Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Prinsip Dasar Manajemen Keuangan Pribadi

Keuangan selalu menjadi topik yang menarik untuk dibahas. Banyak orang yang sebenarnya memiliki kemampuan finansial yang baik, tetapi gagal dalam mengatur keuangannya. Sikap boros, konsumtif, dan tidak disiplin dalam menerapkan anggaran sering kali lebih dominan dalam menguasai pengalokasian uang, sehingga menjadi penyebab pengelolaan keuangan pribadi yang buruk.

Sebesar apapun gaji yang diperoleh setiap bulan, jika tidak dibarengi dengan pengelolaan yang baik, maka kemandirian finansial di masa depan akan sulit diwujudkan. Sebaliknya, apabila Anda mampu mengelola keuangan dengan baik, meski gaji yang dimiliki pas-pasan, maka kemandirian finansial justru akan bisa diraih. Prinsipnya, kesuksesan finansial bukan terletak pada jumlah uang yang dimiliki, tetapi kemampuan mengatur dan mengelola uang tersebut.

Tak bisa dipungkiri bahwa setiap habis gajian, orang akan merasa kaya karena memiliki banyak uang. Namun, di pertengahan bulan sudah kelabakan karena uang gaji tak lagi dalam genggaman. Untuk mencukupi kebutuhan, akhirnya berutang. Anda tentu tak ingin menjalani hidup hanya dengan ‘gali lubang tutup lubang’ bukan?

Untuk mengelola keuangan secara efektif, maka perlu menerapkan prinsip-prinsip dasar manajemen keuangan secara disiplin. Adapun prinsip-prinsip dasar manajemen sebagai berikut.

1. Mengatur keuangan

Kesuksesan finansial diawali dengan mengatur keuangan. Mulailah dengan melacak seluruh sumber dan aktivitas keuangan Anda, baik yang bernilai besar maupun kecil. Rekening bank, kartu kredit, pinjaman pribadi, dan lainnya harus bisa dilacak transaksinya.

Teknologi yang berkembang saat ini memungkinkan Anda untuk bisa melacak setiap transaksi keuangan dengan lebih mudah. Banyak aplikasi yang dapat dipilih dan digunakan untuk membantu dalam menyusun anggaran dan melacak pengeluaran pribadi Anda. Misalnya penyusunan anggaran belanja, pengeluaran bulanan dan harian, pembayaran tagihan tepat waktu, dan lain sebagainya. Dengan aplikasi keuangan yang dapat diinstal di ponsel pintar, Anda dapat lebih mudah mengorganisir setiap pemasukan dan pengeluaran secara lebih efektif dan efisien.

2. Susun anggaran dan patuhi

Kebanyakan orang gagal dalam mengelola keuangan karena tidak patuh anggaran. Apa gunanya menyusun anggaran jika tidak direalisasikan? Tentu saja, pengelolaan keuangan akan sulit dikontrol dan dikendalikan. Anda akan terbawa arus dan terlena dalam pemborosan. Setelah kantong menipis bahkan kosong, menyesal kemudian tentu sudah tak ada gunanya lagi.

Untuk meningkatkan keuangan pribadi, Anda harus bertindak sesuai dengan rencana keuangan yang telah disusun. Kelola dan kendalikan setiap keinginan dalam diri yang mendorong Anda untuk bersikap konsumtif. Motivasi diri Anda sendiri bahwa untuk mencapai kesuksesan finansial dibutuhkan kesabaran. Dengan begitu, Anda dapat lebih berhati-hati dalam mengalokasikan uang, apalagi untuk hal-hal yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

Rencanakan pengeluaran harian Anda. Mulai dari apa yang dibutuhkan hari ini hingga apa yang akan dilakukan, sehingga Anda bisa menyusun anggaran keuangan secara efisien. Sebagai pengingat, Anda bisa menempelkan anggaran tersebut di tempat yang bisa Anda lihat setiap hari. Dengan demikian, Anda akan lebih terdorong untuk merealisasikannya dibandingkan jika Anda hanya membuat catatan dan menyimpannya rapi dalam laci meja kerja Anda.

