Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Trend Cord Cutting TV Kabel di Indonesia

Pernah mendengar istilah cord cutting? Mungkin istilah itu terbaca sedikit asing, namun sebenarnya cord cutting bukanlah hal yang baru. Di Amerika, istilah cord cutting telah terdengar gaungnya sejak tahun 2008, kemudian merambah ke negara-negara lainnya termasuk Indonesia.

Di Indonesia sendiri, cord cutting sebenarnya telah muncul sejak tahun 2016. Namun, istilah tersebut seolah viral baru-baru ini seiring dengan perkembangan teknologi internet yang telah menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa dibatasi letak dan kondisi geografis.

Apa itu cord cutting?

Lantas, apa yang dimaksud dengan cord cutting? Secara bahasa cord cutting berarti memotong kabel. Pertanyaan selanjutnya, memotong kabel dalam konteks apa?

Cord cutting mengarah pada konteks penyiaran (broadcasting) yang dapat dipahami sebagai proses berhentinya berlangganan layanan saluran televisi berbayar baik yang bertransmisi kabel maupun satelit dan beralih ke saluran media berbayar lain yang bertransmisi melalui internet,  yang kita sebut saja tv internet seperti YouTube premium, Netflix, iFlix, Genflix, dan Hooq.

Secara kasarnya, cord cutting adalah “potong kabel” layanan tv berbayar. Dan nonton acara berbayar lain lewat internet.

Alasan di balik booming-nya cord cutting

Dalam dunia pertelevisian terdapat dua jenis layanan saluran televisi, yakni gratis dan berbayar. Layanan televisi gratis (free to air) ditransmisikan melalui udara menggunakan saluran VHF/UHF untuk menyiarkan gambar dan suara secara bersamaan. Layanan televisi gratis ini seperti tayangan televisi yang ditonton masyarakat lewat antena biasa, seperti TransTV, ANTV, Indosiar, RCTI, SCTV, Global, Kompas TV, dan lainnya.

Sementara layanan televisi berbayar atau yang sering disebut tv kabel, untuk  menikmatinya harus berlangganan dengan membayar sejumlah nominal uang sebagai biaya atas layanan tersebut. Walaupun sering disebut tv kabel, namun secara teknis televisi berbayar bisa ditransmisikan melalui kabel atau lewat satelit. Contohnya sebut saja Firstmedia, Indovision, OkeVision, Top TV, Centrin TV, K-Vision, Transvision, dan lainnya.

Lantas, apa bedanya saluran televisi yang gratis dengan berbayar? Dari jumlah saluran, televisi berbayar memiliki channel yang lebih banyak dengan beragam pilihan program mulai dari film dengan berbagai genre, musik, olah raga, dokumenter, hiburan, dan lain sebagainya. Sementara, jumlah saluran pada televisi gratis cenderung terbatas.

Tak hanya itu, televisi berbayar bebas iklan, jika pun ada sangat sedikit jumlahnya. Sementara pada saluran televisi gratis terdapat banyak iklan, karena memang pemasukan untuk operasional penyiaran program berasal dari iklan.
Diakui atau tidak, kualitas tayangan atau program pada televisi gratis banyak yang kurang berkualitas dan sedikit nilai edukasinya.

Hal ini mendorong masyarakat untuk beralih ke saluran televisi berbayar, karena memiliki banyak channel baik dari dalam maupun luar negeri, sehingga memungkinkan untuk memilih tayangan program yang disukai. Untuk menikmati tayangan program berkualitas pada saluran televisi berbayar ini, masyarakat harus berlangganan yang artinya harus membayar biaya layanan yang ditagihkan setiap bulan.

Seiring perkembangan teknologi dan informasi, di mana jaringan internet telah menjangkau wilayah secara lebih luas, hadirlah televisi internet yang bisa diakses dari beragam perangkat baik PC desktop, laptop, smartphone, smart TV, maupun tablet. Sebut saja Youtube Premium, Netflix, iFlix, Genflix, Hooq, dan lain sebagainya.

