Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Keuntungan dan Kerugian Kloning Manusia

Jika Anda gemar menonton sinema Hollywood, maka Anda tentu tak asing lagi dengan film-film bertema science fiction tentang kloning. Sebut saja The Island, Replicas, Patient 001, dan masih banyak lagi yang lainnya. Namun di sini tidak akan membahas review tentang film-film tersebut, tetapi tentang teknologi kloning.

Teknologi kloning dianggap sebagai inovasi hebat di bidang medis saat ini. Jika Anda mengira teknologi kloning hanya ada dalam film-film, maka Anda salah. Sebab, teknologi kloning ini telah diterapkan di dunia nyata. Salah satu tujuannya adalah untuk rekayasa genetik guna menghasilkan individu baru.

Apa itu kloning?

Kloning adalah suatu proses kreasi penciptaan sel atau organisme baru secara aseksual yang merupakan salinan genetik dari organisme terdahulu. Proses kloning mengarah pada rekayasa genetika untuk menciptakan kehidupan baru dengan cara menyalin data sel dari inang yang masih hidup. Sederhananya, kloning dapat dipahami sebagai proses menciptakan salinan fisik dari suatu makhluk hidup yang memiliki jenis yang sama dan identik secara genetik.

Istilah kloning tak jarang dikonotasikan secara negatif, karena kebanyakan orang berasumsi bahwa objek kloning adalah manusia sebagaimana yang sering diangkat jadi cerita-cerita film. Namun sebenarnya, kloning merupakan bentuk alami dari proses pembiakan yang menyebabkan makhluk hidup dapat menyebar dan bertahan hidup selama bertahun-tahun.

Proses kloning sebagai pembiakan alami terjadi pada berbagai macam tumbuhan, jamur, dan juga bakteri, di mana koloni-koloni klon dari makhluk hidup tersebut berkembang biak dengan sendirinya. Adapun organisme yang berkembang biak dengan metode kloning ini diantaranya tumbuhan blueberry, pohon hazel, dan pando.

Seiring dengan berkembangnya teknologi dan ilmu pengetahuan, kloning sebagai metode berkembang biak kemudian dilirik untuk diaplikasikan pada makhluk hidup lainnya yakni hewan. Benar saja, di tahun 1997, kloning buatan dari sel somatik dewasa pertama kali sukses dilakukan pada seekor domba. Hasil kloningan tersebut kemudian diberi nama Dolly the Sheep. Domba ini menjadi istimewa sebab menjadi mamalia pertama hasil dari proses kloning buatan.

Keuntungan kloning manusia

Ilmu pengetahuan terus berkembang. Setelah sukses mengkloning seekor domba secara sempurna, muncul ide untuk melakukan kloning pada manusia. Hal ini menimbulkan pro dan kontra di publik internasional. Mereka yang pro menganggap bahwa kloning manusia perlu dilakukan untuk menjaga kontinuitas dan eksistensinya. Sementara mereka yang kontra beranggapan bahwa kloning pada manusia sehingga menghasilkan individu baru sudah melampaui kekuasaan Tuhan sebagai pencipta.

Terlepas dari pro dan kontra yang muncul berkenaan dengan kloning manusia, ada keuntungan yang bisa diraih dari kloning manusia ini. Apa saja?

  • Memperbaiki kerusakan gen dan organ tubuh

Saat ini dunia medis mengalami perkembangan teknologi yang semakin canggih. Hal ini memungkinkan untuk dilakukannya operasi bedah guna memperbaiki bahkan mengganti organ tubuh yang mengalami kerusakan fungsi melalui prosedur transplantasi. Hingga saat ini telah banyak tindakan medis transplantasi organ yang dilakukan, seperti ginjal, hati, kornea mata, bahkan jantung.

Untuk memperbaiki atau mengganti organ tubuh yang mengalami kerusakan tentu saja harus didukung dengan ketersediaan organ penggantinya. Selama ini, penggantian organ tubuh ini tergantung dari ada tidaknya orang yang bersedia mendonorkan organ tubuhnya. Sayangnya, tak banyak yang bersedia menjadi donor organ tubuh. Atas kendala tersebut, kloning manusia bisa menjadi salah satu solusi untuk transplantasi organ tubuh yang mengalami kerusakan atau gagal fungsi.

