Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Jangan Beli Mainan Anak-anak Seperti Ini

Anak-anak memang sangat menyukai mainan, karena itu adalah dunia mereka! Dan sebagai orang tua, tentu kebahagiaan mereka adalah segalanya.

Salah satu jalan yang bisa dilakukan dengan mudah untuk menyenangkan anak-anak adalah memberi mereka mainan.  Namun kenyataannya, terkadang orang tua seringkali berlebihan dalam membelikan mainan untuk sang anak.

Asalkan mainan itu bagus dan disukai anak-anak, maka dengan ringannya mereka mengambil dari rak mainan, padahal mainan tersebut sebenarnya tidak cocok dengan usia anak kita.

Berikut ini adalah daftar dari beberapa mainan yang sebaiknya jangan dibeli untuk anak Anda.

Daftar Mainan yang Tidak Cocok untuk Anak-Anak

1. Mainan yang membuat anak asyik sendiri

Beberapa mainan seperti sebuah candu yang menyeret anak-anak untuk meninggalkan tanggung jawab mereka di kehidupan sehari-hari untuk sekedar menamatkan mainan tersebut.

Mainan dengan tipe ini semakin lama akan semakin menjauhkan anak-anak dari jangkauan kita. Jangan kaget jika nilai pelajaran mereka juga turun, sebab mereka terlalu asyik memikirkan mainan mereka dan meninggalkan waktu belajarnya.

2. Mainan yang membutuhkan akses internet

Ada banyak permainan online yang terhubung secara langsung ke internet sehingga sangat berbahaya bagi anak-anak Anda.

Internet kini telah disusupi oleh hal-hal negatif yang berbau pornografi dan kekerasan. Meskipun anak Anda mengerti untuk tidak mendekati situs-situs negatif tersebut, namun tampilan iklan dan lain sebagainya terkadang sangatlah menyesatkan.

3. Mainan yang mengandung kekerasan

Sebuah survey mengatakan bahwa mainan dengan logo atau bentuk wajah seseorang yang marah membuat anak-anak menjadi agresif.

Demikian pula dengan film-film anak-anak masa kini, kebanyakan dari mereka menyajikan adegan kekerasan yang bisa ditiru dengan mudah oleh anak-anak tanpa bisa mengerti lebih dahulu maknanya.

Hindari membeli mainan seperti tembak-tembakan, pedang-pedangan , atau apa pun yang menjurus kepada kekerasan. Seleksi pula film atau dvd yang Anda berikan pada anak, pilihlah yang mengajarkan gaya hidup sehat alih-alih yang berbau kekerasan.

4. Tablet atau iPhone untuk anak-anak

Di zaman serba maju ini, anak-anak dengan cepat menyerap teknologi daripada orang tua. Mereka dengan mudah mengakses game online atau video di gadget milik orang tuanya.

Kesalahan fatal yang sering dilakukan oleh orang tua adalah membiarkan hal tersebut terjadi, dan memperparahnya dengan memberi hadiah mewah berupa tablet / iPhone baru bagi mereka.

Mungkin harga mahal bukanlah suatu masalah bagi Anda, namun memikirkan dampak negatif yang bisa ditemukan dari gadget, maka sebaiknya menunda untuk memberikan benda tersebut pada mereka. Paling tidak sampai usia mereka mencukupi.

5. Mainan yang Menimbulkan Suara Mengerikan

Banyak orang berpikir bahwa mainan yang memiliki bunyi-bunyian atau mampu mengeluarkan suara adalah mainan yang tepat untuk anak-anak.

Namun ada kalanya, suara tersebut terlalu keras dan sangat mengganggu, apalagi jika dibunyikan berulang-ulang oleh anak Anda.


6. Mainan yang Memerlukan Keterlibatan Orang Tua secara Intens

Ada juga jenis mainan yang tidak bisa dimainkan sendiri oleh anak-anak dan memerlukan bantuan orang tua untuk memainkannya. Tidak berhenti di situ, bahkan untuk sekedar membersihkan dan menyimpan kembali mainan tersebut, peran Anda sangat dibutuhkan.

Puzle yang terlalu rumit atau robot-robotan yang harus dirangkai terlebih dahulu adalah mainan yang termasuk kategori ini.

