Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa itu Kurs? Definisi Kurs/Nilai Tukar

Kurs memang menjadi salah satu momok yang mencuri perhatian, apalagi bagi orang yang sering berpergian ke luar negeri, atau orang yang membutuhkan mata uang asing. Kurs atau nilai tukar didefinisikan sebagai sebuah perjanjian terkait dengan nilai tukar mata uang terhadap pembayaran saat ini atau di kemudian hari. Secara sederhana, nilai tukar dapat didefinisikan sebagai nilai mata uang dari suatu negara dibanding dengan mata uang negara lain. Misalnya, jika pada bulan April 2019 nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika adalah Rp 14.000/USD, hal ini menandakan bahwa Rp 14.000 senilai dengan 1 USD.

Atas dasar definisi tersebut, kurs kerap digunakan sebagai tolok ukur kekuatan ekonomi suatu negara dibanding negara lain. Untuk contoh di atas tadi misalnya, pada Bulan April 2019, nilai kurs rupiah terhadap Dollar Amerika adalah Rp 14.000/USD, yang mana dapat diartikan bahwa untuk mendapatkan uang seniali 1 USD, dibutuhkan uang sebesar Rp 14.000 untuk membelinya. Hal ini menandakan bahwa semakin besar nilai tukar suatu negara dibanding negara lain, maka semakin lemah kekuatan ekonomi negara tersebut dibanding dengan negara lain.

Tipe-tipe Kurs/Nilai Tukar

Tipe dari kurs atau nilai tukar diatur oleh pemerintah di negara tersebut. Kebijakan penetapan tipe kurs/nilai tukar di suatu negara sangat bergantung pada kondisi perekonomian serta sistem perekonomian di negara tersebut. Berikut ini tipe-tipe kurs.

  1. Free Floating Rate (Kurs Mengambang Bebas)

Seperti namanya, tipe kurs ini memiliki prinsip dimana nilai kurs dilepaskan ke pasar. Tidak ada nilai konstan yang ditetapkan suatu negara mengenai nilai kurs yang berlaku. Nilai kurs dapat naik dan turun sesuai keadaan pasar valuta asing. Artinya, nilai kurs yang ditetapkan tidak memiliki campur tangan pemerintah.

Free Floating Rate memiliki keunggulan dan kelemahan yang beragam. Berikut ini penjelasan dari keunggulan dan kelemahan dari tipe free floating rate.

Keunggulan:

    • Kondisi perekonomian di suatu negara tidak akan terpengaruh dengan kondisi perekonomian negara lain.
    • Tercipta ekuilibrium di pasar valuta asing.
    • Cadangan devisa negara dinilai lebih aman
    • Dapat meminimalisisr masalah neraca pembayaran
    • Tidak terdapat batasan valuta asing.

Kelemahan:

    • Tidak sesuai diterapkan di negara berkembang
    • Jika diterapkan di negara berkembang, berpotensi terjadi depresiasi yang fluktuatif untuk negara berkembang
  1. Managed Floating Exchange Rate (Kurs Mengambang Terkendali)

Managed Floating Exchange Rate hampir sama definisinya dengan Free Floating Rate. Managed Floating Exchage Rate juga melepaskan nilai kurs secara bebas ke pasar valuta asing. Bedanya, dalam managed floating exchange rate pemerintah masih bisa mengambil kebijakan dalam penentuan nilai kurs.

Seperti Free Floating Rate, Managed Floating Exchange Rate juga memiliki keunggulan dan kelemahan. Berikut ini keunggulan dan kelemahan dari managed floating exchange rate.

Keunggulan:

    • Merupakan perpaduan antara free floating rate dan fixed exchanged rate.
    • Mampu menstabilkan nilai tukar sesuai dengan kondisi ekonomi karena adanya aktivitas supply dan demand di pasar valuta asing.
    • Lebih fleksibel dalam menjaga kestabilan moneter.

Kelemahan:

    • Tak selamanya bisa mengatasi neraca pembayaran atau neraca perdagangan.
    • Harus menyediakan devisa yang mana sebagai jaga-jaga untuk digunakan.
    • Terdapat persaingan yang ketat antara pemerintah dan spekulan dalam menetapkan kurs.
  1. Fixed Exchange Rate (Kurs Tetap)

Berbeda dengan kedua jenis kurs yang telah dibahas sebelumnya, fixed excange rate memiliki perbedaan yang sangat signifikan. Jika free floating rate dan managed floating exchange rate menerapkan prinsip melepaskan nilai kurs ke pasar, dalam fixed exchanged rate, nilai kurs sudah ditetapkan oleh pemegang otoritas moneter tertinggi di suatu negara, yaitu bank sentral. Bank sentral sudah menetapkan rentang nilai kurs bagi suatu negara dengan rentang yang sangat sempit. Dalam penetapan nilai kursnya, bank central melakukan intervensi aktif di pasar valuta asing.