Kehadiran televisi internet ini memberikan alternatif baru bagi masyarakat dalam memilih tayangan yang berkualitas dan menikmati hiburan kapan saja dan di mana saja selama ada jaringan itnernet.

Seperti halnya dengan tv kabel yang berbayar, televisi internet ini juga berbayar yang artinya masyarakat harus berlangganan untuk bisa menikmati tayangannya.

Namun, secara nominal dan kualitas gambar, tv internet lebih unggul dibandingkan dengan televisi kabel dan satelit. Dari segi biaya berlangganan jauh lebih murah. Dari segi acara, tv internet lebih interaktif, pengguna bisa memilih sendiri acara yang diinginkan, misal acara live streaming, atau menonton serial tv dan film semaunya (video on demand).

Selain acaranya yang menarik  dan interaktif, tv internet bisa dilihat di mana saja lewat smartphone. Sebab itulah, masyarakat berbondong-bondong beralih dari televisi berbayar konvensional ke acara berbayar di internet.

Trend cord cutting di Indonesia

Jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya, biaya internet di Indonesia cenderung lebih mahal. Meski demikian, dibandingkan dengan biaya berlangganan televisi kabel dan satelit, biaya internet dan berlangganan tv internet jika diakumulasikan dirasa lebih murah.

Oleh sebab itu, masyarakat di Indonesia mulai mengalami peralihan pola dalam memilih tayangan yang berkualitas dengan biaya terjangkau dengan beralih ke televisi digital lewat internet.

Dalam pertelevisian Indonesia, kualitas tayangan program pada televisi gratisan dinilai kurang baik. Banyak tayangan yang kurang mendidik dan mengumbar hedonisme. Masyarakat butuh program televisi yang lebih variatif dan tentunya mampu memuaskan kebutuhannya akan informasi dan juga hiburan.

Sebab itulah, masyarakat yang sudah melek teknologi beralih ke cord cutting dengan berlangganan televisi digital yang disiarkan melalui internet baik secara live streaming maupun tidak.

Asyiknya dari cord cutting ini, untuk menonton program tayangan tidak didominasi oleh televisi konvensional dan berdiam diri di rumah. Televisi digital ini dapat diakses dan dinikmati di mana saja dan kapan saja melalui smartphone yang selalu dalam genggaman.

Tak hanya itu, kini untuk menonton tayangan televisi digital baik Netflix, iFlix, Hooq, dan lain sebagainya sudah bundling dengan paket data internet yang ditawarkan oleh operator-operator telepon seluler.

Operator telepon selular secara khusus menyediakan paket data untuk menikmati tayangan televisi digital tersebut baik berupa film, musik, serial TV, sepak bola, dan lainnya. Hal ini tentu saja memberikan alternatif dan kemudahan bagi masyarakat dalam memilih paket kuota data yang sesuai dengan kebutuhannya.

Cord cutting menunjukkan adanya babak baru dalam industri pertelevisian yang menggeser televisi gratis dan berbayar berjenis kabel atau satelit, bahkan fenomena keping DVD dan Blu-Ray. Kehadiran cord cutter ini juga menunjukkan adanya pergeseran minat masyarakat dalam memilih tayangan program televisi yang lebih variatif dan tentunya berkualitas dari sisi konten, audio, dan juga visualnya.

Artikel Terkait

Demikian artikel trend cord cutter di Indonesia, semoga bermanfaat.



Tips Ibu Rumah Tangga Jepang dalam Menyimpan Uang
Pentingnya Disiplin dalam Hidup
Mengapa Kita Harus Membawa Uang Tunai?
Untung Rugi Meminjamkan Uang ke Saudara
Apa Itu Sextortion Scam (Scam E-mail Sex)?
Mengapa Perempuan Mudah Terjebak Utang Kartu Kredit?
Financial Planning Before Disaster (Persiapan Finansial Sebelum Bencana)
Bagaimana Menggunakan ATM dengan Aman?
Sisi Buruk Kerja di Perusahaan Startup
Bagaimana Bersenang-Senang Sekeluarga dengan Murah?


Bagikan Ke Teman Anda