Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa Itu Jurnal Khusus?

Dalam ilmu akuntansi serta pembukuan, ada yang namanya istilah jurnal yakni catatan transaksi keuangan suatu organisasi maupun perusahaan yang dicatat secara kronologis. Tujuan dibuat jurnal adalah sebagai pendataan berbagai transaksi. Nah, dalam jurnal, terdapat dua macam bagian yakni jurnal khusus dan jurnal umum. Kali ini yang akan dibahas adalah jurnal khusus.

Apa Itu Jurnal Khusus

Jurnal khusus adalah catatan yang dikelompokkan sesuai dengan jenis transaksinya. Transaksi yang masuk dalam jurnal khusus ini sifatnya berulang dan terjadi setiap bulannya.

Transaksi yang terjadi dalam jurnal khusus harus dicatat sesuai jenisnya dalam beberapa jenis jurnal yang juga berbeda. Misalnya jika transaksi berhubungan dengan pengeluaran, berarti pencatatannya harus pada Jurnal Pengeluaran Kas.

Jurnal ini juga bertindak sebagai alat pemantau untuk bisnis. Biasanya jurnal khusus digunakan untuk mengurangi adanya kemungkinan perubahan dalam hal catatan akuntansi. Entri-entri yang dibuat secara berurutan, membuatnya mudah dijadikan sebagai pengurang perubahan dalam pembukuan yang tepat.

Manfaat Jurnal Khusus

Tentu saja bukan tanpa alasan mengapa dibuat jurnal khusus. Beberapa manfaat jurnal khusus adalah:

  1. Memudahkan Pencatatan

Dalam jurnal khusus, pencatatan tiap transaksinya dilakukan secara berkelompok. Adanya pengelompokkan pencatatan ini membuat proses pencatatan lebih mudah. Laporan keuangan pun akan lebih sistematis. Pada akhirnya, proses pencatatan ke dalam buku besar pun juga lebih gampang serta efisien.

  1. Proses Pendataan Transaksi Lebih Cepat

Transaksi dicatat dengan mengelompokkan data. Hal ini membuat pemrosesan laporan keuangan lebih cepat. Misalnya ada 40 kali transaksi serupa, tentu dalam jurnal umum akan dituliskan hal yang sama.

Padahal dalam jurnal khusus, harus ada pengelompokkan berdasarkan jenis akun, dan hanya satu kali saja. tentunya pencatatan dan pendataan dengan cara demikian menjadi lebih cepat.

  1. Mengurangi Risiko Perubahan Data

Jurnal khusus dikerjakan dengan membuat data harian seperti penerimaan, pengeluaran kas, pembelian, serta penjualan yang dibuat terperinci dan sesuai kronologis. Proses transaksi dicatat setiap hari dan lengkap. Hal ini sangat bermanfaat untuk mengurangi ririko perubahan data, penipuan, dan berbagai hal lain di waktu mendatang.

  1. Mengontrol Kecurangan

Tindakan fraud atau laporan palsu bisa saja terjadi. Adanya kecurangan dalam sebuah pembukuan bisa saja sulit terpantau. Apalagi jika transaksi jurnal tidak tercatat secara kronologis. Inilah salah satu manfaat dari pencatatan secara kronologis yang diperoleh melalui jurnal khusus. Potensi fraud pun akan diminimalisir.

  1. Referensi Masa Depan

Jurnal khusus berguna untuk memudahkan pencatatan karena dilakukan berdasarkan urutan kronologis. Hal inilah yang membuat transaksi yang sifatnya serupa, dicatat dalam satu macam jurnal saja. Tentunya untuk referensi masa depan sangatlah berguna, dan membuat pencatatan transaksi lebih mudah.

Jenis-jenis Jurnal Khusus

Sesuai dengan transaksi yang dicatat, pada jurnal khusus juga ada beberapa jenis:

  1. Jurnal Penjualan

Seperti namanya, jurnal penjualan berarti jurnal yang bermanfaat sebagai pencatat transaksi penjualan. Transaksi penjualan yang dicatat adalah penjualan barang dagang maupun jasa, dengan pembayaran kredit.

