Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

8 Prinsip untuk Mengelola Keuangan dengan Baik

Keuangan menjadi salah satu hal penting dalam kehidupan manusia. Tanpa adanya uang, manusia tidak akan bisa memenuhi kebutuhannya sendiri. Uang bisa menjadi faktor penyebab berbagai masalah dan kebahagiaan yang terjadi dalam dunia ini. Melihat begitu pentingnya keuangan, kemampuan dalam mengelola keuangan pun ikut menjadi hal yang penting pula.

Kemampuan setiap orang dalam mengelola keuangan pasti akan berbeda-beda. Orang yang sukses mampu mengatur hidupnya untuk lebih tertata, salah satunya dalam hal keuangan. Hal ini dibuktikan oleh kisah Jack Ma, Warren Buffett, Carlos Slim, dan orang sukses lainnya. Keberhasilannya dalam mengatur keuangan secara konsisten membuat mereka menjadi seseorang sukses yang menginspirasi. Semakin dini usia seseorang yang mampu mengelola keuangannya, maka hidupnya akan semakin baik dan terjamin.

Mengelola keuangan dengan baik sebenarnya bukan hal yang sulit. Namun sebagian orang beranggapan bahwa mencari uang lebih mudah daripada mengelolanya. Karena pemasukan setiap orang terbatas, sedangkan kebutuhan dan keinginannya tidak.

Apalagi di jaman sekarang dengan banyaknya godaan seperti barang-barang lucu, kuliner yang enak, dan tempat wisata yang bagus, kemudian ditambah dengan harga yang terus meningkat karena inflasi membuat pengeluaran seseorang akan lebih besar.

Untuk dapat mengelola keuangan dengan baik, orang-orang hanya perlu memegang beberapa prinsip berikut kapan dan dimana pun.

1. Buat Pembukuan / Anggaran Keuangan

Hal paling penting yang harus dilakukan adalah dengan membuat sebuah anggaran keuangan dan menuliskan setiap pemasukan dan pengeluaran yang dilakukan ke dalam catatan yang berisi pos-pos. Ini akan bermanfaat ketika harus mengambil sebuah keputusan yang berhubungan dengan uang karena adanya pedoman yang selalu dipegang. Seseorang juga lebih mudah mengawasi arus keuangannya dan melakukan evaluasi apabila ada pengeluaran yang dirasa kurang penting.

2. Tetap Berhemat

Seberapa besar pemasukan, tetaplah berhemat. Hemat bukan berarti pelit. Berhemat artinya seseorang menggunakan pemasukannya untuk hal-hal yang dibutuhkan dan memenuhinya dengan sesuatu yang berkualitas baik namun harga yang lebih murah. Jika awalnya terasa sulit, lama-kelamaan kebiasaan berhemat akan tertanam dalam diri. Apabila sudah tertanam, kebiasaan ini akan membuat diri sendiri menjadi lebih damai.

3. Berinvestasi

Lebih baik berinvestasi daripada menabung. Saat ini banyak orang yang lebih memilih untuk menginvestasikan uangnya daripada menyimpannya dalam bentuk tabungan.

Investasi dapat menghasilkan keuntungan yang lebih besar daripada tabungan. Keuntungan menabung hanya bisa diterima dari bunga yang diberikan oleh bank. Namun dengan berinvestasi keuntungan diterima dari kinerja perusahaan tempat investasi. Ketika perusahaan sedang berada pada posisi kejayaannya, semakin besar peluang untuk menerima keuntungan yang tinggi.

Berbagai macam investasi yang dapat disesuaikan dengan pemasukan dan rencana keuntungan yang ingin diterima. Reksadana dan saham menjadi dua jenis investasi yang paling banyak dilakukan orang-orang. Selain keuntungan, resiko yang mengancamnya pun juga lebih besar.

