Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa Itu Price Earning Growth Ratio atau Rasio PEG?

Dalam dunia investasi saham, orang sering mendengar istilah Price Earning Growth Ratio. Istilah ini juga sering kali disingkat menjadi rasio PEG. Rasio PEG adalah bentuk modifikasi dari rasio harga terhadap pendapatan. Ini adalah metode yang populer digunakan investor untuk mengukur investasi saham mereka.

Rasio PEG digunakan para investor untuk mengukur nilai saham berdasarkan jumlah pendapatan saat ini. Dengan menghitung rasio PEG, investor juga bisa memiliki gambaran tentang nilai aktual saham yang dimilikinya dan potensi nilainya ke depan. Dengan begitu, investor bisa membuat keputusan yang lebih baik untuk melanjutkan investasinya.

Yang jadi pertanyaanya sekarang, bagaimana cara menghitung Price Earning Growth Ratio?

Komponen Formula dalam Price Earning Growth Ratio

Menghitung rasio PEG memang akan sangat berguna bagi investor. Dengan mengetahui rasio PEG, investor dapat menentukan langkah selanjutnya yang akan diambil. Sehingga investor bisa membuat keputusan yang tepat dalam membuat investasi yang lebih tepat sasaran. Tetapi menghitung rasio PEG bisa menjadi perkerjaan yang rumit, terutama buat yang tidak biasa melakukanya.

Namun sebenarnya menghitung rasio PEG tidak sesulit yang dibayangkan. Begitu tahu komponen kuncinya, maka akan lebih mudah untuk menghitung Price Earning Growth Ratio. Investor bisa menghitung rasio PEG dengan cara mengambil harga saham saat ini lalu membaginya dengan laba per saham. Angka yang didapat bisa digunakan investor untuk membandingkan nilai relatif suatu saham terhadap saham lainnya.

Dengan mengetahui rasio PEG, investor juga bisa mengetahui apakah pasar akan menetapkan harga lebih tinggi atau lebih rendah ke depannya. Harga saham ke depan ini dikaitkan dengan pendapatan saham saat itu. Investor bisa memperkirakan nilai sahamnya. Ini bisa sangat berguna bagi pemilik perusahaan maupun pemilik saham perorangan.

Selain dua komponen di atas, ada juga komponen lainnya yang tak kalah penting dalam perhitungan rasio PEG, yaitu pertumbuhan pendapatan. Ini mengacu pada persentase perubahan pendapatan dari satu periode ke periode waktu lainnya.

Rumus Menghitung Rasio PEG

Menghitung rasio PEG akan lebih membantu investor dibandingkan dengan hanya menghitung rasio harga terhadap pendapatan saja. Rasio harga terhadap pendapatan adalah untuk masa kini. Sementara rasio PEG cenderung melihat ke masa depan dan melihat peluang yang baik ke depan.

Cara menghitung rasio PEG adalah dengan menghitung rasio harga terhadap pendapatan terlebih dahulu. Lalu hasilnya dibagi dengan pertumbuhan harga aktual maupun perkiraan. Jika dirumuskan, maka mendapatkan hasil:

Rasio PEG = Rasio Harga Terhadap Pendapatan : Pertumbuhan Pendapatan (Aktual maupun Perkiraan).

Contoh Perhitungan Rasio PEG

Untuk lebih mudah dalam menghitung rasio PEG, mari kita buat permisalan. Misalnya perusahaan A mempunyai saham dengan rasio harga terhadap pendapatan 2. Perkiraan pertumbuhan pendapatan perusahaan di tahun depan adalah sebesar 10%. Maka untuk menghitung rasio PEG saham perusahaan tersebut adalah:

Rasio PEG perusahaan A = 2 : 10%, sama dengan 20

Maka rasio PEG perusahaan A adalah 20. Nilai 20 ini termasuk sangat tinggi. Menandakan bahwa saham perusahaan A dinilai terlalu tinggi. Semakin tinggi nilai rasio PEG, maka saham tersebut dinilai terlalu rendah berdasarkan perkiraan nilainya di masa depan. Sebaliknya, semakin rendah angka rasio PEG maka semakin besar pasar menilai saham tersebut.

Bagaimana Cara Rasio PEG Bekerja

Apakah rasio PEG yang tinggi artinya baik? Rasio PEG rendah artinya buruk untuk berinvestasi? Investor harus paham betul bahwa semakin rendah nilai rasio PEG justru lebih baik bagi nilai saham tersebut. Saham dengan rasio PEG yang tinggi dianggap overvalued dan bukan merupakan investasi yang baik.

Perusahaan atau saham yang diperkirakan memiliki angka pertumbuhan yang baik seharusnya menghasilkan angka rasio PEG yang lebih rendah. Nilai rasio PEG yang rendah menunjukkan bahwa saham tersebut masih merupakan bentuk investasi yang baik. Sebaliknya, perusahaan atau saham yang memiliki perkiraan pertumbuhan pendapatan rendah, akan menghasilkan rasio PEG tinggi.

