Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Besar Pasak daripada Tiang, Berikut Ini Tanda-tandanya

Besar pasak daripada tiang, satu peribahasa yang kerap kali tidak sengaja diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ya, banyak sekali orang yang tidak menyadari bahwa ia telah mengeluarkan uangnya jauh lebih banyak daripada yang bisa ia dapatkan.  Inilah 11 tanda bila seseorang mengeluarkan uang jauh lebih besar daripada yang ia dapatkan

1. Banyak Barang yang Tidak Berguna

Hal ini biasanya terjadi pada perempuan. Cobalah untuk sesekali bersih-bersih kamar, serta membongkar isi kamar, baik isi lemari pakaian ataupun meja rias. Jika banyak ditemukan baju yang tidak berguna, atau yang jarang sekali dipakai, bahkan yang tidak suka namun tetap saja dibeli, sangat dimungkinkan seseorang ini telah melakukan besar pasak daripada tiang.

2. Sering Menerima Tawaran Pergi Shopping Bersama

Akan sangat mengasyikkan jika bisa melakukan sesuatu dengan ahlinya, termasuk shopping. Jika seseorang terlalu sering mendapat ajakan untuk shopping bersama, dapat dicurigai bahwa ia adalah orang yang memiliki pengeluaran yang membengkak. Sebagaimana quotes yang menyatakan ‘bisa karena biasa’, ahli belanja mengindikasikan bahwa seseorang tersebut adalah orang yang sering belanja. Sering belanja menyebabkan orang kehilangan banyak uang.

3. Tidak punya Tabungan

Tabungan merupakan salah satu hal yang dapat menjadi indikator apakah seseorang hidup cukup atau dalam kekurangan. Orang yang hidup berkecukupan cenderung memiliki tabungan, dan sebaliknya. Walaupun fakta ini merupakan salah satu fakta yang pahit bagi sebagian orang, namun hal ini benar adanya. Banyak orang yang menganggap bahwa menabung bukanlah suatu kebutuhan, sehingga tabungan tidak menjadi prioritas dan akan dilakukan jika hanya ada sisa uang. Jika tidak ada sisa uang, maka seseorang tidak akan menabung. Orang yang melakukan besar pasak daripada tiang memiliki satu ciri ini.

4. Terlalu Sering Menggunakan Kartu Kredit

Menggunakan kartu kredit merupakan suatu kemudahan yang terkadang menyesatkan. Kartu kredit membuat seseorang tidak menyadari berapa nonimal yang telah ia habiskan untuk berbelanja. Akibatnya, seseorang akan selalu merasa bahwa ia baru menghabiskan sedikit uang, sehingga dengan tanpa rasa bersalah akan melakukan transaksi lagi dan lagi. Hingga akhirnya, uang yang dikeluarkan bisa membludak hingga melebihi pendapatannya.

  1. Tidak Punya Budget

Punya budget adalah salah satu kemudahan dan suatu panduan seseorang untuk menentukan besarnya pengeluaran per kebutuhan. Tanpa adanya budget, seseorang cenderung untuk asal mengambil uang untuk membiayai suatu kebutuhannya. Akibatnya, seseorang cenderung mengambil uang yang berlebih untuk kebutuhan yang seharusnya tidak memakan banyak biaya. Untuk membantu mengatur budget, sudah banyak aplikasi di Play Store untuk mengatur budget. Atau mengatur budget juga bisa dilakukan manual dengan mencatatnya di catatan kecil.

6. Selalu Bingung Kemana Perginya Uang-uang yang Dipunyai

Sadar atau tidak, hal ini adalah hal yang paling sering dirasakan oleh seseorang yang telah melakukan besar pasak daripada tiang. Uang memang sesuatu yang seperti belut,licin, cepat habisnya, apalagi jika tanpa kontrol pengeluaran yang benar. Untuk itu, seseorang perlu mengontrol pengeluarannya. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mencatat pengeluaran-pengeluaran sehingga dapat diketahui kemana perginya uang serta untuk mengerem pengeluaran yang tidak penting.