Tak hanya itu, kloning manusia juga dapat digunakan untuk memperbaiki atau menumbuhkan sel-sel baru guna menggantikan sel-sel yang telah rusak atau hilang. Artinya, kloning pada manusia memungkinkan untuk mengobati penyakit dan kelainan genetik.

  • Mengobati infertilitas

Setiap pasangan tentu memimpikan hadirnya buah hati yang meramaikan suasana dan mengisi hari-hari mereka. Namun sayangnya, tak semua pasangan mampu mewujudkan impian tersebut karena mengalami infertilitas, baik pada salah satu pihak maupun kedua-duanya. Kloning manusia dapat menjadi solusi bagi pasangan yang mengalami infertilitas untuk memperoleh keturunan.

Sebagai ‘obat’ infertilitas, kloning manusia dilakukan dengan menggunakan sel somatik dewasa yang ditanamkan ke dalam embrio, sehingga dapat menciptakan kehidupan baru. Dengan begitu, pasangan yang mengalami infertilitas dapat berkesempatan untuk memiliki anak secara biologis, meski sistem reproduksi yang dimiliki bermasalah dan tidak mendukung kesuburan. Teknologi kloning ini memungkinkan setiap orang untuk menjadi orang tua, bahkan jika mereka pasif secara seksual.

  • Memperpanjang usia

Di beberapa negara maju, kemampuan hidup manusia rata-rata mencapai usia maksimal 85 tahun. Di Amerika Serikat, rata-rata kemampuan hidup baik laki-laki maupun perempuan adalah lebih dari 70 tahun. Sementara di Sierra Leone, rata-rata kemampuan hidup lebih pendek yakni sekitar 49 tahun saja.

Salah satu keuntungan dari teknologi kloning adalah dapat memperpanjang usia manusia. Artinya, manusia memiliki kesempatan untuk bertahan hidup lebih lama sehingga banyak hal yang bisa dilakukan demi tercapainya kualitas hidup yang lebih baik. Kloning yang mampu memperbaiki dan mengganti sel-sel rusak bahkan menumbuhkan sel-sel baru tentu akan berpengaruh pada regenerasi sel, sehingga kemampuan hidup manusia akan bertahan lebih lama.

  • Mempercepat pemulihan cedera traumatis

Kehidupan ini tak lepas dari pepatah untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Ada keberuntungan, ada pula kemalangan. Selalu saja ada peristiwa mengerikan yang dialami oleh setiap orang, baik kekerasan, kecelakaan lalu lintas, kerja, atau saat berolahraga. Bagi mereka yang mengalaminya tentu tak hanya menimbulkan trauma secara psikologis, tetapi juga fisik. Baik trauma fisik maupun psikis membutuhkan waktu yang cukup lama dalam pemulihannya. Selain itu, bisa jadi trauma tersebut tetap meninggalkan luka, dalam arti sulit untuk kembali ke keadaan semula. Cedera traumatis yang dialami kemungkinan membekas secara permanen dalam diri individu yang mengalaminya.

Tujuan kloning manusia salah satunya adalah untuk membantu mempercepat pemulihan cedera traumatis. Kloning dilakukan pada sel individu yang mengalami cedera sehingga dapat mempersingkat waktu pemulihan. Tak hanya itu, dengan kloning penyembuhan sempurna bisa saja terjadi. Artinya, individu yang mengalami cedera traumatis dapat kembali ke keadaan semula baik secara fisik maupun psikis.

  • Modifikasi genetik

Genetik orang tua udah pasti akan menurun kepada anaknya baik gen-gen pembentuk sifat baik maupun yang buruk. Setiap calon orang tua tentu hanya bisa berharap anaknya mewarisi gen-gen yang baik dari orang tuanya. Tak ada orang tua yang ingin anaknya lahir dalam kondisi memiliki cacat bawaan. Semua orang tua pasti ingin anaknya lahir dalam kondisi normal baik secara fisik maupun mental dan juga sehat. Sayang faktanya cukup banyak anak yang lahir dalam kondisi cacat fisik maupun mental.

