Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa Itu Perilaku Konsumen?

Bicara bisnis tentu tidak hanya melulu masalah produk. Produk memang penting, karena salah satu syarat menjalankan bisnis adalah harus ada produk atau layanan yang dijual atau ditawarkan kepada konsumen. Meski demikian, produk yang berkualitas saja tidak cukup mampu mengantarkan kesuksesan, apabila tidak sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Artinya, perilaku konsumen turut andil dalam pencapaian kesuksesan suatu bisnis.

Bisnis juga tentang konsumen. Mulai dari upaya memenuhi kebutuhan mereka, mengetahui kebiasaan belanjanya, hingga pola pengambilan keputusan pembeliannya. Semua tercakup menjadi satu dalam perilaku konsumen. Begitu pentingnya perilaku konsumen, sehingga pemasar harus menggunakan beragam metode untuk bisa memahaminya, sebut saja laporan, survei, observasi, dan juga riset pasar. Sebenarnya, apa itu perilaku konsumen, dan mengapa demikian penting dalam bisnis?

Apa Itu Perilaku Konsumen?

Perilaku konsumen adalah sikap yang ditunjukkan oleh seseorang saat melakukan pembelian, mengkonsumsi, dan membuang suatu produk atau jasa. Sebagai suatu sikap, perilaku konsumen merepresentasikan cara seseorang membuat keputusan pembelian dan apa yang mendorongnya melakukan pembelian.

Dalam bisnis, perilaku konsumen sangatlah penting. Perusahaan harus mampu mengetahui perilaku konsumen agar dapat memahami proses pengambilan keputusan pembelian dan cara konsumen mencari produk yang dibutuhkan dan diinginkan. Dengan begitu, perusahaan yang dalam hal ini adalah manajer bisnis akan dapat mengetahui alasan di balik pembelian atau penolakan suatu produk atau layanan oleh konsumen.

Meski tampak sederhana, namun konsep perilaku konsumen ini cukup kompleks. Sebab, perilaku konsumen dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti ekonomi, sosial, psikologis, dan juga pribadi. Proses pengambilan keputusan pembelian melibatkan pencarian produk, dan evaluasi berbagai fitur. Dari proses tersebut, perilaku konsumen dapat dievaluasi pasca pembelian produk, di mana konsumen merasa puas atau tidak puas dengan produk yang dibeli. Jika konsumen merasa puas, maka ada kemungkinan akan melakukan pembelian ulang. Sebaliknya, apabila konsumen tidak puas, maka akan berakhir pada pembuangan produk.

Meski kompleks, bukan berarti perilaku konsumen tidak bisa dipahami dan dianalisis. Banyak studi yang telah dilakukan, dan hasilnya dapat membantu untuk memahami bagaimana keputusan pembelian dibuat dan bagaimana pula konsumen mencari suatu produk. Pemahaman mengenai perilaku konsumen ini membantu perusahaan untuk mengetahui alasan di balik pembelian produk oleh konsumen dan bagaimana produk tersebut memuaskan mereka.

Pentingnya Perilaku Konsumen Dalam Bisnis

Dalam upaya memenuhi kebutuhannya, konsumen tak hanya sekadar membutuhkan suatu produk, tetapi bagaimana produk tersebut mampu memuaskan mereka. Konsumen tak ingin hanya dipandang sebagai target pasar saja, tetapi juga ingin dimengerti dan dipahami keinginannya tanpa mereka harus memberitahukannya.

Hal ini tentu saja menjadi ‘pekerjaan rumah’ bagi perusahaan, terutama divisi pemasaran agar berhasil membangun strategi pemasaran yang tepat sasaran. Sebab, tujuan utama dari pemasaran suatu produk adalah untuk memenuhi permintaan dan keinginan konsumen. Nah, studi mengenai perilaku konsumen membantu mencapai tujuan tersebut.

Berikut ini beberapa alasan pentingnya perilaku konsumen dalam bisnis yang harus dipahami oleh perusahaan atau pemasar.