3. Pahami dan bedakan antara kebutuhan dengan keinginan

Banyak orang terjebak dalam pusaran keinginan yang tak berujung dengan dalih kebutuhan. Keterbatasan dalam memahami kebutuhan dan keinginan sering kali menjadi jebakan yang berbahaya bagi kesehatan keuangan. Pada dasarnya kebutuhan dengan keinginan merupakan dua hal yang berbeda, namun sering kali dianggap sama.

Prinsip dasar manajemen pribadi mencakup pemahaman perbedaan antara kebutuhan dengan keinginan. Sesekali menikmati kemewahan kecil guna mewujudkan keinginan tentu sah-sah saja. Namun harus dipahami bahwa keinginan bukanlah kebutuhan. Kondisi keuangan Anda justru akan bermasalah dan terancam apabila keinginan lebih dominan dari kebutuhan.

Untuk mencapai kesuksesan finansial, Anda tak hanya harus memiliki tetapi juga menguasai keterampilan dalam membedakan antara kebutuhan dengan keinginan. Dengan keterampilan tersebut, kehidupan Anda secara finansial akan jauh lebih baik.

Pastikan Anda mampu membedakan apa yang menjadi kebutuhan dengan keinginan Anda. Namun, jika Anda masih kesulitan untuk membedakan keduanya, maka buatlah rencana guna membatasi bahkan mengurangi pengeluaran ekstra Anda. Hal tersebut dapat membantu dalam manajemen keuangan Anda.

4. Hidup lebih hemat

Hidup hemat merupakan bagian dari prinsip dasar manajemen keuangan. Penghematan berbanding lurus dengan kesuksesan finansial di masa depan. Untuk itu, cobalah untuk hidup dengan biaya yang lebih rendah dari penghasilan Anda. Artinya, jalani kehidupan dengan biaya yang seminimal mungkin. Belilah barang atau layanan yang lebih murah. Alternatif lain, Anda dapat mencari tambahan penghasilan yang dapat dibelanjakan, namun tetap alokasinya lebih sedikit dari yang Anda hasilkan.

Lacak setiap pengeluaran Anda guna mengetahui dan memeriksa total pengeluaran Anda setiap bulannya. Selain itu, Anda juga bisa memeriksa pos-pos pengeluaran yang menghabiskan uang lebih besar. Jika Anda berhasil menemukannya, maka Anda harus memutuskan untuk mengurangi biaya pada pos-pos pengeluaran tersebut agar kondisi keuangan Anda tetap baik-baik saja.

5. Tetapkan tujuan finansial

Manajemen keuangan pribadi tidak akan terarah apabila tidak memiliki tujuan yang ingin dicapai. Tujuan finansial merupakan cita-cita yang ingin diwujudkan di masa yang akan datang, sehingga akan selalu memotivasi Anda untuk mencapainya. Oleh sebab itu, tetapkan tujuan finansial Anda.

Renungkan, pikirkan, dan putuskan apa yang menjadi tujuan Anda secara finansial di masa depan. Jika Anda telah menemukan kebutuhan keuangan, maka Anda dapat mengambil langkah yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut. Tujuan finansial ini penting karena dapat senantiasa menyadarkan Anda untuk menghindari pemborosan dan memotivasi Anda untuk selalu meningkatkan finansial Anda.

6. Prioritaskan pembayaran utang

Disadari atau tidak, utang merupakan musuh dari kesuksesan finansial, apapun jenisnya baik utang kartu kredit, kredit tanpa agunan, kredit barang-barang konsumtif, dan lain sebagainya. Banyak konsultan keuangan menyarankan bahwa komposisi utang maksimal 30% dari penghasilan. Artinya, jika penghasilan Anda sebesar Rp 5 juta per bulan, maka cicilan utang Anda maksimal adalah Rp 1,5 juta. Jika lebih, maka dapat membahayakan kondisi keuangan Anda. Apalagi jika utang yang Anda miliki cicilannya justru jauh lebih besar dari penghasilan yang mampu Anda peroleh setiap bulannya.

