Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Tip dan Saran untuk Bootstrapped Entrepreneur

Menjadi entrepreneur adalah pilihan karir yang sangat populer di kalangan millennials dan anak muda di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Kamu yang tertarik dengan dunia entrepreneurship wajib tahu yang namanya bootstrapped entrepreneur.

Bootstrapping adalah membangun usaha atau startup secara mandiri tanpa bantuan dari investor. Ini artinya pendiri startup akan menggunakan dana pribadi mereka sebagai modal untuk memulai usaha. Bootstrapped entrepreneur adalah contoh nyata bahwa menjadi seorang pengusaha itu butuh usaha dan kerja yang lebih keras dari karyawan biasa.

Untuk kamu yang ingin memulai bootstrapping, kamu bisa menerapkan beberapa tips bermanfaat berikut ini.

1. Pilih Bidang Kamu Sukai dan Mengerti

Memulai bisnis tanpa investor artinya kamu harus siap mempertaruhkan semua tabungan dan simpananmu untuk kegagalan yang mungkin terjadi. Untuk meminimalisir kemungkinan gagal, pilihlah bidang yang kamu kuasai dan kamu sukai.

Memulai bisnis di bidang yang tidak kamu ketahui dan kamu kuasai adalah resep yang paling ampuh untuk menuju kegagalan. Pengetahuan dalam bidang bisnis yang kamu geluti bisa mengurangi biaya tertentu dan membantumu membangun koneksi bisnis yang baik.

2. Bekerja Sama dengan Orang yang Tepat

Menjadi bootstrapped entrepreneur artinya kamu siap memulai usaha dengan bekerja lebih keras karena kamu tidak punya atau mungkin hanya punya sedikit dana untuk mepekerjakan orang lain. Jika kamu memang benar-benar membutuhkan bantuan untuk menjalankan usaha, pilihlah orang yang tepat.

Utamakan mereka yang mau bersama-sama membangun usaha denganmu, mengutamakan ekuitas daripada jumlah uang yang didapatkan. Bekerja dengan orang yang sama-sama punya rasa memiliki atas startup yang sedang dikerjakan adalah pilihan yang paling tepat.

3. Buat Rencana Berdasarkan Budget

Ketika mendirikan startup, kamu pasti punya banyak visi dan impian yang ingin diwujudkan. Namun karena modal yang dimiliki terbatas, mau tidak mau kamu harus mengesampingkan semua itu dan fokus membuat rencana bisnis yang sesuai dengan budget yang ada.

Kurangnya dana saat memulai startup seharusnya menjadi kesempatan yang baik untukmu belajar mengelola keuangan perusahaan. Sebagian besar investor lebih tertarik menanamkan modal pada perusahaan yang tidak memiliki banyak dana, karena semakin banyak modal yang dimiliki maka semakin rendah pula kontrol perusahaan terhadap pengeluaran.

4. Hindari Terjadinya Overspending

Sebagai perusahaan baru, kamu akan membutuhkan sangat banyak biaya. Bahkan ada beberapa pengeluaran yang tidak bisa kamu pangkas dan jumlahnya sangat besar. Jika kamu tidak bisa menghapus pengeluaran, maka yang bisa kamu lakukan adalah mencegah overspending.

Misalnya dengan menurunkan kualitas barang. Jika kamu awalnya menggunakan barang seharga Rp1 juta, cari barang dengan manfaat serupa yang harganya lebih murah. Biasakan diri untuk berhemat sejak awal agar nanti saat bisnismu sudah berkembang, kamu terbiasa mengontrol keuangan dan mencegah pengeluaran yang tidak perlu.

5. Ruang Kerja Virtual

Bekerja secara remote atau jarak jauh adalah hal sangat wajar bagi para pendiri startup saat ini. Hanya bermodalkan smartphone, koneksi internet kecepatan tinggi, dan panggilan video, kamu sudah bisa menjalankan usaha dengan maksimal.

