Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Tip Mencari Ide Nama Brand

Nama suatu brand merupakan hal paling penting untuk memastikan produk dapat bersaing di pasaran. Terkadang suatu produk memiliki kualitas bagus, tetapi tidak terkenal karena nama brand-nya kurang menarik. Oleh sebab itu jangan sampai salah pilih nama brand.

Tips Menemukan Brand

Ada sejumlah cara yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan nama brand untuk produk yang kita miliki.

1. Bandingkan brand serupa di pasaran terlebih dahulu

Hal pertama yang perlu kita lakukan sebelum mulai mencari nama brand produk adalah membandingkannya. Temukan produk serupa di pasaran. Pahami dengan baik persamaan dan perbedaannya dengan produk yang kita miliki. Hal ini akan membantu kita menemukan kelebihan dan kekurangan produk sendiri.

Selanjutnya pelajari nama brand yang mereka gunakan. Kita bisa memetakan brand serupa, mana yang terkenal dan dan mana tidak terkenal. Sehingga kita bisa membuat pertimbangan nama brand produk yang cocok untuk digunakan. Selain itu kita juga tahu apa saja nama brand yang sudah ada di pasaran. Jangan sampai nama brand produk kita justru sama dengan yang sudah ada.

2. Tidak ada salahnya menambahkan imbuhan di awal atau akhir nama brand

Memberi imbuhan pada nama brand akan membuatnya menjadi lebih unik dan menarik. Brand Apple misalnya yang memberi produknya nama yang umum seperti Phone dan Pad. Kosakata tersebut disertai dengan imbuhan ‘i’, sehingga brand-nya menjadi iPhone dan iPad. Sederhana, tetapi menarik bukan?

Contoh brand yang memberi imbuhan untuk nama produknya adalah Gojek. Siapa yang tidak bangga dengan hasil karya anak bangsa ini? Selanjutnya semua fitur terbaru hasil pembaharuan Gojek diberi imbuhan Go di depannya. Misalnya Gocar untuk pemesanan mobil, Gofood untuk makanan, dan Gotix untuk bioskop.

3. Gunakan kosakata umum yang bersifat deskriptif

Jangan salah sangka! Menggunakan kosakata yang bersifat umum walupun tampak sederhana dapat menjadi kekuatan tersendiri lho. Segala sesuatu yang fantastis pasti berawal dari hal sederhana. Apalagi jika kita mampu menggunakannya secara tepat. Pastikan juga bahwa kosakata umum yang kita pilih bersifat deskriptif.

Contoh dari tips ini adalah Microsoft Internet Explorer. Siapa coba yang tidak tahu apa itu internet dan explore? Microsoft juga sudah sangat terkenal. Sehingga menggabungkan ketika kosakata yang sudah umum tersebut membuat semua orang bisa langsung memahami maksudnya. Brand tersebut digunakan untuk menjelajahi internet.

Brand Indonesia sendiri yang mengambil kosakata umum adalah Matahari. Kalau dipikir apa hubungan antara matahari dan fashion? Sama seperti brand internasional Apple, Matahari sangat mudah diingat. Bahkan sudah terpatri ketika membahas Matahari sebagai suatu tempat, maka itu pasti adalah brand fashion.

Meskipun begitu bukan berarti nama brand-mu harus benar-benar mendeskripsikan secara gamblang tentang produk. Misalkan karena ingin langsung diketahui bahwa produkmu adalah wafer, kita memberinya nama wafer saja. Jangan ya.

4. Jangan ragu untuk meleburkan dua kata

Meleburkan dua kata dapat menambah keunikan dari brand-mu. Terutama jika produk yang kita tawarkan sudah sangat banyak di pasaran. Jangan bingung memberi nama brand. Cukup leburkan dua kata yang sesuai, maka brand-mu akan hadir membawa warna baru.

Contoh brand lokal yang meleburkan dua kata adalah Hypermart. Salah satu brand swalayan ini meleburkan dua katau yaitu hyper dan market. Gabungan kosakata sederhana, tetapi cocok dengan esensi swalayan membuatnya tampak memukau dan menarik, bukan?

5. Lebih mudah diingat dengan akronim

Memilih akronim sebagai nama brand memang membutuhkan suatu pemikiran dalam dan panjang. Karena harus memastikan akronim yang dipilih memiliki kombinasi yang pas dan cocok. Sehingga mudah untuk diingat. Kita juga bisa menggunakan angka untuk melengkapi akronimmu.

