Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Bagaimana Cara Pemerintah Untuk Mengurangi Pengangguran di Negaranya?

Bertambahnya angka pengangguran di sebuah negara bisa berakibat buruk bagi perkembangan ekonomi dan negara secara keseluruhan apabila terus dibiarkan. Karena itu, banyaknya pengangguran di suatu negara tak jarang menjadi masalah yang serius. Pada dasarnya, tidak ada negara yang menginginkan warganya menjadi pengangguran.

Namun sayangnya di beberapa negara, melonjaknya angka pengangguran terjadi tanpa bisa dihindari. Pemerintah tentu berusaha untuk menekan jumlah pengangguran dengan berbagai cara. Walaupun tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan waktu dan usaha yang kinsisten untuk mengatasi masalah ini.

Penyebab Meningkatnya Angka Pengangguran

Pandemi Covid-19 sangat terasa dampaknya dalam berbagai bidang kehidupan. Bidang ekonomi salah satu yang paling terpukul. Jutaan pekerja mengalami pemutusan kerja. Dengan kondisi semacam ini, mencari pekerjaan baru jelas sangat sulit. Dampaknya, sudah pasti pengangguran bakal bertambah banyak.

Selain kondisi semacam ini, ada beberapa hal yang bisa menyebabkan meningkatnya jumlah pengangguran di suatu negara. Di antaranya adalah:

  • Lapangan kerja yang lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah tenaga kerja.
  • Meningkatnya teknologi yang digunakan suatu perusahaan, sehingga sumber daya manusia yang dibutuhkan semakin berkurang.
  • Maraknya persaingan pasar global.
  • Tingkat pendidikan yang kurang untuk jenis pekerjaan yang dibutuhkan.
  • Pencari kerja tidak memiliki skill atau kemampuan yang dibutuhkan penyedia kerja.
  • Pencari kerja memiliki ekspektasi yang terlalu tinggi akan pekerjaan, sehingga urung mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keinginannya.
  • Permintaan dan penawaran upah yang tidak seimbang.
  • Tingkat kemiskinan yang tinggi sehingga penduduknya tidak bisa mencapai pendidikan yang tinggi.
  • Kualitas sumber daya manusia yang masih sangat rendah.

Jadi, anggapan bahwa seorang pengangguran berarti mereka tidak memiliki pendidikan yang tinggi, tidak sepenuhnya benar. Seorang lulusan universitas terkemuka dengan nilai yang memuaskan pun bisa menjadi pengangguran.

Kurangnya lapangan pekerjaan atau justru ekspektasi pencari kerja yang terlalu tinggi bisa menjadi penyebab seseorang yang berpendidikan tinggi menganggur.

Jenis-Jenis Pengangguran

Pengangguran dapat dibedakan berdasarkan penyebab dan lamanya waktu bekerja. Detilnya adalah sebagai berikut:

1. Pengangguran Berdasarkan Penyebabnya

  • Technology Unemployment, adalah jenis pengangguran yang disebabkan karena teknologi yang semakin maju. Hal ini menyebabkan Sumber Daya Manusia tidak lagi banyak dibutuhkan karena tergantikan oleh tenaga mesin.
  • Frictional Unemployment, jenis pengangguran ini diakibatkan karena pemberi kerja dan pencari kerja tidak dapat dipertemukan.
  • Structural Unemployment, jenis pengangguran diakibatkan arena perubahan struktur ekonomi di suatu wilayah.
  • Cyclical Unemployment, jenis pengangguran ini terjadi karena terjadinya naik dan turun kondisi ekonomi di suatu negara.

