Karakter Manusia Menurut Florence Littauer

Manusia sangatlah unik. Setiap individunya memiliki karakter yang berbeda satu sama lain. Di satu sisi, perbedaan tersebut mencerminkan keanekaragaman yang menjadikan masing-masing individu memiliki karakteristik yang khas. Namun di sisi lain, perbedaan karakter manusia cukup menyulitkan dalam konteks hubungan sosial, karena akan sulit untuk memahami satu sama lain.

Karakter atau watak seseorang sulit untuk diubah, karena merupakan sifat dasar yang melekat pada diri masing-masing individu. Definisi dari karakter atau watak sendiri adalah sifat batin manusia yang mempengaruhi segenap pikiran, tingkah laku, budi pekerti, dan tabiatnya. Karakter menunjukkan perilaku individu yang relatif permanen pada saat berinteraksi dengan lingkungannya yang didasarkan pada pengetahuan tentang moral.

Dalam kehidupan sosialnya, manusia sering kali dinilai dari karakter dan kepribadiannya. Dua hal yang berbeda tetapi tak jarang dipahami secara sama. Karakter manusia umumnya dilekatkan pada norma moral, sedangkan kepribadian tidak ada kaitannya dengan moral. Kepribadian merupakan sifat hakiki yang tercermin pada sikap manusia yang membedakannya dari manusia lain. Meski berbeda, namun karakter dan kepribadian sama-sama merupakan hasil interaksi antara manusia dengan pengalaman hidup dan lingkungan sekitarnya. Karakter bisa dibentuk, sedangkan kepribadian bisa diubah. Keduanya memiliki hubungan dalam pengaruhnya terhadap perilaku manusia.

Dari kompleksitas karakter manusia, Florence Littauer dalam bukunya yang bertajuk Personality Plus, mengklasifikasikan manusia ke dalam empat jenis kepribadian.

1. Koleris

Manusia yang memiliki kepribadian jenis koleris cenderung cocok menjadi seorang pemimpin. Jiwa kepemimpinan yang dimiliki merupakan sifat atau bakat bawaan. Artinya, sifat kepemimpinan yang melekat dalam pribadi seorang koleris begitu kuat. Manusia dengan pribadi koleris umumnya memiliki ciri khas seperti berikut.

Dari berbagai ciri tersebut itulah yang mendasari layaknya seorang yang berkepribadian koleris untuk menjadi seorang pemimpin. Ada banyak sifat positif yang menjadi keunggulan dari seseorang yang bertipe kepribadian koleris. Beberapa di antaranya sebagai berikut.

Manusia koleris adalah visioner dan pekerja keras. Sebab itu, orang-orang dengan kepribadian ini tak mudah menyerah meski mengalami kegagalan berulang kali. Mereka tak mudah patah semangat dan berpendirian kuat sampai mencapai tujuan yang ditetapkannya. Setiap kegagalan yang dialami mampu dijadikan suatu pembelajaran untuk memperbaiki diri dan strategi guna melangkah pada tahapan lebih lanjut.

Tak bisa dipungkiri jika manusia koleris memang memiliki keunggulan dalam memimpin. Semangatnya yang luar biasa mendorongnya untuk pantang menyerah terhadap segala hambatan dan masalah yang dihadapi. Orang-orang koleris bukanlah tipe manusia yang menghindari masalah, justru sebaliknya berani menghadapi dan memecahkan masalah. Dalam upaya memecahkan masalah, mereka mampu menetapkan target yang jelas sehingga sehingga proses pemecahan masalah menjadi lebih fokus.

Apa jadinya jika seorang pemimpin plin-plan dan tidak percaya diri? Pastinya tidak berwibawa. Namun sifat ini bukanlah sifat dari manusia koleris. Orang-orang berkepribadian koleris justru memiliki rasa percaya diri yang begitu tinggi. Tidak terlalu peduli dengan apa kata orang lain, tetapi juga tidak abai dengan masukan bahkan kritikan. Kepercayaan diri yang tinggi berimbas pada keteguhan dalam pendirian dan segala sesuatu yang telah diputuskan.

Manusia koleris yang visioner jelas memiliki banyak cita dan impian yang ingin diwujudkan dalam hidupnya. Mereka cenderung menerapkan prinsip time is money, sehingga waktu yang dimiliki tak akan terbuang sia-sia, tetapi digunakan untuk melakukan sesuatu yang memberikan manfaat, baik saat ini maupun di masa mendatang. Sebab itulah, orang-orang koleris cenderung lebih produktif dibandingkan dengan orang-orang bertipe kepribadian lainnya.

Di balik sifat positif, manusia koleris juga memiliki sifat yang negatif. Pada titik ekstrim, mereka dapat menjadi sosok diktator yang selalu ingin tampil dominan dan tidak mau berada di bawah orang lain. Sifat negatif lainnya, manusia koleris bisa menjadi sosok yang sok berkuasa, mendominasi, dan manipulatif.

