Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa itu Revenue Per Employee?

Karyawan memiliki peran penting dalam perkembangan dan kemajuan suatu perusahaan. Tanpa karyawan, perusahaan tidak akan dapat melakukan kegiatan produksi. Demikian pula sebaliknya, tanpa perusahaan yang mempekerjakannya, karyawan juga tidak akan dapat menyalurkan ilmu dan keterampilannya serta memperoleh pendapatan.

Dalam hubungan kerja, karyawan merupakan mitra sekaligus aset bagi perusahaan. Karyawan yang berkompeten dengan keterampilan dan keahlian kerja yang mumpuni di bidangnya tentu akan dapat menunjang produktivitas dan kinerja yang unggul. Hal ini tentu saja menguntungkan perusahaan.

Bicara tentang keuntungan, perusahaan dituntut untuk mampu memanfaatkan sumber daya yang ada, termasuk karyawan secara optimal guna mencapai tingkat keuntungan yang maksimal. Berkenaan dengan hal tersebut, perusahaan dapat mengukur seberapa besar pendapatan yang dihasilkan setiap karyawan untuk perusahaan.

Apa itu pendapatan per karyawan?

Pendapatan per karyawan (revenue per employee) adalah total pendapatan yang diperoleh perusahaan dalam satu tahun dibagi dengan jumlah karyawan saat ini. Pendapatan per karyawan merupakan rasio yang mengukur jumlah uang yang dihasilkan oleh setiap karyawan untuk perusahaan. Rasio ini bermanfaat ketika perusahaan ingin melacak perubahan histori dalam rasio internal perusahaan, dan membandingkannya dengan perusahaan lain dalam industri yang sama.

Setiap perusahaan pasti menginginkan agar rasio pendapatan per karyawan dapat tercapai setinggi mungkin. Sebab, semakin tinggi rasio pendapatan per karyawan menunjukkan bahwa produktivitas yang dicapai perusahaan semakin besar, sehingga keuntungan yang diperoleh perusahaan pun semakin besar.

Tinggi rendahnya rasio pendapatan per karyawan dipengaruhi oleh ukuran atau skala perusahaan. Perusahaan yang berskala kecil dan menengah cenderung memiliki rasio pendapatan per karyawan yang lebih rendah dibandingkan dengan perusahaan berskala besar dan sudah mapan. Hal ini disebabkan oleh penerapan manajemen pada perusahaan berskala besar yang lebih terstruktur dan solid, sehingga lebih berhasil dalam memanfaatkan sumber daya manusia.

Sayangnya, rasio pendapatan per karyawan ini sering kali dihadapkan pada permasalahan terkait dengan pergantian karyawan dan usia perusahaan. Tingkat pergantian karyawan yang tinggi di suatu perusahaan jelas akan mempengaruhi rasio pendapatan per karyawan.

Pentingnya pendapatan per karyawan

Dalam anggaran perusahaan, gaji dan tunjangan karyawan merupakan pos pengeluaran yang terbesar. Namun harus diakui pula bahwa karyawan memiliki peran penting dalam mendorong kesuksesan bisnis perusahaan. Oleh sebab itu, tak heran jika perusahaan menginginkan rasio pendapatan per karyawan yang tinggi agar bisa mengimbangi biaya yang dikeluarkan untuk kepentingan karyawan. Rasio pendapatan per karyawan yang tinggi mencerminkan produktivitas dan efisiensi perusahaan yang semakin baik.

Kesuksesan suatu perusahaan umumnya dinilai dari rasio-rasio keuangan yang menunjukkan kesehatan perusahaan secara finansial, seperti rasio likuiditas, profitabilitas, solvabilitas, dan lainnya. Padahal tidak hanya itu saja, rasio pendapatan per karyawan pun penting untuk diperhatikan guna menganalisis kemampuan perusahaan dalam mengelola dan memberdayakan karyawan untuk menghasilkan keuntungan bagi perusahaan.

Rasio pendapatan per karyawan digunakan untuk menganalisis produktivitas dan efisiensi perusahaan secara internal. Meski demikian, rasio ini pun bisa digunakan untuk membandingkan dengan perusahaan lain dalam industri yang sejenis. Sebab, setiap perusahaan memiliki struktur biaya yang berbeda, sehingga harus menjadi pertimbangan ketika membandingkan satu sama lain.

Faktor yang mempengaruhi pendapatan per karyawan

Permintaan terhadap tenaga kerja pada satu industri ke industri lainnya berbeda-beda. Tak heran apabila masing-masing perusahaan di setiap industri memiliki rasio pendapatan per karyawan yang berbeda-beda pula. Komparasi terhadap rasio pendapatan per karyawan cenderung lebih akurat jika dilakukan pada perusahaan dalam industri sejenis, terutama pada perusahaan yang menjadi pesaingnya langsung. Jika komparasi rasio pendapatan per karyawan dilakukan pada perusahaan di industri yang berbeda, tentu akan memiliki nilai yang tidak sebanding.