2. Pengangguran Berdasarkan Lamanya Waktu Kerja

  • Seasonal Unemployment, jenis pengangguran ini dikarenakan seseorang tidak bisa melakukan pekerjaan karena adanya pergantian musim. Misalnya petani padi yang hanya bekerja di musim panen saja. Setelah itu, petani padi cenderung menganggur. Tapi banyak juga yang berusaha mencari mata pencaharian lainnya.
  • Disguised Unemployment, jenis pengangguran ini tidak bisa melakukan pekerjaannya dengan baik karena alasan tertentu.
  • Open Unemployment, jenis pengangguran ini adalah seseorang yang usianya termasuk dalam usia aktif, yaitu sekitar 25-60 tahun, tetapi tidak memiliki pekerjaan sama sekali.
  • Under Unemployment, jenis pengangguran yang bekerja kurang dari 35 jam dalam seminggu. Hal ini bisa disebabkan karena tidk adanya pekerjaan yang cukup. Sehingga tenaga kerja tidak bisa bekerja secara maksimal.

Dampak Meningkatnya Jumlah Pengangguran Bagi Sebuah Negara

Angka pengangguran yang tidak terlalu banyak tentu bukan merupakan masalah besar dan bisa dengan mudah diatasi. Namun, jika angka pengangguran meningkat dengan drastis, tentu saja dapat memberi dampak negatif pada suatu negara. Antara lain adalah:

  • Berkurangnya pertumbuhan ekonomi suatu negara.
  • Menurunnya aktivitas perekonomian, karena jumlah pengangguran yang meningkat tentu daya beli masyarakat menjadi berkurang. Karena itu aktivitas perekonomian seperti jual beli pun akan berkurang.
  • Berkurangnya pendapatan per kapita sebuah negara.
  • Tingkat keterampilan tenaga kerja akan semakin berkurang, seiring dengan lamanya waktu menganggur seseorang.
  • Biaya sosial yang dibebankan pada masyarakat semakin bertambah. Contohnya adalah biaya pengobatan, dan lain-lain.
  • Bertambahnya jumlah pengamen atau pengemis di jalanan yang bisa menimbulkan ketidaknyamanan pengguna jalan lainnya. Ini juga menyebabkan imej yang kurang baik di mata mancanegara.
  • Meningkatnya angka kriminalitas jika dibiarkan terlalu lama. Bagaimanapun, seseorang akan berusaha mendapatkan uang. Apalagi jika mereka memiliki tanggungan harus membiayai keluarga. Ini bisa menyebabkan seseorang berpikir irasional dan melakukan segala cara, termasuk tindak kriminal, untuk mendapatkan uang.

Kebijakan untuk Menanggulangi Pengangguran

Apakah pemerintah bisa menekan jumlah pengangguran di negaranya? Tentu saja bisa jika benar-benar diusahakan dengan sempurna. Salah satu caranya adalah dengan memberlakukan dua kebijakan, yakni kebijakan fiskal dan moneter.

1. Kebijakan Fiskal

Ini adalah kebijakan untuk mengarahkan kondisi ekonomi suatu negara melalui pendapatan dan pengeluaran pemerintah yang didapat dari pajak. Dengan memberlakukan kebijakan ini, maka pemerintah bermaksud mengontrol kondisi ekonomi menuju keadaan yang mereka inginkan.

Jika memberlakukan kebijakan fiskal, pemerintah bisa mempengaruhi pendapatan nasional, tinggi maupun rendahnya investasi negara, distribusi penghasilan nasional, dan juga kesempatan kerja.

Adapun tujuan diperlakukannya kebijakan fiskal antara lain adalah untuk:

  • Menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih kuas bagi rakyat.
  • Mencegah atau mengurangi angka pengangguran.
  • Menciptakan stabilitas ekonomi suatu negara.
  • Mencapai kestabilan harga dalam jangka panjang.
  • Mendorong lajunya investasi.
  • Mencapai keadilan distribusi pendapatan masyarakat.
  • Mewujudkan keadilan sosial, masyarakat yang tidak memiliki kerenggangan status ekonomi yang terlalu jauh.
  • Memacu pertumbuhan ekonomi sebuah negara.

Contoh nyata kebijakan fiskal yang dilakukan sebuah negara misalnya adalah dengan memberlakukan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Sebagai gantinya, pemerintah juga memberikan benefit untuk masyarakat yang memiliki NPWP. Contoh lainnya adalah dengan menaikkan jumlah dan jenis pajak yang harus dipenuhi oleh rakyat.

