Apa Itu Mobilitas Horizontal?
Ketika melihat orang-orang sukses yang begitu terkenal, Apakah Anda pernah bertanya-tanya tentang bagaimana mereka bisa sampai sesukses itu. Padahal kebanyakan dari mereka berasal dari kalangan biasa. Faktanya, setiap manusia dapat mengubah posisi mereka di beberapa titik dalam hidup, dan beberapa berubah ke arah yang lebih positif dari yang lain. Namun , tidak jarang juga ada yang berubah ke arah yang lebih negatif dari yang lain. Dalam sosiologi, ini disebut mobilitas sosial.
Mobilitas sosial menggambarkan kemungkinan terjadinya perpindahan status sosial seseorang dari satu status ke status lainnya. Perpindahan itu bisa ke arah yang lebih tinggi, lebih rendah, antar generasi, atau intra generasi, dan tidak serta merta dapat ditentukan apakah perubahan itu baik atau buruk.
Mobilitas sosial mengambil bentuk yang berbeda, dan setiap orang dapat mengalami berbagai jenis mobilitas pada berbagai tahap kehidupan mereka. Misalnya, kita semua memulai hidup sebagai anak-anak (posisi sosial yang sangat rendah), lalu menempuh pendidikan hingga menjadi terdidik, membangun karier, dan berhasil mencapai berbagai tingkat keberhasilan, yang semuanya menentukan status sosial individu kita.
Pindah dari posisi sosial kita yang rendah sebagai anak-anak ke posisi sosial yang semakin berharga seiring bertambahnya usia termasuk ke dalam mobilitas sosial ke atas (vertikal). Secara teoritis, selama proses ini setiap posisi sosial akan menjadi lebih berharga dan di hormati daripada yang terakhir, tetapi itu tidak sepenuhnya alami dan berjalan mulus seperti yang Anda bayangkan. Sebenarnya, ada banyak hal berbeda yang mempengaruhi status sosial dan mobilitas seseorang, dan beberapa di antaranya berada di luar kendali kita.
Dalam konsep mobilitas sosial, selain mobilitas vertikal yang merupakan perpindahan kelas sosial seseorang atau kelompok ke status yang lebih tinggi, juga terdapat tipe mobilitas horizontal. Apakah itu?
Mobilitas Horizontal
Mobilitas horizontal adalah perubahan posisi individu atau kelompok (keluarga) dalam sistem stratifikasi yang tidak mengubah tingkat kelas, kekuasaan, atau status aslinya. Singkatnya, mobilitas horizontal berarti perpindahan dari satu posisi ke posisi lain dalam tingkat sosial yang sama.
Ini terjadi ketika seseorang berpindah pekerjaan tanpa mengubah status pekerjaan, maupun adanya perpindahan antar kelompok sosial yang memiliki tingkat status sosial yang sama sehingga mencerminkan konsep tidak naik atau turun dalam hierarki sistem sosialnya.
Jenis Mobilitas Horizontal
Mobilitas horizontal terbagi menjadi dua, yaitu:
- Mobilitas Horizontal Antargenerasi
Menunjukkan terjadinya mobilitas horizontal dalam dua generasi atau lebih pada satu keluarga. Misalnya, orang tua merupakan seorang pengusaha rumah makan tingkat menengah, dan anaknya memilih menjadi karyawan di sebuah perusahaan tingkat menengah pula.
- Mobilitas Horizontal Intragenerasi
Menunjukkan terjadinya mobilitas horizontal yang dialami oleh orang yang sama. Misalnya, seorang guru SD yang di pindah tugaskan untuk mengajar di SD lain.
Dampak Mobilitas Sosial
Mobilitas sosial yang terjadi di kalangan masyarakat, entah itu mobilitas sosial vertikal ataupun mobilitas sosial horizontal membawa dampak positif dan negatif. Dari sisi positif, masyarakat menjadi lebih sadar untuk meningkatkan kualitas diri. Masyarakat mendapat motivasi dari berbagai faktor untuk bekerja dan mencapai peran baru yang menawarkan standar hidup lebih baik, serta penghargaan yang lebih besar.
Dari sisi negatif, segala jenis mobilitas sosial yang terjadi baik itu mobilitas horizontal dapat memicu terjadinya berbagai konflik. Termasuk konflik antarkelas yang merupakan konflik yang terjadi di lapisan masyarakat dengan kelas sosial yang berbeda, konflik antarkelompok sosial yang merupakan konflik yang terjadi antara kelompok satu dengan kelompok lain (misal, kelompok sosial yang masih tradisional dengan kelompok sosial yang sudah modern, atau kelompok sosial tertentu dengan kelompok sosial lain yang berwenang), serta konflik antargenerasi yang terjadi akibat adanya perbedaan nilai dan kepentingan antara generasi satu dan yang lain yang ingin membawa perubahan.
Mobilitas sosial vertikal yang tinggi juga dapat mempengaruhi kondisi psikologis mereka yang mengalami mobilitas sosial horizontal. Seseorang yang mengalami mobilitas sosial horizontal cenderung merasa terisolasi, cemas, hingga merasa kurang percaya diri terhadap mereka yang mengalami mobilitas sosial vertikal.
Artikel Terkait
- Asal Usul Kapitalisme Menurut Max Weber
- Asimilasi VS Akulturasi – Pengertian Dan Perbedaan
- Apa Itu Aset Tidak Berwujud
- Apa Itu Nilai Ekonomi?
Demikianlah artikel tentang apa itu mobilitas horizontal, semoga bermanfaat bagi Anda semua.