Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa Itu Keunggulan Mutlak?

Ekonomi tak lepas dari produksi barang dan jasa untuk mencukupi pasokan guna memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai atau bahkan melebihi permintaan. Bicara tentang proses produksi, setiap individu, perusahaan, bahkan negara memiliki kemampuan untuk menghasilkan barang dan jasa dalam kapasitas tertentu.

Kemampuan berproduksi setiap individu, perusahaan, atau negara tidaklah sama. Dalam suatu industri sepatu misalnya, kemampuan produksi perusahaan A tentu akan berbeda dengan perusahaan B. Demikian pula dalam lingkup negara. Bisa saja Indonesia lebih unggul dalam produksi kopi dibandingkan dengan negara lain. Intinya, setiap individu, perusahaan, dan bahkan negara memiliki keunggulan mutlak yang tak dimiliki oleh individu, perusahaan, dan negara lainnya.

Apa itu keunggulan mutlak?

Keunggulan mutlak atau absolut merupakan kemampuan individu, perusahaan, daerah, atau negara untuk memproduksi barang dan jasa dalam jumlah lebih banyak dengan jumlah input biaya yang sama. Secara sederhana, keunggulan mutlak dapat dipahami sebagai kemampuan individu, perusahaan, wilayah atau daerah, dan bahkan negara untuk menghasilkan barang dan jasa dalam jumlah lebih banyak dengan menggunakan jumlah input yang lebih sedikit, dibandingkan dengan entitas lain yang memproduksi barang dan jasa yang sama.

Entitas baik itu individu, perusahaan, daerah, atau negara yang memiliki keunggulan mutlak cenderung mampu menghasilkan barang atau jasa dengan jumlah biaya yang lebih rendah per unitnya. Intinya, entitas dengan keunggulan mutlak mampu memproduksi barang atau jasa secara lebih efisien, karena mampu menekan biaya produksi untuk menghasilkan volume produksi dalam jumlah sama atau bahkan lebih banyak, dibandingkan dengan entitas lain.

Konsep keunggulan mutlak dikembangkan oleh Adam Smith yang dituangkan dalam bukunya Wealth of Nations. Dalam konsep tersebut, Smith menerangkan bahwa negara dapat memperoleh keuntungan dari perdagangan internasional dengan mengkhususkan atau spesialisasi pada produksi barang yang lebih efisien dibandingkan negara lain. Negara-negara yang memiliki keunggulan mutlak dapat memutuskan untuk memproduksi barang atau jasa tertentu yang tidak bisa diproduksi oleh negara lain. Dari hasil perdagangan tersebut, suatu negara dapat membeli barang dan jasa dari negara lain yang tidak mampu diproduksi sendiri atau biaya produksinya lebih besar jika diproduksi di dalam negeri.

Teori keunggulan mutlak Adam Smith

Teori ekonomi mengalami perkembangan dari zaman ke zaman. Pada abad ke-16 hingga 18, teori ekonomi yang berkembang dan banyak diikuti adalah merkantilisme. Dalam teori ini dijelaskan bahwa kebijakan ekonomi nasional dapat dirancang untuk memaksimalkan perdagangan negara, cadangan emas, dan juga uang.

Seiring dengan berkembangnya zaman, muncul pemikiran-pemikiran yang lebih kreatif sehingga memicu perubahan teori ekonomi. Merkantilisme dinilai tak lagi sesuai dengan perubahan zaman, sehingga mendapat kritik dari para ekonom pada masa itu. Salah seorang diantaranya adalah Adam Smith. Adam Smith kemudian mengembangkan teori ekonomi menurut pemikirannya sendiri untuk melawan merkantilisme.

Adam Smith merupakan ekonom pertama yang mengemukakan tentang konsep keunggulan mutlak atau absolut. Dalam bukunya yang bertajuk The Wealth of Nations, Smith menunjukkan bahwa melalui biaya peluang, di mana peraturan yang mendukung suatu industri mengambil sumber daya dari industri lain yang mungkin lebih menguntungkan.

Tak hanya biaya peluang, Smith juga menerangkan tentang biaya kesempatan. Dalam konsep biaya kesempatan, dijelaskan dengan contoh bahwa pembuat sepatu justru tidak akan menggunakan sepatu buatannya sendiri, karena hal itu dianggap akan membuang-buang sumber daya produktifnya. Dengan demikian, setiap entitas baik individu, perusahaan, daerah, atau negara dapat berspesialisasi dalam memproduksi barang atau jasa sehingga memiliki semacam keunggulan.

