Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Untung Rugi Peer to Peer Lending

P2P lending dianggap sebagai metode investasi baru yang menguntungkan, baik itu bagi oemberi pinjaman maupun bagi peminjam dana. Namun sebelum memuutuskan untuk berinvestasi dengan metode ini, kedua pihak harus memahami keuntungan dan kerugian yang mungkin didapatkan nantinya.

Sama seperti model investasi lainnya, P2P lending memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Meski iming-iming modal kembali dan keuntungan yang menggiurkan, investor tidak boleh gegabah dalam mengambil keputusan untuk berinvestasi di P2P lending.

Metode ini tidak bisa dipungkiri memang sangat populer di kalangan pelaku finansial, meski kemunculannya relative baru. Inilah keuntungan dan kerugian P2P lending, baik bagi pemberi pinjaman maupun bagi peminjam dana.

Keuntungan P2P Lending – Bagi Pemberi Pinjaman

  • Jumlah Investasi Awal Relatif Rendah

Ketika Anda sedang mencoba metode investasi yang baru, dana awal yang dibutuhkan adalah salah satu hal terpenting yang harus dipertimbangkan. Dana yang besar di awal investasi tidak disarankan bagi Anda yang baru saja memulai. P2P Lending bisa dibilang sebagai investasi awal yang cukup aman, karena seorang investor atau pemberi pinjaman bisa memberikan jumlah pinjaman yang rendah.

Dengan demikian, para pemula bisa membaca situasi dalam P2P lending secara lebih baik dan dapat mengambil langkah selanjutnya dengan lebih berhati-hati.

  • Terdaftar dan Diawasi Secara Resmi

Di Indonesia, P2P lending telah menjadi transaksi yang resmi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Para investor tidak perlu takut akan terjadi penipuan atau hal-hal lain yang merugikan karena P2P Lending bukanlah transaksi ilegal.

  • Suku Bunga Signifikan

P2P lending adalah investasi yang menguntungkan bagi pemberi pinjaman. Pemberi pinjaman bisa mendapatkan nilai suku bunga yang lebih signifikan. Namun diperlukan beberapa waktu sebelum investor bisa merasakan keuntungan yang besar.

  • Arus Kas Lebih Lancar

Tidak seperti bentuk investasi lain yang memberikan keuntungan setiap tahun, 6 bulan, atau jangka waktu tertentu, pembayaran bunga dan cicilan pada P2P lending dilakukan setiap bulan. Semakin beragam portofolio yang dimiliki pemberi pinjaman, maka semakin besar pula keuntungan yang bisa didapatkan.

  • Pendapatan Pasif

Anda yang sedang mencari sumber pendapatan pasif, maka P2P lending bisa menjadi solusi yang tepat. Keuntungan akan diberikan setiap bulan, sehingga Anda bisa merasakan pendapatan pasif yang rutin. Setiap bulannya, peminjam akan membayarkan pokok sekaligus bunga yang langsung masuk ke kantong Anda.

Kerugian P2P Lending – Bagi Pemberi Pinjaman

  • Tidak Bisa Melakukan Penarikan Uang

Jika Anda melakukan investasi melalui deposito, saham, atau surat berharga, maka Anda bisa mencairkan atau menarik dana kapanpun Anda butuhkan. Ini tidak akan terjadi pada P2P lending. Anda tidak bisa mendapatkan kembali uang Anda sebelum masa cicilan si peminjam habis. Sebagai gantinya, Anda bisa mendapatkan hasilnya setiap bulan.

  • Resiko Uang Tidak Kembali

Seseorang yang menjadi pemberi pinjaman dalam P2P lending harus memahami bahwa uang yang mereka pinjamkan tidak dijamin oleh siapapun. Sehingga, ketika si peminjam tidak dapat mengembalikan uang, maka si investor harus bersiap-siap untuk kehilangan semua uang mereka.

