Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa Perbedaan Crowdsourcing vs Crowdfunding?

Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, berkembang pula istilah-istilah baru, di antaranya adalah crowdsourcing dan crowdfunding. Kedua istilah tersebut mungkin terdengar asing bagi mereka yang awam, tapi tidak bagi mereka yang akrab dengan bisnis startup berbasis online. Crowdsourcing dan crowdfunding sering kali diartikan sama, karena mekanisme atau cara kerjanya dinilai memiliki kemiripan. Namun, sejatinya kedua istilah tersebut memiliki perbedaan yang cukup signifikan.

Definisi crowdsourcing dan crowdfunding

Apa itu crowdsourcing? Crowdsourcing dapat dipahami sebagai proses pengalihdayaan suatu proyek yang melibatkan ide kreatif dengan memanfaatkan kerumunan atau banyak orang. Selain itu, crowdsourcing juga dapat diartikan sebagai suatu teknik outsourcing terhadap tugas-tugas atau proyek khusus dengan dukungan banyak orang yang bertindak sebagai peserta eksternal.

Crowdsourcing umumnya digunakan dalam proyek-proyek kreatif seperti tulisan, desain grafis, arsitektur, ilustrasi, dan lainnya. Saat ini cukup banyak perusahaan yang menggunakan metode crowdsourcing untuk mengumpulkan dan mendapatkan ide proyek sesuai yang diinginkan. Salah satu contohnya adalah Wikipedia sebagai platform tulisan berisi informasi tentang segala hal. Platform ini memungkinkan pengguna terdaftar memberikan kontribusi dalam bentuk tulisan yang informatif. Penggunaan crowdsourcing cenderung lebih cepat, variatif, banyak pilihan ide, dan tentu lebih murah dibanding menggunakan jasa seorang profesional di bidang terkait.

Selain crowdsourcing, ada pula istilah crowdfunding. Apa itu crowdfunding? Crowdfunding merupakan metode mendapatkan modal untuk mengimplementasikan suatu proyek bisnis melalui pengumpulan dana secara patungan dengan berbasis internet. Metode crowdfunding juga menggunakan platform yang berfungsi sebagai jembatan antara pemilik proyek yang membutuhkan modal dengan investor atau penyandang dana.

Sebenarnya crowdfunding merupakan salah satu jenis crowdsourcing, hanya saja tujuannya khusus atau lebih spesifik pada pengumpulan modal atau dana. Pada praktiknya, crowdfunding tak hanya sebatas pada bidang bisnis saja, tetapi juga sosial seperti pengumpulan donasi untuk korban bencana alam atau tali kasih guna membantu meringankan beban seseorang yang terkena penyakit. Intinya, crowdfunding merupakan pengumpulan dana secara kolektif dengan melibatkan banyak orang.

Perbedaan crowdsourcing dengan crowdfunding

Crowdsourcing dan crowdfunding memang memiliki metode yang sama, yakni melibatkan banyak orang untuk mencapai suatu tujuan. Bahkan, crowdfunding merupakan bagian dari crowdsourcing. Artinya, crowdsourcing memiliki cakupan atau daya jangkau yang lebih luas dibandingkan crowdfunding. Hal ini pun menunjukkan adanya perbedaan diantara keduanya. Crowdsourcing dan crowdfunding memiliki perbedaan dalam beberapa aspek berikut.

1. Tujuan proyek

Secara garis besar crowdsourcing bertujuan untuk mengumpulkan ide-ide cemerlang dan kreatif secara lebih cepat dan murah dengan memberdayakan ‘kerumunan’ warga di dunia maya alias internet. Sebenarnya tak hanya sebatas ide, crowdsourcing bisa juga bertujuan untuk mengumpulkan kontribusi dan kolaborasi, termasuk penggalangan dana baik untuk proyek bisnis maupun kepentingan sosial.

Sementara crowdfunding secara khusus bertujuan untuk menggalang modal guna mendanai suatu proyek baik bisnis maupun sosial. Berkenaan dengan hal itu, crowdfunding memiliki empat tipe dasar, yaitu:

  • Berbasis ekuitas. Tujuan dari crowdfunding berbasis ekuitas adalah pengumpulan dana atau modal dari para investor guna mendanai suatu proyek bisnis diharapkan dapat memberikan imbalan pembagian saham perusahaan atau keuntungan moneter di masa mendatang.
  • Berbasis utang. Crowdfunding berbasis utang bertujuan untuk mengumpulkan dana atau modal guna membiayai suatu proyek bisnis dengan imbalan berupa pengembalian modal pokok plus bunga yang dijanjikan.
  • Berbasis hadiah. Pada tipe ini, crowdfunding dilakukan untuk mengumpulkan sejumlah dana dari banyak orang melalui platform berbasis online dengan imbalan berupa hadiah dari proyek yang didanai baik dalam bentuk moneter atau non-moneter. Misalnya, pemilik modal ikut mendanai suatu proyek pengembangan software atau robotic, sebagai imbalannya mereka akan memperoleh produk edisi khusus atau terbatas (limited edition) dari hasil proyek yang didanai.
  • Berbasis donasi. Crowdfunding berbasis donasi merupakan pengumpulan dana secara online dari banyak orang untuk kepentingan sosial seperti bantuan korban bencana, beasiswa, tagihan medis, rehabilitasi, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan kegiatan amal lainnya. Sebab itu, tipe crowdfunding ini tidak menjanjikan imbalan dalam bentuk apapun entah itu saham, pengembalian dana, hadiah, maupun keuntungan moneter lainnya.

