Menghitung perkiraan harga jual produk biar tidak rugi
Pernah tidak kamu jualan stiker atau es mambo? Kadang kita bingung, sudah jualan capek-capek tapi kok uangnya tidak terkumpul ya?
Kalau kita jualan di aplikasi online, biasanya mereka minta jatah (biaya admin). Kalau kita tidak hitung dengan benar, untung kita bisa dimakan habis oleh biaya itu.
Kalkulator di bawah memakai cara "Anti Rugi". Dia akan hitung mundur supaya setelah dipotong admin dan biaya bungkus, uang masuk ke kantongmu tetap utuh!
Kalau kamu bikin kue, modalnya bukan cuma tepung dan telur. Ada biaya "hantu" yang tidak kelihatan tapi harus dibayar:
Bahan Baku: Tepung, telur, cokelat.
Biaya Gas & Listrik: Ovennya kan pakai listrik, kompornya pakai gas. Kalau tidak dihitung, nanti kamu tidak bisa bayar tagihan listrik!
Tenaga Kamu: Capeknya kamu mengaduk adonan itu ada harganya. Kamu harus "digaji" oleh daganganmu sendiri.
Ini yang paling sering bikin rugi. Kalau kamu jualan di aplikasi online, mereka biasanya minta jatah (biaya admin), misalnya 10%.
Salahnya kita: Kita pikir kalau modal 10.000 dan mau untung 2.000, kita jual 12.000.
Masalahnya: Aplikasi online itu memotong 10% dari 12.000 (Harga Jual), yaitu 1.200.
Hasilnya: Untungmu yang tadinya 2.000 dipotong 1.200, sisanya cuma 800 perak! Sedikit sekali, kan?
Kalkulator yang kita buat memakai cara "orang pintar". Kita tidak menghitung dari modal ke atas, tapi kita tentukan dulu: "Saya mau kantongin uang bersih berapa?"
Misalnya kamu mau untung bersih 20%. Kalkulator akan otomatis mengatur harga jualnya lebih tinggi sedikit. Tujuannya supaya saat dipotong biaya admin dan biaya bungkus, sisa uang yang masuk ke kantong kamu tetap utuh 20%.