Untuk mengurangi pengangguran, pemerintah menggunakan pendapatan dari kebijakan fiskal untuk berbagai pembangunan. Pembangunan ini nantinya akan menciptakan peluang kerja baru sehingga mengurangi tingkat pengangguran.

2. Kebijakan Moneter

Kebijakan ini dilakukan pemerintah dengan cara mengatur ketersediaan uang di sebuah negara. Hal ini dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. Misalnya agar rakyat bisa lebih sejahtera, menahan inflasi, dan mencapai rakyat yang bisa bekerja penuh.

Dengan diberlakukannya kebijakan moneter dengan benar, sebuah negara bisa mendapat berbagai dampak positif. Misalnya harga barang yang stabil, pemerataan pembangunan, dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Kebijakan moneter pertama kali akan dilakukan oleh Bank Sentral. Dengan cara mengatur keseimbangan persediaan uang yang beredar dan persediaan barang. Hal ini akan menekan inflasi. Kemudian diharapkan tercapai kesempatan kerja penuh bagi para pencari kerja, distribusi barang pun akan lebih lancar.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan ketika pemerintah memberlakukan kebijakan moneter adalah:

  • Fasilitas Diskonto atau Diacount Rate, yaitu adalah memainkan tingkat bunga bank sentral pada bank umum untuk mengatur jumlah uang yang beredar. Terkadang bank umum bisa mengalami kekurangan uang. Karena itu, mereka akan meminjam ke bank sentral. Agar jumlah uang bertambah, pemerintah akan menurunkan tingkat bunga bank sentral. Sebaliknya, untuk mengurangi peredaran uang, pemerintah akan menaikkan tingkat bunga bank sentral.
  • Rasio Cadangan Wajib atau Reserve Requirement Ratio, yaitu adalah pengaturan jumlah uang yang beredar dengan cara memainkan jumlah dna cadangan perbankan yang harus disimpan. Jika ingin menambah jumlah uang yang beredar, pemerintah akan menurunkan rasio cadangan wajib. Sebaliknya, jika ingin mengurangi jumlah uang beredar, pemerintah akan menaikkan rasio cadangan wajib.
  • Operasi Pasar Terbuka atau Open Market Operation, yaitu adalah menjual atau membeli surat berharga pemerintah dengan tujuan mengendalikan jumlah uang yang beredar. Bila pemerintah akan menambah jumlah uang beredar, maka pemerintah akan membeli surat berharga pemerintah. Sebaliknya, jika ingin mengurangi jumlah uang yang beredar, pemerintah akan menjual surat berharga pemerintah. Contoh surat berharga pemerintah antara lain adalah Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI).
  • Imbauan Moral atau Miral Persuasion, tujuannya sama untuk mengatur jumlah uang yang beredar. Metode ini dilakukan dengan cara memberi umbauan kepada para pelaku ekonomi. Misalnya memberi imbauan kepada pihak perbankan penyedia kredit agar lebih berhati-hati dalam memberikan kredit. Tujuannya agar mengurangi jumlah yang yang beredar.

Kebijakan Lain untuk Menekan Angka Pengangguran

Selain dengan memberlakukan kebijakan fiskal dan moneter, pemerintah juga bisa melakukan cara lain untuk mencegah ataupun mengurangi angka pengangguran. Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain adalah:

1. Memperbanyak Proyek Magang Bagi Calon Tenaga Kerja

Di Indonesia, kegiatan magang belum terlalu populer. Namun dibandingkan di masa lalu, bekerja magang sudah cukup banyak dilakukan pada beberapa perusahaan. Melalui proyek magang, calon tenaga kerja bisa lebih awal mempelajari dunia kerja yang sesungguhnya. Dengan begitu, mereka pun bisa menambah dan mempelajari keahlian baru.

Dengan mengadakan proyek magang yang tepat, calon tenaga kerja bisa belajar lebih profesional dan menjadi tenaga kerja yang lebih berkualitas.

2. Meningkatkan Kualitas Tenaga Kerja

Kualitas tenaga kerja yang kurang bisa menjadi alasan banyaknya angka pengangguran di sebuah negara. Jenis pekerjaan yang ditawarkan tidak sesuai dengan kualitas yang dimiliki para pencari kerja. Karena itu, penting bagi tenaga kerja untuk meningkatkan kualitas mereka.