Berapa Hasil Rasio PEG yang Baik?

Sebenarnya batas rasio PEG dapat dianggap baik atau sebaliknya berbeda-beda dari satu industri ke industri lainnya. Tetapi untuk praktisnya, investor bisa menggunakan aturan bahwa rasio PEG di bawah 1 adalah angka yang optimal. Rasio PEG 1 dan di bawahnya menandakan saham atau perusahaan tersebut memiliki nilai pertumbuhan pendapatan yang bisa diantisipasi di masa depan.

Ketika rasio PEG melebihi angka 1, maka menunjukkan bahwa pasar mengharapkan pertumbuhan yang lebih dari saham atau perusahaan tersebut. Penyebab lainnya adalah adanya peningkatan permintaan untuk suatu saham yang menyebabkan nilainya jadi terlalu tinggi.

Sebaliknya, rasio PEG kurang dari 1 menunjukkan bahwa para analis saham telah menetapkan perkiraan terhadap pertumbuhan saham tersebut. Karena itu, nilai kurang dari 1 dianggap lebih stabil dalam rasio PEG.

Rasio PEG yang Disesuaikan Dividen

Cara penghitungan rasio PEG di atas adalah cara yang sederhana. Cara tersebut cocok diaplikasikan pada perusahaan yang tidak menawarkan dividen. Tetapi banyak juga saham yang memilki dividen, terutama perusahaan besar dan saham blue chip. Karena itu, cara perhitungan rasio PEG pun menjadi berbeda.

Untuk saham yang menawarkan dividen, investor harus menghitung dengan beberapa penyesuaian. Caranya agak berbeda dari menghitung rasio PEG standar. Caranya adalah dengan menambahkan perkiraan pertumbuhan pendapatan dengan hasil dividen. Lalu membagi rasio harga terhadap pendapatan dengan angka tadi. Atau jika dirumuskan, akan jadi seperti ini:

Rasio PEG dengan Dividen = rasio harga terhadap pendapatan : (perkiraan pertumbuhan pendapatan + hasil dividen).

Menginterpretasi Hasil Perhitungan Rasio Harga Terhadap Pendapatan dan Rasio PEG

Lalu apa bedanya menghitung rasio harga terhadap pendapatan saja dan menghitung rasio PEG? Ternyata hasil yang didapat bisa membuat investor membuat keputusan yang berbeda. Saham dengan rasio harga terhadap pendapatan yang tinggi akan dianggap overvalued dan bukan pilihan saham yang baik.

Tetapi jika dihitung rasio PEG-nya, angka yang dihasilkan bisa lebih rendah. Ini artinya, saham tersebut masih memiliki perkiraan pertumbuhan nilai yang baik. Sebenarnya investor masih bisa berinvestasi pada saham tersebut. Sebaliknya, rasio harga terhadap pendapatan yang sangat rendah sebenarnya bisa menghasilkan rasio PEG yang lebih tinggi. Dengan begitu, investor harus terus membeli saham.

Keterbatasan dalam Perhitungan Rasio PEG

Hal yang paling bahaya dalam menggunakan rasio PEG adalah mencari saham bernilai murah dan bersikap terlalu optimis saat membelinya. Dalam rasio PEG ada perkiraan pertumbuhan harga atau nilai. Yang perlu diingat adalah perkiraan hanya sekadar perkiraan saja. Artinya belum tentu angka perkiraan itu 100% akurat.

Angka yang digunakan untuk perkiraan pertumbuhan nilai adalah angka yang paling konservatif. Ini dilakukan untuk menghindari kelebihan pembelian untuk saham. Apalagi jika saham tersebut ternyata pertumbuhannya tidak memenuhi ekspektasi awal. Jika terlalu percaya pada jumlah perkiraan pertumbuhan di masa depan, saham yang seharusnya bernilai rendah bisa tampak seperti saham bernilai besar yang sangat sayang untuk dilewatkan.

Saat kebanyakan investor terlalu optimistis terhadap perkiraan pertumbuhan, ini akan menciptakan gelembung pasar saham. Hal ini pernah terjadi di tahun 2000 dengan gelembung saham “dot com”. Hal yang sama juga terjadi lagi di tahun 2008 dengan gelembung pasar perumahan. Kemudian investor menyadari bahwa optimisme mereka yang berlebihan membuat harga saham naik terlalu tinggi. Akibatnya, gelembung-gelembung tersebut pecah dan harga saham pun jatuh secara tiba-tiba.

