih menanyakan dimana makanan atau restoran lokal yang enak, akan lebih strategis jika Anda menanyakan dimana ia melakukan kencan pertama atau tempat membeli hadiah ulang tahun. Paling tidak, dengan bertanya hal semacam itu, Anda tidak akan dibuntuti oleh orang yang tidak bertanggung jawab yang tak ragu untuk membuat Anda mengeluarkan ongkos lebih banyak untuk sesuatu yang sebenarnya bisa diperoleh dengan harga murah.

2. Mencari orang lokal

Pertanda awal dimana Anda bakal terkena tourist trap adalah tidak memiliki kenalan orang lokal. Berhati-hati dan awas terhadap orang lokal bukanlah hal yang salah. Namun, jika Anda tidak membuka diri pada mereka, hal itu justru tidak bisa dibenarkan. Nah, begitu tiba di hotel, seleksi calon kenalan lokal Anda. Setelah ditenggarai ia bisa dipercaya, maka Anda bisa bebas bertanya apa saja dan bahkan meminta bantuannya untuk mengantarkan atau menunjukkan tempat menarik dan atau informasi detil perihal jenis dan harga makanan lokal.

Maklum, kota tujuan wisata ada kalanya dipenuhi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang enggan memasang tarif tetap untuk menu makanan dan jasa yang mereka jajakan. Tak bisa dipungkiri, bagi sebagian besar pedagang atau pebisnis lokal, itu adalah cara terbaik mereka untuk mendulang untung dalam jumlah banyak secara singkat.

3. Hindari calo dan penjaja makanan

Begitu Anda kelaparan dan ingin makan, bayangkan saja kafe atau restoran favorit Anda di kampung. Ingat benar-benar, apakah restoran langganan Anda tersebut mempekerjakan orang yang berkeliling di jalanan untuk menawarkan menu yang dimasak dan dijual di sana? Tentu tidak, bukan. Itu terjadi karena restoran favorit Anda itu bukanlah tourist trap. Jika ada orang asing yang tiba-tiba menawarkan Anda makanan – atau bahkan memaksa Anda untuk makan di satu tempat tertentu – maka berhati-hatilah atas harganya. Mereka ngotot seperti itu karena mendapatkan persenan dari restoran tersebut. Satu hal yang pasti adalah restoran seperti itu dijamin rasanya tidak enak. Mengapa? Karena restoran tersebut menganggap bahwa sebagai wisatawan Anda tidak akan datang lagi. Maka dari itu, hindari calo dan penjaja makanan yang liar. Solusi terbaik untuk ini adalah menghindari restoran yang berada di dekat pusat tujuan wisata.

4. Hindari istirahat di daerah wisata

Kebanyakan kota dan tempat tujuan wisata yang sepenuhnya hidup dari sektor pariwisata dilengkapi oleh deretan hotel atau lokasi untuk menginap. Tak mengherankan jika di lingkungan semacam ini ada banyak orang dan bisnis yang dijual, mulai dari makanan hingga pernak-pernik souvenir. Akan lebih baik jika Anda menghindari lokasi seperti ini. Jika memungkinkan, menginaplah agak jauh dari sentral wisata. Selain Anda memungkinkan harga hotel yang lebih murah, makanan yang ditawarkan cenderung lebih murah dan lebih rasional antara rasa dan harga. Anda kemungkinan besar keluar biaya sedikit lebih banyak untuk keperluan transportasi. Tapi, percaya lah, pengeluaran untuk transportasi tersebut tidak ada harganya disbanding kepuasan yang bakal Anda rasakan karena tiada yang lebih menyakitkan selain rasa tertipu di tengah keramaian tempat wisata, jauh dari rumah Anda.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang tip menghindari perangkap turis ketika liburan, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Perbedaan Kebijakan Fiskal vs Kebijakan Moneter
Mengenal Hirarki Kebutuhan Dalam Piramida Maslow
Trend Cord Cutting TV Kabel di Indonesia
Perbedaan Tax Avoidance dengan Tax Evasion
Apa itu Traveloka PayLater (Pinjaman dari Traveloka)?
Perbedaan antara Pajak dengan Bea Cukai
Kartu Kredit dengan Fasilitas Lounge di Bandara Soekarno Hatta
Pentingnya Mengenali Nasabah dalam Sektor Perbankan
Step by Step Cara Mendaftarkan Merek Dagang
Teknik untuk Mencegah Pemalsuan Uang dan Fitur yang Tidak Ada di Uang Palsu


Bagikan Ke Teman Anda