2. Cakupan aktivitas

Crowdfunding adalah salah satu bentuk dari crowdsourcing. Hal ini menunjukkan bahwa crowdsourcing memiliki cakupan aktivitas yang lebih luas dibandingkan dengan crowdfunding. Jika crowdfunding hanya sebatas pada pengumpulan atau penggalangan dana sebagai modal bisnis atau kegiatan sosial, maka cakupan kegiatan crowdsourcing lebih luas. Mulai dari pengetahuan umum dalam bentuk tulisan informatif, proyek desain grafis, arsitektur, hingga ide-ide bisnis baik skala besar maupun kecil.

3. Mekanisme

Dari aspek mekanisme, baik crowdsourcing maupun crowdfunding sama-sama memanfaatkan platform berbasis online dan media sosial untuk menjangkau ‘kerumunan’ warga internet yang akrab disebut sebagai netizen. Meski demikian, ada perbedaan yang cukup signifikan pada mekanisme keduanya.

Crowdsourcing cenderung mengumpulkan ide dari banyak orang untuk memperoleh ide terbaik yang sesuai dengan keinginan dari project owner. Mekanisme dari metode crowdsourcing umumnya dimulai dengan:

  • Meluncurkan proyek di sebuah platform online dilengkapi dengan deskripsi singkat mengenai proyek tersebut, budget, dan batas waktunya.
  • Dalam hitungan jam, akan ada banyak orang dari berbagai belahan dunia yang merespon proyek yang diluncurkan itu tentunya dengan penawaran ide-ide sesuai dengan deskripsi proyek. Di sini project owner berpeluang mendapatkan banyak ide kreatif yang variatif.
  • Dari beragam ide kreatif yang terkumpul, project owner bisa memilih ide yang dinilai paling baik.
  • Atas pilihan tersebut, maka budget yang telah ditentukan siap dikirimkan kepada sang pemilik ide sebagai kompensasi atas ide kreatifnya.

Bagaimana jika dalam jangka waktu yang ditentukan project owner belum memutuskan untuk memilih ide kreatif yang terkumpul, atau belum menemukan ide yang sesuai dengan keinginannya? Tak perlu khawatir, ada garansi uang kembali. Artinya, administrator dari platform yang digunakan untuk meluncurkan proyek akan mengembalikan dana kepada project owner.

Sementara mekanisme pada crowdfunding dapat dibedakan menjadi dua jenis yakni Flexible Goal dan Fixed Goal. Flexible Goal yaitu mekanisme pengumpulan dana di mana dana tetap diberikan kepada project owner atau creator meskipun jumlah nominalnya tidak mencapai target yang dibutuhkan. Sebaliknya Fixed Goal adalah mekanisme pengumpulan dana di mana dana hanya akan diberikan kepada project owner (creator) apabila memenuhi target jumlah nominal yang dibutuhkan. Kedua mekanisme ini secara umum prosesnya sama yakni diawali dengan:

  • Meluncurkan proyek pada platform online disertai dengan deskripsi singkat tentang proyek, dana yang dibutuhkan, dan batas waktu pengumpulan dana.
  • Secara otomatis proyek tersebut akan terposting dalam marketplace yang bisa diakses oleh banyak warna net yang akan berperan sebagai investor atau penyandang dana.
  • Bagi warga net yang berminat bisa menyetorkan sejumlah dana yang dimiliki. Siapapun memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi penyandang dana proyek.
  • Setelah dana terkumpul secara patungan, selanjutkan diserahkan kepada creator.

4. Reward atau timbal balik

Sifat dari crowdsourcing cenderung sukarela, sedangkan crowdfunding umumnya bersifat pinjaman. Artinya ada kewajiban bagi project owner (creator) untuk memberikan reward kepada para investor atau penyandang dananya. Reward yang diberikan bisa berupa bagian saham perusahaan, pengembalian dana beserta bunganya, atau hadiah. Dari jenis reward tersebut, crowdfunding cenderung pada pengembalian dana plus bunga yang dijanjikan atau disepakati bersama, karena dana yang terkumpul merupakan pinjaman.

Lain halnya dengan crowdsourcing yang umumnya bersifat sukarela. Meski tak menutup kemungkinan adanya hadiah yang sifatnya ekstrinsik atau intrinsik. Hadiah ekstrinsik dapat berupa kompensasi dan pengakuan finansial atas ide kreatifnya. Sementara hadiah intrinsik lebih pada perluasan pengetahuan, kesenangan atau kepuasan pribadi, dan kesempatan untuk mengekspresikan diri.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang perbedaan crowdsourcing vs crowdfunding, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Ini Dia Trend Teknologi di Tahun 2018
Tempat untuk Topup E-money
Apa itu DuckDuckGo?
Perusahaan yang Mati Karena Disruption Teknologi Baru
Apa itu Dompet Digital? Definisi Dompet Digital
9 Hal yang Harus Dimiliki Founder Startup Berbasis Teknologi
Apa itu Revolusi Industri 4.0?
Apa Beda Peer to Peer Lending dan Crowdfunding?
Apa itu LinkAja (Dulu TCash)?
Apa itu Crowdfunding? Definisi Crowdfunding


Bagikan Ke Teman Anda