Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa itu GENERASI Z?

Selamat tinggal generasi milenial dan selamat datang generasi Z! Sambutan pembuka ini agaknya tepat untuk menggambarkan fenomena sosial mengenai perubahan generasi dari generasi X yang disebut sebagai generasi milenial, beralih ke generasi Z atau yang disebut dengan generasi Net. Media telah banyak membicarakan tentang generasi milenial, kini saatnya pembahasan dialihkan ke generasi Z. Apa itu generasi Z? Siapakah mereka?

Mengenal Generasi Z

Generasi Z adalah generasi penerus setelah generasi milenial. Menurut Pew Reseach, definisi dari generasi Z adalah orang yang lahir setelah 1997 yang tumbuh dengan teknologi, internet, dan media sosial. Lahir dan berkembang di era teknologi digital menjadikan generasi Z sebagai pecandu teknologi dan cenderung anti-sosial.

Dalam definisi lain, generasi Z merupakan generasi yang lahir dalam rentang tahun 1995 hingga 2010. Generasi Z datang setelah generasi Y, sehingga sering disebut sebagai generasi peralihan generasi Y dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Banyak istilah yang menjadi sebutan bagi generasi Z, seperti iGen (iGeneration), gen Net (generasi internet), gen Tech, digital natives, dan plurals. Jika diperhatikan, istilah-istilah tersebut berkaitan erat dengan teknologi. Benar saja, sebab generasi Z tumbuh di era digital, sehingga mereka sudah mengenal teknologi dan akrab dengan perangkat digital canggih sejak kecil. Diakui atau tidak, teknologi yang menyertai tumbuh kembang generasi Z ini mempengaruhi kepribadian mereka.

Generasi Z didefinisikan pula sebagai generasi influencer yang merupakan penduduk asli dari era digital sejati saat ini. Sebab dari lahir hingga dewasa, generasi ini telah terpapar internet, jaringan sosial, dan sistem seluler. Perkembangan teknologi ini menghasilkan generasi hiper kognitif yang lebih nyaman mengumpulkan referensi silang dari banyak sumber informasi dan mengintegrasikan pengalaman virtual dengan kehidupan nyata.

Karakteristik Generasi Z

Generasi dari generasi berganti tanpa disadari. Di saat publik internasional disibukkan dengan generasi milenial, kini telah hadir generasi Z. Akibatnya, dunia kembali harus bekerja keras untuk menyambut datangnya generasi tersebut, tentu berkaitan dengan pola perilaku dan karakteristik yang berimbas pada selera, layanan, cara kerja, dan lain sebagainya.

Setiap generasi memiliki karakteristik masing-masing, yang bisa jadi sama, bisa juga berbeda. Dari berbagai penelitian yang dilakukan, generasi Z memiliki karakteristik yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Adapun karakteristik dari generasi Z sebagai berikut.

  • Berambisi besar untuk mencapai kesuksesan

Anak muda masa kini memiliki role model yang semakin banyak. Artinya banyak orang yang mereka idolakan. Hal ini mendorong timbulnya ambisi yang besar untuk sukses seperti orang-orang yang diidolakannya tersebut. Ambisi yang besar pada generasi Z ini didukung dengan kondisi dunia yang lebih baik, termasuk kondisi keluarga yang sebagian besar jauh lebih mapan.

  • Menyukai hal-hal simpel, praktis dan instan

Generasi Z cenderung menyukai segala sesuatu yang serba praktis dan simpel, termasuk dalam hal memecahkan masalah dan mencari solusi. Mereka enggan untuk mencermati suatu masalah dan meluangkan waktu guna melalui proses pemecahan masalah yang panjang. Hal ini tak lepas dari kehidupan serba instan yang mereka hadapi sejak lahir, sehingga berpengaruh pada karakter dan kepribadiannya.

  • Menginginkan kebebasan

Lahir di tengah-tengah modernitas, generasi Z cenderung terkesan susah diatur. Mereka menginginkan kebebasan, baik dalam berpendapat, berkreasi, berekspresi, dan lain sebagainya. Mereka tidak suka dengan perintah tanpa adanya penjelasan logis, termasuk peraturan-peraturan yang mengekang baik dalam lingkup keluarga maupun lingkungan masyarakat.

  • Memiliki rasa percaya diri yang tinggi

Kepercayaan diri dapat mempengaruhi cara bersikap dan berperilaku. Generasi Z umumnya memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Mereka mampu menunjukkan sikap optimis dalam menghadapi banyak hal. Kepercayaan diri yang tinggi akan menumbuhkan karakter dan membangun mental positif, sehingga mereka lebih mampu untuk memandang segala sesuatu secara positif.