Seperti pada hasil analisis apa pun, hasil yang didapat bisa berbeda-beda tergantung dari data dan variabel yang digunakan. Seorang analis bisa menghitung rasio PEG dengan menggunakan tingkat pertumbuhan rata-rata. Sementara analis lainnya menghitung rasio PEG saham yang sama dengan menggunakan perkiraan perusahaan. Akhirnya hasil yang didapat pun berbeda.

Risiko Menggunakan Rasio PEG

Mengetahui nilai rasio PEG bisa membantu para investor untuk mengambil langkah di masa depan. Tetapi pada umumnya rasio PEG hanya bisa berlaku untuk jangka pendek saja. Tepatnya sekitar 1 sampai 3 tahun. Nilai pertumbuhan saham atau perusahaan bisa sangat tinggi dalam 1 sampai 2 tahun. Tetapi tidak disarankan juga berinvestasi dengan jumlah yang berlebihan, karena dalam jangka panjang belum tentu pertumbuhannya tetap sama besar.

Selain itu, masih ada faktor penting lainnya untuk menilai sebuah saham atau perusahaan. Ini adalah cash flow atau arus kas perusahaan. Arus kas perusahaan bisa berbeda dari waktu ke waktu. Jadi menghitung rasio PEG itu penting, tapi harus diingat bahwa ada faktor lain yang menentukan nilai suatu saham atau perusahaan.

Apakah Perhitungan Rasio PGE Masih Berguna di Pasar Saham Modern?

Angka yang didapat dari perhitungan rasio harga terhadap pendapatan dan rasio PEG ternyata tidak bisa sepenuhnya dijadikan dasar dalam berinvestasi. Baik oleh investor perorangan maupun perusahaan. Lalu apakah menghitung rasio PEG masih relevan digunakan dalam memperkirakan pasar saham di masa kini? Jawabannya, menghitung kedua rasio ini masih relevan.

Secara umum, perusahaan tahu betul bahwa para investor juga memperhatikan rasio harga terhadap pendapatan dan rasio PEG. Karena itu, perusahaan akan berusaha sebaik mungkin untuk mengatur kedua rasio tersebut agar berada di angka yang baik. Meskipun bukan menjadi tolak ukur utama, perhitungan kedua rasio tersebut masih sangat relevan.

Hal Lain yang Harus Diperhatikan Investor Selain Rasio PEG

Komponen utama dari rasio PEG adalah pendapatan perusahaan dan berapa nilai pasar sahamnya. Penghasilan menjadi sangat penting untuk menunjukkan prospek di masa depan. Tapi tak hanya itu saja. Ada banyak faktor lain yang juga penting dalam menilai sebuah perusahaan. Beberapa di antaranya adalah brand perusahaan itu sendiri, sumber daya manusianya, ekspektasi pasar, alur keluar masuk kas, dan dampak perusahaan terhadap pesaing di bidang yang sama.

Beberapa hal di atas dapat mempengaruhi pertumbuhan pendapatan perusahaan. Pada akhirnya ini akan mempengaruhi nilai sahamnya. Namun untuk melihat gambaran besarnya, investor perlu untuk menghitung rasio PEG. Karena hasil dari rasio PEG bisa menunjukkan nilai perusahaan atau saham di masa depan.

Tingkat pertumbuhan perusahaan yang didapat dari rasio PEG bisa jadi tidak sesuai dengan kenyataan. Tapi ini dapat memberi gambaran pada investor mengenai ekspektasi pasar akan saham tertentu. Untuk menentukan langkah investasi selanjutnya, tentu saja investor harus memperhatikan berbagai sisi. Perlu pengamatan lebih jauh, terutama jika investasi yang dilakukan nilainya sangat besar.

Kesimpulan

Pada dasarnya, tidak ada perhitungan atau analisa apa pun yang bisa dijadikan dasar sepenuhnya dalam investasi di pasar saham. Investor harus mengukur dari banyak sisi, tidak bisa dari satu sisi saja lalu langsung memutuskan untuk berinvestasi atau tidak.

Menghitung rasio PEG adalah salah satu sisi yang sangat penting untuk diperhatikan. Karena itu, penting bagi investor dan perusahaan untuk tetap mengetahui cara menghitung rasio harga terhadap pendapatan dan rasio PEG.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu price earning growth ratio atau rasio PEG,semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Resiko Investasi di Bidang Properti
Apa itu Capital Loss? Definisi Capital Loss
Apa Itu Hedging?
Apa itu Bandar Saham? Definisi Bandar Saham
Tempat Investasi Emas Aman dan Terpercaya
Macam-macam Saham dan Perbedaannya
Ciri-ciri Investasi Money Games dan Cara Menghindarinya!
Keuntungan dan Cara Berinvestasi Pada Surat Utang Negara (SUN)
Apa itu Brent Crude Oil?
Investasi Bodong? Laporkan ke Satgas Waspada Investasi!


Bagikan Ke Teman Anda