Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa Itu Antitrust Law?

Banyak negara memiliki aturan resmi dalam undang-undang negaranya untuk melindungi konsumen. Terdapat juga aturan untuk mengatur cara perusahaan dan pelaku bisnis untuk menjalankan usahanya. Tujuan dari hukum ini adalah untuk menyediakan wadah yang setara bagi pelaku bisnis di area yang sama. Dengan begitu dapat menghindari salah satu pihak memiliki kekuasaan yang terlalu berlebihan dibanding kompetitornya.

Sederhananya, peraturan di atas bisa mencegah pelaku bisnis bermain curang hanya untuk mengejar keuntungan. Peraturan inilah yang dinamakan Antitrust Law atau Undang-undang Persaingan.

Antitrust Law dari Waktu ke Waktu

Undang-undang Persaingan yang saat ini dikenal dikembangkan oleh pemerintah Amerika Serikat. Tetapi sebenarnya peraturan ini sudah mulai dipraktikkan jauh sebelum era modern. Berikut ini cikal Undang-undang Persaingan dari masa Kekaisaran Romawi hingga era modern:

  1. Kekaisaran Romawi

Undang-undang Persaingan sudah mulai terlihat di sekitar tahun 50 SM, khususnya dalam perdagangan gandum. Beberapa pedagang yang ingin curang sengaja menghentikan kapal pemasok demi persaingan. Bila sampai ketahuan, pihak yang menghentikan ini akan dikenakan denda berat.

Lalu pada tahun 301 M di bawah pemerintahan Diocletian, berlaku dekrit yang menjatuhkan hukuman mati bagi siapa saja yang curang dalam berdagang. Kecurangan yang dimaksud bisa berupa menimbun barang sehari-hari dan merekayasa seolah-olah barang tersebut langka. Di konstitusi Zeno tahun 483 M lebih banyak peraturan yang mengatur hal ini. Hukumannya bisa berupa penyitaan properti dan pembuangan ke tempat terpencil.

  1. Jaman Pertengahan

Ribuan tahun setelahnya tentu peradaban manusia sudah lebih berkembang. Berbagai praktik yang menyerupai Undang-undang Persaingan di Jaman Pertengahan bisa dilihat di beberapa negara di Eropa. Di Inggris pada masa pemerintahan Raja Henry III misalnya. Pada tahun 1266 ditetapkan undang-undang yang mengatur harga roti dan bir sesuai dengan harga biji-bijian yang ditentukan oleh hakim.

Secara umum, di benua Eropa prinsip persaingan dikembangkan di Iex mercatoria. Beberapa contoh peraturan mengenai persaingan ini misalnya adalah Konstitusi Juris Metallici yang dibuat Wenceslaus II dari Bohemia pada sekitar tahun 1283 hingga 1305.

Peraturan ini mengatur perdagangan biji-bijian yang sering kali dicurangi. Contoh lainnya adalah peraturan yang dibuat Charles V di Kekaisaran Romawi untuk mencegah monopoli yang merugikan banyak pedagang dan pengrajin di Belanda.

  1. Awal Undang-undang Persaingan di Eropa

Tulisan yang paling terkenal mengenai hal ini adalah The Wealth of Nations karya Adam Smith. Di dalamnya ditetapkan konsep ekonomi pasar. Di waktu yang sama terjadi industrialisasi sehingga pengrajin perorangan mulai tergantikan dengan pekerja berbayar dan kemudian mesin. Perusahaan dianggap sukses jika bisa memaksimalkan produksi dan meminimalkan biaya.

Hal ini disusul dengan Revolusi Prancis tahun 1789 yang menentang ketidakadilan akan monopoli perusahaan besar dan upah tenaga kerja yang minim. Di beberapa negara lain seperti Austria dan Jerman, hukum ini juga dikembangkan. Namun terjadi depresi yang dikenal sebagai Panic of 1873 di seluruh Eropa. Ini menyebabkan ide tentang Undang-undang Persaingan jadi kehilangan dukungan.

