Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa itu Rekonsiliasi Bank? Definisi Rekonsiliasi Bank

Dalam dunia akuntansi dan perbankan, ada yang disebut dengan rekonsiliasi bank. Tentu saja banyak yang belum paham dengan istilah tersebut. Dalam artikel ini akan dijelaskan tentang definisi rekonsiliasi bank, apa tujuannya, dan bagaimana rekonsiliasi bank bisa dilaksanakan.

Gambaran Umum Rekonsiliasi Bank

Sebelum menuju definisi dari rekonsiliasi bank, perlu dipahami gambaran umum tentang pelaksanaan rekonsiliasi bank agar lebih mudah dimengerti. Rekonsiliasi bank adalah sebuah metode yang digunakan oleh perusahaan untuk mencatat keuangan.

Setiap perusahaan pasti memiliki akun di bank untuk menyimpan uang mereka. Jumlah uang tunai yang disimpan di perusahaan umumnya hanya kas kecil (petty cash) saja. Pembukaan rekening perusahaan di bank bertujuan untuk mengendalikan kas perusahaan.

Meski demikian, perusahaan harus memiliki catatan sendiri mengenai dana yang keluar atau masuk, tidak sepenuhnya bergantung pada catatan dari bank. Namun demikian, sering ditemukan selisih antara catatan perusahaan dengan bank, karena adanya biaya-biaya yang tidak diperhitungkan. Misalnya biaya administrasi bank, pembagian bunga, dan lain-lain.

Disinilah peran rekonsiliasi bank, yaitu sebagai metode pencatatan untuk menyesuaikan saldo di akun bank dengan saldo yang ada di pembukuan perusahaan.

Definisi Rekonsiliasi Bank

Rekonsiliasi bank adalah sebuah metode yang digunakan untuk menyesuaikan catatan pada bank dan buku kas perusahaan. Dengan menggunakan rekonsiliasi bank, perusahaan dapat merinci perbedaan antara catatan transaksi dari bank dengan catatan yang mereka miliki.

Menurut buku Dasar-Dasar Akuntansi oleh Haryono Jusup tahun 2005, rekonsiliasi bank adalah proses untuk mengetahui sebab-sebab terjadinya perbedaan antara catatan perusahaan dengan laporan bank dan menentukan jumlah saldo rekening giro yang sesungguhnya pada suatu saat tertentu.

Pentingnya Rekonsiliasi Bank

Setiap perusahaan harus melaksakanan rekonsiliasi bank agar tidak mengalami kerugian karena pencatatan uang yang tidak sama antara kas dengan pihak bank. Metode ini sangat dibutuhkan terutama dalam situasi-situasi tertentu seperti pemotongan biaya yang dilakukan oleh bank untuk pelayanan nasabah. Misalnya pembuatan cek, biaya administrasi bulanan, dan lain-lain yang biasanya tidak dicatat oleh bagian keuangan.

Manfaat lain dari rekonsiliasi bank adalah menemukan kesalahan (jika ada) dalam pencatatan arus transaksi, baik itu kesalahan dari bank atau dari nasabah sendiri. Hal ini bisa diketahui dari jumlah saldo akhir yang tidak sesuai setelah disesuaikan dengan biaya administrasi bank.

Saldo akhir yang tidak sama antara catatan kas perusahaan dengan rekening bank juga bisa disebabkan oleh cek yang dikeluarkan oleh perusahaan, namun belum dicairkan di bank sampai berganti bulan. Semua ketidakcocokan yang ada bisa diselesaikan melalui metode rekonsiliasi bank.

Tujuan Rekonsiliasi Bank

Metode rekonsiliasi bank terbukti sangat bermanfaat, baik itu bagi pihak bank maupun pihak perusahaan sendiri. Tujuan dari dilakukannya rekonsiliasi bank oleh perusahaan adalah sebagai berikut:

  • Mencegah adanya transaksi fiktif, baik itu oleh pihak bank maupun perusahaan yang bisa merugikan keduanya.
  • Memastikan bahwa kas perusahaan telah disetorkan ke bank.
  • Mengoreksi kesalahan pada pencatatan transaksi oleh pihak perusahaan atau pihak bank.
  • Mengetahui jumlah pengeluaran dan penerimaan yang belum tercatat di kas perusahaan.