Penerapan akronim sebagai nama brand tidaklah mudah. Salah sedikit produkmu bisa berakhir naas dan sulit diingat. Tetapi jika diingat maka akan berhasil dengan baik. Brand akronim digunakan oleh Formula 409 dan CRV Honda. Adapun untuk brand asli Indonesia yang menggunakan akronim adalah CFC.

Akronim dari California Fried Chicken ini mampu bersaing dipasaran, karena sebelumnya sudah ada brand KFC. Hal ini membuat CFC terasa lebih familiar dan mudah sekali diingat. Menawarkan produk serupa dengan harga lebih terjangkau, CFC memiliki daya tarik tersendiri.

6. Tambah daya tarik dengan menggunakan nama orang atau daerah

Menggunakan nama orang atau nama daerah untuk brand produk biasanya lebih mudah diingat dan dikenali. Kebanyakan yang menggunakan nama orang untuk brand-nya adalah para artis atau tokoh publik. Sementara untuk nama daerah menyesuaikan dengan makanan khas daerah tersebut.

Salah satu contoh brand yang mengambil nama orang adaah Edward Forrer. Brand ternama yang sering dikira berasal dari luar negeri ini adalah asli dari kota Bandung. Mengambil nama pemiliknya, Edward Forrer memproduksi tas dan alas kaki. Brand ini kini sudah dijual ke Malaysia dan Australia.

Indomie juga merupakan brand mie instan yang mengambil nama tempat yaitu Indonesia. Indo adalah sebutan lain untuk Indonesia. Meskipun meleburkan dua kosakatan, siapa saja yang mendengar indomie pasti akan langsung tahu bahwa itu produk Indonesia. Contoh lainnya adalah Kopi Toraja.

7. Buat kosakata khasmu sendiri

Terkadang brand terkenal berawal dari memilintir kosakata dengan sembarangan. Meskipun sedikit melenceng, tahukah kamu bahwa justru itulah yang memberinya kreatifitas dan keunikan tersendiri. Sehingga akan sulit menemukan brand dengan nama serupa.

8. Ingat untuk menggunakan kosakata dengan ejaan yang mudah diucapkan

Jangan sampai karena terobsesi membentuk kosakata yang unik dan keren, kamu sampai melupakan hal penting. Muara dari brand-mu adalah konsumen. Jadi pertimbangkanlah dengan baik bahwa konsumen dapat mengingat dan mengeja nama brand-mu dengan benar.

Contoh brand yang sangat mudah diingat adalah Gojek. Berangkat dari kata Go dan Ojek. Coba banyakan kalau Go-Ojek dipisah. Pasti akan susah diucapkan. Lebih enak Gojek, kan? Sederhana, familiar, mudah diucapkan, dan tentu saja unik.

9. Jangan lupakan logo yang memorable

Membuat logo dengan desain yang menarik akan menambah daya saing brand-mu. Bahkan kadang-kadang suatu brand menjadi terkenal berawal dari logonya lho. Contoh logo yang mudah dikenali adalah logo dari brand Gucci. Hanya melihat sekilas dua huruf G yang saling membelakangi, semua orang akan tahu bahwa itu adalah Gucci. Di Indonesia sendiri beberapa logo yang mudah diingat antara lain dari brand ABC, Wings, dan Pond’s.

Nah itulah beberapa tips yang bisa kita perhatikan sebelum memberi nama brand. Semoga bermanfaat dan selamat mencari nama untuk brand-mu.

10. Gunakan brand name generator

Nah bila kamu sudah pusing karena ide nama brand tidak ketemu-ketemu, kamu bisa gunakan brand name. Berikut beberapa generator yang bisa kamu pakai:

  • namelix.com
  • netsubstance.com
  • hipsterbusiness.name
  • mightynetworks.com/name-generator

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang tip mencari ide nama brand, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Ide-ide Startup yang Sering Gagal
Apa itu Siklus Bisnis? Bagaimana Tahapan Siklus Bisnis?
5 Cara Memulai Bisnis Cleaning Service
Cara Mendapatkan Uang Lewat Airbnb
Apa itu Bancassurance? Definisi Bancassurance
Definisi Debt to Income Ratio?
Kamar Mau Disewakan di Airbnb? Ini Tip Memulai Bisnis Airbnb!
Untung Rugi Bisnis Dropshipping
5 Alasan Mengapa Bisnis Baru Sering Gagal
Perlukah Gelar MBA untuk Memulai Bisnis?


Bagikan Ke Teman Anda