Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Perbedaan Margin dan Markup

Ekonomi punya banyak istilah yang mirip tetapi tidak sama. Misalnya saja margin dan markup. Masih banyak yang sulit membedakan kedua istilah yang berbeda ini meski keduanya adalah hal yang berbeda. Margin didapat dari hasil penjualan dikurangi harga pokok penjualan. Sedangkan markup adalah jumlah yang didapat dari menaikkan harga pokok untuk mendapatkan harga jual suatu barang.

Kesalahan Penggunaan Istilah Margin dan Markup

Dari penjelasan singkat di atas, jelas keduanya merupakan hal yang sangat berbeda. Tetapi tak sedikit yang masih salah menggunakan istilah ini. Kesalahan ini bisa mengarah pada hal yang lebih serius. Misalnya penetapan harga yang terlalu tinggi atau justru terlalu rendah. Ini dapat mengakibatkan penjualan menurun drastis bahkan hingga tidak adanya keuntungan sama sekali.

Kesalahan penggunaan istilah margin dan markup bisa menyebabkan harga barang tertentu jadi terlalu beda dengan pesaingnya di pasaran. Baik itu terlalu murah ataupun terlalu mahal. Keduanya bisa merugikan karena akan membuat masyarakat curiga dan berakhir tidak membeli barang tersebut. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan margin dan markup yang lebih detail berikut ini.

Apa Itu Margin?

Istilah lengkap dari margin adalah profit margin atau margin keuntungan. Namun lebih sering disingkat menjadi margin. Margin keuntungan mengarah pada pendapatan perusahaan yang didapat setelah dikurangi dengan harga produksi atau harga pokok penjualan. Cara menghitungnya adalah dengan mengurangi pendapatan dengan harga pokok penjualan.

Rumus atau formula untuk menghitung margin didapat dari:

Pendapatan – Harga Pokok Penjualan.

Contohnya, jika perusahaan menjual produk A seharga Rp 10 ribu dengan harga pokok penjualan sebesar Rp 7 ribu. Maka margin keuntungannya adalah:

Margin Keuntungan A = Rp 10 ribu – Rp 7 ribu = Rp 3 ribu.

Pada umumnya, margin keuntungan ditampilkan dalam bentuk persentase. Jadi, untuk produk A margin keuntungannya adalah 30%.

Apa Itu Markup?

Markup adalah menaikkan harga barang. Markup menunjukkan seberapa besar harga jual sebuah barang dibandingkan harga produksinya. Pada dasarnya, semakin tinggi nilai markup, maka semakin besar pendapatan yang dihasilkan perusahaan tersebut. Markup biasanya dihitung dari harga eceran suatu produk dikurangi harga produksinya.

Sama dengan margin keuntungan, nilai markup juga ditampilkan dalam bentuk persentase. Rumus atau formula untuk menghitung markup didapat dari:

(Harga Jual – Biaya Produksi) : Biaya Produksi

Dengan menggunakan contoh yang sama seperti contoh margin di atas, maka markup untuk produk A adalah:

Markup produk A = (Rp 10 ribu – Rp 7 ribu) : Rp 7 ribu = 42.9%.

Baik margin keuntungan maupun markup sama-sama menunjukkan nilai dari transaksi yang sama, tapi dilihat dari aspek yang berbeda. Profit margin menunjukkan keuntungan berdasarkan kaitannya dengan harga barang dan pendapatan. Sementara markup menunjukkan keuntungan dari segi biaya produksi.

Markup biasanya menentukan berapa banyak uang yang dihasilkan untuk produk tertentu yang berkaitan dengan biaya produksi langsung. Sedangkan margin keuntungan mempertimbangkan total pendapatan dan biaya total dari berbagai sumber dan produk.

Agar Margin dan Markup Tidak Masalah

Dari penjelasan di atas, bisa dimengerti kenapa banyak yang tertukar antara margin dan markup. Dari kesalahan penggunaan istilah, penentuan harga bisa salah besar.

Untuk lebih mudahnya, untuk mencapai jumlah margin tertentu, maka perusahan harus menandai biaya produksi dengan persentase yang lebih besar dari jumlah margin. Dasar perhitungan markup adalah biaya. Jadi persentase markup harus lebih tinggi dari persentase margin.

Menghitung margin penting di saat laporan penjualan. Tapi perhitungan markup cenderung lebih menghasilkan perubahan harga dari waktu ke waktu. Ini karena faktor penghitungan di dalam markup dapat berubah dari waktu ke waktu. Sehingga hasil penghitungan akan berbeda dan harga pun jadi berbeda pula.

Di bawah ini adalah contoh perbedaan penghitungan margin dan markup:

  • Untuk mencapai margin sebesar 10%, persentase markup harus berjumlah 11.1%
  • Untuk mencapai margin sebesar 20%, persentase markup harus berjumlah 25%
  • Untuk mencapai margin sebesar 30%, persentase markup harus berjumlah 42.9%
  • Untuk mencapai margin sebesar 40%, persentase markup harus berjumlah 66.7%
  • Untuk mencapai margin sebesar 50%, persentase markup harus berjumlah 100%

Kapan Saat yang Tepat Menggunakan Margin dan Markup?

Saat mulai suatu usaha, penggunaan markup yang tepat bisa sangat menguntungkan. Markup dapat membantu memastikan perusahaan dapat menghasilkan dari setiap penjualan. Karena itu, sangat baik untuk memulai dengan markup, terutama dalam tahap persiapan.

Dengan begitu, pemilik usaha akan mengetahui berapa biaya yang dihabiskan. Dari markup, pemilik usaha juga bisa mengetahui jenis pendapatan apa saja yang didapatkan dari penjualan.

Setelah mengenal bisnis dengan lebih baik, ini adalah saatnya melihat laporan penjualan. Saat inilah penghitungan margin dapat berguna untuk mengecek berapa banyak keuntungan yang diperoleh dari setiap penjualan.

Jika Margin dan Markup Masih Menimbulkan Masalah

Jika masalah masih timbul karena kedua istilah ini, maka sebaiknya mempertimbangkan meminta bantuan audit internal. Pihak audit akan meninjau harga untuk sampel transaksi penjualan. Dari sini bisa diketahui sumber masalah margin dan markup. Jika ada laba yang hilang dari masalah ini, maka cari tahu berapa jumlahnya. Lalu laporkan pada manajemen jika jumlahnya cukup besar.

Jika masalah tetap berlanjut di bagian penjualan, bisa mempertimbangkan untuk mencetak kartu yang menunjukkan persentase markup. Kartu ini akan digunakan di berbagai titik harga. Jangan lupa untuk mendistribusikan kartu tersebut pada staf. Pada kartu tersebut juga harus dijelaskan tentang perbedaan margin dan markup beserta contoh dan formulanya.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang perbedaan margin dan markup, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Faktor-faktor yang Menyebabkan Perbedaan Suku Bunga
Perbedaan Private Banking vs Wealth Management
Definisi Contribution Margin Pricing/Strategi Penetapan Harga Kontribusi Margin
Perbedaan Costs (Biaya) dan Expenses (Beban)
Perbedaan Uang Fiat dan Uang Komoditas
Perbedaan Reksadana Terbuka vs Tertutup
Perbedaan antara Dividen dengan Capital Gain
Perbedaan Kurs Referensi JISDOR vs Kurs Tengah BI
Apa Perbedaan Perusahaan Asuransi VS Dana Pensiun
Apa Perbedaan Entrepreneur dengan Intrapreneur?


Bagikan Ke Teman Anda