Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Ingin Bebas Secara Finansial? Berhentilah “Gali Lubang Tutup Lubang”

Mengingat banyaknya pusat perbelanjaan dan promosi produk kredit yang berpotensi membuat orang terus belanja, biasanya orang akan mengalami dilema antara membeli barang-barang yang mereka inginkan saat itu juga dengan menahan diri atau menunda untuk tidak melakukannya.

Ada saat di mana dilema semacam ini berkembang menjadi gaya hidup “gali lubang tutup lubang”, yakni menutup hutang-hutang kartu kredit dengan berbagai macam belanjaan, belanja ditutup dengan hutang-hutang lain, dan seterusnya. Meskipun terlihat menyenangkan untuk beberapa orang, sebenarnya orang-orang yang mengaplikasikan “gali lubang tutup lubang” adalah mereka yang susah bertahan hidup di tengah-tengah krisis keuangan.

Berita gembiranya, kita dapat berhenti menjadi orang-orang yang bergaya hidup “gali lubang tutup lubang”, dengan usaha-usaha sebagai berikut:

1. Atur Kebiasaan Kita dalam Mengelola Uang

Akar dari orang-orang yang bermasalah dengan “gali lubang tutup lubang” tidak lain dan tidak bukan adalah kebiasaan mereka sendiri. Dalam hal masalah kebiasaan pengelolaan uang ini, lazimnya orang antara tidak tegas dalam menganggarkan uang mereka atau lalai dalam menggunakan produk keuangan tertentu.

Sebagaimana disinggung pada artikel sebelumnya mengenai produktivitas, salah satu jebakan bagi orang dalam urusan keuangan adalah bermain spekulasi tanpa berusaha meriset atau mencari aplikasi praktis, termasuk dalam hal menganggarkan uang. Sebenarnya, kita pun dapat memanfaatkan banyak aplikasi penganggaran uang yang dapat kita unduh secara gratis lewat Playstore maupun iOS, sehingga kita akan tahu ke mana uang kita pergi selama periode berjalan.

Dengan mengetahui pendapatan ekstra maupun pengeluaran “esensial” atau sejenisnya selama minggu, bulan, atau tahun tertentu dengan jelas, kita akan dapat bersikap lebih tegas soal berapa uang yang harus kita anggarkan dan simpan. Kita pun akan dapat menggunakannya sebagai acuan untuk mengembangkan kebiasaan penganggaran uang yang baik ke depannya.

Tidak hanya soal anggaran, produk keuangan semacam investasi atau tabungan dana darurat juga perlu kita perhatikan mengingat kebanyakan orang gagal dalam kedua hal ini. Sebaliknya, demi terhindar dari “gali lubang tutup lubang”, inilah saatnya bagi kita untuk berinvestasi sesuai modal kita dan menyisihkan beberapa persen dari tabungan kita untuk masa tua yang lebih indah dan ceria.

2. Pandanglah Hutang-Hutang Anda dengan Lebih Serius

Persoalan hutang adalah persoalan yang serius, di mana persoalan ini membutuhkan lebih dari sekadar perhatian sesaat. Bagaimanapun juga, hidup yang “gali lubang tutup lubang” selalu diawali dan diakhiri dengan hutang.

Yang pertama untuk menghindari “gali lubang tutup lubang”, jelas kita harus berupaya semaksimal mungkin untuk membayar hutang-hutang kita tepat pada waktunya. Tambahannya, adalah penting bagi kita untuk menjumlahkan semua hutang yang kita miliki, sehingga pembayaran hutang kita lakukan dalam jumlah yang benar dan teliti.

Yang kedua, kita bukan hanya menyimpan apa yang kita ketahui mengenai hutang itu untuk diri kita sendiri. Sebaliknya, kita perlu ingat kalau hutang itu melibatkan kita dan orang-orang terdekat kita, yakni keluarga. Karena itu, penting bagi kita untuk mengajarkan keuangan pada anak dan cucu kita (khususnya soal hutang), sehingga mereka dapat mengatur uang dengan baik dan membantu menghindarkan diri mereka maupun orang-orang di sekitar mereka dari kehidupan yang “gali lubang tutup lubang”.

3. Sesuaikan dengan Pendapatan yang Anda Miliki

Kita boleh saja memiliki hutang dan niat yang baik untuk melunasi hutang-hutang kita. Namun karena hutang dan pendapatan saling berhubungan, adalah baik bagi kita untuk melihat kondisi pendapatan kita.

Pendapatan dapat menjadi masalah sensitif bagi sebagian orang yang “mengadu nasib” di daerah yang biaya hidupnya tinggi. Hal tersebut semakin diperparah dengan susahnya mencari pekerjaan tetap di beberapa daerah dengan biaya hidup yang mahal.

Berita gembiranya, kita dapat memperoleh pendapatan lewat berbagai macam cara. Tidak harus melulu dari pekerjaan tetap, namun kita juga dapat mencari berbagai pekerjaan sampingan yang dapat memberikan kita uang yang cukup untuk membayar hutang-hutang maupun pengeluaran yang perlu, seperti menjual sepeda motor, mobil, atau barang-barang yang memiliki nilai jual tinggi.

Bila ini semua digabungkan dengan tabungan yang kita miliki, kita akan memiliki tabungan yang cukup di samping juga mampu membayar pengeluaran-pengeluaran yang perlu. Inilah yang disebut dengan kebebasan keuangan, di mana kita terhindar dari racun kehidupan yang bernama “gali lubang tutup lubang”.

Mudah, bukan, menghilangkan kebiasaan “gali lubang tutup lubang”? Ternyata, tidak perlu memiliki penghasilan miliaran atau triliunan untuk menjadi orang yang terbebas dari “gali lubang tutup lubang”.

Masalah yang tersisa tinggal dari masing-masing diri kita yang mau mulai membebaskan diri dari “gali lubang tutup lubang”. Namun, apabila kita sudah memulai kebiasaan keuangan yang baik dan menjalankannya, kita yang akan termotivasi dan senang melihat hasilnya, sehingga hidup keuangan kita akan lebih mudah dan merdeka.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang beberapa tip bebas secara finansial, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Apa Untung Rugi Belanja Secara Grosir?
Apa yang Harus Dilakukan jika Sertifikat Tanah Hilang?
10 Tips Investasi untuk Pemula
5 Alasan Mengapa Bisnis Baru Sering Gagal
Hal Tabu yang Tidak Boleh Dilakukan Entrepreneur
Cara Mengajari Anak Hidup Sederhana
Cara Merekrut Karyawan Ala Mafia Manager
Aspek Keuangan yang Sering Terlupa dan Harus Diperhatikan
Cara Memotivasi Anak untuk Mendapatkan Nilai Baik Tanpa Imbalan Finansial
Mengapa WeChat & AliPay Popular di China?


Bagikan Ke Teman Anda