Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa itu Buy The Dip?

Dalam dunia finansial, dikenal sebuah konsep yang disebut dengan “buy the dip”.  Istilah ini banyak digunakan dalam dunia investasi maupun trading, merujuk pada tindakan seseorang yang memborong aset saat harganya sedang jatuh. Anda yang sudah lama bergelut di pasar modal pasti tidak asing dengan buy the dip.

Buy the dip sendiri merupakan bagian dari konsep price waves atau gelombang harga, dimana penurunan harga sifatnya sementara. Artinya, mereka yang membeli aset ketika harganya turun bisa meraup keuntungan saat harga kembali naik.

Memahami Buy The Dip

Buy the dip banyak dilihat sebagai sebuah kesempatan menguntungkan oleh trader dan investor untuk membeli aset dan menjualnya kembali saat harga naik untuk mendapatkan keuntungan berlipat ganda.

Sekilas, strategi ini memang sangat menggoda karena menggunakan prinsip dasar ekonomi, yaitu mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dengan modal seminimal mungkin. Akan tetapi yang perlu dipahami adalah resiko yang mungkin terjadi.

Harga aset yang anjlok tidak selalu bisa rebound atau bangkit lagi dan melonjak tajam. Ada kemungkinan harga aset justru akan terus menurun, sehingga si pembeli harus menanggung kerugian yang tidak sedikit.

Kapan Saat yang Tepat Untuk Buy The Dip?

Banyak orang, terutama trader atau investor pemula yang pasti ingin tahu kapan saat yang tepat untuk buy the dip. Jawabannya adalah tidak ada. Tidak ada seorang pun yang bisa menentukan kapan saat yang tepat untuk melakukan buy the dip ini.

Yang bisa Anda lakukan adalah melakukan analisis untuk menentukan apakah aset yang sedang anjlok tersebut ada kemungkinan untuk merangkak naik atau tidak. Misalnya dengan membaca riset dan rekomendasi yang ada di laporan analisis finansial.

Strategi lain yang biasa diterapkan untuk melakukan buy the dip yang tepat adalah dengan random walk theory. Ini mengacu pada fluktuasi harga saham sebuah aset selama seharian penuh. Harga saham bisa naik turun selama beberapa kali dalam sehari, dan ketika harga anjlok, itulah saat yang tepat untuk membelinya.

Buy The Dip dan Averaging Down

Buy the dip bisa mengacu pada dua hal. Pertama adalah ketika harga aset anjlok karena adanya sebuah tren, namun bisa kembali naik dalam jangka panjang. Investor atau trader yang memborong aset saat sedang anjlok memiliki harapan pada tren positif kenaikan harga yang terus terjadi. Dalam konteks ini, si pembeli berpotensi mendulang keuntungan.

Namun buy the dip juga bisa berarti awal dari kejatuhan sebuah aset. Namun investor jangka panjang tetap bersedia membelinya dengan harapan mereka bisa meraih keuntungan di masa depan saat harga aset mengalami peningkatan.

Investor yang melakukan hal ini sedang menerapkan strategi averaging down, yaitu menambah aset dengan harga rendah. Hal ini menyebabkan portofolio mereka turun juga, maka disebut dengan averaging down.

Upaya Mengurangi Resiko Buy The Dip

Kontrol resiko sangat penting untuk meminimalisir kerugian dalam buy the dip. Salah satunya adalah dengan menentukan target harga jual ketika membeli sebuah aset yang sedang anjlok.

Sebagai contoh, harga sebuah aset turun ke Rp 180.000 dari harga awal Rp 200.000. Melihat hal ini sebagai peluang, seorang investor segera memborong aset tersebut dengan menetapkan cut loss di angka Rp 170.000. Ketika membeli aset, si investor tentu berharap harganya akan kembali naik. Namun jika yang terjadi adalah sebaliknya, ia bisa meminimalisir kerugian dengan menjual kembali aset di harga yang sudah ditetapkan tadi.

Buy the dip bisa menjadi strategi yang jitu ketika harga aset memang sedang bullish. Cara untuk menganalisisnya adalah dengan melihat harga terendah sebuah aset setiap harinya. Jika harga terendah aset terus meningkat, maka ada kemungkinan tren harganya juga akan terus naik.

Apakah Buy The Dip Selalu Untung?

Sebagian orang menganggap buy the dip adalah strategi yang paling tepat untuk menjadi kaya dengan banyaknya keuntungan yang bisa didapatkan. Anggapan ini tidak salah, namun juga tidak selamanya benar.

Karena buy the dip mengandung resiko besar yang harus ditanggung oleh si pembeli jika harga aset tidak kunjung naik. Harga sebuah aset anjlok bukan hanya karena tren, tapi bisa jadi karena adanya masalah pada nilai dasar aset itu sendiri.

Di sinilah seseorang harus jeli dan teliti dalam membaca peluang. Apakah aset yang sedang anjlok tersebut masih memiliki peluang untuk bangkit atau justru harganya akan terus merosot. Sebelum memutuskan untuk membeli aset yang harganya turun, seorang trader atau investor disarankan untuk melakukan analisis agar mengetahui penyebab penurunan tersebut.

Kesimpulan

Buy the dip bisa disebut sebagai sebuah kesempatan untuk membeli saham atau aset berharga lainnya saat harganya turun, dengan harapan bahwa hal tersebut tidak akan berlangsung lama. Harga aset diprediksi akan kembali naik, perusahaan yang sedang jatuh akan bangkit, sehingga si pembeli aset bisa mendapatkan keuntungan.

Hampir semua investor bisa menerapkan strategi ini, baik mereka yang suka melakukan trading cepat atau investor jangka panjang. Namun tidak ada yang tahu berapa lama dip atau penurunan ini akan berlangsung, sehingga Anda harus cekatan dan teliti saat ingin membeli sebuah aset.

Jangan lupa juga bahwa setiap keputusan finansial selalu mengandung resiko, sekecil apapun itu. Salah satu resiko yang harus ditanggung saat buying the dip adalah kemungkinan harga aset tersebut akan terus anjlok, bukannya naik seperti harapan. Namun jika harga aset kembali melonjak, maka si pembeli akan mendapatkan keuntungan berlipat.

Artikel Terkait

Demikainlah artikel tentang apa itu buy the dip, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Apa itu Basis Point?
Perbedaan Antara Investasi Aktif Dengan Pasif
7 Tip Perencanaan Keuangan Pribadi dan Investasi
Apa itu Reksadana Saham?
Mana yang Lebih Untung, Investasi Emas atau Reksa Dana?
Apa Itu Agen Penjual Efek Reksa Dana?
Perbedaan Reksadana Syariah vs Reksadana Konvesional
Mengapa Membeli Emas Sekarang?
Untung Rugi Investasi Bitcoin
Apa itu Beta Coeffecient? Definisi Beta Coefficient


Bagikan Ke Teman Anda