Mainan seperti ini akan membuat anak Anda semakin bergantung pada Anda dan sulit untuk belajar mandiri.

7. Mainan yang mudah lengket

Bagi anak perempuan, gliter adalah sesuatu yang sangat menarik, sedangkan untuk anak-anak laki-laki, menghabisakan waktu dengan bermain slime adalah hal yang seru.

Tetapi masalah yang ditimbulkan dari mainan-mainan ini adalah, mereka lengket di mana-mana dan sangat sulit dihilangkan!

8. Mainan yang Tidak Seuai dengan Usia Anak

Orang tua seringkali membelikan mainan yang tidak sesuai dengan usia anak mereka. Sebaiknya periksa terlebih dahulu label yang ada pada kemasan dan melihat informasi mengenai batas usia anak.

Yang juga dianggap hal biasa oleh orang tua adalah membelikan anak-anak sepeda dan mengajari mereka terlalu dini.

Anak-anak akan sangat menyukainya, namun tentu selama mereka bersenang-senang dengan sepeda baru tersebut, Anda harus selalu memberi pengawasan ekstra.

9. Mainan dengan bagian terlalu kecil

Termasuk pula mainan dengan bagian-bagian yang terlalu kecil seperti lego. Untuk anak usia 5 tahun ke atas tentu mainan ini sangat bagus dan bisa mengasah kreatifitas mereka.

Namun tidak demikian jika mainan ini diberikan pada anak di bawah usia 3 tahun. Kemungkinan mainan ini masuk ke dalam tubuh melalui hidung dan mulut sangat tinggi.

10. Buku yang Tidak Sesuai dengan Anak Kecil

Membelikan buku untuk anak-anak sangatlah baik. Tetapi saat akan membelinya, pertimbangkan isi di dalamnya. Jika anak Anda masih balita, maka hindari membelikan buku dengan tulisan terlalu banyak dan gambar yang sedikit.

Selain mudah membuat anak- anak bosan, membelikan buku tebal dan penuh tulisan tersebut akan membuat Anda kelelahan sendiri saat membacakannya.

11. Tempat Tidur Baru

Ide membelikan tempat tidur khusus untuk anak mungkin sempat terpikir oleh Anda agar anak-anak senang dan mau belajar tidur sendiri.

Namun nyatanya, tidaklah mudah mengubah kebiasaan tidur anak-anak, dan semua berakhir dengan tempat tidur mahal yang terbengkalai.

12. Mainan Berseri

Tidak diragukan lagi jika mainan seperti ini adalah mainan yang sangat menjengkelkan bagi orang tua. Begitu Anda terkena rayuan anak untuk membelikan mainan ini, maka tanpa disadari anak-anak akan terus menggiring Anda untuk membeli koleksi lainnya hingga semua didapatkan secara lengkap.

13. Mainan dengan Sensor

Banyak mainan yang dilengkapi sensor. Itu artinya, Anda harus siap-siap dikagetkan dengan gerakan tiba-tiba dari mainan saat Anda mendekat dan terkena sensor dari mainan tersebut.

Membelikan mainan untuk anak-anak memang kegiatan rutin bagi orang tua, namun sebaiknya saat Anda masuk ke dalam toko mainan dan memilih mainan untuk diberikan ada anak, amati terlebih dahulu batas usia, manfaat, dan juga kebaikan dari mainan tersebut.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang mainan anak-anak, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Cara Membesarkan Anak agar Memiliki Mental Entrepreneur
Cara Memersiapkan Anak supaya Jadi Milyuner
Mendidik Anak Menjadi Pengusaha? Mengapa Jarang yang Melakukannya?
Ajarkanlah Tip Keuangan Ini pada Anak Anda!
Kemiskinan Membuat Anak Stres dan Mengalami Gangguan Otak
Rahasia Anak Pemalas Bisa Menjadi Sukses
Anak Mau Punya Skill Bisnis? Ini Tip Buat Orangtua!
Skill Keuangan yang Harus Diajarkan Ke Anak
Cara Memotivasi Anak untuk Mendapatkan Nilai Baik Tanpa Imbalan Finansial
Kiat-kiat Menyiapkan Anak Menjadi Seorang Kaya


Bagikan Ke Teman Anda