  • Menyukai hal yang detail

Anak-anak generasi Z lahir di era teknologi digital telah berkembang pesat. Mereka lebih menyukai hal-hal yang detail. Sebab itu, mereka tidak mudah dan cepat puas dengan alasan sederhana yang dikemukakan setiap menghadapi masalah. Mereka menyukai hal yang detail, sehingga cenderung kritis dalam berpikir dan detail dalam mencermati suatu permasalahan. Hal ini didukung dengan teknologi yang memungkinkan mereka untuk mencari informasi dan berbagai referensi dengan mudah melalui internet.

  • Ingin mendapat pengakuan

Setiap orang pada dasarnya ingin mendapat pengakuan atas segala bentuk kerja keras dan usaha yang telah dilakukannya. Generasi Z sebagai generasi yang tumbuh dan berkembang dalam teknologi dan perangkat digital canggih memiliki keistimewaan dan keunikan tersendiri. Mereka menginginkan adanya pengakuan, baik dalam bentuk pujian, hadiah, dan penghargaan lainnya. Reward bagi mereka sebagai motivasi untuk berbuat lebih baik, dibandingkan dengan ancaman dan hukuman.

  • Melek terhadap teknologi informasi

Generasi Z lahir di saat teknologi telah berkembang pesat, di mana perangkat digital begitu mudah diperoleh dan diakses. Tak heran jika generasi ini melek terhadap teknologi informasi. Mereka cepat belajar dan mahir dalam menggunakan perangkat digital baik berupa laptop, smartphone, tablet, dan lain sebagainya.

Anak-anak generasi Z lebih banyak menghabiskan waktunya untuk mengakses perangkat digital, mengeksplorasi dunia maya, berkomunikasi dan berinteraksi di media sosial dibandingkan bertatap muka dan bercengkerama dengan keluarga di kehidupan nyata. Sisi negatifnya, generasi Z terkesan anti-sosial dan kemampuan komunikasi publiknya rendah. Namun sisi positifnya, mereka adalah bagian dari komunitas dalam sebuah jaringan media dan teknologi.

  • Lebih realistis

Lahir di era teknologi digital menjadikan generasi Z akrab dengan perangkat digital canggih, yang memungkinkan mereka untuk mengakses informasi dan mencari kebenaran atas segala informasi yang dihadirkan. Generasi ini lebih pragmatis dan analitis dalam berpikir. Mereka akan tertantang untuk mencari kebenaran suatu peristiwa dari berbagai informasi. Selain itu, mereka juga mampu belajar mandiri dan lebih nyaman menyerap pengetahuan secara online dibandingkan pada lembaga pendidikan konvensional.

  • Lebih toleran dan menghargai perbedaan

Tak dipungkiri bahwa banyak perbedaan dalam kehidupan bermasyarakat. Bagi generasi Z, perbedaan bukanlah masalah yang harus dipertentangkan dengan debut kusir yang tak berujung. Generasi ini lebih terbuka untuk menerima perbedaan, sehingga lebih toleran dan menghargai setiap perbedaan yang ada baik suku, agama, maupun ras. Mereka percaya bahwa dialog bisa menjadi solusi untuk saling menerima perbedaan pendapat. Mereka lebih suka terlibat dalam interaksi dengan pihak mana pun sehingga mampu mengekstraksi apapun yang masuk akal baginya.

Perbedaan Generasi Z dengan Generasi Y

Generasi Z merupakan penerus generasi Y karena datang setelahnya. Banyak yang mengatakan bahwa generasi Z identik dengan generasi Y yang dikenal dengan generasi milenial. Padahal, tidaklah demikian. Ada banyak hal mendasar yang membedakan antara generasi Z dengan generasi Y. Apa saja itu? Berikut perbedaannya.

  • Generasi Z sudah mengenal internet sejal kecil

Generasi Z lahir dalam rentang tahun 1995 hingga 2010, di mana pada masa tersebut teknologi internet telah berkembang. Hal ini menjadikan generasi Z telah mengenal internet sejak kecil. Berbeda dengan generasi milenial yang lahir di rentang tahun 1981 hingga 1994. Mereka melalui masa kecil tanpa kecanggihan internet. Artinya, masa kecil generasi milenial belum mengenal perangkat digital atau gadget, sedangkan generasi Z sudah akrab dengan perangkat digital tersebut. Dampaknya, generasi Z lebih banyak menghabiskan waktunya untuk menjelajahi dunia maya dibandingkan dengan generasi milenial.

  • Generasi Z lebih mahir berbisnis

Lahir di tengah-tengah pesatnya perkembangan teknologi digital menjadikan generasi Z lebih mahir dalam mengakses teknologi. Kecil kemungkinan generasi Z gagap teknologi alias gaptek. Hal inilah yang mendorong generasi ini lebih mahir dan paham cara meraih keuntungan dari internet. Sebab itu, tak heran jika banyak anak-anak muda yang mandiri secara finansial karena menjadi selebgram, selebtwit, dan youtuber hanya dengan mengunggah foto dan video di akun media sosialnya.