  • Sejarah P2P Lending Masih Pendek

Pinjam-meminjam uang memang salah satu industri tertua dalam sejarah, namun tidak demikian halnya dengan P2P lending. Rekam jejak industri yang satu ini masih belum panjang, sehingga kesuksesan mereka masih perlu dipertanyakan.

  • Setiap Suku Bunga yang Didapat Akan Dikenakan Pajak

Ada satu peraturan yang harus ditaati dalam P2P lending: setiap suku bunga yang didapat pemberi pinjaman dikenakan pajak. Jadi, berapapun jumlah keuntungan yang didapatkan dari P2P lending harus dicantumkan pada laporan pajak tahunan.

Keuntungan P2P Lending – Bagi Peminjam

  • Proses yang Cepat

Proses meminjam uang ke bank, koperasi, atau lembaga lainnya memerlukan waktulama dengan proses yang panjang. Bagi peminjam dana yang terdesak dan membutuhkan pencairan dalam waktu singkat, P2P lending jelas jauh lebih menguntungkan. Peminjam bisa mengetahui apakah pinjamannya ditolak atau diterima saat itu juga.

  • Suku Bunga Rendah

P2P lending sama sekali tidak membebani peminjam karena suku bunga yang rata-rata lebih rendah dari suku bunga bank. Peminjam juga bisa menegosiasikan jumlah suku bunga yang bisa disesuaikan dengan kemampuan peminjam, namun tidak merugikan bagi pemberi pinjaman.

  • Pinjaman Tanpa Agunan

Salah satu persyaratan yang rumit dan memberatkan peminjam adalah agunan atau jaminan yang harus diberikan jika mereka mengajukan pinjaman ke bank. Selain persyaratan pengajuan pinjaman yang harus dipenuhi, ada persyaratan tersendiri bagi agunan yang akan diberikan. Belum lagi, besarnya nilai agunan mempengaruhi jumlah pinjaman.

Namun, melalui P2P lending peminjam tidak perlu menggunakan jaminan dalam bentuk apapun.

  • Kemudahan Bagi Peminjam

Peminjam dalam P2P lending medapatkan banyak kemudahan dalam bertransaksi. Semua informasi yang berkaitan dengan pinjaman dapat diakses secara online. Mulai dari update mengenai status pengajuan pinjaman atau pengecekan suku bunga, semua bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja.

Kerugian P2P Lending – Bagi Peminjam

  • Beban Pembayaran yang Bisa Berlipat Ganda

Apabila peminjam terlambat membayarakan angsuran melewati tanggal jatuh tempo, maka beban pembayaran akan berlipat ganda di bulan berikutnya. Kenaikan jumlah ini bisa sangat signifikan.

  • Tidak Cocok Untuk Pinjaman Jangka Panjang

Jika Anda sebagai peminjam ingin meminjam dana dalam waktu yang lama, metode ini mungkin bukan yang terbaik. P2P lending cocok untuk pinjaman jangka pendek saja. Dalam P2P lending, semakin lama dana dipinjam, maka tagihan yang dibebankan pada peminjam akan terus naik.

Setelah memahami keuntungan dan kerugian dalam P2P lending, kini tinggal Anda yang memutuskan apakah metode ini tepat bagi Anda. Semua jenis investasi akan menguntungkan jika sesuai dengan kondisi keuangan dan kebutuhan masing-masing.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang untung rugi Peer to Peer Lending, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Untung Rugi dalam Bisnis Peer To Peer (P2P) Lending
Apa itu Investasi Jangka Pendek, Menengah dan Panjang?
Apa Itu Indeks Saham LQ45?
Untung Rugi Membeli Franchise
Apa itu Savings Bond Ritel (SBR)?
Apa itu Akad Wakalah/Sukuk Wakalah?
Mana yang Lebih Untung, Investasi Emas atau Reksa Dana?
Perbedaan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) vs Surat Utang Negara (SUN)
Bagaimana Anak Muda Harusnya Menginvestasikan Uangnya?
Mengapa Membeli Emas Sekarang?


Bagikan Ke Teman Anda