  • Memahami perilaku pembelian konsumen

Studi dan penelitian tentang perilaku konsumen dapat membantu perusahaan dan pemasar untuk mengenali dan memprediksi perilaku pembelian konsumen ketika membeli suatu produk. Di sini, perusahaan dan pemasar tidak hanya sekadar memahami apa yang dibeli konsumen, tetapi juga alasan mengapa mereka membelinya. Agar dapat merumuskan strategi pemasaran yang tepat, perusahaan dan pemasar harus memahami perilaku konsumen secara detail, sehingga pertanyaan bagaimana, di mana, dan kapan mereka melakukan pembelian bisa terjawab. Sebab itu, perilaku konsumen penting dalam bisnis agar perusahaan dan pemasar menyadari bahwa proses konsumsi tidak hanya sebatas konsumen membeli produk saja, tetapi mulai dari perilaku pra pembelian, selama pembelian, dan pasca pembelian.

  • Menjaga dan mempertahankan pelanggan

Perilaku konsumen penting bagi bisnis karena bertujuan untuk menciptakan dan mempertahankan pelanggan. Tujuan ini berkaitan erat dengan perilaku pasca pembelian, di mana kepuasan atau justru ketidakpuasan yang dirasakan oleh konsumen setelah membeli produk. Jika konsumen merasakan kepuasan atas produk yang dibelinya, maka mereka akan membeli produk yang sama secara berulang, sehingga statusnya bukan lagi sekadar konsumen, melainkan pelanggan. Berbeda kondisinya, apabila konsumen merasakan ketidakpuasan. Akibatnya bisa jadi mereka akan membuang produk dan jelas tidak akan melakukan pembelian produk yang sama di kemudian hari. Parahnya, mereka hanya akan menjadi konsumen yang kecewa terhadap bisnis Anda, dan tidak akan pernah menjadi pelanggan Anda.

Menciptakan dan mempertahankan pelanggan sangat penting dalam bisnis. Tanpa pelanggan, suatu bisnis tentu akan sulit berkembang, apalagi mencapai kesuksesan. Untuk bisa menciptakan dan mempertahankan pelanggan, Anda harus bisa memahami dan memperhatikan perilaku mereka saat membuat keputusan pembelian atau membeli produk di pasar. Hal ini dapat didukung dengan mempublikasikan informasi produk secara efektif di banyak media sosial, seperti Instagram, Twitter, atau Facebook, dan juga situs web resmi perusahaan. Informasi produk tersebut akan dapat mempengaruhi perilaku pembelian pelanggan.

  • Memahami faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pembelian konsumen

Perilaku pembelian konsumen dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti pengaruh sosial, budaya, psikologis, dan personal. Berkenaan dengan hal tersebut, penting bagi Anda sebagai pelaku bisnis untuk mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pembelian konsumen sebelum memasuki pasar.

Dengan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen, Anda dapat terbantu untuk memasarkan produk pada waktu yang tepat pada konsumen yang tepat pula. Dalam memasarkan produk, Anda perlu memperhatikan pengaruh budaya, agama, nilai dan norma yang berlaku di lingkungan masyarakat, serta gaya hidup konsumen sasaran.

Jika Anda gagal memahami faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pembelian konsumen, maka Anda pun akan gagal meyakinkan konsumen untuk membeli produk yang ditawarkan. Artinya, Anda pun gagal memenuhi permintaan konsumen dan memuaskan mereka. Memang banyak variabel yang tidak bisa diamati secara langsung. Meski demikian, Anda dapat memprediksi perilaku pembelian konsumen pada tingkat yang wajar. Agar tujuan menciptakan dan mempertahankan pelanggan tercapai, Anda perlu terus meningkatkan pemahaman dan meng-update berbagai informasi dan hasil studi terkait dengan perilaku konsumen.

  • Memahami keputusan konsumen membuang produk atau layanan

Kegagalan Anda sebagai pelaku bisnis dalam memenuhi permintaan dan keinginan konsumen dapat berakibat fatal pada bisnis Anda ke depannya. Konsumen yang kebutuhan dan keinginannya tidak terpenuhi dari produk Anda, tentu akan merasakan ketidakpuasan dan kekecewaan. Akibatnya, konsumen akan membuang produk Anda. Parahnya, konsumen akan menceritakan pengalaman buruknya dengan produk Anda ke orang-orang di sekitarnya, jaringan sosial atau bahkan profesionalnya. Hal ini tentu akan semakin memperburuk citra bisnis dan produk Anda.

Agar ketidakpuasan dan kekecewaan yang dirasakan konsumen tidak berlanjut dan berakibat lebih fatal, Anda dituntut untuk mampu mengambil langkah yang tepat sebagai solusi guna meredam dan membatasi ‘kerusakan’ yang lebih parah. Untuk itu, lagi-lagi Anda harus benar-benar mampu memahami perilaku konsumen, terkait dengan alasan mengapa mereka sampai mengambil keputusan membuang produk Anda. Anda harus melacak penyebab kegagalan produk sehingga konsumen membuangnya.

