Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Risiko Ketika Meminjam di Pinjaman Online (Pinjol)

Apakah saat ini Anda membutuhkan pinjaman cepat 1 jam cair? Jika iya, ada banyak di luar sana produk yang bisa dipilih, tetapi yang paling mudah adalah pinjaman online yang terkenal sebagai pinjaman tanpa jaminan.

Pinjaman online bisa menjadi pilihan yang tepat dalam kondisi darurat. Namun, sebelum Anda menandatangani perjanjian pinjaman online, Anda harus mempertimbangkan segala risikonya. Bagaimanapun sistem ini masih memiliki sejumlah risiko dan kekurangan:

1. Suku Bunga Relatif Lebih Tinggi

Jangan hanya karena Anda memenuhi syarat untuk mengajukan pinjaman online, lantas Anda dengan senang hati menerima semua isi perjanjian yang ditawarkan tanpa pernah membaca ketentuan secara utuh.

Beberapa pinjaman online hadir dengan suku bunga jauh di bawah 10% sementara yang lain mungkin tiga atau empat kali lebih tinggi. Biasanya besar kecilnya suku bunga pinjaman online tergantung pada banyak hal. Salah satunya adalah skor kredit Anda.

2. Ada Denda Bila Anda Melakukan Pelunasan Lebih Cepat

Apakah dalam perjanjian pinjam online Anda diizinkan untuk membayar pelunasan lebih awal atau apakah ada penalti atau biaya lain bila anda telat membayar pinjaman? Semua tergantung pada jenis pinjaman online yang Anda dapatkan. Biasanya pemberi pinjaman online lebih menyukai bila pelunasan pinjaman Anda lebih awal daripada yang lain.

Tetapi jika Anda ingin melakukan pelunasan lebih cepat dari jatuh tempo, bacalah dengan cermat segala ketentuan untuk memastikan bahwa tidak ada penalti yang akan Anda dapatkan. Kebanyakan pemberi pinjaman online menyertakan denda untuk pelunasan yang dipercepat dan pinalti untuk yang telat melakukan pembayaran.

3. Hp Anda Mungkin Disadap

Kasus ini dialami oleh seorang ibu di Jakarta. Debitur pinjaman online menagih hutang ibu tersebut dengan cara menghubungi orang-orang dan kerabat dekatnya. Walau belum diketahui secara pasti apakah Hp benar-benar disadap atau tidak, tetapi kenyataanya orang-orang yang dihubungi pihak debitur adalah orang-orang yang ada di kontak ibu tersebut. Padahal ibu tersebut tidak pernah mendaftarkan nomor tersebut ke peminjam online.

Ternyata menurut Sanu Widyatmoko selaku Wakil Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI) menyebutkan bahwa fintech kredit online memang biasanya mengakses kontak calon peminjam misalnya log panggilan keluar dan masuk. Gunanya untuk menganalisa terkait dengan calon peminjam, apakah layak atau tidak mendapat pinjaman.

4. Masalah Privasi

Pinjaman Bank biasanya datang dengan serangkaian aturan privasi yang sangat ketat, tetapi pinjaman online biasanya tidak seformal Bank. Padahal semua pemberi pinjaman, termasuk pinjaman online seharusnya menghormati privasi peminjam sebagaimana yang disyaratkan untuk bank. Tetapi kenyataannya tidak demikian, banyak debitur online yang dengan mudah mengakses data peminjam tanpa perjanjian sebelumnya.

5. Biaya Dibayar di Muka Relatif Besar

Berbeda dengan bank yang hanya mensyaratkan bunga beberapa persen dipotong di muka, pinjaman online justru hadir dengan biaya dibayar di muka yang relatif besar. Padahal umumnya jumlah dana yang bisa dipinjam secara online tidaklah besar. Berkisar antara 500 hingga 15 juta. Tetapi potongnya hingga 15 atau malah 20 persen.

