Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa itu Days Payable Outstanding (DPO)?

Konsep Days Payable Outstanding (DPO) dalam dunia ekonomi penting untuk dipahami, terutama bagi para pelaku bisnis dan investor. DPO juga menjadi salah satu elemen penting daam Cash Conversion Cycle (CCC).

DPO sendiri dapat didefenisikan sebagai metode yang digunakan untuk menghitung atau mengestimasi berapa hari waktu yang diperlukan oleh perusahaan untuk melunasi utang usaha mereka.

DPO merupakan sebuah rasio finansial yang menghitung rata-rata waktu yang diperlukan perusahaan untuk membayar tagihan dan faktur pada perusahaan lain dengan cara membandingkan utang usaha, harga pokok penjualan, dan sisa hari sebelum jatuh tempo pembayaran tagihan.

Dengan melihat angka DPO, dapat diketahui seberapa baik sebuah perusahaan mengelola semua utang usahanya. Untuk menghitung DPO dapat digunakan rumus sebagai berikut:

Days Payable Outstanding (DPO) = (Rata-rata Utang Usaha / Harga Penjualan) x Jumlah Hari

Atau

Days Payable Outstanding (DPO) = Rata-rata Utang Usaha / (Harga Pokok Penjualan / Jumlah Hari)

Dimana

Harga Pokok Penjualan = Inventaris Awal + Pembelian – Inventaris Akhir

Penghitungan DPO mengandung unsur-unsur penting seperti:

  • Utang Usaha. Yaitu jumlah uang yang dihutang sebuah perusahaan pada kreditur atau penyedia karena sebuah pembelian yang dilakukan secara kredit.
  • Harga Pokok Penjualan. Yaitu total harga yang ditentukan oleh perusahaan, meliputi proses produksi hingga produk siap dijual pada para pelanggan. Harga pokok penjualan termasuk biaya-biaya langsung seperti harga bahan baku, peralatan, biaya transportasi, dan sewa yang langsung berdampak pada produksi.
  • Jumlah Hari. Yaitu hari yang tersisa hingga jatuh tempo utang usaha.

Faktor-Faktor Penentu Days Payable Outstanding

Days Payable Outstanding (DPO) digunakan di berbagai industri, sehingga setiap perusahaan akan memiliki DPO yang beragam. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tinggi atau rendahnya DPO sebuah perusahaan antara lain:

  1. Tipe industri.
  2. Posisi kompetitif sebuah perusahaan. Sebuah perusahaan dengan kemampuan pembelian yang signifikan bisa bernegosiasi dengan supplier untuk hal-hal yang menguntungkan mereka. Perusahaan yang menjadi pemimpin pasar seperti ini biasanya memiliki angka DPO tinggi.
  3. Jika dalam suatu pasar ada banyak supplier dengan diferensiasi minimal, maka mereka harus menawarkan jangka waktu yang lebih lama agar mendapatkan klien yang mau bekerja sama.

Faktor penentu DPO yang terbesar adalah kontrak antara penyedia dan perusahaan. penyedia biasanya akan memberikan diskon tertentu jika perusahaan melakukan pelunasan lebih awal. Dalam kondisi ini, maka perusahaan harus mempertimbangkan mana yang lebih baik, jangka waktu pelunasan lama atau diskon yang diberikan.

Interpretasi Days Payable Outstanding

Hasil dari penghitungan DPO ada 2 macam, yaitu DPO tinggi dan rendah. Berikut implikasi dari DPO:

  • DPO Tinggi

Jumlah DPO yang tinggi biasanya sangat menguntungkan bagi sebuah perusahaan. Jika jangka waktu untuk melunasi utang usaha semakin panjang, maka uang yang dimiliki perusahaan bisa digunakan untuk melakukan investasi jangka pendek.

Namun hal ini juga beresiko bagi perusahaan. Waktu pelunasan hutang yang terlalu lama bisa menyebabkan kreditur menolak pengajuan kredit di masa mendatang karena mereka merasa dirugikan. Selain itu, poin-poin yang ada dalam kontrak kredit juga lebih menguntungkan bagi kreditur, bukan perusahaan.

