Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Sisi Gelap Generasi Millennial, Kamu Pasti Memilikinya

Meskipun kita sama-sama sering mendengar kata generasi millennial, namun tak banyak benar-benar memahami arti generasi millennial. Apalagi sampai mengetahui nilai-nilai filosofinya. Sebenarnya generasi millennial merupakan sebutan bagi anak-anak yang lahir pada akhir abad 20.

Tidak terpungkiri pada abad ini perkembangan teknologi informasi begitu pesat.  Letak gerografi bukan menjadi masalah lagi. Abad ini juga anak-anak menemukan berbagai keterbukaan, baik dari segi teknologi, ekonomi maupun informasi.

Generasi ini memang menemukan berbagai kemudahan dibandingkan era 1980-an. Meskipun ditunjang berbagai kemudahan yang tersemat di dalamnya, bukan berarti generasi millennial adalah generasi yang sempurna. Justru sebaliknya, Generasi millennial banyak menghadapi tantangan yang tidak kalah pelik dari generasi sebelumnya. Ada banyak sisi gelap generasi millennial, diantaranya sebagai berikut:

1. Generasi yang mudah Kecanduan Teknologi

Telah disinggung di atas generasi millennial merupakan anak yang lahir di akhir abad 20. Era dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat. Teknologi inilah yang memiliki sifat bagai dua mata pisau. Jika bijak dalam memanfaatkan maka akan menemukan dampak positif dalam kehidupan.

Tapi jika kurang bijak dalam memanfaatkannya akan terjun dalam lembah kesesatan teknologi. Begitu juga bagi generasi millennial yang menghadapi gempuran teknologi. Salah satunya handphone dan media sosial. Dua hal ini menjadi kebutuhan primer di era sekarang. Seakan tidak  bisa lepas dan mengakibatkan kecanduan.

Kecanduan teknologi sema halnya dengan kecanduan zat adiktif. Zat adiktif menyebabkan orang bisa sakau dan ketergantungan yang tinggi. Tidak menggunakan dapat menyebabkan kematian dan merusak tubuh. Selaras dengan kecanduan teknologi yang menyebabkan seseorang dapat menjadi ketergantungan. Seakan tidak dapat lepas dari genggaman jari-jemari. Banyak kasus orang lalai misalnya dalam keselamatan karena asyik bermain Hp. Inilah yang ditakutkan ketika ketergantungan teknologi.

2. Semangat Belajar Berkurang

Berbicara tentang semangat belajar memang ditentukan setiap individunya. Setiap orang berbeda karena bersinggungan dengan daya tangkap pelajaran dan motivasinya. Generasi millennial kehilangan semangat untuk belajar.

Hilangnya semangat ini tidak lain karena pengaruh teknologi komunikasi secara khusus handphone dan media sosial. Mereka lebih asyik berselancar dengan media sosial di bandingkan memegang buku pelajaran. Terlebih asyik bercengkrama bersama-teman dalam dunia maya, waktu belajar hilang begitu saja.

3. Mudah Terserang Hoax

Banyak bersingungan dengan teknologi informasi, di satu sisi memberikan keuntungan. Sebab mudah menerma informasi secara cepat. Namun, pada sisi lain akan mudah terserang hoax atau berita palsu. Zaman sekarang orang bebas menulis apa saja, tidak terikat oleh aturan misalnya sebagai seorang jurnalis.

Seringkali orang yang memiliki kepentingan tertentu dijadikan media yang ampuh untuk memengaruhi. Terlebih generasi yang masih belum bijak dan cerdas dalam mengolah informasi. Informasi yang bertebaran di berbagai media sosial mudah menyasar dan dianggap benar.

Tanpa berpikir panjang akan sumber dar berita teersebut valit atau tidak. Memang memberikan kemudahan, tetapi juga berimbas pada kemampuan penyebarannya yang sangat luas (penyebaran berita hoax).

