Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Penyebab Orang Kaya Jatuh Miskin

Kekayaan materi dan finansial sering kali dijadikan sebagai sumber kebahagiaan. Sebab, dengan kekayaan tersebut, segala apa yang diinginkan dapat dicapai dan diwujudkan dengan begitu mudah. Tak heran jika hampir semua orang berusaha dan bekerja keras untuk menjadi kaya.

Sayangnya, kekayaan materi dan finansial tidaklah abadi. Banyak orang bahkan dari tokoh-tokoh terkenal dunia yang mengalami kebangkrutan dan jatuh miskin. Sebut saja aktor kawakan Robert De Niro, Nicholas Cage, petinju Mike Tyson, dan masih banyak yang lainnya. Mereka yang hidup dalam gelimang harta, kini terpuruk dalam kemiskinan. Bagaimana bisa orang yang tadinya kaya raya berubah drastis menjadi miskin? Bisa saja, berikut beberapa penyebabnya.

  • Pembelanjaan berlebih

Orang kaya identik dengan gaya hidup mewah, bahkan eksentrik berani tampil beda di luar kewajaran. Untuk menerapkan gaya hidup tersebut tentu butuh biaya yang tidak sedikit. Inilah jebakan yang sering tak disadari, terutama oleh mereka yang kaya secara ‘mendadak’. Mereka yang dulunya hidup dalam lingkungan kumuh dan hidup serba kekurangan dengan pakaian compang-camping, kemudian berubah menjadi kaya raya. Namun selang beberapa tahun kemudian, mereka kembali compang-camping karena telah menghabiskan semuanya.

Penyebab utamanya adalah mereka tidak menerapkan dasar-dasar pengelolaan keuangan pribadi dengan baik, atau bahkan mungkin mereka tidak mengerti sama sekali. Mereka mengabaikan prinsip hidup di bawah kemampuan, menabung untuk kondisi darurat, dan merencanakan masa depan. Mereka hanya menikmati hidup dengan uang yang dihasilkannya, dan tanpa disadari telah menjadi korban konsumerisme. Uang yang dimiliki tak lagi dibelanjakan sesuai dengan kebutuhan, tetapi keinginan. Akibatnya, terjadinya pembelanjaan berlebih pada barang-barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Misalnya saja mobil sport mewah, rumah megah bak istana untuk ditinggali, jet pribadi, perhiasan bertahtakan berlian, dan lain sebagainya. Semua barang tersebut tentu membutuhkan uang, tetapi tak semuanya memiliki nilai investasi yang menguntungkan di masa depan.

  • Investasi buruk

Investasi menjadi kunci kesuksesan finansial di masa depan. Namun, jika salah dalam berinvestasi, alih-alih harta kekayaan bertambah, tetapi justru jatuh dalam kemiskinan. Investasi sangat dianjurkan sebagai langkah untuk mempersiapkan masa depan secara finansial. Sebab, investasi merupakan salah satu cara terbaik untuk membangun kekayaan.

Meski demikian, perlu kehati-hatian dalam melakukan investasi. Penting untuk diperhatikan pepatah klasik yang menyatakan, “Jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang.” Artinya, jangan menginvestasikan seluruh uang Anda pada satu instrumen saja. Sebab, apabila instrumen investasi tersebut gagal, maka Anda akan kehilangan semuanya.

  • Menjadi korban penipuan

Menjadi orang kaya memang menyenangkan, karena Anda dapat membeli apa pun yang diinginkan tanpa perlu khawatir untuk memenuhi kebutuhan lainnya. Namun, Anda perlu menyadari bahwa banyak orang di luar sana yang ingin memiliki seperti yang Anda miliki. Pamer kekayaan di media sosial tentu bukan sikap yang bijak dan aman bagi kekayaan Anda, karena berisiko mengundang orang-orang yang berniat jahat untuk mengambil alih kekayaan Anda tersebut.

Banyak orang kaya yang tidak waspada terhadap lingkungan sekitarnya, termasuk kehadiran orang-orang yang berniat jahat terhadap mereka. Kejahatan datang dalam berbagai bentuk, seperti tawaran investasi dengan keuntungan yang menggiurkan meskipun tidak wajar, ajakan berbisnis tanpa mengetahui objeknya secara pasti, dan lain sebagainya. Mereka tergiur dan tanpa pikir panjang menyetorkan uang dalam jumlah besar, tanpa menyadari bahwa hal tersebut adalah aksi penipuan. Investasi bodong, sistem bisnis dengan skema Ponzi, dan lainnya sering kali digunakan sebagai modus penipuan untuk mengeruk harta orang-orang kaya ini. Akibatnya, uang ludes dan keuntungan yang dijanjikan pun tak kunjung datang.