Teknologi kloning memungkinkan dilakukannya modifikasi genetik. Keuntungannya mampu meminimalisir bahkan mencegah cacat lahir. Dengan kloning, calon orang tua dapat memilih sifat-sifat tertentu untuk anak-anak yang akan dilahirkan. Mulai dari jenis kelamin, warna mata, bahkan karakteristik lainnya dapat dipilih sesuai keinginan calon orang tua. Dengan demikian, anak-anak yang dilahirkan memiliki gen terbaik sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup di masa mendatang.

Kerugian kloning manusia

Setiap aspek kehidupan selalu ada dua sisi yang berbeda. Demikian pula dengan teknologi kloning terhadap manusia. Di balik keuntungan yang mungkin bermanfaat bagi keberlangsungan hidup di masa depan, tetap saja ada terselip kelemahan-kelemahan yang merepresentasikan kerugian dari teknologi tersebut.

  • Dampak biologis tidak dapat diprediksi

Kloning tak selalu menghasilkan kehidupan baru yang istimewa dan super. Rekayasa genetik untuk menghasilkan anak-anak dengan profil genetik tertentu, dikhawatirkan malah menimbulkan terjadinya penurunan variasi genetik. Akibatnya, bukannya lebih kuat, manusia justru lebih rentan terhadap berbagai penyakit dan kelainan lainnya. Bahkan tidak tertutup kemungkinan bahwa manusia akan mengalami perkawinan sedarah dengan dirinya sendiri sebagai hasil dari kloningannya.

Kemajuan teknologi dan sains bukanlah segalanya, bisa saja positif tetapi tak menutup kemungkinan juga menimbulkan dampak negatif. Tindakan rekayasa genetik bukan tanpa risiko. Bahkan konsekuensi yang ditimbulkan bisa saja membahayakan. Konsekuensi rekayasa genetik tidak bisa diduga ke depannya, bisa saja justru mengubah cara hidup manusia, sehingga membahayakan umat manusia sebagai suatu spesies. Individu-individu baru hasil kloning bisa saja tidak sempurna sehingga mengalami masalah kesehatan yang lebih parah dibandingkan dengan inangnya.

  • Membuka kesenjangan sosial dan ekonomi yang semakin lebar

Teknologi kloning tidaklah murah. Untuk kloning seekor primata saja menghabiskan dana sebesar US$ 50.000, belum termasuk biaya perawatannya. Lantas, berapa biaya yang dibutuhkan untuk kloning manusia? Tentu bisa lebih mahal.

Kloning manusia akan membuka kesenjangan sosial dan ekonomi masyarakat yang semakin lebar. Bagi mereka yang mampu melakukan kloning, secara sosial akan menciptakan kelasnya sendiri. Sementara mereka yang tidak mampu melakukan kloning, tidak menutup kemungkinan akan dijauhi bahkan diabaikan oleh masyarakat. Secara sosial dan ekonomi, proses kloning ini jelas menimbulkan dampak yang tidak baik. Masyarakat menjadi terbelah berdasarkan strata ekonomi dan sosialnya, abai terhadap lingkungan sekitar dan kepedulian terhadap sesama.

  • Memicu proses penuaan yang lebih cepat

Proses kloning dilakukan dengan mengambil sel dari inang yang masih hidup untuk membuat salinan dan menciptakan kehidupan baru. Tanpa disadari, dari proses ini ada kemungkinan usia yang dicetak dapat diadopsi oleh embrio yang sedang tumbuh. Akibatnya, individu hasil kloning bisa saja justru mengalami gangguan atau masalah penuaan dini, bahkan kematian dini. Sebab, dalam setiap proses kloning tak selalu mengalami kesuksesan. Alih-alih menciptakan kehidupan baru yang lebih sempurna, tetapi justru menghasilkan malapetaka.