Latihan atau pengembangan profesionalisme tenaga kerja bisa menjadi jalan keluarnya. Selain itu, pendidikan yang meratajuga sangat berpengaruh. Baik pendidikan formal maupun informal. Pendidikan formal bisa didapat dari sekolah dan universitas.

Sementara itu, pendidikan informal bisa didapat dari kursus atau oelatihan tertentu. Sehingga tenaga kerja bisa menyesuaikam keterampilan atau bakat mereka dengan jenis pekerjaan yang diincar.

3. Menciptakan Lapangan Pekerjaan yang Luas Bagi Rakyat

Hal ini bisa dilakukan dengan 2 cara. Yang pertama adalah dengan mengembangkan industri padat karya. Contoh nyatanya adalah dengan cara mengembangkan industri melalui peningkatan modal asing dan dan modal dalam negeri. Cara yang kedua adalah menyelenggarakan proyek pekerjaan umum. Contoh nyatanya adalah proyek pembangunan jalan tol, yang merupakan pekerjaan umum.

Cara lain untuk memperluas kesempatan kerja adalah dengan mengirim tenaga kerja ke luar negeri. Tentunya hal ini harus dilakukan secara legal melalui Departemen Tenaga Kerja.

4. Meningkatkan Kesejahteraan Tenaga Kerja

Hal ini bisa dilakukan dengan cara memberikan asuransi kesehatan dan jaminan sosial, menjamin keselamatan kerja, dan memenuhi hak tenaga kerja. Selain itu, tentunya eprusahaan juga harus memenuhi Upah Minimum Regional (UMR).

5. Mengembangkan Sektor Informal

Pengembangan sektor informal dapat berperan penting dalam menekan angka pengangguran. Karena untuk bekerja di sektor informal, tidak diperlukan tingkat pendidikan yang tinggi. Sehingga di negara berkembang yang tingkat pendidikannya belum merata, hal ini bisa sangat membantu.

Pekerjaan di sektor informal sebenarnya sangat beragam. Misalnya petani, peternak, pedagang asongan, pedagang kaki lima, buruh harian, dan lain-lain.

6. Program Transmigrasi

Transmigrasi adalah program perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lainnya. Program ini bisa memeratakan kesempatan kerja. Wilayah yang berada di pelosok pun bisa lebih berkembang dengan adanya pendatang. Karena pendatang bisa mengembangkan usaha baru, sehingga penduduk asli pun bisa memiliki kesempatan kerja yang baru.

7. Peningkatan Investasi

Jika sebuah negara melakukan investasi, maka ini dapat mengembangkan jalannya bisnis di sebuah negara. Dengan demikian perekonomian pun akan terus berputar. Tenaga kerja akan terus dibutuhkan dengan banyaknya lapangan pekerjaan. Sehingga angka pengangguran pun dengan sendirinya akan berkurang.

Selain berbagai kebijakan dari pemerintah di atas, pengangguran juga bisa ditekan dengan peningkatan kualitas tenaga kerja secara mandiri. Untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja secara mandiri, bisa dilakukan dengan memanfaatkan berbagai pelatihan yang tersedia secara online.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang cara pemerintah untuk mengurangi pengangguran di negaranya, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Contoh Pengangguran Friksional Beserta Dengan Penyebabnya
10 Negara Penghasil Gandum Terbanyak Di Dunia
10 Negara yang Punya Senjata Api Terbanyak
10 Negara dengan Inflasi Terbesar di Dunia
10 Negara Paling Banyak Utang Luar Negeri
15 Negara Penghasil Ikan Terbesar di Dunia 
10 Alasan Sebuah Negara Memindahkan Ibu Kotanya
Negara Pengguna Rokok Terbesar di Dunia
10 Negara dengan Jumlah Billionare Terbanyak
10 Negara dengan PDB Tertinggi di Dunia, Indonesia Termasuk?


Bagikan Ke Teman Anda