Cara Membuat Contingency Plan

Anda tentu pernah mendengar istilah “Plan B”. Ya, plan B adalah istilah umum untuk apa yang dikenal sebagai rencana darurat (contingency plan).

Contingency plan dimiliki dan digunakan oleh manajer cerdas yang menyadari bahwa selalu ada risiko yang bisa menghampiri model bisnis apapun. Tanpa memiliki contingency plan, maka peluang untuk menyelesaiakan proyek akan turun drastis bahkan gagal total.

Dalam banyak kasus, contingency plan dibuat untuk merespon peristiwa negatif yang akan merusak reputasi perusahaan. Dengan kata lain, contingency plan merupakan strategi proaktif yang dibuat untuk memperhitungkan peristiwa-peristiwa yang mengganggu kegiatan usaha.

Seperti yang kita ketahui bersama, ketidak pastian dan pasar yang tidak pernah stabil merupakan musuh besar dalam dunia bisnis. Namun dengan adanya contingency plan, Anda akan siap menghadapi situasi terburuk sekalipun.

Contingency Plan yang Baik

Sebelum kita masuk dalam pembahasan utama mengenai pembuatan contingency plan, maka Anda wajib mengetahui bagaimana menyusun sebuah contingency plan yang baik. Setidaknya sebuah rencana darurat tersebut:

Langkah-langkah Membuat Contingency Plan

Untuk membuat sebuah contingency plan yang baik dan berpotensi menyelamatkan bisnis Anda, maka ada beberapa langkah yang patut diambil ketika Anda menyusunnya.

1. Identifikasi dan prioritaskan sumber daya

Lakukan penelitian di dalam perusahaan Anda dan buatlah daftar sumber daya krusialnya seperti tim, peralatan, fasilitas, dll. Setelah itu, Anda dapat memprioritaskan daftar itu dari yang paling penting hingga tidak penting. Untuk membantu Anda dalam menyusun daftar prioritas, maka perhatikanlah tips berikut ini:

Kembangkan berbagai gradasi skenario dari skenario yang sama, seperti skenario terbaik hingga skenario terburuk.

2. Cari risiko utama

Cobalah untuk mencari tahu tentang gambaran lengkap mengenai peristiwa yang dapat membahayakan sumber daya Anda. Analisa setiap bidang, tim, dan juga departemen yang ada. Dan bila perlu, Anda bisa menyewa konsultan yang berpengalaman.

Berikut ini beberapa contoh risiko utama yang mungkin muncul dalam bisnis Anda:

Untuk merangkumnya, maka ada tiga kunci pertanyaan yang harus Anda jawab saat menyusun contingency plan:

3. Buat draft contingency plan

Jika Anda bisa, maka tuliskan draft contingency plan untuk setiap risiko yang Anda identifikasi. Mulailah dari yang paling atas atau paling penting dari kehidupan organisasi Anda.

Apa pun rencananya, pemikiran di baliknya harus menjadi langkah yang diperlukan guna melanjutkan normalisasi perusahaan. Buatlah pula rencana darurat untuk masing-masing resiko yang mungkin terjadi, untuk menjabarkan langkah demi langkah yang perlu Anda tempuh, beberapa poin yang wajib dipertimbangkan adalah:

Ketika membuat rencana darurat, pastikan untuk melihatnya dari prespektif garis waktu. Contohnya, apa yang perlu Anda lakukan di jam pertama setelah kehilangan data? Bagaimana dengan hari-hari selanjutnya?

Anda dapat membuat jadwal untuk skenario yang berhubungan dengan kerentanan fisik, organisasi, atau kelembagaan. Tempatkan orang berbeda untuk segera melakukan aksi ketika sebuah peristiwa terjadi.

Tentukanlah siapa yang bertanggung jawab untuk berkomunikasi dengan semua orang lain untuk setiap skenario yang ada.

bicaralah dengan masing-masing departemen dan minta mereka membuat draft yang berisi segala keperluan mereka saat skenario dijalankan. Selanjutnya, buat pengaturan yang dibutuhkan untuk menyediakannya.

Misalnya saja, untuk bencana alam, maka Anda bisa meminimalkan risiko dengan bergabung pada perusahaan asuransi yang memadai. Sedangkan untuk mengurangi risiko kehilangan data, Anda dapat menyimpan dengan aman di cloud atau aplikasi penyimpan data lainnya.

4. Putuskan langkah apa yang diambil untuk menjalankan bisnis Anda kembali

Sebagai contoh, saat Anda harus berhadapan dengan banjir. Maka tentukan hal apa saja yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi kejadian tersebut. Apakah itu dari segi insfratruktur gedung ataukah dari segi pemberdayaan lingkungan.

Pastikan pula Anda telah melakukan analisis dampak bisnis, sehingga Anda mampu memenuhi misi perusahaan dan terus beroperasi meskipun sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.

5. Bagikan draft rencana tersebut

Ketika Anda telah menuliskan contingency plan, maka pastikan bahwa semua orang di organisasi memiliki salinannya.

Sebaik apapun rencana darurat yang Anda buat tidak akan efektif jika belum dikomunikasikan dengan baik. Pastikan semua orang tahu akan peran mereka masing-masing, dan bila diperlukan berikan pelatihan untuk hal tersebut. Hal ini akan mengurangi kemungkinan panik saat hal buruk terjadi pada perusahaan.

6. Uji rencana darurat tersebut

Anda dapat melakukan pengujian hemat biaya dengan melakukan pengujian dalam beberapa tahap. Jika suatu “area” terbukti cacat atau bertentangan dengan rencana darurat dari departemen lainnya, maka Anda bisa mengedit dan menguji ulang rencana tersebut.