Secara dasar, jurnal penjualan memang hanya mencatat piuatang. Berarti penjualan tunai tidak tercatat dalam jurnal penjualan. Jika ada penjualan dengan uang tunai, maka pencatatannya dalamjurnal penerimaan kas. Sayangnya masih banyak di lapangan yang justru memasukkan penjualan tunai ke jurnal satu ini.

  1. Jurnal Pembelian

Jurnal pembelian bermanfaat sebagai catatan untuk transaksi-transaksi pembelian barang dagangan, atau barang lain dengan metode kredit. Fungsi utamanya untuk pencatatan transaksi pembelian khusus dengan pembayaran kredit.

Jurnal pembelian sangat bermanfaat untuk menyederhanakan pencatatan, serta memudahkan pembukuan ke dalam buku besar. Catatan transaksi dalam jurnal ini juga bisa dilakukan secara harian. Di akhir periode, catatan akan diringkas dan dimuat ke dalam buku besar.

  1. Jurnal Pengeluaran Kas

Pembayaran tunai masuk ke dalam jurnal khusus yang bernama jurnal pengeluaran kas. Jurnal pengeluaran kas juga disebut buku kas keluar. Gunanya untuk mencatat segala pengeluaran yang jenisnya kas. Misalnya utang, beban perusahaan, dan sejenisnya.

Dalam jurnal pengeluaran kas, semua arus kas yang masuk akan dicatat dalam jurnal penerimaan kas. Contoh umum arus kas dalam jurnal satu ini adalah:

    • Pembelian tunai dengan kas.
    • Pembayaran utang secara kas atau untuk membeli kredit.
    • Pembayaran biaya sewa, iklan, gaji, upah, dan sejenisnya dengan metode pembayaran kas.
    • Pembelian aset berwujud maupun tidak berwujud secara kas.
    • Pengembalian kas untuk retur barang dari pelanggan.
  1. Jurnal Penerimaan Kas

Jurnal penerimaan kas merupakan sebuah pencatatan transaksi berupa uang tunai. Walaupun dengan tunai, cek juga masih masuk ke dalam jurnal satu ini. jurnal ini berguna sebagai pencatatan transaksi khusus untuk penerimaan uang, piutang, penjualan tunai, dan sejenisnya.

Jurnal penerimaan kas juga digunakan untuk membongkar volume transaksi di buku besar. Isi dari jurnal penerimaan kas ada empat macam, antara lain:

    • Tanggal
    • Nama pelanggan
    • Penerimaan uang tunai
    • Kolom debit serta kredit yang digunakan untuk mencatat tiap sisi entri, baik entri normal untuk uang tunai (debit) serta kredit untuk penjualan.

Perbedaan Jurnal Khusus dan Jurnal Umum

Seperti yang telah dibahas di atas, jurnal terdiri atas dua macam yakni jurnal umum dan khusus. Tentu dalam dua macam jurnal tersebut terdapat beberapa macam perbedaan. Secara definisi pun berbeda dimana jurnal umum merupakan jurnal untuk mencatat segala macam transaksi keuangan pada periode tertentu.

Sementara jurnal khusus digunakan untuk mencatat segala transaksi keuangan hanya saja harus dikelompokkan sesuai transaksinya. Jurnal khusus dicatat secara periodik yang biasanya dilakukan tiap akhir bulan. Sedangkan jurnal umum dilakukan tiap adanya transaksi.

Demikianlah ulasan tentang apa itu jurnal khusus. Memahami kegunaan jurnal khusus ini semoga semakin menambah kemudahan Anda dalam melakukan pembukuan secara lebih efektif dan efisien.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu jurnal khusus, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Apa itu EBITDA?
Definisi Cash Flow
Apa itu Inventory Turn Over? Definisi Inventory Turn Over
Apa itu Utang Jangka Pendek?
Apa itu Rekonsiliasi Bank? Definisi Rekonsiliasi Bank
Apa Itu Aset?
Apa Itu Price Earning Ratio (PER)?
Apa Itu Nilai Buku
Apa itu Price to Book Value?
Apa itu Aktiva? Definisi Aktiva


Bagikan Ke Teman Anda