Dalam lingkup yang lebih luas, Smith memadukan prinsip biaya peluang dan spesialisasi yang sama dengan kebijakan ekonomi internasional dan prinsip perdagangan internasional. Di sini Smith menjelaskan bahwa kebijakan impor barang dari luar negeri dinilai lebih baik dan efisien apabila biaya produksi di dalam negeri untuk jenis barang atau jasa yang sama dirasa lebih mahal. Kebijakan ini memungkinkan negara pengimpor untuk menempatkan sumber daya yang dimilikinya ke dalam industri yang lebih produktif dan efisien. Penerapan prinsip ini akan sangat dipengaruhi oleh tingkat teknologi masing-masing negara, di mana perbedaan teknologi antar-negara menentukan arus perdagangan internasional.

Teori keunggulan mutlak yang dikembangkan oleh Adam Smith menggunakan beberapa asumsi sebagai berikut.

  • Biaya komoditas diperhitungkan dengan jumlah relatif tenaga kerja yang diperlukan dalam proses produksi masing-masing.
  • Tenaga kerja bergerak di suatu negara, tetapi tidak bisa bergerak antar-negara.
  • Pertimbangan terhadap kerangka kerja dua negara dan dua komoditas sebagai dasar analisisnya.
  • Setiap perdagangan antara dua negara dapat terjadi apabila masing-masing negara memiliki biaya yang benar-benar lebih rendah dalam produksi salah satu komoditas.

Keunggulan mutlak dan komparatif

Selain keunggulan mutlak, ada pula keunggulan komparatif. Meski sama-sama keunggulan, namun keduanya sering kali dikontraskan, karena memang memiliki perbedaan yang nyata. Keunggulan mutlak mengarah pada keunggulan yang jelas dari spesialisasi dan perdagangan, di mana setiap produsen memiliki keunggulan mutlak dalam menghasilkan barang. Sementara keunggulan komparatif lebih mengarah pada kemampuan produsen menghasilkan barang atau jasa dengan biaya peluang lebih rendah dibandingkan dengan produsen lain.

Jika produsen tidak memiliki keunggulan mutlak, maka argumen dalam teori Adam Smith tidak bisa diterapkan, alias tidak berlaku. Meskipun demikian, produsen dan mitra dagangnya dapat merealisasikan perolehan keuntungan dari perdagangan apabila mereka dapat berspesialisasi berdasarkan keunggulan komparatif masing-masing.

Pemahaman mengenai konsep keunggulan mutlak dengan keunggulan komparatif ini sering kali kurang pas. Artinya, banyak yang salah paham mengenai konsep keduanya. Keunggulan mutlak menekankan pada biaya keuangan produksi, sedangkan keunggulan komparatif lebih pada biaya peluang produksi.

  • Keunggulan mutlak merupakan kemampuan untuk memproduksi atau menghasilkan barang atau jasa dalam jumlah lebih banyak dengan penggunaan sumber daya yang lebih sedikit dibandingkan dengan entitas lain yang bersaing.
  • Keunggulan komparatif merupakan kemampuan untuk menghasilkan atau memproduksi barang atau jasa dengan biaya peluang yang lebih rendah.

Contoh keunggulan mutlak

Bagi Anda yang telah berkecimpung di bidang ekonomi, tentu tak sulit untuk memahami konsep keunggulan mutlak. Namun, berbeda dengan mereka yang tidak memiliki dasar ilmu ekonomi yang memadai, mungkin agak sulit untuk bisa memahami konsep keunggulan mutlak ini secara gamblang.

Untuk memahami keunggulan mutlak secara lebih mudah, berikut ini dapat diberikan contoh kasus produksi barang yang sama antara Indonesia dengan Vietnam. Kedua negara tersebut memproduksi dua jenis barang yaitu pakaian dan sepatu. Asumsinya, dalam memproduksi kedua jenis barang tersebut, kedua negara menggunakan tenaga kerja sebanyak 100 orang, dengan pembagian sebanyak 50 orang untuk memproduksi pakaian dan 50 orang lainnya memproduksi sepatu.

Dari proses produksi yang dilakukan, Indonesia mampu menghasilkan 500 lembar pakaian dan 300 pasang sepatu. Sementara Vietnam mampu memproduksi pakaian sebanyak 250 lembar dan sepatu sebanyak 400 pasang. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki keunggulan mutlak dalam memproduksi pakaian dibandingkan dengan Vietnam. Dengan 50 orang tenaga kerja, Indonesia mampu menghasilkan 500 lembar pakaian, sedangkan Vietnam hanya 250 lembar saja. Sebaliknya, Vietnam memiliki keunggulan mutlak dalam produksi sepatu.