Selain itu DPO yang tinggi bisa menjadi indikasi bahwa perusahaan kesulitan mengumpulkan dana untuk membayar hutang. Sehingga bisa disimpulkan bahwa DPO yang tinggi berarti 2 hal: kondisi kredit yang lebih baik dibandingkan perusahaan lainnya atau ketidakmampuan perusahaan membayar hutang tepat waktu.

  • DPO Rendah

Apabila sebuah perusahaan memiliki angka DPO rendah, bisa menjadi indikasi bahwa perusahaan tidak memanfaatkan waktu kredit yang diberikan secara maksimal. Namun bisa juga disebabkan perusahaan memang memiliki perjanjian kredit jangka pendek dengan para krediturnya.

Dapat disimpulkan bahwa angka DPO rendah mengindikasikan bahwa perusahaan memiliki perjanjian kredit yang lebih buruk dibandingkan para pesaingnya atau mereka tidak memanfaatkan secara maksimal jangka waktu kredit yang diberikan oleh kreditur.

Peran Days Payable Outstanding

Days payable outstanding (DPO) merupakan sebuah rasio efisiensi yang sangat penting karena mengukur rata-rata hari yang dibutuhkan perusahaan untuk melunasi hutang pada kreditur. Itulah mengapa DPO digunakan dalam cash cycle analysis.

Tinggi rendahnya angka DPO (setelah dibandingkan dengan perusahaan lain dalam industri yang sama) mempengaruhi perusahaan dalam kondisi yang berbeda-beda. Misalnya, DPO tinggi bisa membuat para kreditur melabel sebuah prusahaan sebagai “klien buruk” yang melanggar banyak aturan kredit.

Namun bukan berarti DPO rendah lebih baik bagi perusahaan. justru DPO rendah bisa menjadi indikasi bahwa perusahaan tidak beroperasi dengan baik dan kesulitan dalam melunasi hutang-hutangnya.

Memang tidak ada indikator pasti berapa skala DPO yang sehat bagi sebuah perusahaan. DPO setiap perusahaan berbeda-beda, tergantung pada faktor-faktor yang menentukan. Semakin besar nama dan skala sebuah perusahaan, maka semakin tinggi pula posisi tawarnya sehingga mereka bisa menentukan DPO yang dirasa paling baik untuk perusahaan.

Kesimpulan

DPO merupakan matriks kunci untuk menganalisa efisiensi operasional dari sebuah perusahaan, dan dapat dijadikan sumber penting bagi perusahaan untuk menggaet investor. Namun DPO sifatnya relatif, tergantung pada jenis industri masing-masing perusahaan.

Jika sebuah perusahaan memiliki rasio DPO yang lebih tinggi dari perusahaan lain, belum tentu perusahaan tersebut lebih efisien dalam operasionalnya. Sementara itu, perusahaan dengan DPO rendah tidak selalu berarti rajin membayar hutang sebelum jatuh tempo, tetapi bisa saja karena tidak bisa memanfaatkan waktu yang diberikan kreditur secara efisien.

Dalam menganalisis DPO, tidak ada satu hal pun yang pasti sehingga semua faktor yang mempengaruhi tetap harus dipertimbangkan.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu Days Payable Outstanding (DPO), semoga bermanfaat bagi Anda semua.



7 Prinsip Bisnis Ala Mafia
Apakah Bisa Memulai Bisnis dengan Modal Dengkul?
Cara Merekrut Karyawan Ala Mafia Manager
Definisi Debt to Income Ratio?
Cara Membuat Bisnis Anda Lebih Menonjol dari Pesaing
Perbedaan Payment Gateway dengan Payment Processor
Bisnis Anda Mendapat Respon Negatif di Medsos? Ini yang Harus Anda Lakukan
5 Kesalahan yang Dapat “Membunuh” Bisnis
5 Alasan Mengapa Penting Belajar Bisnis
Mengapa Orang Pintar Gagal Berbisnis?


Bagikan Ke Teman Anda