Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

10 Pelajaran Hidup yang Sering Datang Terlambat

Kehidupan adalah guru yang terus berjalan. Kadang-kadang ia mengajari dengan begitu keras. Saking kerasnya, kamu butuh waktu untuk menganalisis hikmah di balik suatu kejadian. Walau terlambat sekalipun, pelajaran itu pasti akan datang. Berikut 10 pelajaran hidup yang kadang datang terlambat. Mungkin beberapa diantaranya sedang kamu dapatkan.

1. Mengenali dan Mengapresiasi Diri

Pengenalan kualitas diri adalah hal yang sering ditekankan dalam buku referensi dan pelatihan pengembangan diri. Sayangnya, ia sering datang terlambat. Mengenali diri, berarti kamu belajar mengetahui potensi apa yang Tuhan berikan untukmu.

Setiap manusia dititipi potensi yang berbeda-beda. Potensi tersebut dapat menjadi senjata untuk menghadapi, membantu, bahkan membunuh diri dan orang lain. Dengan mengetahui potensi diri, kamu dapat mengetahui sifat dasar, kecerdasan, kelebihan, kekurangan, dan segala fitur yang ada pada dirimu. Kamu dapat memanfaatkan pengetahuan tersebut di masa depan.

2. Jangan Nilai Orang Karena Penampilannya Saja

Ini adalah pelajaran yang umum datang terlambat pada banyak orang. Penyebabnya adalah penilaian spontan atau prasangka yang lahir dari stereotip. Misalkan, seseorang yang tampil kumal biasanya dianggap tidak rapih, tidak berpendidikan, dan berekonomi rendah.

Namun, tanpa disadari, orang tersebut mengalami masalah saat berangkat ke tempat pertemuan. Ternyata Ia adalah tokoh penting dalam pertemuan tersebut yang bagus tata bicaranya dan tinggi intelektualitasnya. Kenyataan yang berkilau ini sering membuat malu akan persepsi yang tercipta di awal tadi.

3. Semua Orang Sedang Berusaha Melakukan yang Terbaik, Caranya Saja yang Berbeda-Beda

Secara garis besar, setiap orang berada dalam fase yang sama: sama-sama bingung, kacau, dan belajar menjadi yang terbaik. Pribadi setiap orang yang unik berdampak pada metode pencapaian yang berbeda-beda. Ada yang butuh jalan pintas. Ada yang rela bersusah payah. Ada yang suka mengeluh tapi ambisius. Akan tetapi, tidak semua orang dapat menerima perbedaan tersebut.

Pelajaran ini seringkali datang terlambat karena memahami suatu hal dengan baik, ego harus direndahkan. Akan tetapi kesadaran ini membuat matamu terbuka untuk mengapresiasi usaha orang lain, semenyebalkan apapun itu. Dengan itu, kamu dapat mengapresiasi cara yang dilakukan orang lain.

4. Jangan Pasang Ekspektasi Berlebihan

Berekspektasi berlebihan pada manusia bukan pilihan, karena manusia adalah makhluk lemah yang punya batas. Kekecewaan itu pasti. Pasang ekspektasi pada Tuhan, karena skenario-Nya adalah  yang terbaik. Walaupun di awalnya kamu kecewa, tapi akhirnya selalu indah dan bermakna.

5. Cukup Dengarkan Saja

Mendengarkan adalah kebiasaan positif yang harus dipupuk kebanyakan orang. Banyak orang yang lebih ingin didengarkan daripada diberi solusi, karena bercerita membuat kamu merekonstruksi kejadian di dalam pikiran sehingga dapat menemukan solusi sendiri. Umumnya, manfaat bercerita hanya untuk melepaskan beban, kecuali jika seseorang memang meminta solusi.

Mendengarkan adalah gerbang terbaik untuk memahami seseorang. Pola pikir “selalu beri solusi” sering menjadi pemantik masalah seperti toxic positivity dan pacuan masalah. Toxic positivity terjadi ketika seseorang berusaha keras memberi solusi namun tidak menyertakan empati—hanya lip service. Pacuan masalah lebih parah lagi. Pihak yang mendengarkan cerita justru membandingkan ceritanya, menyebabkan pihak yang bercerita malas mengungkapkan lebih.