  1. Era Modern di Kanada dan Amerika Serikat

Di tahun 1889 Kanada memberlakukan peraturan yang dianggap sebagai Undang-undang Persaingan pertama di era modern. Aturan ini dinamakan The Act for the Prevention and Suppression of Combinations yang disahkan setahun sebelum Amerika Serikat mengesahkan Sherman Act of 1890. Undang-undang yang dibuat Amerika Serikat ini dianggap sebagai undang-undang paling terkenal mengenai persaingan.

Tahun 1914 disahkan Undang-undang Komisi Perdagangan Federal yang melarang perdagangan tidak sehat. Di tahun 2020, Federal Trade Comission menegakkan Undang-undang Persaingan Federal.

Memahami Antitrust Law

Pada dasarnya, Undang-undang Persaingan dikembangkan untuk melindungi konsumen dari praktik bisnis predator. Dengan adanya peraturan ini, diharapkan tercipta persaingan sehat di ekonomi pasar terbuka. Dalam perdagangan pasti ada pasang surut dan persaingan. Jika dilakukan secara sehat dan produktif, maka baik produsen maupun konsumen akan sama-sama diuntungkan.

Undang-undang Persaingan dapat diterapkan pada berbagai aktivitas bisnis yang dianggap meragukan. Misalnya monopoli, penetapan harga yang tidak wajar, persekongkolan tender, dan alokasi pasar.

Contoh Persaingan Bisnis yang Tidak Wajar

Dalam bisnis segala hal dimungkinkan terjadi. Tetapi nyatanya ada beberapa yang dianggap tidak wajar. Misalnya saja:

  1. Alokasi Pasar

Ini adalah praktik membuat skema perdagangan antara 2 pihak agar aktivitas bisnis di wilayah tertentu bisa dikuasai. Skema ini bisa disebut monopoli regional. Misalnya ada 2 perusahaan beras besar. Keduanya berjanji untuk tetap berbisnis di wilayah masing-masing dan tidak masuk ke area perusahaan yang satunya. Perusahaan X di wilayah Barat, sementara perusahaan Y di wilayah Timur.

Biasanya, kedua perusahaan semacam ini sangat besar. Mereka mampu untuk melakukan monopoli dan menutup jalan bagi perusahaan lain yang lebih kecil untuk ikut bersaing di pasar.

  1. Persekongkolan Tender

Untuk memulai suatu proyek bisnis besar, maka diadakan tender untuk memilih pihak yang diajak bekerja sama. Tak jarang terjadi persekongkolan di mana pihak yang kalah dan menang sebenarnya sudah ditentukan. Misalnya ada 3 perusahaan yang bekerja sama dalam tender ini. Ketiganya sudah memutuskan siapa yang kalah dan menang, karena pada akhirnya mereka akan bekerja sama.

Di tender berikutnya, ketiga perusahaan ini akan secara bergantian memenangkan tender. Dengan begitu, pasar akan tetap dikuasai oleh 3 perusahaan saja. Perusahaan lain yang lebih kecil sulit untuk menembus. Dengan demikian, tercipta persaingan yang tidak wajar.

  1. Penetapan Harga

Penetapan harga yang dianggap curang adalah bila ditentukan dengan sengaja oleh pelaku bisnis tertentu, bukannya ditentukan secara alami oleh kekuatan pasar. Beberapa pelaku bisnis akan berkumpul untuk menetapkan harga yang sama. Ini menyebabkan konsumen membayar harga lebih tinggi dari seharusnya.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu antitrust law, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Cara Menghitung Weighted Average
Kesalahan dalam Jualan Online
Ide-Ide Bisnis yang Bisa Kamu Jalankan Segera Saat Pandemi
Mengapa Internet Bisnis Lebih Mahal daripada Internet Rumahan?
Untung Rugi Membeli Franchise
Definisi Too Big to Fail
Tip Mencari Ide Nama Brand
7 Prinsip Bisnis Ala Mafia
Ini Dia 7 Kebiasaan Agar Bisnis Anda Sukses
Apa itu Siklus Bisnis? Bagaimana Tahapan Siklus Bisnis?


Bagikan Ke Teman Anda