Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa Itu Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)?

Setiap perusahaan yang sudah go public pastilah memiliki agenda rutin tahunan yang disebut dengan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Bukan sekadar forum rapat biasa, RUPS merupakan salah satu organ penting dalam perusahaan yang bertugas menentukan kebijaksanaan perusahaan secara umum. Organ ini menunjuk dewan direksi yang diberi otoritas untuk mengelola perusahaan dengan melaksanakan kebijaksanaan yang telah ditentukan. Dalam melaksanakan tugasnya, dewan direksi diawasi oleh dewan komisaris yang bertindak untuk dan atas nama pemegang saham.

Lantas, bagaimana kedudukan para pemegang saham yang notabene pemilik perusahaan? Meski sebagai pemegang kedaulatan tertinggi dalam perusahaan, namun pemegang saham (stockholder) justru tidak memiliki kewenangan apapun untuk melakukan intervensi dalam pelaksanaan kebijakan perusahaan oleh dewan direksi. Kekuasaan dan kewenangan para pemegang saham hanya berlaku saat berada dalam forum RUPS. Bahkan di dalam forum RUPS, pemegang saham berwenang untuk menentukan kebijaksanaan umum perusahaan, mengangkat dan memberhentikan direksi juga komisaris, serta mengesahkan laporan pertanggungjawaban direksi atau komisaris setiap tahunnya.

Definisi Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS Luar Biasa)

Selain sebagai organ perusahaan dengan kekuasaan dan kedaulatan tertinggi, RUPS juga merupakan suatu forum yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun. RUPS tak hanya sebagai forum untuk menentukan kebijaksanaan umum perusahaan saja, tetapi juga wadah untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban dewan direksi dan komisaris kepada para pemegang saham. Forum RUPS diselenggarakan sekali dalam satu tahun selambat-lambatnya enam bulan sejak berakhirnya tahun buku.

Forum pertemuan antara pemegang saham dan pengelola perusahaan yakni direksi dan komisaris tak hanya dilakukan pada RUPS saja, tetapi juga Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). RUPS Luar Biasa adalah salah satu jenis RUPS yang dapat diselenggarakan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan perusahaan. Jadi, penyelenggaraan RUPS Luar Biasa jelas berbeda dengan RUPS Tahunan dalam segi waktu, di mana RUPS Tahunan hanya setahun sekali, sedangkan RUPS Luar Biasa bisa beberapa kali dalam setahun sesuai dengan kepentingan perusahaan.

RUPS Luar Biasa diselenggarakan untuk membahas hal-hal krusial terkait dengan perusahaan yang membutuhkan persetujuan dari pemegang saham. Dalam mengelola perusahaan, dewan direksi dan komisaris tidak sepenuhnya memiliki kewenangan. Ada hal-hal tertentu, di mana baik dewan direksi maupun komisaris tidak bisa mengambil keputusan sepihak tetapi harus atas persetujuan pemegang saham. Berikut kewenangan dalam perusahaan yang tidak diberikan kepada dewan direksi dan komisaris.

  • Mengubah anggaran dasar perusahaan.
  • Membubarkan perseroan yang menjadi pilar perusahaan.
  • Mengambil keputusan terkait dengan penggabungan, peleburan, pengambilalihan, dan atau pemisahan perusahaan.
  • Memutuskan untuk menyetujui pengajuan permohonan pernyataan pailit atas perseroan atau perusahaan yang dikelolanya.
  • Memutuskan untuk menyetujui perpanjangan jangka waktu berdirinya perseroan.
  • Mengangkat dan memberhentikan anggota direksi dan komisaris.

Prosedur RUPS Luar Biasa

Sesuai dengan namanya, RUPS Luar Biasa dapat diselenggarakan sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan atau kepentingan perusahaan. Penyelenggaraan RUPS Luar Biasa dapat diajukan atas inisiatif direksi atau permintaan pemegang saham dengan hak suara minimum 10 persen dari total hak suara yang dikeluarkan oleh perseroan atau perusahaan.

Mengapa harus dilaksanakan RUPS Luar Biasa, toh bisa menunggu RUPS Tahunan diselenggarakan? Dalam satu tahun buku tentu akan banyak terobosan dan inovasi yang dilakukan dewan direksi terkait dengan upaya mengembangkan dan memajukan perusahaan. Oleh sebab itu, akan ada perubahan-perubahan yang perlu ditindaklanjuti secara cepat, di mana untuk menindaklanjuti perubahan tersebut membutuhkan persetujuan dari pemegang saham. Atas dasar itulah perlunya penyelenggaraan RUPS Luar Biasa.

Lantas, apa agenda penyelenggaraan RUPS Luar Biasa? Tentu sangatlah beragam, tergantung pada urgensi kepentingan sebagaimana situasi dan kondisi yang dihadapi perusahaan pada saat itu. Sebagai contoh rencana pengajuan kredit ke bank yang membutuhkan jaminan berupa aset-aset perusahaan. Selain itu, RUPS Luar Biasa juga bisa diselenggarakan dengan agenda mengubah susunan dewan direksi atau komisaris, mengubah nama dan tempat kedudukan perusahaan, termasuk jangka waktu berdirinya perusahaan, dan lain sebagainya.

