Apa Itu Aggregate Supply?

Dalam suatu perekonomian, setiap perusahaan memproduksi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan pasar. Aktivitas ini tentu tak lepas dari hukum permintaan dan penawaran. Kebutuhan konsumen memunculkan permintaan akan barang dan jasa.

Tingkat permintaan tersebut tentu harus dipenuhi dengan produksi pasokan barang dan jasa yang cukup. Oleh sebab itu, produsen berusaha untuk menjaga agar total output yang diproduksi mampu mencapai tingkat penawaran agregat (aggregate supply).

Apa itu aggregate supply?

Aggregate supply atau penawaran agregat yang disebut juga sebagai total output dapat dipahami sebagai total penawaran barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu perekonomian pada tingkat harga tertentu dalam periode tertentu pula.

Penawaran agregat ini umumnya digambarkan dalam bentuk kurva yang merepresentasikan hubungan antara tingkat harga dengan jumlah output yang tersedia atau disediakan oleh perusahaan. Hubungan antara variabel tingkat harga dengan jumlah output pada kurva penawaran agregat ini biasanya positif.

Pergerakan kurva penawaran agregat mencerminkan dinamika hubungan antara tingkat harga dengan jumlah output. Ketika tingkat harga mengalami kenaikan, hal ini menjadi indikator bahwa bisnis harus memperluas produksi guna memenuhi tingkat permintaan agregat yang lebih tinggi.

Sementara ketika tingkat permintaan yang semakin tinggi namun tingkat penawaran konstan, maka konsumen harus bersaing untuk mendapatkan barang yang tersedia, atau membayar dengan harga yang lebih tinggi. Dinamika ini mendorong perusahaan untuk meningkatkan produksi agar barang terjual lebih banyak. Jumlah pasokan yang meningkat menyebabkan harga tetap normal dan output tetap tinggi.

Penyebab utama pergeseran penawaran agregat

Bicara tentang penawaran agregat tak lepas dari kurva yang merepresentasikan dinamika hubungan antara tingkat harga dengan jumlah output yang ditawarkan. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya pergeseran penawaran agregat, yang akhirnya bermuara pada perubahan tingkat harga dan jumlah pasokan yang tersedia atau ditawarkan.

Pergeseran penawaran agregat bisa jadi disebabkan oleh banyak variabel seperti perubahan ukuran dan kualitas tenaga kerja, inovasi teknologi, kenaikan upah dan biaya produksi, pajak produsen, subsidi, dan inflasi. Dampak yang ditimbulkan oleh berbagai variabel tersebut bisa jadi berbeda, ada yang berpengaruh secara positif, namun ada pula yang negatif.

Sebagai contoh, peningkatan efisiensi tenaga kerja, baik melalui outsourcing maupun otomasi bisa jadi akan meningkatkan jumlah pasokan, namun di sisi lain justru menurunkan biaya tenaga kerja per unit pasokan. Sebaliknya, kenaikan tingkat upah dapat memberi tekanan pada penawaran agregat dengan meningkatkan biaya produksi.

Berikut variabel-variabel yang turut menyebabkan terjadi pergeseran penawaran agregat pada berbagai sektor ekonomi.

Penawaran agregat jangka pendek dan panjang

Dalam upaya memenuhi tingkat permintaan konsumen, perusahaan yang bertindak sebagai produsen melakukan proses produksi guna menghasilkan pasokan barang dan jasa. Berkenaan dengan produksi barang dan jasa, penawaran agregat dapat dibedakan menjadi dua yakni penawaran agregat jangka pendek dan panjang.

Tak bisa dipungkiri bahwa tingkat permintaan konsumen sangat fluktuatif, kadang tinggi, terkadang juga rendah. Ketika tingkat permintaan dan harga tinggi, bisnis merespon dengan penawaran agregat jangka pendek, yang direalisasikan melalui peningkatan proses produksi dengan memanfaatkan input yang ada saat ini.

Dalam jangka pendek, perusahaan tidak dapat mendirikan pabrik baru atau memperkenalkan teknologi baru untuk meningkatkan efisiensi produksi. Namun, perusahaan dapat meningkatkan pasokan dengan memanfaatkan faktor-faktor produksi yang ada. Misalnya memberlakukan jam kerja yang lebih lama bagi pekerja atau meningkatkan penggunaan teknologi yang ada.

Perubahan tingkat harga tidak mempengaruhi penawaran agregat. Dalam jangka panjang, penawaran agregat didorong oleh peningkatan produktivitas dan efisiensi. Hal ini mencakup peningkatan keterampilan dan pendidikan pekerja, kemajuan teknologi, dan modal.

Namun menurut teori Keynesian, penawaran agregat jangka panjang masih elastis terhadap harga hingga titik tertentu. Ketika titik tersebut tercapai, penawaran menjadi tidak lagi sensitif terhadap perubahan harga.

Penawaran agregat ditentukan oleh kebijakan pemerintah dari sisi penawaran. Hal ini dimaksudkan agar tercapai peningkatan efisiensi produktif dan output nasional. Kebijakan pemerintah sisi penawaran mencakup pendidikan dan pelatihan, penelitian dan pengembangan, program untuk pengusaha kecil dan menengah, penurunan pajak bisnis, reformasi pasar tenaga kerja guna mengurangi friksi yang dapat menghambat ouput, dan investasi dalam infrastruktur.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu aggregate supply, semoga bermanfaat bagi Anda semua.