6. Mendapat Teror

Hak pemberi pinjaman adalah menagih uang yang dipinjamkan jika pada batas waktu tertentu belum juga dilunasi. Tetapi yang perlu dicatat, menagih itu ada cara dan ketentuanya. Tidak boleh melanggar hak-hak peminjam. Setidaknya dari 1.330 laporan terkait technology (fintech) kredit online yang diterima oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta ada kasus teror kepada peminjam oleh perusahaan.

Banyak kasus dimana peminjam online melakukan pencurian data pribadi, pelecehan seksual, hingga penagihan dengan ancaman. Hanya saja, kasus semacam ini banyak terjadi ketika kita meminjam di fintech ilegal.

7. Adanya Bunga Harian

Beberapa penyedia pinjaman online datang dengan segudang kemudahan dan inovasi. Termasuk juga memberikan pinjaman harian. Anda tak perlu lagi meminjam dengan jangka waktu pelunasan bulanan. Anda mungkin tergiur dengan keberadaan pinjaman harian yang sangat mudah didapatkan.

Tetapi Anda harus tahu, pinjaman harian juga datang dengan bunga harian. Jadi jika Anda tidak benar-benar mampu membayar hutang Anda dengan cepat, jangan pernah mengambil pinjaman harian.

8. Tidak Ada Peminjam Online yang Benar-benar Tanpa Jaminan

Mendapatkan pinjaman tanpa jaminan sedikit lebih sulit daripada mendapatkan pinjaman yang dijamin oleh jaminan. Karena tidak ada jaminan yang bisa digunakan untuk mengamankan apa yang telah Anda pinjam. Pinjaman tanpa jaminan artinya peminjam tidak diharuskan untuk memasang jaminan pada akad pinjaman tersebut.

Tetapi sebenarnya tidaklah demikian. Ketika pemberi pinjaman bisa mengakses data pribadi anda, secara otomatis pihak pemberi pinjaman mencari jaminan dari data pribadi Anda.

9. Terjebak dalam Sistem yang Rumit

Pinjaman adalah produk sederhana. Seseorang memberi Anda uang dan Anda membayarnya kembali dengan bunga sesuai dengan apa yang sudah disepakati dalam perjanjian hutang piutang. Jika pemberi pinjaman menawarkan potongan pembayaran, penawaran cash back, atau bujukan lainnya, pahami bahwa pihak pemberi pinjaman tidak akan pernah mau kehilangan sepersenpun uangnya dalam transaksi.

Satu-satunya yang mungkin membiayai semua tawaran itu adalah Anda, jadi amat sangat mungkin semua tawaran itu diperoleh dari uang yang anda pinjam.

10. Perbedaan Perhitungan Bunga

Risiko ketika meminjam online berikutnya adalah adanya kemungkinan perbedaan cara menghitung bunga. Bisa jadi yang Anda pahami ketika Anda membayar pinjaman dengan cepat, Anda tidak harus membayar semua bunganya. Tetapi bisa jadi pihak pemberi pinjaman memiliki perhitungan yang berbeda. Jadi pastikan Anda bertanya bagaimana bunga dihitung.

Itulah sejumlah risiko yang mungkin saja Anda terima bila Anda mengambil pinjaman online. Satu-satunya hal terbaik adalah Anda tidak meminjam.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang risiko ketika meminjam di pinjaman online (pinjol), semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Mengapa Pinjaman Online (Pinjol) Adalah Utang yang Buruk?
Apa itu LinkAja (Dulu TCash)?
P2P Lending Bangkrut? P2P Lending Penipu? Ini di China!
10 Perusahaan Fintech yang Terdaftar di OJK Lebih dari Setahun
Produk Keuangan Apa yang Ditawarkan oleh Financial Technology?
Fintech dengan Pertumbuhan Cepat
Apa itu Peer to Peer Lending?
5 Peer to Peer Lending di Indonesia yang Patut Diperhitungkan
Mengapa Pinjaman Online (Pinjol) Adalah Utang yang Buruk?
Bank Sentral Memberi Warning pada P2P Lending di Vietnam


Bagikan Ke Teman Anda