Memiliki kantor secara fisik bukanlah sebuah urgensi bagi mereka yang bootstrapping. Asalkan startup-mu punya website yang mumpuni, kamu tidak akan dengan brand-brand lain yang sudah lebih dulu punya nama.

6. Maksimalkan Promosi Word-of-Mouth

Metode promosi secara WOM (Word of Mouth) sangat disukai oleh para pendiri startup, terutama mereka yang menjadi bootstrapped entrepreneur. Kamu bisa memulai dari lingkaran terdekat seperti keluarga, teman, dan rekan-rekan kerja terdahulu.

Jangan lupa juga untuk memaksimalkan peran digital marketing dengan mempromosikan produk atau usahamu melalui media sosial. Minta mereka untuk menyebarkan usahama seluas mungkin dengan memberitahu orang-orang lain yang mereka kenal. Media promosi seperti ini sangat membantu para bootstrapped entrepreneur untuk menjangkau pasar yang lebih luas lagi tanpa harus mengeluarkan banyak biaya.

7. Utamakan Penjualan Produk

Saat menjalankan usaha sebagai bootstrapped entrepreneur, fokus paling utama dan paling besar harus ditujukan pada produk yang akan dijual. Entah kamu menjual produk fisik atau produk digital, atau menawarkan jasa, berikan produk dengan kualitas terbaik. Inilah cara terbaik untuk mengenalkan usahamu pada pasar yang lebih luas, juga untuk memperoleh pendapatan yang bisa kamu gunakan untuk menjalankan usaha.

Buatlah rencana anggaran dengan produk sebagai pusatnya. Meski kamu belum punya banyak karyawan atau bahkan belum memiliki kantor sendiri, pastikan kamu sudah tahu produk yang ingin kamu jual, kepada siapa, dan bagaimana caranya.

8. Lakukan Semua Pekerjaan Sendiri

Berapa jumlah orang yang kamu butuhkan untuk menjalankan usahamu sangat tergantung pada jenis usaha yang kamu jalankan. Jika kamu memang tidak membutuhkan banyak orang, kenapa tidak lakukan semuanya sendiri? Kamu pemiliknya, kamu juga karyawannya.

Terlebih lagi jika kamu adalah bootstrapped entrepreneur dengan modal yang sangat sedikit. Dengan melakukan semuanya sendiri, kamu akan lebih memahami seluk beluk usahamu. Sehingga saat usahamu sudah lebih besar dan kamu membutuhkan karyawan, kamu benar-benar bisa memilih orang yang tepat untuk ada di sana.

Menjadi seorang entrepreneur, berarti kamu harus siap dengan kegagalan. Meski kegagalan terasa menyakitkan – tidak hanya secara mental, tetapi kamu juga kehilangan uang pribadimu – namun berani mencoba adalah sesuatu yang patut dihargai. Kegagalan bisa kamu jadikan pelajaran yang sangat berharga untuk langkahmu ke depan. Lagipula, orang sukses adalah mereka yang mampu bangkit dari kegagalan, meski sudah berulang kali.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang tip dan saran untuk bootstrapped entrepreneur, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Orang Seperti Apa yang Seharusnya Tidak Menjadi Enterpreneur
9 Tips untuk Enterprenuer Muda agar Terus Berkembang
Faktor Apa yang Membuat Entrepreneur Sukses?
Apa Pandangan yang Salah Terhadap Entrepreneur?
Kemampuan yang Harus Dimiliki Entreprenur
Saran-saran dalam Berbisnis
Mau Memulai Usaha? Hindari Kesalahan Entrepreneur Ini!
10 Hal yang Harus Anda Ketahui Bila Ingin Menjadi Entrepreneur
5 Daftar Kesalahan Entrepreneur Pemula
Ini Dia Mitos yang Salah Kaprah Tentang Entrepreneur


Bagikan Ke Teman Anda