4. Kedekatan yang Berasa Jauh

Kedekatan yang berasa jauh ini dapat ditemukan di sekeliling kita pada generasi sekarang. Tenggoklah ketika sedang berkumpul baik di rumah makan, warung kopi dan tempat lainnya. Antar satu individu seakan tidak saling menyapa atau bercengkrama. Asyik dengan dunianya sendiri, yaitu dunia maya. Kenyataan ini munculkan pernyataan dekat tetapi berasa jauh.

Bandingkan dengan generasi terdahulu meskipun minim teknologi, kedekatan, kerukunan, dan kebersamaan terjaga dengan baik. Ketika berkumpul selalu ada hal dijadikan topik pembahasan. Tidak tertungkiri memunculkan ide-ide yang segar baik perubahan diri maupun untuk kepentingan bersama. Hal itu telah luntur dalam kehidupan generasi sekarang, generasi Z yang dimanjakan dengan teknologi.

Dampak panjang untuk kehidupan jelas melunturkan kepedulian antar sesama. Muncul anggapan orang lain tidak penting, asyik dengan kehidupannya sendiri. Tentu nilai-nilai gotong royong dan kepedulian akan semakin menyusut bahkan hilang. Dampak secara lebih signifikan  hilangnya rasa persaudaraan dan cinta kasih kepada orang lain.

5. Jiwa pemikir dan semangat berjuang yang lemah

Anak yang dilahirkan abad XX terpungkiri atau tidak memiliki jiwa pemikir dan semangat juang yang lemah. Fakta ini didasari oleh anak yang memperoleh banyak kemudahan. Secara ekonomi juga lebih mapan dibandingkan tahun 80-an. Berbagai keinginan mudah untuk diakses atau diperoleh oleh anak.  Tidak perlu susah payah menunggu atau berpuasa memiliki suatu hal tertentu.

Anak juga lebih dimanjakan oleh orang tua. Karena memiliki keuangan lebih yang membawa mudah menuruti keinginan. Kemudahan dan memanjakan ini berdampak buruk bagi perkembangan. Semangat juang akan jauh lebih rendah karena anggapan tidak perlu susah payah mencari dan menunggu sudah dipenuhi oleh orang tua.

Bandingkan dengan generasi 80-an. Sering mengalami kondisi kekurangan secara ekonomi. Kondisi demikian mengharuskan generasi saat itu berpikir ulang untuk meminta atau memiliki barang sesuai keinginan. Sikap yang berdampak pada diri, yaitu jika ingin memiliki sesuatu mencari uang sendiri atau palin tidak menabung terlebih dahulu. Inilah yang menjadikan generasi saat itu memiliki jiwa pemikir dan daya juang tinggi. Sebab dihimpit kesulitan yang justru menguatkan.

Itulah beberapa sisi gelap generasi millennial yang bergelimang kemudahan. Melalui uraian di atas kamu dapat mengetahui, memahami, dan sadar. Sehingga, menjadi generasi yang berkembang bersama dengan hebatnya teknologi. Tidak terpengaruh dan terbawa arus perubahan zaman.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang sisi gelap generasi milienial, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Ini yang Harus Dilakukan Generasi Milenial agar Tak Menyesal di Kemudian Hari
Ini Dia Sisi Gelap Berkarir di Perusahaan Startup
Nasihat Keuangan untuk Generasi Milenial Agar Selalu Makmur
Nasehat Finansial ini Patut Diajarkan ke Generasi Selanjutnya
Ini Dia Hal-hal yang Harus Dihindari Generasi Milenial
Tips Mengatur Keuangan untuk Generasi Milenial
Mengapa Generasi Milenial Tidak Disukai Generasi Sebelumnya? Ini Alasannya
Apa Untung Rugi Belanja Secara Grosir?
Apa yang Harus Dilakukan jika Sertifikat Tanah Hilang?
10 Tips Investasi untuk Pemula


Bagikan Ke Teman Anda