Jangan panik dan cepat mengambil keputusan apabila kondisi pasar mulai berubah. Karena memang seperti itulah pasar investasi, perubahannya dapat terjadi dalam hitungan detik. Selain dengan reksadana maupun saham, investasi juga dapat dilakukan dalam bidang hipotek atau perumahan. Berinvestasi dalam bidang tersebut juga memberi peluang untuk mendapat keuntungan yang sangat besar karena harga tanah dan rumah tidak pernah turun setiap tahunnya.

4. Hindari Berhutang

Sebisa mungkin hindari berhutang. Ketika sedang berada dalam kondisi yang sulit, jangan pernah berhutang. Sekali dilakukan maka seterusnya orang itu akan berhutang lagi. Hutang dapat menjadi sebuah candu yang dapat menyengsarakan korbannya. Apabila sekali dilakukan akan sulit bagi orang itu untuk berhenti. Walaupun dalam jumlah yang kecil, namun lama-kelamaan menjadi besar bila dilakukan berkali-kali.

5. Membaca Buku

Perbanyaklah membaca buku. Buku merupakan jendela untuk melihat luasnya dunia. Dengan banyak membaca maka akan banyak ilmu baru yang diperoleh. Ilmu tidak akan pernah habis dicari walau dengan waktu seumur hidup. Baca buku-buku mengenai kisah orang-orang sukses yang menginspirasi. Kisah mereka dapat membawa motivasi tersendiri bagi orang lain untuk meraih kesuksesan yang lebih. Besarnya kesuksesan menjadi tolak ukur tersendiri terhadap besarnya pemasukan yang diterima.

6. Jadi Entrepreneur

Bangun sebuah usaha dan jadilah entrepreneur. Ada pepatah mengatakan bahwa bisnis atau berdagang menjadi salah satu pintu rezeki yang paling terbuka luas. Tambahan pemasukan dapat diterima lebih besar bahkan jika dibandingkan dengan berinvestasi.

Namun satu yang harus diingat dalam berbisnis adalah kesuksesan sebuah bisnis tidak didapat dengan waktu cepat. Butuh usaha keras dan beberapa kegagalan yang harus dilewati sebelum mendapatkan kesuksesan yang diharapkan.

Selain itu jangan mengambil keuntungan yang besar dalam satu produk, karena produk akan terlihat mahal di masyarakat. Tetapkan keuntungan secukupnya pada satu produk dengan target produk tersebut terjual banyak.

7. Hindari Kartu Kredit

Sebisa mungkin jangan menggunakan kartu kredit. Kartu kredit memang memberikan banyak kemudahan bagi penggunanya terutama ketika berada pada kondisi darurat. Namun ternyata kartu kredit memiliki kesamaan dengan hutang.

Kartu kredit dapat membuat penggunanya lupa diri karena uang mudah digunakan kapan dan dimana pun. Masalah yang sering terjadi yaitu pengguna sulit mengontrol pengeluarannya, dan tiba-tiba saja menerima tagihan dengan jumlah yang besar.

8. Konsisten

Seseorang yang dapat secara konsisten memegang prinsip-prinsip di atas, keuangannya akan terkelola dengan lebih baik. Prinsip tersebut mudah untuk dilakukan jika sudah terdapat niat yang kuat dalam diri. Niat untuk mengatakan tidak pada hal-hal yang membawa dampak negatif pada keuangan. Ketika seseorang memegang prinsip-prinsip tersebut, maka orang itu juga sedang memulai langkahnya untuk menjadi sukses.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang 8 prinsip untuk mengelola keuangan dengan baik, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Nasehat Bijak tentang Keuangan dari Orang Tua
Tip Finansial untuk Kelas Menengah
Cara Mengatur Keuangan Bagi Anak Kost
Pengaturan Keuangan yang Perlu Diperhatikan Pada Usia 30
Belajar Sistem Penganggaran Metode Amplop
Ide Menghemat Uang Bagi Generasi Milenial
Menjalani Hidup Sesuai Kemampuan Finansial Kita
Cara Mempersiapkan Tabungan Darurat Buat Yang Punya Utang
4 Tip Keuangan Untuk Keluarga Baru
9 Tips Keuangan untuk Keluarga Kecil Berbahagia


Bagikan Ke Teman Anda