Pelaksanaan Rekonsiliasi Bank

Dalam sebuah perusahaan, rekonsiliasi bank dilakukan oleh akuntan pada bagian keuangan. Rekonsiliasi bank dapat dilaksanakan melalui beberapa tahapan berikut ini:

  1. Pembuatan Jurnal Penyesuaian

Pada akhir bulan sebelum catatan transaksi dari rekening koran dikeluarkan oleh bank, pihak perusahaan terlebih dahulu membuat jurnal penyesuaian. Dalam jurnal tersebut, transaksi yang sifatnya administratif seperti pajak bunga, pendapatan bunga, dan biaya adminitrasi bank lainnya.

  1. Membandingkan Saldo Pada Kas dengan Rekening Bank

Setiap bulan, biasanya bank mengeluarkan rekening koran atau bank statement yang berisi rangkuman catatan pada bulan sebelumnya. Bandingkan saldo yang ada pada kedua catatan tersebut, karena hampir past ditemukan selisih antara keduanya.

Selisih tersebut tidak selalu disebabkan oleh kesalahan bank atau perusahaan, namun karena adanya transaksi yang belum dicatat seperti deposit in transit (catatan dalam perjalanan), ceka yang belum dicaikan, atau cek kosong.

  1. Jadikan Catatan Bank Sebagai Acuan

Catatan transaksi yang dikeluarkan oleh bank memang bisa mengalami kesalahan, namun dapat dijadikan patokan untuk melihat adanya selisih pada catatan kas. Semua transaksi yang dicatat oleh perusahaan dilakukan secara otomatis dan lebih terperinci, termasuk biaya-biaya tambahan seperti administrasi, bunga, dan lain-lain.

  1. Telusuri Transaksi dalam Perjalanan

Deposit on transit atau transaksi yang masih dalam perjalanan sering menjadi penyebab selisih pada catatan kas perusahaan dan bank. Hal ini mungkin terjadi apabila setoran perusahaan pada bank di akhir bulan baru diterima oleh bank pada bulan berikutnya, sehingga tidak tercantum pada rekening koran yang dikirimkan oleh perusahaan.

Contohnya, PT ABC menyetorkan uang pada bank di tanggal 30, hari terakhir di bulan tersebut. Pada kas perusahaan, uang tersebut sudah dicatat sementara bank baru menerimanya keesokan hari. Artinya, pihak bank mencatat transaksi ini pada bulan berikutnya, sementara perusahaan mencatatnya sebagai transaksi bulan ini.

  1. Telusuri Selisihnya dan Cek Ulang Melalui Lembar Kerja

Buat lembar kerja khusus rekonsiliasi bank setelah ditemukan selisih pada rekening koran dengan catatan kas perusahaan. Kemudian, telusuri dan lakukan pengecekan ulang untuk mengetahui apa yang menyebabkan selisih tersebut.

Apabila setelah dilakukan penyesuaian masih ditemukan selisih, maka kemungkinan ada kesalahan dalam pemasukan angka yang dilakukan pihak bank atau perusahaan. Namun jika selisih yang ditemukan lebih dari Rp 1 juta, maka kemungkinan ada transaksi yang belum dicatat atau tercatat dua kali.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu rekonsiliasi bank? definisi rekonsiliasi bank, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Apa itu Utang Beban?
Apa itu Grace Period? Definisi Grace Period
Apa Itu Bridge Loan? Definisi Bridge Loan?
Definisi Polis Asuransi
Cara Menghitung Weighted Average Cost
10 Alasan Mengapa Usaha Kecil Butuh Akuntan
Apa Itu Depresiasi? Definisi Depresiasi
Apa itu Crowdsourcing? Definisi Crowdsourcing
Apa itu Aktiva? Definisi Aktiva
Apa itu Premium Pricing? Definisi Premium Pricing


Bagikan Ke Teman Anda