Untuk memberikan jaminan dan rasa aman bagi konsumen ketika membeli produk, Anda bisa menawarkan layanan seperti pertukaran produk, jaminan uang kembali, dan lain sebagainya. Adanya layanan penyerta tersebut sebenarnya justru memberi penekanan yang mampu meyakinkan konsumen bahwa produk yang dijual terjamin kualitasnya. Jika pun ada produk yang gagal, maka konsumen mendapatkan jaminan untuk menukarkannya atau mendapatkan uangnya kembali.

Keputusan konsumen membuang produk tidak melulu disebabkan oleh faktor intrinsik dari produk tersebut, bisa juga dipengaruhi oleh kondisi psikologis dan situasional. Kondisi psikologis mencakup sikap, suasana hati, emosi, kesadaran sosial, persepsi, dan lainnya. Sementara kondisi situasional meliputi urgensi, penggunaan fungsional, perubahan mode, dan lain sebagainya. Namun, apa pun alasannya, tetap wajib bagi Anda untuk mengetahui faktor penyebab konsumen memutuskan untuk membuang produk. Dengan begitu, Anda bisa mengambil solusi yang tepat untuk mengatasinya.

  • Meningkatkan keterampilan tenaga penjual dalam mempengaruhi konsumen

Tahukah Anda bahwa pemasaran produk yang efektif oleh tenaga penjualan dapat membantu memberikan produk yang tepat kepada orang yang tepat pula? Untuk itu, Anda sebagai pelaku bisnis perlu meningkatkan keterampilan staf penjualan dalam mempengaruhi konsumen. Caranya tentu saja dengan mengajarkan mereka memahami perilaku konsumen, dan meningkatkan kemampuan berkomunikasinya.

Perilaku konsumen berkaitan dengan pengetahuan tentang apa yang dibutuhkan dan ingin dibeli oleh konsumen untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka. Berkenaan dengan hal ini, penting bagi staf penjualan untuk benar-benar menyadari dan memahami kebutuhan konsumen sehingga mereka dapat dengan jelas mengkomunikasikan manfaat dan keunggulan produk kepada konsumen.

Tenaga penjualan yang memahami permintaan dan kebutuhan konsumen dengan baik akan dapat dengan mudah membantu konsumen menemukan produk yang dibutuhkannya. Pastikan tenaga penjual Anda merupakan orang-orang yang komunikatif dan memiliki empati, sehingga mereka mampu menggunakan gaya bahasa yang sopan dan dapat membantu konsumen mengatasi kesulitannya dalam memilih produk. Intinya, tenaga penjual mampu menjadi problem solver atas kesulitan yang dihadapi konsumen untuk menemukan produk yang tepat bagi mereka.

  • Membantu mengoptimalkan penjualan dan menciptakan strategi pemasaran yang tepat

Kesuksesan suatu bisnis tidak bisa ditentukan oleh satu faktor saja, tetapi rangkaian aktivitas yang saling terkait satu sama lain. Mulai dari keunggulan produk, kualitas layanan, strategi pemasaran yang tepat, hingga layanan pelanggan purna jual. Satu hal lagi yang penting diperhatikan, yaitu perilaku konsumen.

Pemahaman yang baik mengenai perilaku konsumen memungkinkan Anda sebagai pelaku bisnis untuk menciptakan strategi pemasaran yang tepat sasaran. Kesuksesan dalam menerapkan strategi pemasaran tentu akan berdampak pada tingkat penjualan produk yang tinggi. Bukankah ini yang diinginkan oleh semua pelaku bisnis?

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu perilaku konsumen, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Mengenal Tentang Analisis Pestle
Perbedaan Evolusi & Revolusi, Mana yang lebih Cocok untuk Bisnis Kamu?
Cara Mendapatkan Uang Lewat Airbnb
Kamar Mau Disewakan di Airbnb? Ini Tip Memulai Bisnis Airbnb!
Apa itu Business Model Canvas?
Ini Dia 7 Kebiasaan Agar Bisnis Anda Sukses
Cara Memulai Bisnis Kecil untuk Para Introvert
Karakteristik Wirausahawan Yang Wajib Dimiliki
Untung Rugi Bisnis Barbershop
Cara Membuat Bisnis Plan


Bagikan Ke Teman Anda