Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa itu Devisa?

Istilah devisa mungkin sudah tidak asing lagi bagi Anda masyarakat Indonesia. Istilah devisa sering muncul ketika membicarakan ekonomi negara. Dan di sini kami kami akan membahas secara lengkap mengenai devisa, mulai dari definisi, fungsi, sumber, dan jenis-jenis devisa. Simak terus uraian berikut ini.

Definisi Devisa

Devisa adalah alat yang dapat digunakan untuk pembayaran dalam lingkup internasional. Devisa dapat berupa valuta asing, yaitu sejumlah mata uang asing yang sudah diakui secara internasional, contohnya Dollar (Amerika), Yen (Jepang), Euro (Eropa), Poundsterling (Inggris), Franc (Swiss), dan Deutsche Mark (Jerman). Tidak hanya berupa valuta asing, devisa juga dapat berupa emas atau surat berharga yang dapat digunakan sebagai pembayaran internasional.

Meskipun tercatat sebagai mata uang asing, tidak semua mata uang asing dapat disebut sebagai devisa. Yang dapat dikatakan sebagai devisa adalah mata uang yang telah tercatat secara resmi di Bank Sentral, seperti beberapa mata uang yang telah disebutkan di atas.

Dalam materi devisa, dikenal pula istilah cadangan devisa negara. Cadangan devisa negara adalah cadangan valuta asing yang disiapkan oleh bank sentral untuk membiayai pembayaran dan kewajiban ke luar negeri, misalnya saja untuk membayar cicilan hutang negara, impor, dan lain sebagainya. Semakin tinggi cadangan devisa suatu negara, maka semakin tinggi stabilitas moneter dan ekonomi makro negara tersebut.

Oleh karena itu, devisa sangat penting untuk memperkuat ekonomi negara. Sehingga muncul pula istilah pahlawan devisa, yaitu mereka yang memberikan pemasukan devisa negara, contohnya adalah TKI atau TKW yang bekerja di luar negeri. Beberapa dari Anda mungkin masih belum paham bagaimana mereka menyumbangkan devisa kepada negara? TKI atau TKW umumnya mendapatkan penghasilan atau gaji dalam bentuk mata uang asing. Kemudian, saat akan mengirimkan penghasilan tersebut ke dalam negeri, mereka perlu menukarkan mata uang asing tersebut dengan rupiah agar dapat digunakan di dalam negeri. Nah, mata uang asing yang mereka tukarkan sudah dapat disebut sebagai devisa negara.

Fungsi Devisa

Secara umum, ada tiga fungsi devisa, yaitu sebagai berikut:

  1. Alat Pembayaran Barang dan Jasa Luar Negeri

Fungsi devisa yang paling utama yaitu sebagai fungsi transfer atau alat pembayaran internasional, misalnya dalam kasus ekspor dan impor. Sebagai contoh, terdapat pedagang Indonesia yang mengimpor barang dari Amerika. Tentu saja, pedagang tersebut harus membayar menggunakan mata uang Amerika. Nah, di sinilah devisa bekerja, bank sentral selaku pemegang devisa akan memfasilitasi pedagang tersebut dengan menukarkan mata uang rupiah dengan dollar Amerika.

  1. Alat Pembayaran Utang Luar Negeri

Selain sebagai alat pembayaran barang dan jasa, devisa juga dapat digunakan sebagai alat pembayaran hutang luar negeri. Meskipun begitu, tidak serta merta semua cadangan devisa digunakan untuk membayar hutang. Devisa harus dikelola dengan bijaksana agar dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mengembangkan sektor lain.

Misalnya saja, fenomena akhir-akhir ini dimana negara meminjam banyak hutang untuk melancarkan pekerjaan infrastruktur. Di satu sisi, infrastruktur dapat menambah hutang negara. Tapi di sisi lain, infrastruktur dapat meningkatkan ekonomi dan menambah devisa negara. Nah, di sinilah harus ada keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran. Devisa harus dikelola sedemikian rupa agar dapat mencicil hutang negara, tetapi juga dapat dialokasikan ke pekerjaan lain dalam negeri.

  1. Alat Pembayaran dalam Menjalin Hubungan Internasional

Fungsi lain devisa yaitu untuk membangun hubungan internasional, misalnya untuk membiayai perjalanan dinas, kegiatan diplomatik di luar negeri, penggunaan kantor kedutaan, dan lain sebagainya.

