Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Tip dan Saran Finansial bagi Generasi Milenial Umur 25-an

Di usia 25 bukan lagi waktunya Anda bergantung finansial kepada orang tua. Umur 25 adalah waktu dimana Anda mulai berdiri sendiri dan merdeka secara finansial. Namun sayangnya, pelajaran tentang mengatur keuangan tidak Anda dapatkan selama sekolah atau kuliah. Dan jarang sekali ada orang tua  yang berinisiatif mengajarkan bagaimana cara mengatur keuangan, apalagi orang tua yang berasal dari keluarga konvensional.

Oleh karena itu, di sini kami akan membagikan nasihat-nasihat finansial bagi Anda yang berada di umur 25.

1. Fokuskan Energi untuk Meningkatkan Penghasilan

Salah satu strategi yang keliru yang diterapkan banyak orang dalam mengatur keuangan adalah mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya meskipun harus mengorbankan kesenangan-kesenangan kecil yang sebenarnya layak mereka dapatkan. Memang benar bahwa Anda harus mengatur pengeluaran, namun strategi tersebut tidak akan memberikan perubahan yang signifikan apabila penghasilan Anda segitu-segitu saja. Anda akan kehilangan kesenangan, tidak mendapatkan reward, dan Anda juga tidak berkembang. Dan pada akhirnya, Anda tidak bersemangat bekerja.

Oleh karena itu, untuk dapat merdeka secara finansial, kuncinya bukan dari mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya, melainkan memfokuskan energi Anda untuk meningkatkan penghasilan Anda saat ini. Dengan begini, Anda akan merasa tertantang untuk mencoba banyak hal, mempelajari hal-hal baru, mengasah ketrampilan, dan meningkatkan produktifitas Anda.

2. Jadilah Minimalist

Mungkin poin kedua terasa sedikit bertentangan dengan poin pertama. Tapi sebenarnya, tidak. Menjadi minimalist bukan berarti Anda harus hidup dengan sangat sederhana. Menjadi minimalist bukan berarti Anda tidak boleh mengeluarkan uang untuk bersenang-senang.

Untuk menjadi seorang minimalist, yang pertama harus Anda rubah adalah mindset. Anda akan menjadi seorang minimalist apabila sudah sampai pemahaman bahwa menghabiskan waktu dan uang untuk mendapatkan pengalaman  atau untuk orang-orang tersayang lebih penting daripada menghabiskan uang untuk mendapatkan suatu barang. Jadi, dengan memiliki mindset ini, Anda akan segan membeli mobil mahal hanya untuk pamer atau membeli rumah besar padahal Anda hidup sendiri.

3. Investasi pada Diri Sendiri

Memang tidak salah apabila Anda ikut investasi saham, emas, atau barang berharga lainnya. Tapi jangan lupa juga untuk investasi pada diri sendiri. Dengan berinvestasi pada diri sendiri, Anda akan lebih mudah untuk bertahan hidup dalam segala situasi. Lalu bagaimana cara berinvestasi pada diri sendiri? Ada banyak hal yang dapat Anda lakukan. Misalnya saja dengan berolahraga secara rutin, memakan makanan yang sehat, mempelajari ketrampilan baru, dan travelling.

Menjaga kesehatan secara rutin akan sangat bermanfaat untuk jangka panjang, Anda akan meminimalkan biaya pengobatan karena sakit atau penurunan kesehatan. Dengan mempelajari ketrampilan baru, misalnya saja mendesain, akan sangat berguna untuk memberi pemasukan tambahan. Sedangkan travelling akan memberikan wawasan dan pengalaman yang membuat pikiran Anda semakin terbuka.

4. Identifikasikan Kebutuhan Jangka Pendek, Menengah, dan Panjang

Anda pasti memiliki keinginan dan kebutuhan, entah itu untuk jangka waktu dekat atauuntuk jangka waktu panjang. Supaya Anda lebih mudah dalam mengatur keuangan, sebaiknya indentifikasikan dari sekarang kebutuhan-kebutuhan tersebut, mulai dari jangka pendek, menengah, dan panjang. Kebutuhan jangka pendek adalah kebutuhan yang Anda perlukan dalam jangka waktu kurang dari lima tahun, misalnya saja pernikahan, bulan madu, dan mobil.

