Apa Itu Slippage Tolerance?

Salah satu nasihat yang sering kita dengar terutama bagi pendatang baru di dunia ekosistem finansial terdesentralisasi (DeFi) adalah: “hati-hati jangan sampai selip.” Nasihat ini biasanya diberikan oleh para veteran yang sudah berpengalaman di dunia mata uang kripto. Tapi sebenarnya apa yang dimaksud dengan “selip” tersebut?

Dalam bahasa Inggris, istilah “selip” ini disebut sebagai slip atau slippage. Selip dalam mata uang kripto bisa terjadi dalam perdagangan mata uang kripto. Biasanya terjadi saat pedagang harus berhadapan dengan perubahan harga. Ini biasa terjadi karena pergerakan nilai dan harga mata uang kripto sangat fluktuatif dan bergerak cepat.

Contoh Slippage dalam DeFi

Slippage atau selip terjadi ketika pedagang harus menerima harga yang berbeda dari yang awalnya mereka minta. Harga pada saat koin memasuki pasar dengan saat perdagangan terjadi bisa berbeda. Ini dapat terjadi di pasar mana saja, seperti di perdagangan forex dan pasar saham. Tapi fluktuasi harga bisa terjadi lebih parah di dunia kripto, terutama di bursa yang terdesentralisasi.

Seperti yang banyak orang tahu, mata orang kripto volatilitas harganya sangat tinggi. Jadi selip bisa mudah terjadi. Masalah lain yang bisa dihadapi altcoin adalah volume koin dan nilai likuiditas yang rendah. Untuk koin yang memiliki likuiditas rendah, sebaiknya tidak melakukan pemesanan dalam jumlah besar. Selip biasa terjadi untuk pemesanan dalam jumlah besar.

Saat memasuki bursa, altcoin bisa memiliki nilai tinggi. Karena itu kita mengharapkan bisa menjual dengan harga yang tinggi. Namun ternyata saat dijual harganya turun. Akhirnya altcoin yang kita jual pun tidak sesuai dengan harapan. Di saat inilah pedagang membutuhkan slippage tolerance. Apa itu? Sebelumnya kenali dulu 2 jenis selip dalam mata uang kripto.

Jenis-Jenis Slippage

Meski selip terkesan sebagai sesuatu yang buruk, ternyata dalam berinvestasi selip terbagi menjadi dua jenis, yaitu selip yang positif dan negatif. Jika harga nyata lebih rendah dari harga yang diperkirakan pada saat order, maka ini disebut selip yang positif. Karena jika ini terjadi, maka pedagang tidak perlu mengeluarkan biaya lebih.

Tapi jika yang terjadi adalah sebaliknya, harga nyata lebih tinggi dari yang diperkirakan dalam orderan, maka ini akan dianggap sebagai selip yang negatif. Jika terjadi terlalu sering, slippage bisa menyebabkan kehilangan uang yang sangat banyak.

Untuk menghindari slippage terjadi terlalu sering, pedagang bisa menghindari eksekusi pesanan pasar. Pedagang bisa melakukan pesanan yang terbatas saja, sehingga harga yang didapat sesuai dengan yang diinginkan. Pesanan yang terbatas bisa dilakukan dengan slippage tolerance. Apa itu? Simak ulasan singkatnya di bawah ini.

Memahami Slippage Tolerance

Apa itu slippage tolerance? Slippage tolerance adalah istilah yang digunakan dalam dunia mata uang kripto. Dalam bahasa Indonesia artinya adalah toleransi selip. Jadi slippage tolerance adalah batas selip harga koin yang bisa kamu terima. Dengan mengatur slippage tolerance, pada dasarnya kita mengatur berapa batas banyaknya token yang bisa kita terima. Apakah lebih tinggi atau justru lebih rendah dari tarif yang ditampilkan di antarmuka.

Slippage tolerance ditunjukkan dalam bentuk persentase dari nilai swap total. Contohnya, jika kita menetapkan slippage tolerance sebesar 3%. Ini berarti jumlah token yang akan kita terima tidak akan melebihi angka 3%. Dengan begitu, kita bisa menghindari slippage terjadi dan kehilangan banyak uang. Tapi bukan berarti slippage tolerance selalu aman.

Di sisi lain, jika kita mengatur slippage tolerance jadi terlalu rendah, ini bisa berarti transaksi kita tidak akan pernah bisa dijalankan. Selain itu, kita juga bisa kehilangan kesempatan uang masuk atau keluar selama terjadi kenaikan atau penurunan harga.

Hal yang Perlu Diingat Berkaitan dengan Slippage Tolerance

Salah satu solusi untuk masalah selip dalam mata uang kripto adalah melakukan transaksi yang lebih kecil saat pertukaran. Tetapi ini juga bisa bermasalah. Misalnya pada Ethereum yang biaya gasnya meningkat. Akhirnya untuk transaksi Ethereum dalam jumlah kecil justru harga yang harus dibayar jadi lebih mahal dibandingkan membeli dalam jumlah besar.

Sementara untuk koin yang populer lainnya biasanya kemungkinan untuk terjadi slippage rendah. Kalaupun terjadi, hanya sedikit saja dan tidak akan jadi masalah. tapi untuk transaksi dengan koin yang nilainya kecil, toleransi selipnya bisa jadi tinggi. Jika memutuskan untuk terus berinvestasi dengan koin ini, maka slippage tolerance harus dicek secara terus-menerus.

Strategi Agar Tidak terjadi Slippage Terlalu Sering

Ada satu strategi yang biasanya banyak disarankan para veteran di bursa mata uang kripto. Strategi ini adalah membagi-bagi order kita menjadi jumlah yang lebih kecil.  Walau demikian, tetap ada beberapa hal yang bisa jadi halangan:

  1. Setiap transaksi punya biaya gasnya sendiri. Beberapa mata uang kripto punya biaya gas yang tinggi, beberapa yang lain rendah. Kalau kebetulan koin yang kita order biaya gasnya tinggi, maka memesan dalam jumlah kecil bukan jawaban yang tepat. Yang ada kita bisa menghabiskan biaya lebih banyak untuk biaya gas daripada harga koinnya.
  2. Setiap transaksi akan menggerakkan harga 2 token yang ditukar. Pergerakan harga ini mungkin tidak terlalu signifikan untuk aset yang likuiditasnya tinggi atau yang volume perdagangannya rendah. Tapi pergerakan harga akan berpengaruh pada aset yang likuiditasnya kecil atau yang volume perdagangannya tinggi.

Dengan begitu, tidak ada metode yang 100% tepat untuk mengatasi selip. Sebaiknya pedagang tetap memperhatikan volatilitas harga aset sebelum melakukan pembelian mata uang kripto.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu slippage tolerance, semoga bermanfaat bagi Anda semua.