  • Bertentangan dengan etika agama

Kloning manusia mendapat tentangan keras dari kalangan yang memiliki kepercayaan agama yang kuat. Proses menghasilkan individu atau kehidupan baru dinilai telah melampaui batas kewenangan manusia. Sebab proses menciptakan kehidupan atau individu baru merupakan hak atau kuasa tertinggi dari Sang Pencipta.

Kemampuan memperpanjang usia, melahirkan anak dengan gen sempurna, dan keuntungan lain yang ditawarkan oleh kloning manusia dinilai menyalahi kodrat atau takdir yang telah digariskan oleh Sang Pencipta. Ilmu pengetahuan dan teknologi seharusnya memberikan manfaat sesuai dengan batas dan kemampuan manusia, bukan malah ‘mengambil’ sebagian kuasa Sang Pencipta untuk menciptakan kehidupan baru yang diklaim lebih sempurna.

  • Mengganggu keseimbangan alam

Alam bertumbuh secara natural. Sementara kloning manusia sebagai proses buatan, dinilai dapat mengganggu keseimbangan alam. Kehidupan tak lagi berjalan sebagaimana mestinya, tetapi dapat dikoreksi atau diubah dengan cara tertentu. Jika modifikasi gen dilakukan untuk menciptakan makhluk yang lebih pintar dibandingkan yang lainnya, maka masyarakat justru tidak akan menerimanya.

  • Mendegradasi nilai kehidupan manusia

Kloning manusia justru dapat mendegradasi nilai kehidupan manusia itu sendiri. Semakin banyak kloning manusia yang dihasilkan, maka manusia tak lagi dinilai sebagai makhluk sosial yang lebih mulia, tetapi hanya sebatas komoditas saja. Sebagai contoh, orang tua yang tidak menyukai anak-anak karena fisik dan sifatnya tak sesuai dengan harapannya, bisa saja mengkloning agar mendapatkan anak yang lebih sempurna. Hal ini jelas buruk, sebab mengikis rasa kemanusiaan sebagai sifat dasar manusia.

  • Potensi untuk eksploitasi pada aksi kejahatan

Film-film fiksi mengenai kloning manusia yang menceritakan adanya konspirasi untuk mengeksploitasi manusia kloning guna suatu kepentingan atau konspirasi jahat mungkin terlihat mengada-ada, tapi bisa jadi benar adanya. Manusia-manusia hasil kloning dieksploitasi untuk kepentingan pribadi orang lain guna mencapai tujuan tertentu yang pastinya bukan sembarang kepentingan, bahkan mungkin berafiliasi dengan aksi kejahatan, teror, atau yang lainnya.

Keuntungan dan kerugian kloning manusia memperlihatkan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi harus senantiasa dikelola secara etis. Sebab, ada implikasi sosial yang harus diperhatikan dan diperhitungkan agar tidak menimbulkan kegaduhan yang merugikan publik. Setiap tindakan harus ada pertanggungjawabannya, karena kloning di satu sisi memberikan manfaat kesehatan potensial, tetapi di sisi lain juga memiliki risiko terhadap kesehatan dan juga ekonomi serta sosial kemasyarakatan.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang keuntungan dan kerugian kloning manusia, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Keuntungan Dan Kerugian Sewa Atau Beli Peralatan Untuk Kantor
4 Tipe Manusia Menurut Mafia Manager
Keuntungan Dan Kerugian Usaha Patungan (Joint Venture)
Apa Itu Kebutuhan Manusia?
Keuntungan Company Trip bagi Karyawan
Cara Menghitung Marginal Cost untuk Menentukan Keuntungan Maksimal
Karakter Manusia Menurut Florence Littauer
7 Keuntungan Tak Terduga Saat Menerapkan Gaya Hidup di Bawah Kemampuan Sebenarnya
Keuntungan Usaha Laundry
Asuransi Syariah, Apa Saja Keuntungannya?


Bagikan Ke Teman Anda