Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Ingin Menjadi Semakin Produktif? Berikut Tipsnya!

Seringkali, menjadi produktif merupakan impian yang sejajar dengan impian menjadi kaya, yang sering diimpikan banyak orang. Karena impian yang sudah meresap itu, umumnya kita tahu kalau bekerja keras dan memanfaatkan waktu yang ada sebaik mungkin merupakan keharusan supaya dapat memperoleh uang yang banyak.

Kendati demikian, produktivitas bukan hanya bicara soal pengaturan waktu ataupun bekerja keras. Sebaliknya, produktivitas lebih erat kaitannya dengan bekerja secara cerdas dalam waktu yang terbatas, sehingga kesemuanya ini merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam hal menjadi produktif.

Maksud dari hal-hal terkait produktivitas ini adalah mencoba untuk menggunakan energi seminimal mungkin dalam waktu yang terbatas untuk mendapat hasil yang semaksimal mungkin. Supaya menjadi orang yang produktif dengan menyeimbangkan waktu, energi, dan usaha pekerjaan dengan baik, berikut ini adalah hal yang harus Anda lakukan:

1. Jangan Terlalu Banyak Bermain

Ini dia tips pertama yang perlu kita ketahui bersama untuk menjadi orang yang produktif. Lagipula, bagaimana dapat menjadi orang yang produktif, kalau membedakan pekerjaan dan waktu bermain saja tidak bisa?

Waktu bermain tidak hanya terbatas pada bermain games atau smartphone yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan. Ada kalanya menonton televisi dapat menjadi kegiatan yang tidak perlu dilakukan. Atau mungkin, dalam beberapa pekerjaan yang tidak memerlukan media sosial seperti Facebook dan bermain hape atau alat elektronik menjadi waktu “pembunuh” untuk produktivitas kita.

Apapun itu waktu bermain yang tidak berguna, kegiatan-kegiatan ini berpotensi untuk membuat waktu bebas kita menjadi makin tertunda. Akibatnya, pekerjaan tidak kunjung selesai hanya karena kita menuruti hawa nafsu untuk bermain dan menghabiskan waktu yang tidak berguna.

2. Hati-Hati dengan Persoalan Penundaan

Dalam kebanyakan artikel keuangan serupa, persoalan penundaan hampir selalu dianggap sebagai hal negatif yang hanya dilakukan oleh orang-orang yang belum berpengalaman dalam “merasakan dunia sesungguhnya”.

Kenyataannya, persoalan penundaan dapat menghinggapi siapa saja. Bukan hanya mereka yang sengaja lari dari tanggungjawab pekerjaannya seperti pada poin pertama, namun penundaan juga kerap dilakukan oleh orang-orang yang perfeksionis.

Karena terlalu banyak mikir untung-rugi, jadilah mereka selalu dirundung ketakutan akan perubahan. Akhirnya, mereka jadi selalu merasa sendirian, karena susah menemukan orang-orang atau momen yang tepat untuk pekerjaan mereka masing-masing. Jadilah orang-orang perfeksionis ini gagal dalam hal produktivitas dan pekerjaan mereka secara keseluruhan.

Di saat yang sama, ada saatnya penundaan menjadi sesuatu yang harus untuk dilakukan. Contoh gampangnya adalah dalam hal berbelanja, di mana kita perlu menunda belanja hal-hal yang kurang kita butuhkan dan fokus pada belanja hal-hal efisien seperti pendukung sarapan praktis di pagi hari yang dapat membuat kita langsung menjadi produktif begitu bangun dari tidur.

Oleh karena itu, dalam upaya kita untuk menjadi produktif, kita perlu hati-hati dalam menyikapi persoalan penundaan ini. Penundaan dapat menjadi negatif apabila penundaan itu menghambat kemajuan karir kita, namun di satu sisi, itu akan menjadi sesuatu yang positif apabila mendorong kita untuk makin efektif, seperti menunda belanja untuk memangkas biaya belanja yang tidak perlu.

3. Pendelegasian Sebagai Sarana Pembagian Sumber Daya Secara Cermat

Produktivitas sangat erat kaitannya dengan membagi sumber daya. Dalam hal pekerjaan, kita mengenal pendelegasian kerja sebagai sarana pengelolaan sumber daya yang cermat sehingga pekerjaan yang ada tidak menumpuk sia-sia.

Ada kalanya usaha kita berkembang pesat, dan itu merupakan hal yang bagus. Namun, ada saatnya pula kita kesulitan untuk mendelegasikan pekerjaan ini kepada orang-orang di sekitar kita karena satu hal dan lain sebab. Ada kalanya pula, pekerjaan menjadi terlalu membosankan hingga kita tiap hari melakukan pekerjaan yang sebenarnya tidak kita sukai, hanya karena terpaksa.