Sebagai contoh perbankan tradisional yang mengharuskan karyawan mengelola alokasi fisik dan menjawab pertanyaan pelanggan. Hal ini akan berbeda dengan perbankan online, yang menjalankan bisnis dengan berbasis internet dan tidak perlu mengatur lokasi fisik dengan karyawan. Apabila seorang bankir yang ingin membandingkan rasio pendapatan per karyawan perusahaannya, harus mencari lembaga perbankan yang sejenis.

Secara umum perusahaan-perusahaan dengan jumlah karyawan banyak cenderung memiliki rasio pendapatan per karyawan yang lebih rendah dibandingkan dengan perusahaan yang hanya mempekerjakan lebih sedikit karyawan. Hal ini disebabkan jumlah pembagi pendapatan yang diperoleh dalam satu tahun lebih banyak.

Pada prinsipnya, tinggi rendahnya rasio pendapatan per karyawan dipengaruhi oleh dua faktor sebagai berikut.

  • Tingkat perputaran karyawan

Semakin tinggi tingkat perputaran karyawan dapat mempengaruhi rasio pendapatan per karyawan yang menjadi rendah. Perputaran karyawan mengacu pada persentase total tenaga kerja yang keluar dari perusahaan secara sukarela atau keinginan sendiri, dipecat, dan diganti setiap tahunnya. Perlu dipahami bahwa perputaran karyawan ini tidak mencakup pengurangan karyawan akibat PHK karena perampingan dan pekerja yang pensiun.

Perputaran karyawan yang tinggi diakui atau tidak, akan dapat merugikan perusahaan itu sendiri. Sebab, perusahaan harus melakukan rekrutmen karyawan, di mana dalam proses tersebut perusahaan harus mewawancarai, melatih, dan menempatkan pekerja baru. Selama proses orientasi atau penjajakan oleh karyawan baru ini, perusahaan sering kali menjadi kurang produktif, karena karyawan yang sudah ada atau lebih senior harus membimbing karyawan baru dan berbagi sebagian beban kerja, agar karyawan baru dapat lebih mudah dan cepat beradaptasi dengan bidang kerja perusahaan.

  • Usia perusahaan

Usia perusahaan mengacu pada lamanya operasional perusahaan telah berjalan. Faktor ini turut mempengaruhi pendapatan per karyawan. Perusahaan yang baru dirintis cenderung memiliki pendapatan yang relatif lebih rendah, jika dibandingkan dengan perusahaan yang telah mapan.

Perusahaan yang sedang berkembang perlu lebih aktif dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya manusianya agar lebih efektif, produktif, dan efisien. Jika langkah tersebut berhasil, maka akan tercermin dari rasio pendapatan per karyawan yang semakin meningkat. Secara lebih lanjut, peningkatan efisiensi dalam mengelola pendapatan per karyawan harus diarahkan pada peningkatan margin dam profitabilitas perusahaan.

Keuntungan dan kerugian pendapatan per karyawan

Pendapatan per karyawan digunakan untuk mengukur seberapa banyak pendapatan yang mampu dihasilkan oleh setiap karyawan untuk perusahaan dalam satu tahun. Rasio ini pun mengukur produktivitas dan efisiensi perusahaan. Ada keuntungan sekaligus kerugian dari pendapatan per karyawan ini. Adapun keuntungannya sebagai berikut.

  • Rasio pendapatan per karyawan membantu perusahaan dalam menilai efisiensi operasional perusahaan, dan perencanaan perbaikan lebih lanjut.
  • Rasio pendapatan per karyawan membantu dalam menentukan gaji dan tunjangan karyawan, sehingga setiap karyawan dapat semakin termotivasi untuk memberikan kontribusi positif bagi keuntungan perusahaan.

Di balik keuntungan pendapatan per karyawan tersebut, terselip pula kerugian yang mungkin ditanggung oleh perusahaan, yaitu:

  • Ukuran pendapatan per karyawan bisa jadi menyesatkan apabila perusahaan memiliki tingkat perputaran karyawan yang tinggi selama satu tahun atau periode berjalan.
  • Ukuran pendapatan per karyawan dapat digunakan untuk membandingkan rekan dengan perusahaan yang bekerja dengan model bisnis serupa dan dalam industri yang sama.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu revenue per employee, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Untung Rugi Universal Basic Income (Pendapatan Dasar Universal)
Apa Beda Revenue dan Income?
Pengusaha vs Karyawan, Mana Yang Lebih Menjanjikan Masa Depan?
Tips Mengelola Keuangan Bagi Para Pekerja Freelancer dengan Pendapatan yang Tidak Menentu
7 Tips Kredit Mobil bagi Karyawan Gaji Pas-Pasan
Apa Itu Net Income?
Apa Itu Pendapatan Nasional dan Cara Menghitungnya
Modus Karyawan untuk Mencuri Uang Perusahaan
Perbedaan Pola Pikir Enterpreneur Vs Salary Man (Pengusaha vs Karyawan)
Apa itu Universal Basic Income?


Bagikan Ke Teman Anda