7. Jalankan rencana tersebut

Anda telah membuat contingency plan dan telah menyebarkannya ke seluruh divisi perusahaan, maka langkah yang tidak kalah penting selanjutnya yaitu memastikan bahwa skenario yang telah disusun tersebut berjalan ketika diperlukan.

8. Lakukan peninjauan kembali

Bagaimana pun, contingency plan dapat ditinjau atau direvisi kembali untuk penyesuaian kondisi. Misalnya perubahan pada organisasi, karyawan, teknologi, dan sumber daya lainnya. Lakukanlah pembaruan contingency plan secara berkala.

9. Simpan contingency plan di tempat yang mudah dijangkau

Berikut ini beberapa kiat untuk menyimpan contingency plan dan memastikan bahwa rencana darurat Anda akan membantu saat terjadi masalah:

Tantangan pembuatan Contingency Plan

Seperti hal lainnya, pembuatan contingency plan juga akan menemui sejumlah tantangan besar. Berikut hal-hal yang wajib Anda perhitungkan saat mulai menyusun contingency plan.

Adalah sifat manusia untuk fokus pada satu solusi. Rencana darurat mungkin tidak mendapatkan perhatian yang semestinya. Pengusaha cenderung menginginkan “Rencana A” menjadi sukses, dan menghabiskan energi untuk menyusun contingency plan dianggap berpotensi menyabotase “kesuksesan itu”.

Namun sekali lagi, memiliki contingency plan akan membantu perusahaan untuk meraih kesuksesan alih-alih menghalanginya. Oleh sebab itu, contingency plan tidak seharusnya diletakkan di sudut pemikiran, namun harus ditindaklanjuti secara menyeluruh.

Masalah lain adalah, rencana darurat memiliki kemungkinan kecil sekali untuk terjadi, dan banyak pihak yang tidak melihat urgensi di dalamnya.

Maka tidak heran bila banyak pemegang proyek mengabaikan “Rencana B” ini. Namun percayalah, waktu yang  Anda habiskan untuk membuat rencana darurat akan membuahkan hasil ketika Anda membutuhkannya.

Sedangkan jika Anda tidak membutuhkan untuk menjalankan “Rencana B”, maka Anda sangat beruntung. Namun jangan pernah bertaruh pada kesempatan, apalagi ini menyangkut bisnis yang Anda kelola.

Contoh Contingency Plan

PERENCANAAN KONTINJENSI DARURAT KEBAKARAN

Apabila terjadi kebakaran di pabrik, maka rencana darurat berikut ini akan dilakukan:

  1. Hubungi nomor …. (pemadam kebakaran setempat) untuk melaporkan kebakaran tersebut.
  2. Beritahu Ketua Tim Departemen, yang dikenal sebagai Person In Charge (PIC).
  3. Api wajib diperiksa oleh orang yang diberi informasi, dan orang tersebut akan memutuskan apakah harus dilakukan pengungsian.
  4. Dalam kasus kebakaran kecil, semua personil di daerah yang terkena inhalasi asap wajib dievakuasi.
  5. PIC akan berusahan untuk memadamkan api.
  6. Jika api tidak berhasil dipadamkan oleh PIC, maka ia bertanggung jawab untuk memberi tanda pada alarm kebakaran dan mengevakuasi departemen mereka.
  7. Semua karyawan harus dievakuasi dari gedung dan berkumpul di titik kumpul yang telah ditentukan.
  8. Saat terjadi kebakaran, elevator tidak difungsikan.

Setiap departemen memiliki Ketua Tim dan Pemimpin Tim. Tanggung jawab ada pada Pimpinan Tim, atau Rekan Pimpinan, apabila Ketua tidak ada.

Mereka bertanggung jawab atas semua personil di departemen dan membantu jalannya evakuasi di kantor departemen dan juga gedung.

Daftar di bawah ini menjelaskan personil yang ditugaskan pada setiap departemen.

Ketua Tim Keamanan: Rudi Sujatmiko, Presiden

Co-Leader Tim Keselamatan: Martin Hidayat, Wakil Presiden

Ketua Tim Keselamatan: Agus Riyadi, Manajer Departemen

Co-Leader Tim Keselamatan: Robi Tambunan, Supervisor Departemen

Ketua Tim Keselamatan: Haris Jonatan, Manajer Pengiriman

Ketua Tim Kerja Sama Keselamatan: Mandala Puadi, Manajer Transportasi

Ketua Tim Keselamatan: William Budiono, Manajer Departemen

Ketua Tim Koordinasi Keselamatan: Debora Wicaksono, Asisten Manajer Departemen

Ketua Tim Keamanan: Petrus Wilman, Manajer Departemen

Ketua Tim Kerjasama Keamanan: Sarah Putri, Asisten Manajer Departemen

Pimpinan Tim Keselamatan: David Cahyono, Manajer Departemen

Co-Leader Tim Keselamatan: Sari Kurniawan, Asisten Manajer Departemen

Ketua Tim Keselamatan: Ami Gofur, Manajer Departemen

Co-Leader Tim Keselamatan: Yusuf Mardhani, Asisten Manajer Departemen

Ketua Tim Keselamatan: Erik Abednego, Manajer Departemen

Co-Leader Tim Keselamatan: Bambang Tri, Asisten Manajer Departemen

Ketua Tim Keselamatan: Tomas Kuncoro, Manajer Departeman

Co-Leader Tim Keselamatan: Lusi Diantoro, Asisten Manajer Departemen