Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Cara Menghitung Marginal Cost untuk Menentukan Keuntungan Maksimal

Menghitung marginal cost penting dalam sebuah bisnis. Dengan mengetahui nilai marginal cost maka pebisnis bisa mengetahui titik dimana cara memaksimalkan keuntungan yang bisa didapat dalam usahanya. Nah untuk menghitung marginal cost ada beberapa komponen dan langkah-langkah yang harus dilakukan. Biar lebih jelas, mari mulai dengan mengenal apa itu marginal cost terlebih dahulu.

Definisi Marginal Cost

Marginal cost merupakan biaya tambahan yang harus dikeluarkan untuk memproduksi tiap unit tambahan dari produk usaha yang dihasilkan perusahaan.

Cara menghitung marginal cost bisa didapat dari biaya produksi, baik biaya produksi tetap maupun biaya variabel. Biaya produksi variabel selalu dimasukkan dalam perhitungan marginal cost. Sebaliknya, biaya tetap dimasukkan dalam perhitungan hanya jika diperlukan untuk memproduksi unit tambahan.

Contoh kasus sebuah percetakan menghabiskan biaya produksi sebesar 1.000.000 untuk mencetak gambar pada 5 kaos. Untuk mencetak 11 kaos, diperlukan tambahan biaya sebesar 10 ribu rupiah. Maka nilai marginal costnya adalah 10 ribu rupiah.

Cara Menghitung Marginal Cost

Menghitung marginal cost bisa dilakukan hanya dengan tiga langkah saja, yaitu:

  • Langkah 1: Tentukan Perubahan Kuantitas

Untuk dapat menghitung marginal cost tentu kamu harus mengetahui biaya total yang diperlukan untuk memproduksi satu unit produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan. Seperti telah disinggung sebelumnya, biaya total ini terdiri dari biaya variabel dan biaya tetap.

Biaya tetap harus sama dalam seluruh analisis biaya.  Oleh sebab itu, langkah pertama untuk menghitung marginal cost adalah menentukan titik dimana biaya tetap akan berubah.

Contoh sederhanya, kamu punya sebuah mesin yang mampu mencetak 1000 buah produk dalam sehari. Maka biaya tetap akan berubah ketika kamu ingin memproduksi lebih dari 1000 produk, sebab kamu harus membeli mesin tambahan.

Tentukan interval kuantitas produksi yang akan di evaluasi. Kemudian kamu bisa menghitung perubahan kuantitas dengan mengurangi jumlah produksi kedua dengan jumlah produksi pertama.

Misalnya perusahaanmu awalnya hanya memproduksi 1000 produk perhari, kemudian kamu ingin melihat marginal cost untuk memproduksi 1500 produk perhari. Maka perubahan kuantitasnya adalah 500 buah produk.

  • Langkah 2: Hitung Perubahan Biaya

Setelah mengetahui perubahan kuantitas produksi, langkah selanjutnya adalah menghitung perubahan biaya. Perubahan biaya didapat dari pengurangan total biaya produksi lama dengan biaya produksi yang baru.

Total biaya produksi didapat dari penjumlahan biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap merupakan biaya yang tidak berubah selama periode yang kamu evaluasi. Biaya tetap meliputi biaya peralatan, sewa tempat, dan semacamnya.

Sesuai contoh kasus sebelumnya, kamu berencana melakukan penambahan produksi menjadi 1500 produk. Artinya biaya tetap dalam perhitungan biaya terbaru meningkat, sebab kini harus menggunakan 2 mesin. Biaya tetap ini akan sama dalam interval 1000 produk, sebab 1 mesin mampu memproduksi 1000 produk.

Biaya variabel umumnya meningkat seiring peningkatan produksi. Biaya variabel meliputi bahan baku produksi, gaji karyawan, ulilitas, dan sebagainya.  Hitung biaya variabel untuk setiap interval jumlah produksi.

Setelah mengetahui nilai biaya produksi tetap dan biaya variabel, maka total biaya produksi akan didapatkan. Nilai perubahan biaya produksi juga akan didapatkan.

