Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Cara Berbicara Tentang Uang dengan Anak Anda

Kapan waktu terbaik untuk berbicara pada anak-anak Anda mengenai uang? Well, mungkin sekarang adalah waktu yang paling tepat.

Cepat atau lambat anak-anak akan belajar tentang masalah uang. Karenanya, jangan sampai mereka mempelajari hal tersebut dari orang lain atau selebriti yang dikenal lewat media sosial. Andalah orang paling tepat dan yang memiliki kesempatan untuk menjadi teladan positif dalam hidup mereka.

Lagi pula, membicarakan masalah uang bukanlah sesuatu yang tabu, maka persiapkan diri Anda sebaik mungkin sehingga anak-anak pun dapat mengerti maksud dan arah dari pembicaraan ini.

Berikut ini sejumlah tips untuk berbicara dengan anak-anak mengenai uang.

1. Mulailah secara pelan-pelan

Menurut sebuah survey yang diadakan oleh T. Rowe Price, sebanyak 69 % orang tua memiliki keengganan untuk membicarakan masalah uang dengan anak-anaknya.

Dan hanya 23 % anak-anak yang mengatakan mereka berbicara tentang uang bersama kedua orang tuanya.

Untuk memulai pembicaraan sensitif ini, Anda tidak perlu menyediakan waktu selama ber-jam-jam untuk menjelaskan sesuatu yang rumit semisal asuransi atau dana pensiun dan deposito.

Cukup dengan menjawab pertanyaan mengenai uang yang diajukan oleh anak-anak sesuai dengan tingkatan umur mereka.

Pada tahap ini, Anda mungkin akan terkejut menemukan apa yang sudah mereka ketahui tentang masalah uang. Dan begitu mereka menyadari bahwa Anda terbuka untuk diskusi ini, maka selanjutnya mereka akan lebih nyaman mendatangi Anda dengan sejumlah pertanyaan lain mengenai uang.

2. Berdiskusi tidak Sama dengan menguliahi

Percakapan atau diskusi selalu dipandang lebih menarik daripada ceramah-ceramah yang membosankan dan terkesan menggurui.

Pada titik ini, anak dapat mengajukan sejumlah pertanyaan ringan seputar nilai keuangan keluarga semisal, ”apakah kita termasuk orang yang kaya?”

Anda pun dapat menjawab dengan berbalik menanyakan, “apa artinya menjadi kaya?”

Jenis dialog seperti ini akan menggiring anak-anak untuk lebih memahami nilai-nilai dalam keluarga khususnya hal yang menyangkut keuangan dan bukan semata-mata tentang seberapa banyak uang yang mereka miliki.

3. Bersikaplah jujur

Jika suatu saat Anda menyesali keputusan untuk berhutang dan mengabaikan tabungan kuliah, maka beritahu anak-anak Anda.

Orang tua jarang sekali memiliki momen terbuka dan jujur pada anak-anak mereka, karena anggapan bahwa mereka tidak akan sanggup mengatasi permasalahan ini. Bapak / Ibu, percayalah, anak-anak Anda cukup kuat dan akan mengerti situasi ini.

Alih-alih menyembunyikan kegagalan finansial Anda, lebih baik untuk memberi tahu mereka. Dengan demikian mereka akan lebih menghargai keterbukaan Anda serta mampu belajar dari kesalahan di masa lalu yang Anda buat.

4. Berbicaralah tentang nilai, bukan angka

Jika Anda masih ragu untuk membicarakan mengenai besaran gaji yang diterima dan berapa biaya yang harus Anda keluarkan tiap bulannya, maka tidak perlu dipikirkan terlalu dalam.

Pada kenyataannya, anak-anak tidak menginginkan untuk mengetahui hal tersebut. Yang mereka butuhkan adalah pengajaran Anda mengenai konsep menabung, menganggarkan, membayar hutang, dan memberi.