Namun, hidup tanpa utang sudah pasti akan lebih menenangkan dan menyehatkan bagi kehidupan finansial Anda. Oleh sebab itu, prioritaskan pembayaran seluruh utang agar lebih cepat lunas. Bayar setiap cicilan utang yang masih Anda miliki tepat waktu. Hal ini untuk menghindari sanksi denda yang justru semakin memberatkan finansial Anda. Jadi, jangan sekali-kali menunda pembayaran utang, jika Anda tidak ingin terbebani dengan jeratan bunga yang lebih tinggi.

7. Sisihkan sebagai tabungan

Jika Anda menabung dari sisa-sisa anggaran, maka cara Anda mengelola keuangan kurang tepat. Porsi untuk tabungan justru harus ditetapkan di awal, sebelum Anda membayar tagihan lainnya. Tentukan berapa persen dari gaji Anda untuk ditabung. Misalnya 10 atau 20%.

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka pun berhak untuk membayar diri mereka sendiri. Caranya adalah dengan menyisihkan sebagian dari gaji di awal untuk disimpan sebagai tabungan. Bagian gaji yang disisihkan untuk tabungan ini jelas tidak termasuk dalam anggaran pengeluaran bulanan Anda.

Agar tabungan tidak tercampur dengan anggaran pengeluaran lainnya, ada baiknya jika Anda memiliki rekening tabungan tersendiri, yang secara khusus digunakan untuk menyimpan tabungan sebagai bayaran atas kerja keras Anda sendiri. Jika tidak digunakan sebagai anggaran pengeluaran, lantas apa peruntukan tabungan tersebut? Tentu saja bisa digunakan untuk banyak hal, misalnya membayar utang agar lebih cepat lunas, atau untuk kebutuhan atau keinginan lain yang dipersiapkan di masa yang akan datang, seperti membeli rumah, mobil, atau yang lainnya.

8. Batasi utang

Pada prinsipnya utang merupakan beban pada penghasilan, karena bersifat mengurangi penghasilan. Utang yang semakin banyak dapat membahayakan kondisi keuangan. Sebab, tanpa disadari utang justru lebih mendominasi, sehingga nilainya justru lebih besar dibandingkan dengan penghasilan yang mampu diperoleh. Jika hal ini terjadi, maka kelangsungan hidup Anda secara finansial jelas akan terancam.

Manajemen keuangan yang baik menerapkan prinsip membatasi utang. Kebanyakan orang terlena dalam menghabiskan uangnya tanpa berpikir panjang, apalagi memikirkan risiko ke depannya. Tak heran jika banyak orang yang terjebak dalam perangkap utang kartu kredit dan pinjaman pribadi yang tidak jelas pemanfaatannya.

Jangan bermudah-mudah dalam berutang. Bukan berarti tidak boleh berutang, tapi berutanglah hanya jika dalam kondisi darurat saja. Jika Anda tidak membutuhkan mobil, maka tidak perlu mengajukan kredit mobil. Dalam beberapa tahun, mobil akan terdepresiasi sehingga mengalami penurunan nilai. Tak hanya itu, mobil agar senantiasa laik jalan juga membutuhkan pemeliharaan dan perawatan yang tentu tidak murah biayanya. Demikian pula dengan motor, jika Anda tidak membutuhkan yang baru, Anda bisa membeli yang bekas dengan harga lebih murah sesuai dengan kemampuan finansial Anda, tanpa harus berutang.