7. Menyia-nyiakan Makanan

Salah satu bentuk kesia-siaan yang dapat menjadi indikator keuangan seseorang adalah makanan. Menyia-nyiakan makanan menjadi salah satu ciri seseorang yang mengeluarkan uang lebih besar daripada pendapatannya. Menyia-nyiakan makanan berarti melakukan salah satu pemborosan dan mebuang-buang uang, yang mana menuntun seseorang pada pengeluaran yang tidak seharusnya. Apalagi makanan adalah suatu kebutuhan pokok, yang mana harusnya seseorang dapat mengaturnya dengan bijak.

8. Takut Merinci Pengeluaran

Terdengar seperti lelucon, tapi memang benar adanya. Ketakutan muncul akibat adanya kesalahan, dan overspending atau bersar pasak daripada tiang merupakan salah satu kesalahan. Akibatnya, seseorang akan takut merinci pengeluarannya karena akan menyadari kesalahannya yang mengantarkannya mengeluarkan banyak uang. Contohnya, membeli barang-barang yang tidak diperlukan seperti baju yang warnanya sama, atau lipstick yang warnanya hampir sama.

9. Membeli Lebih Banyak yang Diperlukan

Ciri ini biasanya akan muncul saat musim diskon. Jika ada barang diskon, walaupun harganya bisa jauh lebih murah, namun barang tersebut tidak perlu dibeli jika memang tidak benar-benar butuh. Salah satu fakta yang biasanya terlewatkan adalah bahwasanya barang yang sudah pernah didiskon akan mempunyai peluang besar untuk didiskon lagi di kesempatan yang akan datang. Maka, lebih baik membelinya saat memang waktunya benar-benar butuh.

10. Tidak Punya Uang di Akhir Bulan

Orang-orang yang mengalami besar pasak daripada tiang biasanya melakukan pengeluaran besar-besaran saat periode awal-awal menerima gaji, yang biasanya menerima gaji adalah di awal bulan. Jika seseorang benar-benar kehabisan uang hingga terpaksa makan indomie di akhir bulan, maka kemungkinan besar ia adalah salah satu dari banyak orang yang besar pasak daripada tiang.

11. Bergantung pada Utang

Logika yang paling sederhana untuk diterapkan adalah jika memang pendapatan sudah cukup, tidak mungkin seseorang akan berhutang, apalagi hingga bergantung pada utang. Hutang merupakan satu opsi terakhir bagi seseorang jika tidak punya cukup uang untuk memnuhi kebutuhannya. Jika seseorang selalu saja bergantung pada utang, bisa dipastikan bahwa orang itu korban dari besar pasak daripada tiang.

Itulah tadi 11 ciri dari korban lebih besar pasak daripada tiang. Memang kebutuhan manusia tidak ada batasnya, namun pendapatan seseorang tentu berbatas. Oleh karena itu, perlu pengolahan yang tepat agar seseorang tidak menjadi korban besar pasak daripada tiang.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang tanda-tanda besar pasak daripada tiang, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Redenominasi Rupiah, Bagaimana Seharusnya Masyarakat Menyikapinya?
Barang Mahal yang Layak Dibeli
Aturan 50/20/30 dalam Anggaran Pengeluaran dan Tabungan
Perencanaan Keuangan yang Pas Buat Kaum Millennial
Bagaimana Sebaiknya Mengatur Keuangan Bagi Pasangan yang Baru Menikah?
Menjalani Hidup Sesuai Kemampuan Finansial Kita
Mantra Penarik Uang dan Kekayaan
Untuk Apa Dana Darurat?
Mengapa Kamu Gagal Mengelola Uang?
Bagaimana untuk Menjadi Kaya?


Bagikan Ke Teman Anda