Jika Indonesia dan Vietnam melakukan spesialisasi, maka hasil produksi akan semakin meningkat. Hal ini disebabkan adanya perpindahan tenaga kerja dari produksi sepatu ke pakaian untuk Indonesia, dan pakaian ke sepatu untuk Vietnam. Produksi yang hanya difokuskan pada satu produk saja tentu akan meningkatkan volume produksi.

Jadi, keunggulan mutlak terjadi apabila suatu negara dapat menghasilkan barang atau jasa tertentu secara lebih efisien, dengan biaya yang lebih murah dibandingkan dengan negara lainnya. Keunggulan mutlak menjelaskan bahwa masuk akal bagi individu, bisnis, dan negara untuk berdagang. Sebab, masing-masing entitas memiliki kelebihan dalam memproduksi barang atau jasa tertentu, sehingga dapat memperoleh manfaat dari perdagangan.

Keunggulan mutlak dapat menghasilkan keuntungan timbal-balik dari perdagangan. Sebagaimana dijelaskan dalam teori keunggulan mutlaknya Adam Smith, di mana spesialisasi, pembagian kerja, dan perdagangan akan mengarah pada peningkatan kekayaan yang dapat dimanfaatkan semua orang.

Mencapai keunggulan mutlak

Bagaimana keunggulan mutlak dapat dicapai? Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa pencapaian keunggulan mutlak dapat dilakukan dengan cara melakukan produksi berbiaya rendah. Setiap entitas baik individu, bisnis, maupun negara dapat mencapai keunggulan mutlak apabila mampu memproduksi suatu barang atau jasa dengan biaya yang lebih rendah. Jika dibandingkan dengan pesaing, keunggulan mutlak dapat ditetapkan seperti berikut.

  • Penggunaan bahan baku untuk memproduksi suatu barang atau jasa, jumlahnya akan lebih sedikit.
  • Bahan yang digunakan untuk menghasilkan suatu produk lebih murah, sehingga biaya produksi lebih rendah atau efisien.
  • Proses produksi barang atau jasa membutuhkan waktu yang lebih singkat.
  • Kegiatan produksi yang dilakukan untuk menghasilkan suatu produk menggunakan pekerja yang lebih murah upah per jamnya.

Kritik terhadap keunggulan mutlak

Tak dipungkiri bahwa keunggulan mutlak memberikan keuntungan baik secara finansial maupun non-finansial. Dengan keunggulan mutlak, suatu negara akan mendapatkan keuntungan maksimal dalam perdagangan internasional. Tak hanya itu, dalam hubungan internasional, negara dengan keunggulan mutlak cenderung lebih dikenal dan diakui eksistensi dan kemampuan dagangnya.

Namun, teori keunggulan mutlak ternyata tidaklah sesempurna yang dibayangkan. Ada beberapa kelemahan yang menjadi kritik terhadap keunggulan mutlak, yaitu:

  • Teori keunggulan mutlak hanya menekankan pada perdagangan bilateral yang terjadi antar-negara dalam perdagangan dua jenis komoditas, dan mengabaikan perdagangan multilateral. Dalam perdagangan internasional, sangat dimungkinkan bahwa suatu negara menjalin perdagangan multilateral dengan banyak negara lainnya, ketika kebutuhan akan produk atau komoditas yang diperdagangkan semakin meningkat di banyak negara.
  • Teori keunggulan mutlak mengasumsikan bahwa perdagangan bebas terdapat di antara bangsa-bangsa, dan mengabaikan langkah-langkah proteksionis yang diterapkan oleh banyak negara. Untuk melindungi produksi dalam negeri, setiap negara umumnya menerapkan langkah-langkah proteksionis seperti pembatasan kuantitatif, hambatan teknis untuk perdagangan, dan pembatasan perdagangan untuk memberikan perlindungan terhadap lingkungan atau bahkan kebijakan publik.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu keunggulan mutlak, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Keunggulan Koperasi Dibandingkan dengan Badan Usaha Lainnya
Contoh Keunggulan Koperasi yang Tidak Dimiliki Badan Usaha Lainnya
Keunggulan dan Kekurangan Sumber Energi yang Dapat Diperbaharui
Apa itu Keunggulan Komparatif?
Contoh Keunggulan Komparatif
Mengenal Flazz BCA dan Keunggulannya
Pengusaha vs Karyawan, Mana Yang Lebih Menjanjikan Masa Depan?
Contoh Depresiasi dan Rumus Perhitungannya
Contoh Nyata Penawaran Inelastis Sempurna
Contoh Surat Undangan Setengah Resmi


Bagikan Ke Teman Anda