Oleh sebab itu, ketika hendak memulai diskusi masalah uang ini, Anda dan pasangan perlu membicarakan terlebih dahulu tentang nilai serta gaya hidup yang Anda terapkan selama ini.

Jika gaya hidup Anda selama ini lebih condong ke arah konsumsi yang berlebihan, maka anak-anak akan menganggap pembicaraan tentang disiplin keuangan adalah khotbah yang sia-sia belaka.

5. Tentukan tujuan keluarga

Biarkan anak-anak duduk dan berkontribusi secara langsung pada pembicaraan masalah keuangan keluarga. Mereka cukup hadir dan mendengar tentang tujuan yang hendak dicapai keluarga ini dalam beberapa tahun ke depan.

Dan dalam hal ini Andalah yang harus menyiapkan sejumlah pertanyaan beserta jawaban sebagai berikut:

  • Apa yang ingin kita capai dengan modal finansial yang kita miliki selama ini?
  • Apa tanggung jawab, kewajiban, dan tantangan yang datang dengan kondisi finansial kita sekarang?
  • Apa arti uang bagi kita sebagai keluarga, dan mengapa kita harus menghargainya?
  • Bagaimana kita mengumpulkan uang kita dan apa yang kita pelajari dari upaya mengakumulasikannya?
  • Akankah keadaan kita berbeda jika kita kehilangan sejumlah uang?

Ketika tujuan keluarga tersebut telah ditetapkan, maka ingatkan anak-anak mengenai pengorbanan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.

Lambat laun  mereka akan mengerti bahwa pengorbanan yang mereka lakukan hari ini akan berpengaruh pada masa depan mereka kelak.

6. Belajar tentang uang bersama

Pada akhirnya topik pembicaraan mengenai uang akan menyasar hal-hal yang berat semisal reksadana, asuransi keuangan, atau deposito. Jika Anda merasa kurang memahami tentang hal tersebut, jangan malu untuk mengatakannya.

Ajaklah mereka untuk sama-sama mempelajarinya, sehingga anak-anak akan terbiasa berperan serta dalam menentukan masa depan keuangan keluarga.

7. Lakukan diskusi secara berkelanjutan

Membicarakan masalah uang dengan anak-anak merupakan dialog yang tidak akan pernah selesai dan memang tidak seharusnya dihentikan.

Arahkan pembicaraan ini ke arah yang kontinyu sesuai dengan pertumbuhan dan kapasitas anak. Karena seiring dengan pertumbuhan jasmani mereka, maka tanggung jawab, prioritas, serta hubungan mereka dengan uang akan berubah.

Pembicaraan tentang uang akan bergeser serta berkembang. Dengan tetap menjaga dialog ini, Anda dan anak-anak dapat terus menghidupkan cita-cita finansial dalam keluarga.

Maka silahkan lanjutkan konsep membicarakan masalah uang dengan anak-anak. Mulailah dari hal-hal yang sederhana dan selalu ingat untuk menjaga kejujuran.

Berikanlah mereka contoh nyata dalam mengelola keuangan, sehingga nilai-nilai yang Anda tanamkan hari ini akan terus mereka pegang hingga dewasa.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang cara berbicara tentang uang dengan anak, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Ngontrak Rumah dan Punya Banyak Uang atau Beli Rumah tapi Tak Punya Uang, Mana yang Lebih Baik?
Antara Cinta atau Uang: Penting Mana?
Jangan Beli Mainan Anak-anak Seperti Ini
Bagaimana Cara Mendapatkan Uang Tambahan?
Ini Dia Penemuan yang Banyak Dipakai Orang tapi Penemunya Tak Mendapat Uang
Cara Mengirimkan Uang ke Negara Lain secara Murah
Perbedaan Uang, Mata Uang dan Dampaknya pada Redenominasi
Mengapa Kita Harus Membawa Uang Tunai?
Apa Itu Kakeibo, Seni Menyimpan Uang Ala Jepang?
4 Tip Memilih Tabungan Pendidikan untuk Anak


Bagikan Ke Teman Anda