Ketahui Keuntungan dan Kerugian Tarik Tunai

Seperti  kita  ketahui,  penggunaan  kartu  kredit  secara  membabi  buta  dapat menyebabkan tagihan kartu kredit Anda semakin hari semakin membengkak. Belum lagi godaan berbelanja, godaan discount menarik, hingga permasalahan financial yang memaksa Anda menggunakan kartu  kredit.  Kenapa  kartu  kredit dapat  dijadikan  solusi  untuk  mengatasi  permasalahan financial? Memang sejatinya kartu kredit adalah alat pembayaran, namun sering kali disalah artikan  sebagai  hartu  hutang  dan  menggunakan  kartu  kredit  untuk  tarik tunai  di  ATM  (Anjungan Tunai mandiri).

Mindset tersebut  sudah  jelas  menyalahi  aturan  secara  fungsi  kartu  kredit  itu sendiri.  Bunga yang  dikeluarkan  bank  penerbit  sudah  jelas  berlipat  lipat, bunga  tersebut  terdiri  dari  bunga tarik  tunai  dan  biaya  tarik  tunai  yang rata  rata  bunga  nya  sebesar  4%  atau  Rp  50.000, biasanya  bank  akan menentukan  mana  yang  lebih  besar.  Jika  Anda  memang  terpaksa menggunakan kartu kredit untuk tarik tunai, perhatikan keuntungan dan kerugian yang dapat Anda peroleh  seperti  yang akan  Kita  bahas dalam artikel kali  ini.  Langsung saja,  berikut ini adalah ulasannya :

Keuntungan Tarik Tunai

Kerugian Tarik Tunai

Kerugian dari tarik tunai menggunakan kartu kredit tentu saja cukup banyak. Pertama yang harus menjadi perhatian adalah besaran bunga dan biaya yang dikenakan oleh bank penerbit kartu kredit. Seperti telah disampaikan sebelumnya, rata rata bank penerbit kartu kredit mengeluarkan bunga tarik tunai dan biaya tarik tunai sebesar 4% atau Rp 50.000, mana yang lebih besar itulah yang akan menjadi acuan. Belum lagi ditambah bunga kartu kredit sebesar maksimal 2,95% dari total tagihan (dalam case ini setiap bank penerbit mengeluarkan besaran bunga berbeda beda, namun menurut peraturan Bank Indonesia, bunga kartu kredit paling besar adalah 2,95%). Bunga sebesar 2,95% tersebut akan terus berkembang jika tidak segera Anda lunasi total tagihannya.

Simulasi Perhitungan Bunga :

Jika dibuat simulasi, berikut ini adalah perhitungan bunga tarik tunai menggunakan kartu kredit secara global (asumsi dasar bunga kredit terbesar):

Misal, Anda mempunya kartu kredit Mandiri dan melakukan tarik tunai menggunakan kartu kredit Anda sebesar Rp 1.500.000. Maka tagihan selanjutnya adalah Rp 1.560.000, jika anda melunasi tagihan Rp 1.560.000 sebelum keluar billing tagihan Anda bulan berikutnya, maka aman bagi Anda karena tidak dikenakan bunga kartu kredit sebesar 2,95%.

Namun jika Anda membiarkan hingga billing tagihan Anda bulan berikutnya keluar, berikut adalah simulasinya :

Rp 1.500.000 + 60 ribu + 2,95% dari Rp 1.500.000 = Rp 1.604.250

Bunga sebesar 2,95% tersebut akan beranak-pinak selama total tagihanmu belum terbayarkan seluruhnya. Selanjutnya jika Anda terpaksa membayar tagihan hanya bulan berikutnya hanya sebesar Rp 250.000, berikut ini adalah simulasinya :
Rp 1.500.000 + 60 ribu – 250 ribu = Rp 1.310.000
Rp 1.310.000 + (2,95% x 1.310.000) = Rp 1.348.645
Jadi tagihan Anda bulan selanjutnya setelah dikurangi pembayaran sebesar Rp 250.000 adalah Rp 1.348.645

Bagaimana? Masih berfikir untuk tarik tunai menggunakan kartu kredit diluar keadaan darurat? Sepertinya Anda harus berfikir berulang kali. Bunga yang semakin membesar tentu saja akan mempengaruhi tagihan kartu kredit Anda di bulan bulan berikutnya.

Demikianlah ulasan mengenai keuntungan dan kerugian melakukan tarik tunai menggunakan kartu kredit. Selalu pikirkan jangka panjang sebelum melangkah dan selalu hindari gaya hidup konsumtif denga begitu pengeluaran Anda dapat lebih terkontrol dengan baik.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang keuntungan dan kerugian tarik tunai, semoga bermanfaat bagi anda semua.