2. Sanguinis

Kepribadian sanguinis dikenal sebagai jenis kepribadian yang mampu menempatkan diri dengan baik dan mudah beradaptasi dengan cepat. Manusia dengan tipe atau jenis kepribadian ini memiliki beberapa sisi positif sebagai berikut.

Dari berbagai ciri tersebut, orang-orang sanguinis cenderung lebih mudah bergaul dan spontan. Bagi mereka, menikmati kegembiraan lebih bermanfaat dibandingkan memikirkan hal-hal yang tidak penting. Sebab itu, orang-orang sanguinis tak terlalu memandang masa lalu dan masa depan sebagai suatu beban. Mereka lebih senang menikmati hidup dan melewatkannya dengan kegembiraan. Bahkan mereka mampu menyalurkan kebahagiaan dengan membuat orang-orang di sekitarnya turut bahagia dan tertawa.

Tak hanya sifat-sifat positif, manusia dengan kepribadian sanguinis juga memiliki sisi negatif yang menjadi kelemahannya. Beberapa sisi negatif dari kepribadian ini adalah sebagai berikut.

3. Melankolis

Secara gramatikal, melankolis diartikan sebagai keadaan yang lamban, pendiam, murung, sayu, sedih, dan muram. Senada dengan pengertian tersebut, manusia dengan jenis kepribadian melankolis menurut Florence Littauer adalah orang-orang yang cenderung introvert atau tertutup dan sulit berkembang di lingkungan sosialnya. Di sisi lain, mereka sekaligus sebagai pemikir yang lebih senang memikirkan segala sesuatu sebelum melakukannya. Orang-orang melankolis cenderung pesimis atau lebih berpikir ke arah yang negatif. Manusia dengan kepribadian melankolis memiliki beberapa ciri sebagai berikut.

Manusia berkepribadian melankolis cenderung terpacu untuk bekerja dengan hasil sempurna. Setiap pekerjaan selalu dikerjakan dengan sebaik-baiknya, meski jenis pekerjaan tersebut tergolong remeh.

Sifatnya yang introvert menjadikan orang-orang melankolis tidak senang menjadi pusat perhatian. Mereka akan lebih nyaman dan merasakan kepuasan tersendiri jika bekerja di balik atau di belakang layar.

Sifat ini merupakan keunggulan dari kepribadian melankolis. Orang-orang yang melankolis mampu menganalisis secara mendalam saat dihadapkan pada suatu pekerjaan. Cara berpikirnya sistematis sehingga mereka mampu merinci setiap tahapan untuk menyelesaikan pekerjaan, termasuk potensi kendala-kendala yang mungkin muncul dan dihadapi.

Orang-orang berkepribadian melankolis mudah terenyuh terhadap kondisi orang-orang di sekitarnya. Mereka juga memiliki perasaan yang mudah peka. Sebab itu, mereka adalah pendengar yang baik, sehingga bisa menjadi tempat ‘curhat’ yang baik.

Sifat rela berkorban dimiliki oleh mereka yang berkepribadian melankolis. Mereka akan lebih memprioritaskan kepentingan orang lain dibandingkan dirinya sendiri. Mereka adalah orang-orang yang setia dan siap berkorban demi orang-orang yang penting baginya.

Di balik sifat-sifat positif melankolis, ada pula terselip sifat-sifat negatif. Orang-orang melankolis lambat dalam menangkap hal-hal yang berbau humor. Hal ini menyebabkan mereka sulit bergaul secara informal. Meski perfeksionis, namun orang-orang melankolis juga kurang percaya diri dalam mengambil keputusan, sehingga ragu-ragu dan membutuhkan pendapat atau persetujuan orang lain sebelum mengambil keputusan.

4. Phlegmatis

Jenis kepribadian phlegmatis hampir mirip dengan melankolis. Hanya saja, phlegmatis lebih terbuka dalam arti mereka bersedia untuk berbaur dalam keramaian. Sementara melankolis cenderung terkesan menutup diri dan merasa lebih nyaman dalam kesendirian.

Manusia phlegmatis adalah orang-orang dengan kepribadian yang menyenangi kedamaian. Mereka tidak suka dan cenderung menghindari terjadinya konflik. Sebab itu, mereka tetap bersedia menjalankan perintah meski sebenarnya mereka tak menyukainya. Jika menghadapi masalah, mereka berusaha mencari solusi damai yang mampu meredam kemungkinan terjadinya pertikaian. Bahkan lebih ekstrem lagi, mereka merasa tidak keberatan jika harus mengalami sakit atau menanggung kerugian asal masalah yang dihadapi dapat segera diselesaikan.

Berikut beberapa sisi positif yang menjadi kelebihan dari orang-orang berkepribadian phlegmatis.

Sementara sifat-sifat negatif yang melekat pada orang-orang berkepribadian phlegmatis yang sekaligus menjadi kelemahannya adalah sebagai berikut.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang karakter manusia menurut Florence Littauer, semoga bermanfaat bagi Anda semua.