Contohnya, total biaya yang diperlukan perusahaanmu untuk mencetak 1000 produk adalah 1 juta rupiah. Kemudian untuk mencetak 1500 produk biaya total produksi yang diperlukan sebesar 1.650.000 rupiah. Maka perubahan biaya produksi yang didapatkan adalah sebesar 650 ribu rupiah.

Selain mencari tahu perubahan biaya, sebaiknya hitung pula biaya rata-rata untuk setiap unit produksi. Ini memang tidak diperlukan untuk mendapatkan marginal. cost.  Namun mengetahui biaya rata-rata produksi tiap unit akan membantumu untuk menemukan tingkat produksi terbaik untuk memaksimalkan keuntungan.

Nilai biaya rata-rata unit produksi didapat dengan membagi total biaya produksi dengan jumlah produksi.

Contoh kasus sebelumnya, pada produksi pertama yaitu mencetak 1000 produk; nilai biaya rata-rata perunit produknya adalah 1 juta rupiah dibagi 1000 produk. Yaitu senilai seribu rupiah. Sedangkan ketika memproduksi 1500 produk, nilai biaya rata-rata perunit produknya adalah 1070 rupiah.

Dari nilai tersebut dapat diketahui kalau keuntungan produksi paling optimal pada interval produksi 1000 unit.

  • Langkah 3: Menghitung Marginal Cost

Marginal cost adalah biaya yang diperlukan untuk memproduksi satu unit produk tambahan. Dengan kata lain, menghitung marginal cost dilakukan untuk mengetahui kenaikan biaya yang diperlukan untuk setiap tambahan unit produksi.

Marginal cost didapat dengan membagi  perubahan biaya produksi yang diperlukan dengan perubahan kuantitas produk. Bisa juga dengan rumus MC=TC/Q. MC adalah Marginal Cost (biaya marginal), TC adalah perubahan biaya produksi, dan Q adalah perubahan kuantitas produk.

Sesuai dengan contoh kasus sebelumnya, perubahan kuantitas produksi adalah 500 produk. Sedangkan perubahan biaya yang dibebankan sebesar 650 ribu rupiah.

    • Nilai marginal cost dalam kasus ini adalah: Rp 650.000 / 500 unit = 1300
    • Jadi, nilai marginal costnya adala 1300 rupiah perunit produksi.

Gampang bukan?

Namun sebaiknya lakukan perhitungan marginal cost untuk setiap interval produksi. Jika di buat grafik,  angkanya akan naik atau turun mengikuti penambahan tiap unit produksi.

Dalam kasus ini misalnya, kamu bisa menggunalan interval tiap 100 – 200 unit produksi. Didapat bahwa maginal cost untuk mencetak 1100 produk adalah sebesar 3.700 rupiah; marginal cost untuk 1200 produk adalah 2.200 rupiah; marginal cost untuk 1300 produk adalah 1.700 rupiah; marginal cost untuk 1400 produk adalah 1.450 rupiah; marginal cost untuk 1500 produk adalah 1.650 rupiah; marginal cost untuk 1700 produk adalah 1.230 rupiah; marginal cost untuk 2000 produk adalah 1.000 rupiah.

Dari grafik marginal cost ini, kamu bisa mengetahui titik dimana keuntungan maksimal bisa kamu dapatkan.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang cara menghitung marginal cost untuk menentukan keuntungan maksimal, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



10 Kesalahan Dalam Cybersecurity yang Sering Dibuat Oleh Bisnis Kecil
Apa Itu Acting in Concert?
Apa Itu Contribution Margin: Pengertian dan Cara Menghitungnya
Untuk Rugi Memiliki Partner Bisnis
Pertanyaan yang Harus Diajukan Ketika Membeli Bisnis Baru
8 Etika Bisnis dalam Kehidupan Sehari-hari
Cara Mengambil Uang Orang yang Sudah Meninggal di Bank
Tentang Inflasi dan Cara Menghitungnya
Macam Usaha Kuliner yang Menguntungkan dan Modal Kecil
Cara Menghitung Weighted Average


Bagikan Ke Teman Anda