Dari kalangan generasi milenial pun tak sedikit yang mampu menjadi milenial makmur dengan jumlah aset fantantis yang diperoleh dengan memanfaatkan internet. Namun, sebagian besar generasi milenial cenderung lebih memilih pekerjaan yang konvensional seperti pekerjaan kantoran baik di instansi pemerintah maupun swasta.

  • Generasi Z lebih peduli terhadap isu lingkungan

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Nielsen, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang informasi global, generasi Z cenderung lebih peka dan peduli terhadap isu lingkungan. Sebab itu, dalam kontek lingkungan generasi Z disebut pula sebagai green generation atau generasi hijau. Mereka mendukung setiap aksi yang bertujuan untuk menyelamatkan dan melestarikan lingkungan. Mulai dari membeli produk dengan kemasan yang ramah lingkungan hingga ikut berpartisipasi dalam kampanye peduli lingkungan seperti global warming, climate changes, dan go green.

Bagaimana dengan generasi Y atau milenial? Bukannya mereka tidak peduli lingkungan sama sekali. Hanya saja sebagian besar dari generasi milenial lebih memilih untuk produk bermerek dibandingkan dengan produk yang ramah lingkungan.

  • Generasi Z cenderung kurang fokus

Generasi Z hidup dalam dunia yang mengalami pembaruan terus-menerus, terutama dalam teknologi informasi. Tak heran jika generasi ini mampu memproses informasi lebih cepat daripada generasi sebelumnya. Meski demikian, hal ini pun memberikan dampak negatif bagi generasi Z itu sendiri, kemampuan fokus mereka menjadi lebih rendah dibandingkan dengan generasi milenial.

  • Generasi Z adalah multitasker yang lebih baik

Meski kurang fokus, namun generasi Z lebih jago dalam melakukan banyak aktivitas dalam waktu bersamaan. Dengan kata lain, generasi Z adalah multitasker yang lebih baik daripada generasi milenial. Dalam waktu yang bersamaan, mereka bisa saja browsing di laptop, bermain media sosial atau game di ponsel, dan mendengarkan musik menggunakan headsetnya.

  • Generasi Z memiliki ekspektasi lebih tinggi

Teknologi berkembang dari waktu ke waktu. Setiap penemuan baru dianggap sebagai suatu inovasi yang luar biasa dan menginspirasi, namun tidak bagi generasi Z. Generasi ini menganggap segala inovasi yang ditemukan dan dikembangkan hanya sebagai hadiah semata. Mereka menginginkan sesuatu yang lebih. Lain halnya dengan generasi milenium yang merasa puas bahkan kagum dengan setiap perkembangan teknologi yang terjadi.

  • Generasi Z lebih global

Ketika bahasan tentang generasi milenial sedang booming di berbagai media, generasi ini dianggap sebagai generasi global pertama dalam perkembangan internet. Namun dengan hadirnya generasi selanjutnya yaitu generasi Z agaknya mampu menggeser predikat tersebut. Generasi Z cenderung lebih global dalam pemikiran dan interaksinya.

Generasi Z yang lebih global dibandingkan generasi sebelumnya tampak dari kecanduannya terhadap penggunaan perangkat digital baik komputer maupun smartphone. Kecandungan ini diwujudkan dengan lebih banyaknya waktu yang dihabiskan untuk mengakses perangkat digital oleh generasi Z. Bahkan dapat dikatakan bahwa generasi Z tidak bisa lepas dari teknologi dan perangkat digitalnya. Kehidupan mereka begitu dipengaruhi oleh gadget yang seolah melekat kuat dalam genggamannya.

Mulai dari bermain game online, aktif di media sosial, grup percakapan online, menonton video streaming, hingga browsing menjadi aktivitas sehari-hari generasi Z. Tak heran jika mereka sulit berpisah dengan perangkat digitalnya. Hal ini seolah dapat dimaklumi karena mereka lahir, tumbuh, dan berkembang dengan teknologi. Bagi mereka, perangkat digital merupakan bagian penting dari hidupnya.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang Apa itu generasi Z, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Apa itu Generasi Sandwich?
Nasehat Finansial ini Patut Diajarkan ke Generasi Selanjutnya
Sisi Gelap Generasi Millennial, Kamu Pasti Memilikinya
Tip Finansial untuk Generasi Umur 25 Tahun
Perjuangan yang Dihadapi Generasi Milenial
Cara Menghadapi Stress bagi Generasi Sandwich
Mengapa Generasi Milenial Tidak Disukai Generasi Sebelumnya? Ini Alasannya
Pertanyaan yang Sering Diajukan dalam Wawancara Kerja
Apa itu Cost Benefit Analysis (Analisis Biaya Manfaat)?
Hal-Hal yang Menyebabkan Orang “Gagal Kaya”


Bagikan Ke Teman Anda