Kemudian Anda juga akan memiliki kebutuhan jangka menengah seperti rumah sendiri, keperluan anak,  pendidikan anak, dan lainnya. Dan untuk kebutuhan jangka panjang misalnya adalah dana pensiun yang juga perlu Anda persiapkan dari sekarang. Nah, setelah mengidentifikasikan kebutuhan-kebutuhan tersebut, Anda akan lebih mudah dalam menentukan skala prioritas.

5. Kekayaan dibangun dari Konsistensi

Banyak orang memiliki pemikiran yang salah kaprah, mereka berpikir bahwa untuk menjadi kaya mereka harus menyimpan banyak uang secara agresif dalam jangka waktu yang singkat. Dengan mindset demikian, banyak investor pemula beranggapan bahwa untuk menjadi kaya adalah dengan mengambil risiko besar dalam berinvestasi.

Padahal, pilihan ini justru akan membuat mereka frustasi apabila investasi tersebut justru sangat merugikan. Nah, untuk menghindari hal yang demikian, Anda perlu menyadari bahwa untuk menjadi kaya Anda perlu konsisten. Tidak perlu tergesa-gesa, menabunglah secara konsisten dan tingkatkan jumlah tabungan secara perlahan.

6. Jangan Sungkan Mengatakan Tidak

Di usia 25 seharusnya Anda sudah sepenuhnya sadar bahwa pada akhirnya Anda memiliki kehidupan sendiri dan harus bertanggung jawab pada diri sendiri. Oleh karena itu, Anda harus bijak memutuskan mana yang baik dan mana yang buruk. Apabila sesuatu itu baik untuk Anda, beranikan diri untuk mendapatkannya. Tetapi sebaliknya, apabila sesuatu berdampak buruk atau merugikan diri Anda, jangan segan untuk mengatakan tidak.

Misalnya saja ketika seorang teman mengajak Anda berbelanja padahal Anda sedang memiliki banyak kebutuhan lain yang lebih penting, maka jangan sungkan mengatakan tidak. Dengan menerima ajakan teman, mungkin ego Anda terselamatkan, tetapi setelah itu Anda akan kesulitan memikirkan cara untuk mendapatkan uang.

7. Pekerjaan Pertamamu Mungkin Bukan Tempat Terbaik

Poin ini bukan bermaksud untuk menyarankan Anda keluar dari pekerjaan Anda saat ini. Tidak sama sekali. Di sini saya bermaksud mengajak Anda mengevaluasi pekerjaan yang Anda lakukan selama ini. Apakah pekerjaan tersebut memberikan pengalaman? Apakah pekerjaan tersebut membuat Anda semakin termotivasi untuk belajar, atau justru membuat Anda tidak bersemangat maju.

Apabila pekerjaan tersebut tidak mampu mengeluarkan potensi dalam diri Anda, tidak ada salahnya Anda mencoba pekerjaan lain. Anda masih berumur 25, masih sangat muda. Masa-masa ini adalah masa yang paling produktif, yang mana seharusnya Anda belajar dan mencari pengalaman sebanyak-banyaknya.

8. Syukuri Apa yang Anda Miliki Saat Ini

Memang terkesan klise, tapi justru poin ini yang banyak dilupakan orang-orang modern. Dunia modern memang memacu Anda untuk berusaha mendapatkan semua yang Anda inginkan. Tapi, bukan berarti Anda menolak keadaan Anda saat ini. Apabila Anda tidak bahagia karena apa yang Anda miliki saat ini, maka Anda tidak akan pernah bahagia. Sebab, dimanapun level Anda, akan selalu ada hal yang Anda inginkan.

Nah, mungkin sekian dulu nasihat-nasihat finansial untuk Anda yang berusia 25. Semoga nasihat-nasihat di atas membuka pikiran dan menginspirasi pembaca.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang tip dan saran finansial bagi generasi milenial umur 25-an, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Tip untuk Seorang Sales? Simak Masukan Berikut
Tips Mengatur Keuangan untuk Generasi Milenial
Cara Memotivasi Anak untuk Mendapatkan Nilai Baik Tanpa Imbalan Finansial
7 Kesalahan Entrepreneur Generasi Milineal
Nasihat Keuangan untuk Generasi Milenial Agar Selalu Makmur
13 Saran Menabung Bagi Anak Muda Generasi Milenial
Trik Menjadi Kaya Secara Sosial dan Finansial
Financial Planning Before Disaster (Persiapan Finansial Sebelum Bencana)
Menetapkan Tujuan agar Sukses Finansial
Ini Dia Hal-hal yang Harus Dihindari Generasi Milenial


Bagikan Ke Teman Anda