Cara Menghitung AOV (Average Order Value)
Pernahkah kamu berpikir, biasanya pembeli menghabiskan uang berapa saat belanja di toko?
Jawabannya bisa diketahui dengan AOV.
AOV atau Average Order Value itu adalah cara menghitung rata-rata uang yang dibelanjakan pembeli setiap kali belanja.
Dengan AOV, penjual bisa tahu biasanya seorang pembeli menghabiskan uang berapa.
Selain itu, kita tidak hanya melihat jumlah uang total, tapi juga bisa tahu kebiasaan belanja pembeli, misalnya apakah mereka suka membeli sedikit atau banyak barang.
Informasi ini membantu penjual supaya bisa menawarkan barang tambahan atau paket menarik agar pembeli mau membeli lebih banyak.
Rumus AOV
AOV = Total uang yang didapat / Jumlah pesanan.
Langkah-langkah menghitung AOV:
- Hitung semua uang yang didapat dalam waktu tertentu.
- Hitung berapa kali pesanan yang masuk.
- Bagi jumlah uang yang didapat dengan jumlah pesanan.
Hasilnya adalah AOV, yaitu rata-rata uang yang dibelanjakan setiap pembeli
Contoh Perhitungan
Misalnya, sebuah toko mainan mendapat uang total Rp 200.000,- dalam satu hari.
Pada hari itu ada 10 pesanan dari pembeli.
Rumus AOV adalah:
AOV = Total Uang / Jumlah Pesanan
Jadi:
AOV = Rp 200.000,- / 10 = Rp 20.000,-
Artinya, rata-rata setiap pembeli menghabiskan uang Rp20.000 setiap kali belanja di toko tersebut.
Strategi Usaha
Dengan menghitung AOV, sebuah usaha bisa tahu kebiasaan belanja pembelinya.
AOV juga membantu melihat apakah cara menawarkan barang tambahan atau barang yang lebih bagus sudah berhasil atau belum.
Upselling: mengajak pembeli untuk memilih barang yang lebih mahal atau paket yang lebih lengkap. Contoh: dari mainan biasa ke mainan versi besar.
Cross-selling: menawarkan barang lain yang cocok. Contoh: beli pensil, lalu ditawari penghapus.
Kalau cara ini berhasil, nilai AOV akan makin naik dari waktu ke waktu. Itu artinya, strategi toko sudah berjalan dengan baik.