Akibat yang ditimbulkan bisa bermacam-macam, mulai dari menurunnya produktivitas jangka panjang maupun jangka pendek karena terlalu banyak pekerjaan yang dilakukan sendirian hingga kemampuan otak yang menurun karena terlalu kelelahan.

Untuk mengatasinya, kita perlu keberanian dalam menyerahkan tugas itu kepada “orangnya”. Bila tidak punya uang untuk menyewa pekerja, cobalah meminta bantuan teman yang sudah kita kenal untuk melakukan pekerjaan kita. Alternatifnya, gunakan pekerja “robot automaton” seperti penyimpanan cloud untuk dokumen-dokumen penting atau software pembuat desain web untuk menghemat waktu dan uang blogger yang membutuhkan desain web yang baik dan berkualitas.

4. Jadilah Asertif dan Kenalilah Batas Diri Anda

Meskipun kita sudah mendelegasikan tugas kepada “orang-orang ahli”-nya, kita tetap perlu menjadi asertif. Bagaimanapun juga, orang-orang dan waktu yang kita punyai terbatas. Kita tidak bisa berkata “Ya,” untuk setiap pekerjaan yang ditugaskan pada kita maupun tim yang kita bentuk hanya untuk menyenangkan orang banyak.

Sebaliknya, kita perlu melihat mana pekerjaan yang lebih prioritas, yakni mana pekerjaan yang mendatangkan keuntungan lebih bagi pekerjaan kita dibandingkan dengan pekerjaan lainnya. Cara manual dengan brainstorming berbagai macam kemungkinan pekerjaan dan jawaban “Ya-Tidak” yang diberikan saja tidak akan berjalan baik, sebaliknya kita juga perlu mendukung cara tersebut dengan berbagai macam cara lain.

Misalnya, bisa saja kita memanfaatkan riset dan data. Riset dan data tidak selalu harus diperoleh dari jurnal ilmiah, namun dapat pula dari dokumen pribadi. Sebagai contoh, kita dapat melihat cash flow kita di masa lalu dan daftar pelanggan sebagai acuan, kemudian memanfaatkan hal tersebut untuk menyusun prioritas pekerjaan bagi kita maupun tim kita (bila ada pendelegasian tugas).

Yang terpenting, kenali dan pahami diri kita dan batasan-batasan yang kita miliki. Boleh-boleh saja menolak atau menerima pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan kita atau tim kita, namun semuanya itu harus dilakukan dengan alasan yang jelas. Alih-alih sekadar berspekulasi, inilah saatnya bagi kita untuk membandingkan dengan data dan fakta di lapangan sehingga semuanya itu menjadikan kita pribadi yang lebih “mantap” dan produktif.

5. Milikilah Pikiran dan Gaya Hidup Sederhana

Ada banyak saat dalam hidup di mana kita mendapat solusi justru pada saat kita tidak menginginkannya. Ada pula saat-saat tertentu di mana kita mengambil waktu menyendiri, namun saat itu justru menjadi “penerangan” atas titik pekerjaan kita yang masih buram.

Memang, waktu menyendiri dan berefleksi merupakan waktu yang dibutuhkan bagi semua orang di tengah-tengah kesibukan mereka. Karena kita tidak dapat terus mengerjakan pekerjaan secara non-stop, penting bagi kita untuk merencanakan liburan atau bepergian jauh beberapa kali dalam periode tertentu, sehingga pikiran akan tetap fresh sepanjang waktu.

Apapun itu, tetap lebih baik membuat hidup menjadi sederhana dibandingkan menjadikannya serba rumit. Dengan membuat hidup menjadi sederhana, kita akan lebih dapat leluasa memanfaatkan sumber daya yang kita miliki untuk menjadi lebih produktif di kemudian hari.

Supaya kita menjadi produktif dalam mengelola sumber daya yang kita miliki, ada baiknya kita memanfaatkan kelima tips yang telah dijelaskan pada poin-poin di atas. Akhir kata, selamat menjadi produktif dan semoga kita semua berhasil.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang beberapa tips agar semakin produktif, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Apa Itu Hedonisme dan Mengapa Tak Baik untuk Keuangan Keluarga
Cara Orang Kaya Tetap Kaya
7 Akibat Penundaan pada Kondisi Keuangan Kita
Tip Keuangan untuk Kamu yang Baru Lulus dari SMA
Inilah 6 Cara Mengatur Keuangan Ala Orang Cina
4 Langkah Sederhana Membuat Anggaran Keuangan Keluarga
Cara Mempersiapkan Dana Darurat dengan Baik dan Benar
Pengaturan Keuangan yang Perlu Diperhatikan Pada Usia 30
8 Prinsip untuk Mengelola Keuangan dengan Baik
Ini Dia 7 Kebiasaan Agar Bisnis Anda Sukses


Bagikan Ke Teman Anda