Untuk menyelenggarakan RUPS Luar Biasa tentu harus melalui prosedur khusus. Artinya, forum ini tak bisa dilaksanakan secara mendadak, tetapi harus dipersiapkan secara matang, mulai dari waktu, tempat, hingga agendanya. Secara umum prosedur pelaksanaan RUPS Luar Biasa tak jauh berbeda dengan RUPS Tahunan.

Berikut prosedur penyelenggaraan RUPS Luar Biasa.

  1. Direksi melakukan pemanggilan RUPS Luar Biasa kepada seluruh pemegang saham. Pemanggilan ini dilakukan selambat-lambatnya 14 hari sebelum pelaksanaan RUPS Luar Biasa melalui surat tercatat atau pengumuman di surat kabar harian dalam bentuk iklan. Pada pemanggilan ini, harus pula disebutkan dan dijelaskan agenda rapat yang akan diputuskan. Berkenaan dengan agenda rapat yang sudah ditentukan, maka dalam RUPS Luar Biasa yang akan dilaksanakan nanti tidak boleh memutuskan hal lain di luar agenda rapat tersebut. Meskipun demikian, untuk memberikan kesempatan kepada para pemegang saham agar bisa membuat keputusan selain yang telah ditentukan dalam agenda rapat, maka alangkah baiknya dalam surat pemanggilan disebutkan pula agenda acara lain-lain.
  2. Terkait dengan jumlah quorum, RUPS Luar Biasa dapat diselenggarakan apabila dihadiri oleh ½ + 1 dari jumlah pemegang saham atau jumlah suara yang terwakili. Hasil keputusan dapat merepresentasikan seluruh suara pemegang saham apabila disetujui oleh 1/3 dari jumlah suara yang hadir atau terwakili. Namun, untuk agenda rapat tertentu seperti pengambilan keputusan penggabungan, peleburan, pengambilalihan, dan pemisahan perusahaan, pengajuan permohonan pailit, pembubaran perseroan, dan perpanjangan jangka waktu berdirinya perseroan, maka quorum kehadiran RUPS Luar Biasa harus mencapai ¾ dari total suara yang dikeluarkan perusahaan. Hasil keputusannya pun harus disetujui oleh ¾ dari jumlah suara yang hadir atau terwakili.
  3. RUPS Luar Biasa harus dihadiri seluruh pemegang saham atau setidaknya mencapai quorum yang ditentukan. Kehadiran ini haruslah secara fisik, artinya para pemegang saham berkumpul di tempat dan pada waktu yang telah ditentukan. Jika terdapat pemegang saham yang berhalangan untuk hadir, maka dapat mewakilkan suaranya kepada orang lain, bisa siapa saja, asal bukan dari jajaran komisaris.

Prosedur di atas merupakan prosedur umum penyelenggaraan RUPS Luar Biasa yang dilaksanakan atas inisiatif direksi. Sementara untuk RUPS Luar Biasa yang dilaksanakan atas permintaan pemegang saham, prosedur umumnya seperti berikut.

  1. Pemegang saham minimum satu orang atau lebih yang secara bersama-sama mewakili 1/10 (satu persepuluh) atau lebih dari seluruh jumlah saham dapat mengajukan permintaan penyelenggaraan RUPS Luar Biasa. Permintaan ini diajukan kepada direksi melalui surat tercatat yang disertai dengan alasannya yang juga ditembuskan kepada dewan komisaris.
  2. Direksi menindaklanjuti permintaan RUPS Luar Biasa tersebut dengan melakukan pemanggilan RUPS Luar Biasa paling lambat 15 hari setelah permintaan diajukan. Jika dalam jangka waktu tersebut, direksi tidak melakukan pemanggilan RUPS, maka permintaan RUPS harus diajukan kembali kepada dewan komisaris. Selanjutnya dewan komisaris yang melakukan pemanggilan RUPS kepada para pemegang saham.
  3. Namun, apabila baik direksi maupun komisaris tidak melakukan pemanggilan RUPS kepada para pemegang saham dalam jangka waktu 15 hari, maka pemegang saham yang menghendaki dilaksanakannya RUPS Luar Biasa dapat mengajukan permohonan penyelenggaraan RUPS Luar Biasa kepada ketua pengadilan negeri di wilayah hukum setempat.
  4. Hasil penetapatan dari pengadilan negeri umumnya memuat tentang bentuk RUPS, agenda rapat sesuai dengan permohonan pemegang saham, jangka waktu pemanggilan RUPS, quorum kehadiran dan syarat pengambilan keputusan, serta penunjukan ketua rapat. Selain itu juga memuat tentang perintah bagi direksi atau dewan komisaris yang wajib hadir dalam RUPS Luar Biasa tersebut.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), semoga bermanfaat bagi Anda semua.



13 Tips Travelling Ke Luar Negeri untuk Pemula
10 Pelajaran Hidup yang Sering Datang Terlambat
10 Tip Keuangan untuk Kamu Usia 20-an
Hindari Pemborosan Berikut Ini Ketika Mempersiapkan Pensiun
Apa Itu Wealth Management di Bank?
10 Negara dengan Inflasi Tertinggi di Dunia
Apa itu Money Supply?
Apa itu Devisa?
Bagaimana Modus Rekrutmen Perusahaan Palsu?
Kesalahan yang Sering Dilakukan di Bandara


Bagikan Ke Teman Anda