Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa Itu Debt Ratio?

Dalam bahasa Indonesia debt ratio diterjemahkan sebagai rasio utang. Rasio utang dihitung untuk mengetahui kemampuan finansial sebuah perusahaan berdasarkan seberapa besar perusahaan tersebut bertumpu pada utang untuk membiayai operasional dan aset perusahaan. Karenanya, rasio utang dihitung dengan membandingkan antara total utang dan total aset perusahaan.

Dengan menghitung rasio utang, pengusaha dapat mengetahui berapa banyak utang perusahaan dibandingkan dengan aset yang dimiliki. Sementara bagi kreditur, menghitung rasio utang bisa berguna untuk mengetahui besar atau kecilnya risiko saat memberikan pinjaman kepada perusahaan tertentu.

Kondisi perusahaan juga bisa diketahui dengan cara menghitung debt ratio. Apakah kondisi keuangannya dalam keadaan sehat atau tidak. Jadi bisa disimpulkan bahwa debt ratio adalah prosentase rasio yang menunjukkan seberapa besar aset perusahaan yang disediakan melalui utang.

Cara Menghitung Debt Ratio

Cara menghitung debt ratio bisa dilakukan dengan rumus yang sangat simpel. Yaitu total utang perusahaan dibagi dengan total aset perusahaan. Rumusnya adalah sebagai berikut:

Debt Ratio = Total Utang : Total Aset

Sebelum menghitung rasio utang, yang perlu diperhatikan adalah semua utang dan aset sudah dihitung dengan tepat. Sebab hasil perhitungan rasio utang menunjukkan beban utang perusahaan secara keseluruhan. Jadi bukan hanya utang saat ini saja.

Contoh Perhitungan Rasio Utang

Misalnya perusahaan A memiliki total utang sebesar Rp 60 juta. Sementara total asetnya hanya berjumlah Rp 100 juta. Mari kita hitung debt ratio perusahaan A di bawah ini:

Debt ratio perusahaan A = 60 juta : 100 juta

Debt ratio = 0,6

Maka nilai rasio utang perusahaan A adalah 0,6 atau dalam persentase adalah 60%. Apa maksud nilai tersebut? Indikasi apa yang ditunjukkan oleh debt ratio?

Memahami Hasil Perhitungan Debt Ratio

Nilai yang didapat dari menghitung debt ratio menyiratkan rendah atau tingginya risiko keuangan sebuah perusahaan. Jika nilai debt ratio-nya tinggi, maka risiko keuangan perusahaan tersebut besar. Sebaliknya, jika nilai rasio utang rendah, maka risiko keuangan perusahaan tersebut kecil.

Namun perlu diingat bahwa utang perusahaan tidak selalu berarti buruk. Dari utang tersebut justru perusahaan bisa memanfaatkan agar bisnis yang dijalankan bisa semakin berkembang.

Juga perlu diingat, rasio utang jumlahnya tidak bisa disamaratakan untuk tiap industri. Bisnis yang jenisnya padat modal seperti industri logam, elektronik, mesin, pengembangan teknologi, dan lain-lain rasio utangnya pasti bernilai lebih tinggi jika dibandingkan dengan bisnis yang modalnya relatif lebih rendah. Contohnya adalah bisnis makanan, minuman, pakaian, dan lain-lain.

Misalnya perusahaan A yang bergerak di bidang teknologi nilai rasio utangnya adalah 70%. Sementara perusahaan B yang bergerak di bidang makanan nilai rasio utangnya adalah 40%. Apakah itu berarti perusahaan A kondisi keuangannya lebih berisiko dari perusahaan B?

Belum tentu, karena kedua perusahaan ini jelas bergerak di industri yang jauh berbeda.

Nilai Rasio Utang yang Dianggap Baik

Rasio utang memperlihatkan apakah perusahaan tersebut memiliki beban utang yang besar atau tidak. Dan apakah perusahaan tersebut mampu membayar utangnya. Cukup sulit menentukan berapa nilai rasio utang yang baik atau buruk, karena setiap industri memiliki nilai yang berbeda-beda. Jadi sebenarnya tidak ada ukuran yang pasti.

Namun jika dilihat dari perspektif umum, nilai rasio utang yang dianggap rendah adalah dari 0 – 0,4 atau dalam persentase 0% – 40%. Nilai rasio utang yang lebih rendah dianggap lebih baik. Utang pasti memiliki bunga.

Jika perusahaan memiliki utang terlalu banyak maka dapat berbahaya bagi keseluruhan sistem operasional perusahaan. Perusahaan yang tidak sanggup melunasi utang, mungkin akan menjual aset bahkan menyatakan kebangkrutan.

Nilai rasio utang yang dianggap tinggi adalah 0,6 atau 60% ke atas. Jika perusahaan memiliki nilai rasio utang di kisaran tersebut, maka akan lebih sulit untuk mendapat pinjaman dari pihak peminjam modal atau investor.

Meski ada faktor lain yang mempengaruhi kreditur untuk memberikan pinjaman atau investor untuk berinvestasi. Di antaranya adalah hubungan profesional, riwayat pembayaran, kepercayaan, dan lain-lain. Selain itu, perusahaan dengan debt ratio yang tinggi biasanya memiliki tingkat pengembalian dana yang akan didapat investor juga lebih tinggi.

Apakah Rasio Utang Nol Persen atau Sangat Rendah Berarti Baik?

Jawabannya adalah belum tentu. Pada kenyataannya, investor justru jarang membeli saham perusahaan yang rasio utangnya sangat rendah, bahkan bernilai 0. Rasio utang 0 bukan langsung berarti kondisi keuangan perusahaan itu sehat.

Nilai 0 justru menunjukkan bahwa perusahaan tersebut tidak membiayai sistem operasional perusahaan. Artinya perusahaan justru tidak berjalan dengan baik.

Memanfaatkan Kekuatan Keuangan

Pada dasarnya, perusahaan yang lebih besar dan lebih mapan memiliki cash flow yang lebih baik jika dibandingkan dengan perusahaan baru atau yang lebih kecil. Cash flow perusahaan besar cenderung lebih padat, sehingga mereka memiliki banyak faktor yang bisa dinegosiasikan kepada pihak kreditur atau investor.

Dengan begitu, kesempatan perusahaan yang lebih mapan mendapat pinjaman modal atau investor akan lebih besar jika dibandingkan dengan perusahaan baru atau kecil.

Jenis industri yang digeluti juga sangat berpengaruh. Industri yang mampu membawa keuntungan besar cenderung lebih mudah mendapat pinjaman atau investor, karena dianggap menjanjikan. Meskipun rasio utangnya tinggi.

Kesimpulan

Debt ratio bisa dijadikan patokan bagi kreditur dan investor dalam menilai kondisi finansial sebuah perusahaan. Tetapi untuk menentukan tinggi atau rendahnya rasio utang, harus memperhatikan jenis industri dan besar atau kecilnya perusahaan. Jumlah utang yang banyak bukan berarti perusahaan tersebut kondisi keuangannya buruk.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu debt ratio, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Apa Itu Price to Book Ratio?
Apa Itu Price to Book Ratio (P/B Ratio)?
Cara Melunasi Utang dengan Cepat
Apa Itu Utang Jangka Panjang?
Cara Melunasi Utang Menggunakan Strategi Debt Stacking
Apa Itu Rasio EV to EBITDA?
Apa yang Terjadi Jika Negara Menolak Melunasi Utang?
Strategi Cara Keluar dari Utang
Apa Itu Price to Sales Ratio
Mengapa Punya Utang Kartu Kredit Buruk?


Bagikan Ke Teman Anda