6. Diam Itu Emas

Semakin dewasa, kamu akan semakin belajar untuk menyeleksi apa yang diucapkan. Tidak semua orang dapat menerima ucapanmu dengan baik. Entah karena kondisi emosi dan mentalnya, pengalaman hidupnya, intelektualnya, dan faktor lain. Ungkapkan hal general pada kebanyakan orang dan perjelas jika perlu.

Menghemat bicara kadang dapat mengurangi masalah, sekuat apapun doronganmu untuk berkomentar. Hal ini berlaku di dunia nyata maupun maya, ya. Apalagi di dunia maya yang multitafsir karena teks tidak memiliki intonasi dan mimik.

7. Kegagalan Adalah Guru Terbaik

Sedang mengalami kegagalan? Bagus, berarti kamu sedang ditempa menjadi berlian. Kegagalan, selain keberhasilan yang tertunda, adalah guru terbaik. Dari kegagalan kamu mempelajari bahwa tidak semua jalan itu terpenuhi dan berjalan mulus. Darinya kamu tahu kualitas diri dan orang di sekitarmu. Begitu pula tentang skenario Tuhan adalah yang terbaik. Kegagalan menempa kamu kuat menghadapi kerasnya kehidupan.

8. Selalu Ada Kemudahan yang Mengiringi Kesulitan, Walau Kamu Tak Paham Apa

Walau sering tak terlihat, hal positif selalu mengiringi kesulitan. Kesulitan yang kamu alami justru sering memudahkan sesuatu dalam dirimu dan orang lain. Contohnya, tak kunjung lulus kuliah memudahkan kamu bersabar dan meningkatkan kemampuan profesionalmu karena terus mengulang penelitian.

9. Kadang-kadang, Terlalu Peduli Adalah Jebakan

Kepedulian akan dimanfaatkan oleh yang membutuhkan, bagaimanapun caranya. Ada banyak orang yang menjadi manja saat kamu terlalu peduli. Padahal sesungguhnya solusi suatu masalah ada di setiap diri orang-orang. Daripada memanjakan seseorang, lebih baik kamu sekedar menunjukinya jalan keluar. Selain mengajarinya untuk berpikir, kamu juga membantunya menggunakan potensi yang ada dalam dirinya, lho!

10. Menahan Ego adalah Cara Terbaik untuk Belajar

Pelajaran yang satu ini berlaku pada masalah dengan siapapun: orangtua, anak, saudara, kekasih, maupun teman. Menahan ego adalah kunci memahami seseorang dan menyambung koneksi dari hati ke hati. Positifnya, menahan ego memungkinkan kamu belajar lebih baik. Menahan ego juga membantu menerima kekurangan diri dan kritik.

Biasanya, perasaan “Saya lebih benar dari Anda karena saya adalah…” menimbulkan rasa sombong dan menutup kemampuan otak untuk belajar. Perasaan rendah hati memudahkan kamu menimba ilmu dari berbagai kalangan, walau di komunitas paling sederhana sekalipun.

Sepuluh pelajaran hidup diatas sebenarnya adalah pelajaran yang umum diperoleh. Hanya saja, waktu perolehan yang menjadikan mereka spesial. Keterlambatan menjadikan mereka begitu berharga. Penyesalan datang di akhir, namun hadir mengasah pribadi.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang 10 pelajaran hidup yang sering datang terlambat, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Hal-hal Berikut Seharusnya Diajarkan di Sekolah
Inilah Beberapa Pelajaran yang Tidak Didapat di Sekolah Bisnis
Financial Skill yang Harus Dipelajari di Sekolah
Mengapa Financial Management (Manajemen Keuangan) Harus Diajarkan di Sekolah
Pelajaran dari Dunia Korporat yang Bisa Dipetik
Ambil Pelajaran dari Krisis di Venezuela
Pelajaran dari Krisis di Zimbabwe
Pelajaran Apa yang Akan Diperoleh di Sekolah Bisnis?
13 Tips Travelling Ke Luar Negeri untuk Pemula
10 Tip Keuangan untuk Kamu Usia 20-an


Bagikan Ke Teman Anda