Karena nilai tukar tidak dilepas di pasar valuta asing, maka masalah akan datang saat keadaan pasar valuta asing mulai berfluktuasi. Saat fluktuasi di pasar valuta asing mulai besar hingga pemerintah menilai fluktuasi tersebut dapat mengganggu kinerja perekonomian negara, maka pemerintah melakukan kebijakan devaluasi untuk menyiasati hal tersebut. Kebijakan devaluasi adalah kebijakan pelemahan mata uang domestik terhadap mata uang asing.

Keunggulan dan kelemahan fixed exchanged rate adalah:

Keunggulan:

    • Nilai tukar cenderung stabil karena terdapat intervensi aktif pemerintah.
    • Devisa dapat dikontrol secara penuh oleh pemerintah.
    • Dapat memperkecil kegiatan spekulasi mata uang.

Kelemahan:

    • Diperlukan cadangan devisa yang besar agar pemerintah dapat melakukan intervensi dalam penyerapan kelebihan dan kekurangan di pasar valuta asing.
    • Nilai tukar kurang fleksibel terhadap perubahan global.
    • Penetapan nilai tukar yang kurang tepat akan mempengaruhi pasar ekspor-impor di negara yang bersangkutan.

Sementara itu, ada hal-hal yang dapat mempengaruhi tinggi rendahnya nilai tukar, diantaranya:

  1. Inflasi

Jika inflasi suatu negara mengalami kenaikan, maka yang terjadi adalah daya beli uang menurun, sehingga mata uang akan terdepresiasi secara internal. Akibatnya, mata uang asing akan terapresiasi. Jika kedua negara mengalami inflasi, mata uang negara dengan inflasi yang lebih tinggi akan mengalami depresiasi terhadap negara yang memiliki inflasi rendah.

  1. Kebijakan Moneter dan Kebijakan Fiskal

Kebijakan moneter dan kebijakan fiskal tidak berpengaruh secara langsung terhadap perubahan nilai tukar. Secara umum, pendapatan fiskal dan defisit pengeluaran yang besar akan mendevaluasi mata uang domestik. Sementara itu, pengetatan kebijakan fiskal dan moneter akan mengurangi pengeluaran fiskal, menstabilkan mata uang, dan meningkatkan nilai mata uang domestik.

  1. Neraca Pembayaran

Defisit neraca pembayaran atau defisit perdagangan internasional yang besar akan menyebabkan mata uang terdepresiasi, sehingga nilai tukar menjadi naik.

  1. Tingkat Suku Bunga

Saat tingkat suku bunga domestik lebih tinggi daripada tingkat suku bunga asing, maka akan terjadi aliran modal masuk. Saat hal itu terjadi, permintaan mata uang domestik akan meningkat sehingga mata uang domestik akan terapresiasi dan mata uang asing akan mengalami depresiasi.

  1. Intervensi Pemerintah

Saat pasar valuta asing mengalami fluktuasi, maka pemerintah perlu melakukan kebijakan untuk menyesuaikan nilat tukar. Salah satu contohnya adalah pemerintah dapat menggunakan otoritas moneter untuk membeli atau menjual mata uang lokal atau mata uang asing dalam jumlah besar di pasar.

Itulah penjelasan mengenai kurs lengkap hingga jenis dan faktor pengaruhnya. Dari yang telah dipaparkan, dapat diketahui bahwa kurs merupakan salah satu indikator yang dapat digunakan untuk melihat kekuatan perekonomian suatu negara.

 Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang definisi kurs/nilai tukar, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Pelajaran dari Krisis di Zimbabwe
Perbedaan Kebijakan Fiskal vs Kebijakan Moneter
Apa itu Kebijakan Moneter? Definisi Kebijakan Moneter
Ambil Pelajaran dari Krisis di Venezuela
Definisi Uang, Fungsi, dan Jenis Uang
Pelajaran dari Krisis Yunani, Cara Bertahan Saat Krisis Ekonomi
Ada Apa dengan Krisis Ekonomi di Turki?
Apa Itu Sertifikat Wadiah Bank Indonesia?
Apa itu Valas? Definisi Valuta Asing
10 Fakta tentang Uang yang Belum Kamu Ketahui


Bagikan Ke Teman Anda