9. Diversifikasi investasi

Investasi menjadi prinsip dasar yang penting menuju kemandirian dan kesuksesan keuangan di masa depan. Berinvestasi sejak dini sangat disarankan agar keuangan Anda dapat terkelola dengan lebih baik. Biarkan uang Anda yang bekerja.

Ada banyak jenis investasi yang bisa dilakukan, mulai dari reksadana, sertifikat deposito, obligasi, saham, hingga dalam bentuk barang berupa emas dan tanah atau properti. Untuk jenis kendaraan seperti motor atau mobil sebagai investasi kurang dianjurkan. Sebab, motor atau mobil merupakan aset yang mengalami depresiasi sehingga nilainya justru mengalami penurunan seiring dengan usia pemanfaatannya. Berbeda dengan emas dan properti, nilai dari keduanya cenderung mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.

Apabila Anda memiliki kemampuan secara finansial, dalam arti dana Anda cukup untuk berinvestasi, maka jangan hanya menempatkan seluruh dana pada satu jenis investasi saja. Diversifikasikan investasi Anda. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko yang ada.

Investasi tidak harus dalam bentuk surat berharga atau barang-barang berharga seperti emas atau properti, tetapi juga bisa menciptakan bisnis sendiri guna meningkatkan penghasilan. Gali potensi diri Anda dan ubah menjadi peluang bisnis berbasis rumah. Misalnya bisnis kuliner, bisnis online, dan lain sebagainya. Diversifikasi investasi akan dapat mengubah profil keuangan Anda secara positif.

10. Pahami risiko

Ketika Anda memutuskan untuk berinvestasi, di saat itu pula Anda harus paham dengan segala risikonya. Dalam berinvestasi berlaku high risk high return, di mana semakin tinggi tingkat pengembalian akan semakin tinggi pula risikonya. Jenis-jenis investasi yang tinggi tingkat pengembalian juga risikonya adalah saham dan obligasi. Sementara yang tingkat pengembalian dan risikonya lebih rendah adalah reksadana atau sertifikat deposito.

Jika Anda masih pemula sebagai investor, sebaiknya pilih jenis investasi yang rendah risikonya. Secara bertahap apabila Anda telah memahami ‘cara bermain’ dan kemampuan Anda dalam menganalisis pasar mengalami peningkatan, maka Anda bisa beralih pada jenis investasi yang tingkat risikonya lebih tinggi dengan tingkat pengembalian yang lebih tinggi pula.

Memahami risiko sejak dini akan mendorong Anda untuk lebih cermat dan berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi. Sebab tidak ada yang mengetahui masa depan secara pasti. Bisa saja Anda memperoleh keuntungan, tetapi tidak menutup kemungkinan pula Anda mengalami kerugian. Oleh sebab itu, pahami risikonya sejak awal sebelum memutuskan untuk memilih jenis investasi.

Prinsip-prinsip dasar manajemen keuangan tersebut apabila diterapkan secara disiplin akan membantu Anda dalam mengelola keuangan yang lebih baik. Tak hanya itu, penerapan secara berkelanjutan akan memberi Anda keterampilan untuk mewujudkan kemandirian dan kesuksesan finansial di masa depan.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang prinsip dasar manajemen keuangan pribadi, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Tips Mengatur Keuangan untuk Mahasiswa
Membuat Rencana Keuangan Liburan Bersama dalam Group
Cara Mudah Memangkas Pengeluaran
10 Langkah untuk Menjadi Kaya
Ingin Menjadi Kaya Seperti Milyuner? Intip Rahasia Berikut Ini!
Perbedaan Managemen Bisnis vs Administrasi Bisnis
Apa yang Bisa Dipelajari dari Orang Kaya?
Tip Finansial untuk Kelas Menengah
15 Kesalahan yang Biasa Dilakukan Saat Menyiapkan Tabungan Pensiun
Hindari Pemborosan Berikut Ini Ketika Mempersiapkan Pensiun


Bagikan Ke Teman Anda