  1. Sumber Pendapatan Negara

Selain sebagai alat pembayaran, devisa juga dapat disebut sebagai kekayaan negara. Kekayaan negara ini dapat digunakan untuk melancarkan pembangunan nasional dan meningkatkan kemajuan suatu negara.

Sumber Devisa

  1. Ekspor

Ekspor merupakan kegiatan perdagangan yang paling diandalkan untuk menambah devisa negara. Dengan adanya negara lain yang mengekspor barang dari dalam negeri, maka mata uang asing akan masuk ke dalam negeri. Semakin tinggi kegiatan ekspor, maka semakin banyak pula devisa yang masuk. Oleh karena itulah, pemerintah selalu berusaha untuk memberdayakan kekayaan alam Indonesia agar dapat diekspor. Sebaliknya, pemerintah berusaha meminimalkan impor agar nilai tukar rupiah tetap stabil.

  1. Kiriman Devisa dari Luar Negeri

Hal ini menyangkut peran warga Indonesia yang bekerja di luar negeri, seperti TKI. Mereka mengirimkan devisa dari luar negeri untuk ditukarkan menjadi rupiah.

  1. Wisatawan Luar Negeri

Banyaknya turis asing yang berwisata di Indonesia secara tidak langsung akan menambah devisa negara. Sebagian besar dari para turis tentu membawa mata uang asal negara mereka. Di sini, turis tersebut membutuhkan mata uang rupiah untuk memenuhi kebutuhan akomodasi dan sehari-hari. Oleh karena itu, mereka akan menukarkan mata uang asal negara mereka dengan rupiah. Nah, penukaran mata uang inilah yang akan menjadi tambahan devisa bagi negara.

  1. Bantuan dan Sumbangan dari Luar Negeri

Sumber devisa negara juga dapat berasal dari bantuan atau sumbangan dari luar negeri. Bantuan biasanya dapat berupa barang ataupun uang, dimana keduanya tetap akan menguntungkan bagi negara. Apabila bantuan berupa barang, maka negara dapat menghemat pengeluaran devisa karena tidak perlu lagi membayarnya. Dan jika bantuan berupa uang, maka uang tersebut akan menjadi pemasukan devisa bagi negara.

  1. Pungutan Bea Masuk

Setiap barang yang masuk ke dalam negeri akan dikenai bea masuk, sehingga banyaknya arus barang luar negeri ke dalam negeri juga dapat menambah devisa.

Jenis-jenis Devisa

  • Berdasarkan wujudnya, devisa dibagi menjadi dua jenis, yaitu devisa kartal dan devisa giral. Devisa kartal adalah devisa yang berupa uang logam atau kertas. Sedangkan devisa giral merupakan devisa yang berupa surat-surat berharga.
  • Berdasarkan sumbernya, devisa dibagi dari dua jenis, yaitu devisa kredit dan devisa umum. Devisa kredit adalah jenis devisa yang diperoleh dari luar negeri dan harus dikembalikan, misalnya adalah devisa pinjaman dari luar negeri. Sedangkan devisa umum adalah devisa yang didapat tanpa harus dikembalikan, seperti devisa yang diperoleh dari kegiatan ekspor.

Nah, mungkin sekian dulu artikel kali ini mengenai definisi devisa. Semoga penjelasan di atas dapat memberikan wawasan dan menambah pemahaman pembaca mengenai devisa. Terima kasih.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu devisa, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Apa Itu Stabilitas Sistem Keuangan?
Bagaimana Bersiap Menghadapi Krisis Ekonomi
Apa itu Defisit Transaksi Berjalan? Penyebab & Dampak Defisit Transaksi Berjalan
Bagaimana Modus Rekrutmen Perusahaan Palsu?
Kesalahan yang Sering Dilakukan di Bandara
Kesalahan Umum Pengusaha UMKM
Definisi Too Big to Fail
Sifat-sifat Umum yang Dimiliki Orang Kaya
Kesalahan Umum Pembeli Rumah Pertama
Apa Itu Cumlaude vs Summa Cumlaude vs Magna Cumlaude?


Bagikan Ke Teman Anda