Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Work & Holiday Visa Australia

Sebagai salah satu negara tetangga yang dekat dengan Indonesia, Australia kerap menjadi destinasi utama untuk liburan. Apalagi kalau bisa mengumpulkan uang sambil liburan, pasti akan lebih menyenangkan bukan?

Australia adalah negara yang bersahabat untuk masalah yang satu ini. Kamu bisa tinggal dan liburan di sana, sekaligus bekerja membiayai hidupmu. Yang kamu butuhkan adalah Work and Holiday Visa (WHV). Indonesia termasuk negara yang terpilih untuk pengaplikasian visa ini, sehingga memudahkan masyarakat yang ingin liburan dan bekerja di sana.

Badan imigrasi Australia menawarkan 2 jenis WHV, yaitu subclass 462 dan subclass 417. Apa perbedaannya dan bagaimana cara mendapatkan visa tersebut?

Perbedaan Work and Holiday Visa (Subclass 462) dan Working Holiday Visa (Subclass 417)

Meski terdengar mirip, ada perbedaan yang sangat besar antara kedua jenis visa tersebut. WHV Subclass 462 diterbitkan untuk negara-negara terpilih seperti Indonesia, Argentina, Chile, Bangladesh, India, Malaysia, Thailand, dan USA. Visa berlaku selama 12 bulan, dengan catatan si pemegang visa boleh bekerja lepas di satu perusahaan maksimal selama 6 bulan saja. Sementara itu bagi peserta kursus di Australia, jangka waktu yang diberikan adalah 4 bulan.

Berbeda dengan WHV Subclass 417 yang diberikan pada negara seperti Jerman, Jepang, Korea, dan Perancis. Visa ini dapat diperpanjang hingga 2 tahun lamanya.

Persyaratan Pengurusan Visa

Persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan WHV berbeda-beda di setiap negara, termasuk di Indonesia. Kalau kamu ingin mendaftar untuk WHV, maka dokumen yang paling penting adalah Government Support Letter atau Surat Rekomendasi Pemerintah Republik Indonesia (SRPI). Format surat dan cara pengajuannya bisa dilihat selengkapnya di website resmi Direktorat Jenderal Imigrasi.

SRPI cukup sulit didapatkan, dan meski sudah terpenuhi tidak menjamin visa kamu akan diterima. Persyaratan lain untuk mendapatkan WHV adalah:

  1. Harus berumur antara 18 sampai 30 tahun saat pengurusan visa.
  2. Pendidikan terakhir harus D3 atau S1 atau merupakan mahasiswa aktif selama setidaknya 2 tahun.
  3. Memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang baik, dibuktikan dengan skor IELTS minimal 4.5.
  4. Tidak memiliki tanggungan anak di bawah umur yang diikutsertakan.
  5. Belum pernah mengajukan WHV sebelumnya.
  6. Memiliki dana atau surat jaminan bank sebesar AUD 5.000 (kurang lebih Rp 48 juta) untuk membiayai keperluan pribadi selama 3 bulan pertama.
  7. Memiliki SRPI dari Direktorat Jenderal Imigrasi.
  8. Memiliki paspor aktif setidaknya 18 bulan terhitung sejak tanggal wawancara.
  9. Melakukan tes rontgen pada salah satu panel radiologist yang hasilnya akan dikirim langsung ke bagian imigrasi.

Dokumen Lain yang Harus Dipersiapkan

Selain persyaratan tersebut di atas, pengajuan visa harus disertai dengan dokumen-dokumen di bawah ini:

  • Mengisi dan melengkapi aplikasi secara online
  • Biaya aplikasi visa sebesar AUD485 (sekitar Rp 4,6 juta)
  • Fotokopi paspor (halaman biodata, halaman visa dan cap imigrasi)
  • 1 lembar foto terbaru seukuran foto paspor

Setelah semua persyaratan dan dokumen yang dibutuhkan telah terpenuhi, pengajuan visa bisa dikirimkan ke Kantor Imigrasi Australia di Jakarta dan Bali.

Cara Mendapatkan Surat Rekomendasi Pemerintah Indonesia

SRPI yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi adalah salah satu persyaratan utama agar kamu bisa mengajukan WHV Australia. Proses pengurusan SRPI sendiri tidaklah mudah. Ini beberapa hal yang harus diketahui perihal SRPI.

  1. Pengurusn SRPI tidak dipungut biaya alias gratis. Untuk mendapatkannya, kamu harus melakukan tes wawancara di kantor imigrasi yang ada di Jakarta atau di kota-kota lain yang telah ditentukan.
  2. Imigrasi mengeluarkan surat rekomendasi WHV dalam jumlah terbatas, yaitu hanya 1000 surat saja setiap tahunnya. Sementara itu, setiap minggunya hanya 20-50 orang saja yang dipanggil untuk wawancara.
  3. Nama-nama yang belum terpanggil wawancara akan masuk ke dalam daftar tunggu yang bisa mencapai 8-12 bulan lamanya.
  4. Jika tes wawancara berhasil, imigrasi akan memberikan surat rekomendasi yang berlaku selama 1 bulan. Surat inilah yang dipakai untuk mengajukan WHV.
  5. Jika tidak lolos dalam tes wawancara, secara otomatis akan masuk ke dalam waiting list untuk mengulang kembali proses wawancara.

Kekurangan dan Kelebihan WHV Australia

WHV Australia memiliki kekurangan dan kelebihan. Kelebihan dari visa ini adalah:

  • Dapat berlibur sekaligus bekerja paruh waktu (tidak tetap) di Australia selama 1 tahun.
  • Dapat mengajukan perpanjangan (visa kedua dan visa ketiga) jika memenuhi syarat.
  • Bebas pergi ke seluruh wilayah di Australia.
  • Jam kerja tidak terbatas.
  • Bisa bekerja di lebih dari 1 jenis pekerjaan.

Kekurangan dari WHV Australia antara lain sebagai berikut:

  • Batasan waktu bekerja di satu tempat atau perusahaan maksimal adalah 6 bulan.
  • Kesempatan mengambil visa ini hanya sekali seumur hidup.
  • Jika ingin mengajak teman atau saudara, mereka harus mengajukan visa yang sama.

WHV Australia di satu sisi memang menguntungkan bagi kamu yang ingin liburan sekaligus mendapatkan uang. Namun karena masa berlaku visa yang cukup lama, kamu harus bersiap-siap untuk tinggal sementara waktu di Australia.

Sebelum mengajukan visa ini, pertimbangakn dulu apakah kamu benar-benar membutuhkannya. Karena visa ini hanya bisa didapatkan sekali seumur hidup, kamu tidak bisa mengajukan WHV lagi di masa mendatang ketika sangat membutuhkannya. Jika niatnya hanya sekedar liburan dalam waktu singkat saja, sebaiknya mendaftar visa liburan biasa yang biaya dan persyaratannya jauh lebih sederhana dibandingkan dengan WHV ini.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang Work & Holiday Visa Australia, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Macam-macam Visa Visitor di Australia yang Harus Anda Ketahui
Perkiraan Biaya Kuliah dan Biaya Hidup di Australia
Cara Membuat Visa Pelajar ke Taiwan
Apa itu Visa payWave?
Perbedaan GPN, Visa, dan Mastercard Serta Dampaknya pada Perdagangan Internasional
Jenis-jenis Studying and Training Visa di Australia
Apa itu Pengangguran Friksional?
10 Cara Menjadi Miliuner
Jenis-jenis Studying and Training Visa di Australia
Review Aplikasi Trello


Bagikan Ke Teman Anda