  • Pinjaman atau utang yang berlebih

Penyebab klasik dari kebangkrutan di mana orang kaya jatuh miskin adalah adanya pinjaman atau utang yang berlebihan, baik untuk kepentingan pribadi maupun bisnis. Berutang atau mengajukan pinjaman pada dasarnya sah-sah saja, selama plafonnya tidak berlebihan dan Anda sanggup mengembalikan. Namun faktanya, orang yang kaya raya justru memiliki nilai pinjaman yang begitu besar. Cukup ironis, mengingat secara materi dan finansial mereka telah berkecukupan, tetapi masih saja berutang.

Berutang bisa jadi kebiasaan yang sulit untuk ditinggalkan. Bahkan ketika mereka telah menjadi kaya raya, kebiasaan berutang tersebut justru semakin menggila. Mereka semakin berani mengajukan pinjaman dengan nilai plafon yang lebih besar, karena merasa kekayaannya mampu menjamin pinjaman yang diajukan itu. Ketika ekonomi mengalami sedikit goncangan, penghasilan tak lagi lancar sehingga arus kas menjadi tersendat bahkan macet. Di sinilah mulai dirasakan beratnya membayar utang. Di saat tabungan telah terkuras habis untuk memenuhi kebutuhan, tak ada lagi cadangan kas untuk membayar utang, maka mau tidak mau kekayaan yang dijaminkan harus rela dilakukan penyitaan. Akhirnya, utang menggerus kekayaan hingga ke akar-akarnya tanpa bersisa.

  • Tidak memiliki asuransi kesehatan

Siapa yang bisa menjamin hidup akan selalu sehat? Ada masanya sakit akan datang menghampiri. Sayangnya, banyak orang kaya yang tidak mempersiapkan masa sakitnya, sehingga mereka tidak memiliki ‘perlindungan’ berupa asuransi kesehatan ketika masa sakit tersebut datang. Mereka berpikir mengambil polis asuransi kesehatan hanya akan menguras tabungan dan membuang-buang uang saja, karena toh belum tentu sakit.

Ketika masa sakit itu tiba, dan ternyata penyakit yang diderita tergolong kronis, maka kekayaan yang dibangga-banggakan akan mulai berkurang secara perlahan namun pasti. Tak bisa dipungkiri bahwa biaya pengobatan di rumah sakit demikian mahal, apalagi untuk penyakit kronis seperti jantung, kanker, stroke, hipertensi, diabetes, dan lain sebagainya.

  • Perceraian

Perceraian menjadi salah satu penyebab orang kaya jatuh miskin. Sebab, dalam setiap perceraian tentu ada pembagian harta yang disebut dengan harta gono-gini. Tak hanya itu, adanya tuntutan finansial dari pasangan juga turut memperburuk kondisi dan situasi.

Terkait dengan perebutan harta ketika terjadi perceraian ini sebenarnya masing-masing pihak bisa dilindungi dengan adanya perjanjian pranikah. Perjanjian tersebut umumnya memuat kesepakatan diantara kedua pihak yang terikat dalam pernikahan, jika ke depannya pernikahan itu tidak berhasil, hingga berakhir dengan perceraian. Namun, bagi mereka yang menikah muda sebelum menjadi kaya, kecil kemungkinan untuk membuat perjanjian pranikah.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang penyebab orang kaya jatuh miskin, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Perbedaan Cara Berpikir Orang Kaya dan Orang Miskin
Mengapa Orang Kaya dan Sukses Senang Membaca
4 Sebab Kenapa Orang Kaya Bisa Semakin Kaya
Penyebab Banyak UMKM Bangkrut Saat Pandemi
Perbedaan Kebiasaan Orang Kaya vs Orang Biasa
Mengapa Orang Kaya Lebih Memilih Mobil Bekas?
Contoh Pengangguran Friksional Beserta Dengan Penyebabnya
10 Orang Terkaya 2019 di Indonesia
11 Kesalahan yang Dilakukan oleh Orang Kaya Baru (OKB)
Perbedaan Cara Berpikir si Kaya dan si Miskin


Bagikan Ke Teman Anda